Pemkab Muna Barat Hadir Secara Daring Dalam Rapat Kerja Dan Rapat Dengar Pendapat Bersama Komisi II DPR RI

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh DPR RI Nomor B/5400/PW.01/04/2024, Komisi II DPR RI mengundang Gubernur seluruh provinsi di Indonesia untuk hadir secara fisik dalam Rapat Kerja dan rapat Dengar Pendapat bersama Menteri Dalam Negeri RI. Bertempat di Ruang Rapat Komisi II Gedung Nusantara DPR RI, rapat berlangsung selama 3 hari berturut-turut sejak 28-30 April 2025.

Selain para gubernur, Bupati/Walikota se-Indonesia juga diundang untuk hadir secara daring melalui zoom meeting. Kabupaten Muna Barat yang mendapatkan jadwal pada Rabu (30/4/2025), diwakili oleh Wakil Bupati Ali Basa dan Sekretaris Daerah LM Husein Tali. Terdapat empat topik yang menjadi fokus pembahasan rapat yakni penyelenggaraan pemerintah daerah, dana transfer pusat ke daerah, BUMD dan BULD, serta pengelolaan kepegawaian.

Dalam rapat tersebut, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka memaparkan kondisi terkini beserta masalah-masalah yang terjadi di wilayah yang dipimpinnya. Sosok yang akrab disapa ASR ini menjelaskan bahwa wilayah Bumi Anoa yang terdiri dari 70 % kepulauan dan 30 % daratan menunjukkan tentang besarnya potensi kelautan yang dimiliki.

“Kalau liat dari ciri seperti ini, kekayaan Sulawesi Tenggara itu adanya dilaut. Bukan di nikel.” ujarnya

Lebih lanjut ASR mengingatkan bahwa 10-15 tahun kedepan nikel di Sulawesi Tenggara diperkirakan habis dan akan menyebabkan kondisi yang konstan. Oleh sebab itu, purnawirawan TNI ini memaparkan langkah strategis yang harus disiapkan seperti hilirisasi perikanan, pertanian, dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Selanjutnya ASR memaparkan capaian 5 indikator makro Provinsi Sulawesi Tenggara. Indeks Pembangunan Manusia pada tahun 2024 sebesar 73,62; tingkat kemiskinan 11,21; tingkat pengangguran terbuka 3,09; pertumbuhan ekonomi 5,40; dan GINI ratio sebesar 0,365. Indikator ini membawa Sulawesi Tenggara berada di urutan ke 23 dari 34 provinisi dengan skor 2,81 dan status kinerja SEDANG pada hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD) tahun 2024 terhadap LPPD Tahun anggaran 2023.

Terkait Dana Transfer, ASR menyoroti tentang ketergantungan yang tinggi pada dana pusat. Berdasarkan data kapasitas fiskal daerah APBD Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun Anggaran 2025, pendapatan daerah sebesar Rp.5,009 triliun yang terdiri dari PAD Rp.1,706 triliun dan pendapatan transfer senilai Rp.3,302 triliun. Hal ini menyebabkan Kemendagri menilai kapasitas fiskal Provinsi Sulawesi Tenggara berada pada kategori fiskal lemah.

“Ironis, daerah kaya tapi ketergantungan dengan pusat itu 65 %. Kita punya kekuatan daerah hanya 34 %. Posisi sekarang saja seperti itu, bagaimana 15 tahun lagi?” tanyanya

Andi Sumangerukka menyebutkan bahwa kondisi fiskal lemah disebabkan oleh pengelolaan PAD yang tidak maksimal. ASR bertekad dalam dua tahun masa kepemimpinannya, dana transfer 65% akan turun menjadi 30 %. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara akan lebih tegas dalam mengatur tata kelola kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Bumi Anoa. Gubernur menyebutkan bahwa jika setiap perusahaan menyelesaikan kewajibannya, Sultra tidak akan ketergantungan lagi pada dana transfer.

