Penampilan Musik Dua Warna Asal Muna Barat Raih Juara Di Ajang Harmoni Sultra

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Usai menerima penghargaan Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah Terbaik se-Sulawesi Tenggara, nama Kabupaten Muna Barat kembali menggema saat pengumuman pemenang Lomba Musik Dua Warna dalam Festival Harmoni Sultra. Penampilan dua musisi asal Muna Barat, Rut Medin Hutajalu dan Uce Sasrianti dinobatkan sebagai juara ke-3 dari 8 kabupaten/kota yang berlaga.

Keduanya tampil memukau dengan membawakan lagu berbahasa Indonesia dan Bahasa Daerah Muna. Lagu berbahasa Indonesia merupakan karya dari Ketua Tim Penggerak PKK Muna Barat Rika Purwaningsih Darwin berjudul Jayalah Muna Barat. Sedangkan lagu berbahasa Muna berjudul Benteno Tiworo karya Marwan SE.

Pengumuman dan penyerahan piagam penghargaan dilaksanakan saat penutupan Harmoni Sultra 2025 di Lapangan Gelora Kolaka pada Minggu (27/4/2025). Piagam diserahkan oleh Wakil Gubernur Ir. Hugua dan diterima oleh Ibu Wakil Bupati Muna Barat Kadiani Runa Ali Basa.

Juara 1 diraih Kota Kendari yang disusul oleh Kota Bau-Bau pada posisi ke-2. Pada kategori harapan, Kabupaten Konawe menempati posisi Harapan 1. Selanjutnya, Harapan 2 diraih oleh Kabupaten Buton Selatan dan menyusul Kabupaten Wakatobi sebagai juara Harapan 3.

Adapun delapan kabupaten/kota yang mengikuti Lomba Musik Dua Warna yakni Kota Kendari, Kota Bau-Bau, Kabupaten Muna Barat, Kabupaten Konawe, Kabupaten Buton Selatan, Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Konawe Kepulauan, serta Kabupaten Buton Tengah. Musik Dua Warna merupakan pergelaran seni yang memadukan antara musik tradisional dan musik modern.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar
Penulis: Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor: Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

 

Gubernur Serahkan Penghargaan Bergengsi Usai Pimpin Upacara HUT Sultra Ke-61

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Usai memimpin upacara peringatan HUT Sulawesi Tenggara ke-61, Gubernur Andi Sumangerukka menyerahkan penghargaan kepada kabupaten/kota dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berprestasi. Pada lingkup pemerintah kabupaten/kota, penghargaan diberikan kepada 3 daerah dengan indeks pengelolaan keuangan terbaik yakni Kabupaten Muna Barat, Kabupaten Konawe, dan Kabupaten Konawe Kepulauan.

Penghargaan diberikan atas hasil penilaian Gubernur melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah Sulawesi Tenggara. Hal ini sebagaimana tertuang dalam SK Nomor 100.3.3.1/500 Tahun 2024 tentang Penetapan Hasil Pengukuran Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah (IPKD) Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tenggara serta SK Mendagri Nomor 900.1.115-3-372 Tahun 2024 tentang Hasil Pengukuran IPKD Provinsi, Kabupaten dan Kota Seluruh Indonesia.

Atas prestasi tersebut, masing-masing daerah menerima hadiah berupa 1 unit Laptop untuk Kabupaten Muna Barat, 1 buah LCD Proyektor untuk Kabupaten Konawe, serta 1 buah Printer untuk Kabupaten Konawe Kepulauan. Tidak hanya itu, Gubernur secara pribadi menambahkan hadiah uang tunai sebesar Rp.100 juta kepada terbaik 1, Rp.75 juta kepada terbaik 2, dan 50 juta kepada terbaik 3.

Selanjutnya, Gubernur juga menyerahkan penghargaan Innovation Governor Awards Lingkup Perangkat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara.  Terdapat 6 OPD yang mendapatkan indeks inovasi tertinggi berdasarkan SK Gubernur Sulawesi Tenggara untuk Penetapan Nilai Kematangan Inovasi Masing-Masing Perangkat Daerah Nomor 000.9.1/3264 Tanggal 23 April 2025.

