Pj. Bupati Muna Barat Dr. Bahri, SSTP., M.Si. didampingi Forkopimda dan Oragnisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait , mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah, rakor dilaksanakan untuk membahas langkah kongkret pengendalian inflasi di daerah. Sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI.
Dalam rapat tersebut dihadiri Menteri/Kepala Lembaga Non Kementerian, sebagai narasumber Menteri Dalam Negeri, Kepala BPS, Kepala Bapanas, Mewakili Kapolri Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dir Tipideksus) Bareskrim Polri Brigjen. Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., mewakili Kejagung Jaksa Agung Muda Perdata Tata Usaha Negara (JAM DATUN) Feri Wibisono, dan Mewakili Panglima TNI, Kasum TNI – Letjen TNI Eko Margiyono, Menteri Perdagangan, serta seluruh Gubernur dan Bupati/Walikota se-Indonesia dan Forkopimda.
Nara saumber Kementrian Perdangan memaparkan “Sebagian besar harga barang kebutuhan pokok per 21 Oktober 2022 berada dalam kondisi yang stabil bahkan dalam tren penurunan yang signifikan jika dibandingkan bulan lalu kecuali Beras dan Kedelai yang memerlukan perhatian khusus, Daerah tidak perlu membuat sistem pemantauan, cukup integrasi dengan Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) kemendag agar daerah menganggarkan dana APBD Bapokting sebagai bagian dari pengendalian inflasi”.
Dalam paparan lebih lanjut Kepala Badan Pusat Statistika Margo Yuwono menyampaikan
“Dalam rangka mendiseminasikan indikator kinerja pengendalian inflasi yang lebih terukur dan berkesinambungan, akan dirilis 3 buah indikator kinerja pengendalian inflasi yaitu:
– Indeks Perkembangan Harga
– Indeks Disparitas Harga Antar Wilayah, dan
– Koefisien Variasi Harga Mingguan
dimana ketiganya menggunakan 20 komoditas terpilih sebagai variabel pengukur,
Pada penyediaan data untuk 3 indikator kinerja di atas, dilakukan dengan kolaborasi antar K/L/I/D khususnya pada penyediaan data (berbagi pakai), pengolahan dan analisis serta diseminasinya.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas ) Arief Prasetyo Adi, mengatakan “ Perlu segera dilaksanakan pengadaan CBP karena posisi stok Beras di BULOG kurang dari 800 ribu ton. Diperlukan percepatan realisasi impor komoditas Kedelai dan Bawang Putih serta, mempersiapkan sarana prasarana untuk memperpanjang masa simpan dan mempertahankan kualitas produk pangan dengan melakukan percepatan distribusi pangan antar wilayah dan Penguatan stock pangan nasional”.
Sementara itu Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dir Tipideksus) Bareskrim Polri Brigjen. Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., mengatakan
“ Polri memiliki data inflasi seluruh daerah yang bersumber dari Bhabinkamtibmas, polri siap membantu kepala daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan”.
Selanjutnya Kasum TNI – Letjen TNI Eko Margiyono mengatakan “Panglima Menitipkan terkait keberadaan TNI di daerah juga turut membantu untuk mengkampanyekan gerakan menanam, saya pesankan kepada jajaran TNI di daerah untuk membantu kepala daerah dalam mengatasi persoalan-persoalan di daerah termaksud Inflasi”.
Selanjutnya rapat ditutup oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan daerah perlu merumuskan langkah-langkah dan kebijakan pengendalian inflasi daerah masing-masing secara rutin, agar pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi di tengah-tengah kondisi global yang belum menentu dan masih dinamis.
“Daerah perlu memperhatikan komoditas pembentuk terjadinya inflasi dengan melakukan pemantauan harga dan stok untuk memastikan kebutuhan tersedia, menjaga pasokan barang bahan pokok dan barang penting, melaksanakan pencanangan gerakan menanam, melaksanakan operasi pasar murah bersama dinas terkait, melaksanakan sidak ke pasar dan memastikan distributor agar tidak menahan barang, merealisasiakan BTT untuk mendukung inflasi, dan memberikan bantuan transportasi dari APBD”.tutup Mendagri.

Pj. Bupati Muna Barat, Dr. Bahri, SSTP., M.Si. Bersama Kasdim 1416 Raha menindaklanjuti hasil rapat dengan melakukan peninjaun langsung lokasi lahan Penanaman Cabe yang bekerjasama dengan TNI, Kodinm 1416 Raha yang akan launching dalam waktu dekat. Pj. Bupati Muna barat juga melanjutkan peninjauan pada lokasi peternakan ayam petelur Desa Bakeramba, untuk memastikan ketersedian telur yang menjadi kebutuhan masyarakat Muna Barat, kunjungan ini merupakan Langkah nyata mewujudkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) untuk memantau dan mengawasi pergerakan harga komoditas pangan yang memberikan dampak inflasi di Kabupaten Muna Barat.