“Kalau itu semua kewajibannya diselesaikan, maka Sulawesi Tenggara tidak akan lagi ketergantungan. Kalau saya hitung-hitung, minimal dapat saja 600-700 milyar maka semua kewenangannya akan jalan. Infrastruktur dan kewenangan provinsi akan selesai. Insya Allah saya akan tegas walaupun  nanti pasti saya akan diprotes.” sambungnya

Selanjutnya, ASR menjabarkan tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Di Sulawesi Tenggara terdapat 14 BUMD yang terdiri dari 13 BUMD jasa keuangan dan 1 BUMD bidang aneka usaha yaitu Perumda Utama Sultra. Sedangkan BLUD sebanyak 28 yang terdiri dari 3 rumah sakit dan 25 sekolah.

Masalah utama yang dialami yaitu belum seluruhnya SMKN menerapkan pola tata kelola BLUD dikarenakan masih belum memenuhi syarat antara lain jumlah siswa yang tersedia belum terpenuhi. Tindak lanjut yang akan dilakukan pemerintah adalah menjalin koordinasi ke Pemerintah Pusat berkaitan dengan sarana dan prasarana pada sekolah yang belum memenuhi syarat tersebut.

Poin terakhir yang dipaparkan oleh Gubernur Sulawesi Tenggara adalah tentang kepegawaian. Tahun 2025 jumlah ASN di Sultra sebanyak 17.385 orang yang terdiri dari 11.803 PNS dan 5.582 PPPK. Untuk usulan CPNS dalam rentang 2024-2028, Kemenpan-RB menyetujui 1.509 formasi CPNS yang terdiri dari 1.067 tenaga teknis dan 442 tenaga kesehatan serta 5.988 formasi PPPK dengan rincian 981 tenaga guru, 4.305 tenaga teknis, dan 702 tenaga kesehatan.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

 

Penampilan Musik Dua Warna Asal Muna Barat Raih Juara Di Ajang Harmoni Sultra

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Usai menerima penghargaan Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah Terbaik se-Sulawesi Tenggara, nama Kabupaten Muna Barat kembali menggema saat pengumuman pemenang Lomba Musik Dua Warna dalam Festival Harmoni Sultra. Penampilan dua musisi asal Muna Barat, Rut Medin Hutajalu dan Uce Sasrianti dinobatkan sebagai juara ke-3 dari 8 kabupaten/kota yang berlaga.

Keduanya tampil memukau dengan membawakan lagu berbahasa Indonesia dan Bahasa Daerah Muna. Lagu berbahasa Indonesia merupakan karya dari Ketua Tim Penggerak PKK Muna Barat Rika Purwaningsih Darwin berjudul Jayalah Muna Barat. Sedangkan lagu berbahasa Muna berjudul Benteno Tiworo karya Marwan SE.

Pengumuman dan penyerahan piagam penghargaan dilaksanakan saat penutupan Harmoni Sultra 2025 di Lapangan Gelora Kolaka pada Minggu (27/4/2025). Piagam diserahkan oleh Wakil Gubernur Ir. Hugua dan diterima oleh Ibu Wakil Bupati Muna Barat Kadiani Runa Ali Basa.

Juara 1 diraih Kota Kendari yang disusul oleh Kota Bau-Bau pada posisi ke-2. Pada kategori harapan, Kabupaten Konawe menempati posisi Harapan 1. Selanjutnya, Harapan 2 diraih oleh Kabupaten Buton Selatan dan menyusul Kabupaten Wakatobi sebagai juara Harapan 3.

Adapun delapan kabupaten/kota yang mengikuti Lomba Musik Dua Warna yakni Kota Kendari, Kota Bau-Bau, Kabupaten Muna Barat, Kabupaten Konawe, Kabupaten Buton Selatan, Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Konawe Kepulauan, serta Kabupaten Buton Tengah. Musik Dua Warna merupakan pergelaran seni yang memadukan antara musik tradisional dan musik modern.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar
Penulis: Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor: Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

 

Gubernur Serahkan Penghargaan Bergengsi Usai Pimpin Upacara HUT Sultra Ke-61

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Usai memimpin upacara peringatan HUT Sulawesi Tenggara ke-61, Gubernur Andi Sumangerukka menyerahkan penghargaan kepada kabupaten/kota dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berprestasi. Pada lingkup pemerintah kabupaten/kota, penghargaan diberikan kepada 3 daerah dengan indeks pengelolaan keuangan terbaik yakni Kabupaten Muna Barat, Kabupaten Konawe, dan Kabupaten Konawe Kepulauan.