Perangkat Daerah Inovatif tersebut yakni Badan Riset dan Inovasi daerah pada posisi pertama, disusul Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sultra pada posisi kedua. Posisi ketiga ditempati oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sultra, sedangkan posisi keempat diduduki oleh Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sultra. Pada posisi kelima ditempati oleh 2 OPD dengan nilai yang sama yakni Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Sultra dan Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Sultra.

Raihan prestasi ini diganjar hadiah berupa piangam penghargaan + 1 unit Laptop kepada terbaik pertama. Terbaik kedua mendapatkan piagam penghargaan + 1 unit LCD Proyektor dan terbaik ketiga berhak atas piagam penghargaan + 1 unit printer. Sedangkan terbaik keempat dan kelima masing-masing dianugerahi piagam penghargaan.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar
Penulis: Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor: Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

 

Peringati HUT Sultra Ke-61, Gubernur Ajak Bersinergi Dalam Harmoni

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID 27 April menjadi momentum bersejarah bagi Provinsi Sulawesi Tenggara. Almanak tersebut menjadi pengingat akan eksistensi Bumi Anoa sejak 27 April 1964. Tahun 2025, provinsi beribu kota Kendari ini genap berusia 61 tahun. Pertambahan usia yang diperingati secara khidmat di Lapangan 19 November Kolaka.

Bumi Mekongga menjadi saksi lantunan rasa syukur atas nikmat pertambahan usia. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka dalam sambutannya.

“Kita bersyukur hari ini Provinsi Sulawesi Tenggara genap berusia 61 tahun. Kita bersyukur eksistensi Sultra mulai terbentuk hingga usia sekarang. Senantiasa terjaga dan terus bergerak maju dengan berbagai pencapaian pembangunan di segala bidang meskipun dihadapkan pada tantangan lokal, nasional, dan global.” ujarnya

Atas berbagai capaian pembangunan yang berimplikasi pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sultra, Gubernur mengajak segenap hadirin menghaturkan hormat dan terima kasih kepada para pejuang terbentuknya Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Sudah sepatutnya dengan penuh rasa hormat kita menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada tokoh pejuang dan mantan pimpinan daerah serta tokoh-tokoh pendahulu. Semoga segala jasa pengabdian tercatat sebagai amal ibadah dan diridhoi oleh Tuhan.” lanjutnya

Selanjutnya, sosok yang akrab disapa ASR ini menyampaikan tentang Sumber Daya Alam berlimpah serta keberagaman masyarakat yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara. Dua hal yang menjadi potensi besar dalam pembangunan daerah maupun nasional. Oleh sebab itu ASR mengajak seluruh masyarakat Sultra untuk tidak mempertentangkan perbedaan tetapi mengelolanya sebagai harmoni agar tercapai kemajuan dalam segala bidang.

“Sebagaimana diketahui bersama, Sultra dikaruniai Sumber Daya Alam melimpah dan beragam. Baik yang ada di permukaan maupun di perut bumi. Kita juga menyadari bahwa Sultra adalah daerah yang masyarakatnya hidup dalam keberagaman agama, suku, bahasa, budaya adat istiadat, status sosial, dan pandangan politik. Hal tersebut merupakan potensi besar bagi pembangunan daerah dan nasional.” sambungnya

Sang Jenderal Purnawirawan mengingatkan agar upacara HUT Sulawesi Tenggara ke-61 tidak sekadar seremonial belaka tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjalankan pemerintahan yang bertanggung jawab. ASR juga mengajak segenap unsur pembangunan untuk meningkatkan integritas dan melaksanakan tugas yang telah diamanahkan.

