KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat memperingati Hari Kesadaran Nasional dengan menggelar apel gabungan di Lapangan Kantor Bupati Muna Barat, Jumat (17/10/2025). Upacara ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Muna Barat Ali Basa dan diikuti oleh seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta jajaran ASN, serta Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Muna Barat.
Pelaksanaan apel dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada 28 ASN lingkup Pemkab Muna Barat. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian, kesetiaan, kecakapan, dan kedisiplinan yang berkelanjutan. Satyalancana Karya Satya diberikan kepada PNS yang telah mengabdi selama 10, 20, atau 30 tahun tanpa pernah dijatuhi hukuman berat.
Mengawali sambutannya, Wakil Bupati mengingatkan kepada PNS yang baru dirotasi untuk memahami tugas pokok dan fungsi dalam jabatan baru yang diembannya. PNS yang berpindah tugas diminta untuk memahami struktur dan menyesuaikan tata kinerja di OPD masing-masing.
“Setelah saudara-saudara ditempatkan sesuai SK yang telah diterima, maka wajib untuk menyesuaikan dengan tata kerja dan memahami tupoksi di OPD yang tertera di SK tersebut. Masing-masing OPD punya fungsi dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas di masyarakat,” ujarnya
Selanjutnya, Ali Basa mengingatkan tentang beban berat yang diemban oleh setiap ASN. Oleh sebab itu, setiap ASN harus mempelajari nomenklatur tugas dan jenjang koordinasi ke atas. Hal ini agar terjadi sinkronisasi secara berjenjang dalam menjalankan tugas.
“Di pundak kita ada beban yang harus dipikul. Setiap ASN harus mempelajari nomenklatur dan jenjang koordinasi di atas. Misalnya, kalau tugas di daerah, maka harus paham nomenklatur tugas provinsi dan kementerian. Kalau tidak memahami nomenklatur, itu tidak akan nyambung tugas yang dilakukan,” tuturnya.
Sebelum menutup sambutannya, Wakil Bupati meminta pada seluruh Pimpinan OPD untuk melaporkan kegiatan yang telah dilaksanakan termasuk kendala-kendala yang dihadapi. Hal ini bertujuan sebagai bentuk refleksi atas kinerja tiap-tiap OPD juga sebagai sarana komunikasi dalam rangka mewujudkan Liwu Mokesa.
“Tolong kepada para Kepala OPD, laporkan apa yang telah dilaksanakan dan apa kendalanya. Para pimpinan OPD harus merefleksi diri. Sehebat apapun pimpinan, kalau pimpinan menengah tidak menjalin komunikasi, mustahil bisa terwujud Liwu Mokesa,” pungkasnya.