Penghargaan diberikan atas hasil penilaian Gubernur melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah Sulawesi Tenggara. Hal ini sebagaimana tertuang dalam SK Nomor 100.3.3.1/500 Tahun 2024 tentang Penetapan Hasil Pengukuran Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tenggara serta SK Mendagri Nomor 900.1.115-3-372 Tahun 2024 tentang Hasil Pengukuran IPKD Provinsi, Kabupaten dan Kota Seluruh Indonesia.

Atas prestasi tersebut, masing-masing daerah menerima hadiah berupa 1 unit Laptop untuk Kabupaten Muna Barat, 1 buah LCD Proyektor untuk Kabupaten Konawe, serta 1 buah Printer untuk Kabupaten Konawe Kepulauan. Tidak hanya itu, Gubernur secara pribadi menambahkan hadiah uang tunai sebesar Rp.100 juta kepada terbaik 1, Rp.75 juta kepada terbaik 2, dan 50 juta kepada terbaik 3.

Selanjutnya, Gubernur juga menyerahkan penghargaan Innovation Governor Awards Lingkup Perangkat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara.  Terdapat 6 OPD yang mendapatkan indeks inovasi tertinggi berdasarkan SK Gubernur Sulawesi Tenggara untuk Penetapan Nilai Kematangan Inovasi Masing-Masing Perangkat Daerah Nomor 000.9.1/3264 Tanggal 23 April 2025.

Perangkat Daerah Inovatif tersebut yakni Badan Riset dan Inovasi daerah pada posisi pertama, disusul Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sultra pada posisi kedua. Posisi ketiga ditempati oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sultra, sedangkan posisi keempat diduduki oleh Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sultra. Pada posisi kelima ditempati oleh 2 OPD dengan nilai yang sama yakni Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Sultra dan Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Sultra.

Raihan prestasi ini diganjar hadiah berupa piangam penghargaan + 1 unit Laptop kepada terbaik pertama. Terbaik kedua mendapatkan piagam penghargaan + 1 unit LCD Proyektor dan terbaik ketiga berhak atas piagam penghargaan + 1 unit printer. Sedangkan terbaik keempat dan kelima masing-masing dianugerahi piagam penghargaan.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar
Penulis: Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor: Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

 

Peringati HUT Sultra Ke-61, Gubernur Ajak Bersinergi Dalam Harmoni

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID 27 April menjadi momentum bersejarah bagi Provinsi Sulawesi Tenggara. Almanak tersebut menjadi pengingat akan eksistensi Bumi Anoa sejak 27 April 1964. Tahun 2025, provinsi beribu kota Kendari ini genap berusia 61 tahun. Pertambahan usia yang diperingati secara khidmat di Lapangan 19 November Kolaka.

Bumi Mekongga menjadi saksi lantunan rasa syukur atas nikmat pertambahan usia. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka dalam sambutannya.

“Kita bersyukur hari ini Provinsi Sulawesi Tenggara genap berusia 61 tahun. Kita bersyukur eksistensi Sultra mulai terbentuk hingga usia sekarang. Senantiasa terjaga dan terus bergerak maju dengan berbagai pencapaian pembangunan di segala bidang meskipun dihadapkan pada tantangan lokal, nasional, dan global.” ujarnya

Atas berbagai capaian pembangunan yang berimplikasi pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sultra, Gubernur mengajak segenap hadirin menghaturkan hormat dan terima kasih kepada para pejuang terbentuknya Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Sudah sepatutnya dengan penuh rasa hormat kita menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada tokoh pejuang dan mantan pimpinan daerah serta tokoh-tokoh pendahulu. Semoga segala jasa pengabdian tercatat sebagai amal ibadah dan diridhoi oleh Tuhan.” lanjutnya

Selanjutnya, sosok yang akrab disapa ASR ini menyampaikan tentang Sumber Daya Alam berlimpah serta keberagaman masyarakat yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara. Dua hal yang menjadi potensi besar dalam pembangunan daerah maupun nasional. Oleh sebab itu ASR mengajak seluruh masyarakat Sultra untuk tidak mempertentangkan perbedaan tetapi mengelolanya sebagai harmoni agar tercapai kemajuan dalam segala bidang.