“Upacara HUT Sultra ke-61 ini jangan hanya seremonial tetapi jadi momentum meningkatkan kesadaran kolektif kita semua bahwa membangun Sultra sebagai daerah otonomi adalah tanggung jawab pemerintah dan segenap komponen pembangunan. Dari Bumi Mekongga, saya mengajak kita semua mari konsisten jaga kerukunan dan persatuan dalam keberagaman.” pungkasnya

Sebelum mengakhiri sambutannya, Gubernur Sultra ke-13 ini menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, Anggota DPR, Anggota DPD, DPRD, pemerintah kabupaten, TNI, POLRI, Organisasi Kemasyarakatan, Pihak Swasta, akademisi, media, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan seluruh masyarakat Sultra serta semua pihak yang telah berperan dan berkontribusi dalam pembangunan Bumi Anoa.

Andi Sumangerukka mengakhiri sambutannya dengan menyitir falsafah hidup suku-suku yang mendiami Provinsi Sulawesi Tenggara. Warisan leluhur yang mengandung nilai-nilai tentang menjaga adat, saling menghargai,  dan bijak dalam bertindak. Falsafah Suku Tolaki ”Inae kosara ie pinesara. Inae lia sara ie pinekasara”  memiliki makna Siapa yang menghargai adat ia akan dihormati. Siapa yang melanggar adat ia akan diberi sanksi. Falsafah Buton “Po-binci-binciki kuli” berarti “saling mencubit kilit (kulit) sendiri”. Falsafah Suku Muna”Pomoa-moasigho, Popia-piara, Poangka-angkatau dan Poadha-adhati “, yang artinya saling menyayangi, saling menyantuni, saling kerjasama, dan saling menghargai”. Serta falsafah Suku Moronene “Koniantou” bermakna berjalan di jalan yang baik.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar
Penulis: Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor: Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Fun Run Semarakkan Harmoni Sultra 2025

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Hari kedua rangkaian perayaan HUT Sulawesi Tenggara ke-61, panitia menyelenggarakan Fun Run yang terbuka bagi semua kalangan. Masyarakat Kolaka dan sekitarnya tampak memadati pelataran Rumah Adat Mekongga sebagai lokasi pelaksanaan. Fun Run dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Jumat (26/4/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur mengingatkan tentang pentingnya pola hidup sehat. Sosok yang akrab disapa ASR ini mengungkapkan bahwa kesehatan adalah investasi yang bisa membawa kenikmatan dalam menjalani hidup. ASR menyebutkan bahwa penyebab paling utama datangnya penyakit adalah pikiran, makanan, dan pola hidup.

“Pagi ini kita melaksanakan kegiatan Fun Run. Sehat itu adalah investasi. Maka kalau kita sehat, hidup ini kita bisa nikmati. Bagaimana caranya hidup sehat? Menata pikiran. Penyebab penyakit paling utama adalah pikiran setelah itu makanan setelah itu pola hidup.” ujarnya

Gubernur berjanji akan menambah gelanggang olahraga di masing-masing kabupaten. Penambahan sarana olahraga dianggap sebagai titik awal yang akan berakhir dengan perolehan prestasi. Selanjutnya, pemerintah juga akan menyelenggarakan lomba sebagaimana Kabupaten Kolaka yang telah melaksanakan 3 kali Half Marathon.

“Kedepan kita akan menambah venue di masing-masing kabupaten/kota karena itu awalnya. Akhirnya adalah prestasi. Kalau tidak ada venue bagaimana mau melaksanakan pembinaan?” pungkasnya

Berdasarkan laporan Ketua Panitia Akbar S.Sos, kegiatan ini dihadiri kurang lebih 2000 peserta yang berasal dari kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara dan masyarakat lokal. Sekretaris Daerah Kolaka tersebut juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah Provinsi Sulawesi khususnya Gubernur Andi Sumangerukka atas kepercayaan yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Kolaka untuk menyelenggarakan Fun Run Harmoni Sultra.

Akbar berharap kegiatan ini dapat mempererat semangat sportifitas masyarakat Sultra. Pemkab Kolaka memberikan apresiasi atas semangat dan antusiasme peserta Fun Run. Sekda Kolaka juga mengundang seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara untuk berpartisipasi dalam lomba Half Marathon yang akan diselenggarakan pada 13 Juli 2025 mendatang.