“Sebagaimana diketahui bersama, Sultra dikaruniai Sumber Daya Alam melimpah dan beragam. Baik yang ada di permukaan maupun di perut bumi. Kita juga menyadari bahwa Sultra adalah daerah yang masyarakatnya hidup dalam keberagaman agama, suku, bahasa, budaya adat istiadat, status sosial, dan pandangan politik. Hal tersebut merupakan potensi besar bagi pembangunan daerah dan nasional.” sambungnya

Sang Jenderal Purnawirawan mengingatkan agar upacara HUT Sulawesi Tenggara ke-61 tidak sekadar seremonial belaka tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjalankan pemerintahan yang bertanggung jawab. ASR juga mengajak segenap unsur pembangunan untuk meningkatkan integritas dan melaksanakan tugas yang telah diamanahkan.

“Upacara HUT Sultra ke-61 ini jangan hanya seremonial tetapi jadi momentum meningkatkan kesadaran kolektif kita semua bahwa membangun Sultra sebagai daerah otonomi adalah tanggung jawab pemerintah dan segenap komponen pembangunan. Dari Bumi Mekongga, saya mengajak kita semua mari konsisten jaga kerukunan dan persatuan dalam keberagaman.” pungkasnya

Sebelum mengakhiri sambutannya, Gubernur Sultra ke-13 ini menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, Anggota DPR, Anggota DPD, DPRD, pemerintah kabupaten, TNI, POLRI, Organisasi Kemasyarakatan, Pihak Swasta, akademisi, media, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan seluruh masyarakat Sultra serta semua pihak yang telah berperan dan berkontribusi dalam pembangunan Bumi Anoa.

Andi Sumangerukka mengakhiri sambutannya dengan menyitir falsafah hidup suku-suku yang mendiami Provinsi Sulawesi Tenggara. Warisan leluhur yang mengandung nilai-nilai tentang menjaga adat, saling menghargai,  dan bijak dalam bertindak. Falsafah Suku Tolaki ”Inae kosara ie pinesara. Inae lia sara ie pinekasara”  memiliki makna Siapa yang menghargai adat ia akan dihormati. Siapa yang melanggar adat ia akan diberi sanksi. Falsafah Buton “Po-binci-binciki kuli” berarti “saling mencubit kilit (kulit) sendiri”. Falsafah Suku Muna”Pomoa-moasigho, Popia-piara, Poangka-angkatau dan Poadha-adhati “, yang artinya saling menyayangi, saling menyantuni, saling kerjasama, dan saling menghargai”. Serta falsafah Suku Moronene “Koniantou” bermakna berjalan di jalan yang baik.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar
Penulis: Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor: Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Muna Barat Raih Penghargaan Daerah dengan Indeks Pengelolaan Keuangan Terbaik di Sulawesi Tenggara

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Prestasi membanggakan kembali diraih Kabupaten Muna Barat. Pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara, yang berlangsung di Alun-alun 19 November Kolaka pada Minggu (27/4/2025), Kabupaten Muna Barat dianugerahi penghargaan sebagai daerah dengan Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah terbaik se-Provinsi Sulawesi Tenggara.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, didampingi Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, kepada tiga kabupaten/kota terbaik berdasarkan hasil penilaian Gubernur, yaitu: Kabupaten Muna Barat dengan nilai A (indeks 84,1017), Kabupaten Konawe dengan nilai B (indeks 80,4105) dan Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) dengan nilai B (indeks 75,2529).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Muna Barat, Drs. Ali Basa, M.Si, hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Muna Barat untuk menerima langsung penghargaan bergengsi ini.

Sebagai bentuk apresiasi dari Pemerintah Provinsi, Muna Barat sebagai peraih Terbaik 1 mendapatkan penghargaan dan hadiah berupa satu unit laptop, sedangkan Terbaik 2 menerima penghargaan dan printer, serta Terbaik 3 mendapatkan penghargaan dan LCD proyektor.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Tenggara menegaskan bahwa pemberian penghargaan ini adalah bentuk penghormatan dan motivasi kepada pemerintah daerah yang telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mengelola keuangan daerah secara akuntabel, efektif, dan transparan.

“Penghargaan Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras daerah dalam memperkuat tata kelola keuangan  yang baik, sebagai landasan utama pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ujar Gubernur.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Kabupaten Muna Barat  terus bergerak maju dalam membangun sistem pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi Muna Barat sebagai daerah yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat pondasi tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel.

Sumber : Staf Kominfo (Wa Ode hasrana, A.Md)
 Penulis: Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Fun Run Semarakkan Harmoni Sultra 2025

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Hari kedua rangkaian perayaan HUT Sulawesi Tenggara ke-61, panitia menyelenggarakan Fun Run yang terbuka bagi semua kalangan. Masyarakat Kolaka dan sekitarnya tampak memadati pelataran Rumah Adat Mekongga sebagai lokasi pelaksanaan. Fun Run dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Jumat (26/4/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur mengingatkan tentang pentingnya pola hidup sehat. Sosok yang akrab disapa ASR ini mengungkapkan bahwa kesehatan adalah investasi yang bisa membawa kenikmatan dalam menjalani hidup. ASR menyebutkan bahwa penyebab paling utama datangnya penyakit adalah pikiran, makanan, dan pola hidup.

“Pagi ini kita melaksanakan kegiatan Fun Run. Sehat itu adalah investasi. Maka kalau kita sehat, hidup ini kita bisa nikmati. Bagaimana caranya hidup sehat? Menata pikiran. Penyebab penyakit paling utama adalah pikiran setelah itu makanan setelah itu pola hidup.” ujarnya

Gubernur berjanji akan menambah gelanggang olahraga di masing-masing kabupaten. Penambahan sarana olahraga dianggap sebagai titik awal yang akan berakhir dengan perolehan prestasi. Selanjutnya, pemerintah juga akan menyelenggarakan lomba sebagaimana Kabupaten Kolaka yang telah melaksanakan 3 kali Half Marathon.

“Kedepan kita akan menambah venue di masing-masing kabupaten/kota karena itu awalnya. Akhirnya adalah prestasi. Kalau tidak ada venue bagaimana mau melaksanakan pembinaan?” pungkasnya

Berdasarkan laporan Ketua Panitia Akbar S.Sos, kegiatan ini dihadiri kurang lebih 2000 peserta yang berasal dari kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara dan masyarakat lokal. Sekretaris Daerah Kolaka tersebut juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah Provinsi Sulawesi khususnya Gubernur Andi Sumangerukka atas kepercayaan yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Kolaka untuk menyelenggarakan Fun Run Harmoni Sultra.

Akbar berharap kegiatan ini dapat mempererat semangat sportifitas masyarakat Sultra. Pemkab Kolaka memberikan apresiasi atas semangat dan antusiasme peserta Fun Run. Sekda Kolaka juga mengundang seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara untuk berpartisipasi dalam lomba Half Marathon yang akan diselenggarakan pada 13 Juli 2025 mendatang.

Fun Run Harmoni Sultra ditutup dengan Senam Zumba yang diikuti oleh ribuan peserta. Para peserta yang telah melakukan pendaftaran, menyimak pembacaan nomor undian berhadiah 1 unit sepeda motor, 3 motor listrik, puluhan hadiah hiburan, dan 30 orang ditunjuk secara langsung untuk mendapatkan hadiah tambahan.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

 

Ustaz Das’ad Latif Ingatkan 5 Wasiat Nabi Bagi Pemimpin Saat Tabligh Akbar dan Doa Bersama Peringatan HUT Sultra Ke-61

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Tabligh Akbar dan doa bersama menjadi salah satu rangkaian kegiatan peringatan HUT Sulawesi Tenggara ke-61. Bertempat di pelataran Rumah Adat Mekongga pada Jumat (25/4/2025), tabligh akbar dihadiri oleh da’i kondang asal Sulawesi Selatan Das’ad Latif.  Gaya dakwahnya yang khas membuat masyarakat Kolaka dan sekitarnya berbondong-bondong hadir untuk menyimak ceramahnya yang segar namun tetap sarat pesan religius.