Fun Run Harmoni Sultra ditutup dengan Senam Zumba yang diikuti oleh ribuan peserta. Para peserta yang telah melakukan pendaftaran, menyimak pembacaan nomor undian berhadiah 1 unit sepeda motor, 3 motor listrik, puluhan hadiah hiburan, dan 30 orang ditunjuk secara langsung untuk mendapatkan hadiah tambahan.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

 

Ustaz Das’ad Latif Ingatkan 5 Wasiat Nabi Bagi Pemimpin Saat Tabligh Akbar dan Doa Bersama Peringatan HUT Sultra Ke-61

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Tabligh Akbar dan doa bersama menjadi salah satu rangkaian kegiatan peringatan HUT Sulawesi Tenggara ke-61. Bertempat di pelataran Rumah Adat Mekongga pada Jumat (25/4/2025), tabligh akbar dihadiri oleh da’i kondang asal Sulawesi Selatan Das’ad Latif.  Gaya dakwahnya yang khas membuat masyarakat Kolaka dan sekitarnya berbondong-bondong hadir untuk menyimak ceramahnya yang segar namun tetap sarat pesan religius.

Kedatangan Ustaz Das’ad di lokasi kegiatan disambut lantunan Shalawat Badar. Dosen Universitas Hasanuddin tersebut langsung menohok jamaah yang hadir dengan mengingatkan tentang kematian. Bukan tentang kapan tetapi bagaimana keadaan saat ajal datang kelak. Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia ini juga menyoroti tentang fenomena sogok menyogok yang dianggap lumrah padahal merupakan salah satu dosa besar.

“Mati itu mau atau tidak, pasti mati. Yang jadi masalah bukan mati nya tapi bagaimana keadaanmu saat mati. Yang bisa membuat mati kafir itu suka makan barang haram. Salah satunya serangan fajar.” ujarnya disambut gemuruh para hadirin

Dengan pembawaannya yang menghibur, Ustaz Das’ad Latif mengajak seluruh jamaah untuk bertobat atas segala dosa-dosa yang dilakukan. Ia menyitir potongan ayat 208 dari Surat Al-Baqarah, yaa ayyuhaa alladziina aamanuu udkhuluu fii alssilmi kaaffatan. Ayat ini mengajak kepada kaum muslimin untuk masuk ke dalam Islam secara keseluruhan.

“Para pejabat yang hadir dan bupati terpilih, yang menyogok, bertobat dengan benar dan laksanakan janji-janji kampanye. Islamlah secara benar dan jangan ikuti langkah-langkah setan.” lanjutnya

Doktor Ilmu Komunikasi ini mengajak untuk bersama-sama menjaga Provinsi Sulawesi Tenggara. Wilayah yang Allah anugerahi banyak sumber daya. Oleh sebab itu, Ustaz Das’ad menyampaikan 5 wasiat  Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam kepada para pemimpin.

Wasiat pertama adalah menuntut ilmu. Ini sejalan dengan perintah pertama dalam Al-Qur’an yaitu Iqra (bacalah). Para pemimpin di Sulawesi Tenggara diminta untuk mencari anak-anak cerdas dan berbakat untuk kemudian disekolahkan.

Kedua, menyambungkan persaudaraan. Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam mengumpamakan umat Islam sebagai satu tubuh yang ketika satu bagian sakit, yang lain turut merasakan.  Ustaz Das’ad Latif mengutip Surat Ali Imran ayat 103 yang berbunyi, “Bihablillahi jami’an wala tafarraqu” (Berpegang teguhlah kalian semua dengan tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai-berai.”). 

Selanjutnya, wasiat ketiga tentang menyantuni fakir miskin. Ustaz Das’ad mengingatkan bahwa tidak ada orang yang bangkrut karena sedekah. Das’ad Latif memuji kedermawanan Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka yang gemar memberikan bantuan kepada masyarakatnya.

Kemudian, perintah untuk menghaluskan tutur kata menjadi wasiat keempat dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Sebagaimana dalam salat berjamaah, jika imam melakukan kesalahan maka jamaah boleh menegur dengan mengucapkan Subhanallah. Inilah contoh kritik melukai.