Kedatangan Ustaz Das’ad di lokasi kegiatan disambut lantunan Shalawat Badar. Dosen Universitas Hasanuddin tersebut langsung menohok jamaah yang hadir dengan mengingatkan tentang kematian. Bukan tentang kapan tetapi bagaimana keadaan saat ajal datang kelak. Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia ini juga menyoroti tentang fenomena sogok menyogok yang dianggap lumrah padahal merupakan salah satu dosa besar.

“Mati itu mau atau tidak, pasti mati. Yang jadi masalah bukan mati nya tapi bagaimana keadaanmu saat mati. Yang bisa membuat mati kafir itu suka makan barang haram. Salah satunya serangan fajar.” ujarnya disambut gemuruh para hadirin

Dengan pembawaannya yang menghibur, Ustaz Das’ad Latif mengajak seluruh jamaah untuk bertobat atas segala dosa-dosa yang dilakukan. Ia menyitir potongan ayat 208 dari Surat Al-Baqarah, yaa ayyuhaa alladziina aamanuu udkhuluu fii alssilmi kaaffatan. Ayat ini mengajak kepada kaum muslimin untuk masuk ke dalam Islam secara keseluruhan.

“Para pejabat yang hadir dan bupati terpilih, yang menyogok, bertobat dengan benar dan laksanakan janji-janji kampanye. Islamlah secara benar dan jangan ikuti langkah-langkah setan.” lanjutnya

Doktor Ilmu Komunikasi ini mengajak untuk bersama-sama menjaga Provinsi Sulawesi Tenggara. Wilayah yang Allah anugerahi banyak sumber daya. Oleh sebab itu, Ustaz Das’ad menyampaikan 5 wasiat  Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam kepada para pemimpin.

Wasiat pertama adalah menuntut ilmu. Ini sejalan dengan perintah pertama dalam Al-Qur’an yaitu Iqra (bacalah). Para pemimpin di Sulawesi Tenggara diminta untuk mencari anak-anak cerdas dan berbakat untuk kemudian disekolahkan.

Kedua, menyambungkan persaudaraan. Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam mengumpamakan umat Islam sebagai satu tubuh yang ketika satu bagian sakit, yang lain turut merasakan.  Ustaz Das’ad Latif mengutip Surat Ali Imran ayat 103 yang berbunyi, “Bihablillahi jami’an wala tafarraqu” (Berpegang teguhlah kalian semua dengan tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai-berai.”). 

Selanjutnya, wasiat ketiga tentang menyantuni fakir miskin. Ustaz Das’ad mengingatkan bahwa tidak ada orang yang bangkrut karena sedekah. Das’ad Latif memuji kedermawanan Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka yang gemar memberikan bantuan kepada masyarakatnya.

Kemudian, perintah untuk menghaluskan tutur kata menjadi wasiat keempat dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Sebagaimana dalam salat berjamaah, jika imam melakukan kesalahan maka jamaah boleh menegur dengan mengucapkan Subhanallah. Inilah contoh kritik melukai.

Adapun wasiat kelima adalah tentang salat tahajjud. Ustaz Das’ad Latif  mengingatkan kepada para pemimpin untuk meminta pertolongan dan petunjuk kepada Allah melalui salat di sepertiga malam. Ustaz yang meraih gelar doktor dari UIN Alauddin Makassar ini menyampaikan tentang pentingnya berdoa sebagaimana tertuang dalam Al-Quran Surat Al Ghafir ayat 60, wa qâla rabbukumud‘ûnî astajib lakum. Ayat ini berarti “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan).”

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

 

Pembukaan Harmoni Sultra Awali Rangkaian Perayaan HUT Sultra Ke-61

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Stadion Gelora Kabupaten Kolaka menjadi saksi kemeriahan rangkaian peringatan HUT Sulawesi Tenggara ke-61 pada Kamis (24/4/2025). Sebelum acara puncak pada tanggal 27 April 2025, Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka didampingi Wakil Gubernur Ir. Hugua dan Bupati/Walikota se-Sulawesi Tenggara membuka Festival Harmoni Sultra yang secara simbolis ditandai dengan pembunyian sirine. Festival Harmoni Sultra menjadi ajang berbagai kegiatan hiburan, pameran OPD, dan pemberdayaan UMKM.

Harmoni Sultra 2025 mengusung tema Maju, Aman, Sejahtera, dan Religius. Dalam sambutannya, Gubernur Sultra Andi Sumangeruka mengungkapkan bahwa pemilihan Harmoni dilandaskan pada keinginan untuk bersinergi dengan semua unsur dalam membangun Sulawesi Tenggara. Sedangkan kata Maju menggambarkan harapan untuk maju dengan dukungan sumber daya memadai hingga mampu sejajar dengan provinsi-provinsi yang lain.

Selanjutnya, aman dan sejahtera mewakili keinginan untuk menciptakan rasa aman agar investor bersedia datang ke Bumi Anoa. Adapun penggunaan kata religi dipilih agar semua unsur menggerakkan hati yang dilandasi dengan religi hingga mampu berkarya maksimal.

“Mengapa aman dan sejahtera? Karena kita ingin menciptakan rasa aman agar investasi datang. Ini harus dikelola dengan menggerakkan hati yang dilandasi dengan religi. Saya Ingi mengajak semua terutama OPD, mari bekerja menggunakan hati. Masyarakat menanti karya-karya kita kedepan.” ungkapnya

Sebelum menutup sambutannya, Andi Sumangerukka menyitir sebuah pantuan yang disambut riuh oleh hadirin, “Pohon Bidara di kebun tetangga. Terlihat indah dipagi yang cerah. Kegiatan HUT Sultra di Bumi Mekongga. Berkah bagi masyarakat dan bumi yang indah.”

Diawal berlangsungnya pembukaan Harmoni Sultra, penampilan Tari Kolosal Legenda Bumi Mekongga menghipnotis masyarakat yang tumpah ruah memadati Stadion Gelora. Tarian yang dibawakan oleh 61 siswa-siswi dari beberapa SMP di Kolaka ini menceritakan tentang Negeri Sorume (Kolaka saat ini) yang mendapatkan ancaman dari Burung Konggaha. Burung Elang Raksasa yang memangsa hewan ternak hingga manusia. Keganaasan Burung Konggaha berhasil diakhiri oleh ide dari Larumbalangi yang kemudian dilantik sebagai raja pertama Kerjaan Mekongga.

Penampilan seni musik bambu tradisional yang dibawakan oleh siswa-siswi SDN 2 Lalombaa dan SDN 1 Ulu Wolo turut menyemarakkan pembukaan Harmoni Sultra. Para pemain musik bambu mengalunkan melodi dari lagu-lagu daerah di Sulawesi Tenggara. Masyarakat juga dihibur oleh penampilan artis ibu kota Nassar dan sederet musisi asal Sultra.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

 

Ketua Dekranasda Muna Barat tampilkan Tenun Motif Otumpe Dalam fashion Show Harmoni Sultra

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Muna Barat, Rhika Purwaningsih Darwin, S.H., tampil memukau dalam ajang fashion show budaya Sultra yang digelar di Panggung Utama Harmoni Sultra  Lapangan Gelora Kolaka (Kamis, 24 April 2025) . Acara ini menjadi ajang bergengsi yang menampilkan kekayaan busana daerah dari seluruh Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tenggara.

Kabupaten Muna Barat mendapat kehormatan sebagai penampil pembuka dalam parade peragaan busana, dengan nomor urut 1. Rhika Purwaningsih tampil anggun dalam balutan busana tenun bermotif Otumpe,  yang merupakan hasil karya penenun lokal dan sarat makna budaya serta filosofi kehidupan masyarakat Muna Barat.

“Pemilihan Motif Otumpe dalam peragaan busana ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal Muna Barat yang kaya makna. Motif ini saya pilih karena mencerminkan semangat syukur, harmoni, dan keberagaman masyarakat yang sederhana, berani, dan teguh menjaga nilai adat. Lebih dari itu, Otumpe adalah simbol filosofi hidup kami yang selaras dengan visi Liwu Mokesa – kampung yang keren,” ujar Rhika Purwaningsih.

Motif Otumpe, berasal dari kata Tumpeng dalam bahasa Muna, merupakan representasi visual dari doa, syukur, dan kekuatan kolektif masyarakat Muna Barat. Dalam budaya lokal, Otumpe menggambarkan keharmonisan hidup, keterhubungan dengan alam, dan semangat menjaga warisan leluhur.