Adapun wasiat kelima adalah tentang salat tahajjud. Ustaz Das’ad Latif  mengingatkan kepada para pemimpin untuk meminta pertolongan dan petunjuk kepada Allah melalui salat di sepertiga malam. Ustaz yang meraih gelar doktor dari UIN Alauddin Makassar ini menyampaikan tentang pentingnya berdoa sebagaimana tertuang dalam Al-Quran Surat Al Ghafir ayat 60, wa qâla rabbukumud‘ûnî astajib lakum. Ayat ini berarti “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan).”

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

 

Pembukaan Harmoni Sultra Awali Rangkaian Perayaan HUT Sultra Ke-61

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Stadion Gelora Kabupaten Kolaka menjadi saksi kemeriahan rangkaian peringatan HUT Sulawesi Tenggara ke-61 pada Kamis (24/4/2025). Sebelum acara puncak pada tanggal 27 April 2025, Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka didampingi Wakil Gubernur Ir. Hugua dan Bupati/Walikota se-Sulawesi Tenggara membuka Festival Harmoni Sultra yang secara simbolis ditandai dengan pembunyian sirine. Festival Harmoni Sultra menjadi ajang berbagai kegiatan hiburan, pameran OPD, dan pemberdayaan UMKM.

Harmoni Sultra 2025 mengusung tema Maju, Aman, Sejahtera, dan Religius. Dalam sambutannya, Gubernur Sultra Andi Sumangeruka mengungkapkan bahwa pemilihan Harmoni dilandaskan pada keinginan untuk bersinergi dengan semua unsur dalam membangun Sulawesi Tenggara. Sedangkan kata Maju menggambarkan harapan untuk maju dengan dukungan sumber daya memadai hingga mampu sejajar dengan provinsi-provinsi yang lain.

Selanjutnya, aman dan sejahtera mewakili keinginan untuk menciptakan rasa aman agar investor bersedia datang ke Bumi Anoa. Adapun penggunaan kata religi dipilih agar semua unsur menggerakkan hati yang dilandasi dengan religi hingga mampu berkarya maksimal.

“Mengapa aman dan sejahtera? Karena kita ingin menciptakan rasa aman agar investasi datang. Ini harus dikelola dengan menggerakkan hati yang dilandasi dengan religi. Saya Ingi mengajak semua terutama OPD, mari bekerja menggunakan hati. Masyarakat menanti karya-karya kita kedepan.” ungkapnya

Sebelum menutup sambutannya, Andi Sumangerukka menyitir sebuah pantuan yang disambut riuh oleh hadirin, “Pohon Bidara di kebun tetangga. Terlihat indah dipagi yang cerah. Kegiatan HUT Sultra di Bumi Mekongga. Berkah bagi masyarakat dan bumi yang indah.”

Diawal berlangsungnya pembukaan Harmoni Sultra, penampilan Tari Kolosal Legenda Bumi Mekongga menghipnotis masyarakat yang tumpah ruah memadati Stadion Gelora. Tarian yang dibawakan oleh 61 siswa-siswi dari beberapa SMP di Kolaka ini menceritakan tentang Negeri Sorume (Kolaka saat ini) yang mendapatkan ancaman dari Burung Konggaha. Burung Elang Raksasa yang memangsa hewan ternak hingga manusia. Keganaasan Burung Konggaha berhasil diakhiri oleh ide dari Larumbalangi yang kemudian dilantik sebagai raja pertama Kerjaan Mekongga.

Penampilan seni musik bambu tradisional yang dibawakan oleh siswa-siswi SDN 2 Lalombaa dan SDN 1 Ulu Wolo turut menyemarakkan pembukaan Harmoni Sultra. Para pemain musik bambu mengalunkan melodi dari lagu-lagu daerah di Sulawesi Tenggara. Masyarakat juga dihibur oleh penampilan artis ibu kota Nassar dan sederet musisi asal Sultra.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)