Warna-warna dalam busana tenun Otumpe—coklat, merah, dan hitam—mewakili unsur filosofi yang kuat : Coklat melambangkan kedekatan dengan alam dan ketulusan, merah melambangkan keberanian dan semangat dan hitam melambangkan kewibawaan dan keteguhan menjaga adat

Motif ini juga disusun berdasarkan falsafah hidup masyarakat Muna Barat:
“Hansuru hansuru badha sumano kono hansuru liwu, hansuru hansuru ana liwu sumano kono hansuru adhati, hansuru hansuru ana adhati, sumano tangka agama.”

Lewat penampilan ini, Dekranasda Muna Barat berhasil menunjukkan bahwa pembangunan bukan hanya infrastruktur, tetapi juga tentang membangun jati diri, karakter, dan keberlanjutan budaya lokal. Otumpe bukan sekadar motif estetika, tetapi narasi visual dari nilai, harapan, dan identitas masyarakat Muna Barat.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar
Penulis :  Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Temui Pihak PLN di Baubau : Pastikan Listrik Pulau-Pulau Terpencil Terlayani Mulai 2025

 KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan publik yang merata hingga ke wilayah paling terpencil. Hal ini dibuktikan dengan pertemuan antara Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, bersama Manager PLN UP2K Sulawesi Tenggara, Joni Sitorus, yang turut didampingi oleh Manager PLN UP3 Baubau, Bagus Cahyadi, Senin (14/4/2025) di Kota Baubau.

Pertemuan ini membahas secara khusus percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah kepulauan Muna Barat, sebagai bentuk realisasi janji politik kepemimpinan Bupati La Ode Darwin dan Wakil Bupati Drs. Ali Basa, M.Si dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

“Kesimpulan dari hasil pertemuan kami, pihak PLN akan mulai melakukan pembangunan jaringan listrik pada tahun 2025 ini, dan akan berlanjut secara bertahap hingga tahun 2027. Dengan begitu, Insya Allah dalam waktu dekat masyarakat desa di wilayah kepulauan akan segera menikmati akses listrik yang layak,” ujar Bupati La Ode Darwin, Sabtu (19/4/2025), saat mengonfirmasi hasil pembahasan tersebut.

Bupati Muna Barat menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses infrastruktur dasar.

“Listrik bukan sekadar penerangan, melainkan kunci membuka akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi. Tidak boleh ada kesenjangan pelayanan hanya karena faktor geografis. Masyarakat di pulau-pulau berhak mendapatkan hak yang sama seperti masyarakat di daratan,” tegasnya.

Adapun cakupan wilayah yang akan menjadi prioritas pembangunan jaringan listrik meliputi 11 desa yang tersebar di tiga kecamatan, yakni: Kecamatan Maginti: Desa Pasidangan, Desa Gala, Desa Maginti, dan Desa Kangkunawe, Kecamatan Tiworo Utara: Desa Santiri, Desa Mandike, Desa Tasipi, Desa Bero, Desa Tiga, dan Desa Santi dan Kecamatan Tiworo Kepulauan: Desa Katela

Lebih lanjut, La Ode Darwin juga menyampaikan bahwa dua kebutuhan utama masyarakat kepulauan yang selama ini menjadi perhatian pemerintah daerah adalah listrik dan air bersih. Untuk itu, selain percepatan ketersediaan listrik, Pemkab Muna Barat juga tengah menyusun strategi untuk memenuhi akses air bersih yang memadai.

“Untuk air bersih, kami sedang mencari formulasi terbaik agar masyarakat kita di pulau-pulau bisa mendapatkan layanan air yang layak. Ini bagian dari tanggung jawab pemerintah yang tidak boleh tertunda,” pungkas Bupati.

Pertemuan strategis ini menandai langkah konkret sinergi antara Pemkab Muna Barat dan PLN untuk memastikan bahwa tidak ada warga yang tertinggal dalam pembangunan. Dengan hadirnya listrik, diharapkan akan terbuka lebih banyak peluang produktif yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup dan ekonomi masyarakat kepulauan.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar
Penulis :  Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)