Bupati Muna Barat Terima Kunjungan Inspektorat Kabupaten Konawe Utara

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, bersama Wakil Bupati Muna Barat, menerima kunjungan dari Inspektorat Kabupaten Konawe Utara pada Senin, 29 September 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan telaahan sejawat kepada Inspektorat Kabupaten Muna Barat dalam rangka mempererat kerjasama antara kedua instansi serta berbagi pengalaman terkait pengawasan dan evaluasi kinerja pemerintahan daerah.

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, dan Wakil Bupati Muna Barat di ruang kerjanya. Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak membahas berbagai hal terkait sistem pengawasan, pengelolaan keuangan daerah, serta langkah-langkah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di pemerintahan masing-masing daerah.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kunjungan yang dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Konawe Utara. “Kunjungan ini sangat berarti bagi kami, karena kita dapat saling bertukar informasi dan pengalaman dalam rangka meningkatkan kinerja dan pengawasan pemerintahan di daerah. Kami berharap pertemuan ini akan memperkuat kerjasama antara Inspektorat Kabupaten Muna Barat dan Kabupaten Konawe Utara dalam rangka menciptakan pemerintahan yang lebih bersih, transparan, dan akuntabel,” ujar La Ode Darwin.

Sementara itu, Inspektur Kabupaten Muna Barat, Agustamin Sudjono, juga menyampaikan apresiasi terhadap kunjungan yang dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Konawe Utara. “Telaahan sejawat ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk melakukan evaluasi terhadap program-program yang telah kami jalankan masing-masing, serta untuk memperbaiki segala kekurangan dalam pengawasan dan pengelolaan anggaran. Kami juga sangat terbuka terhadap masukan dan saran yang diberikan oleh Inspektorat Kabupaten Konawe Utara begitu pula sebaliknya, demi peningkatan kualitas pelayanan publik di dua daerah ini,” ungkap Agustamin Sudjono.

Kunjungan ini juga diharapkan dapat memperkuat hubungan antar Inspektorat Kabupaten Muna Barat dan Kabupaten Konawe Utara, serta meningkatkan kualitas pengawasan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Dengan adanya kerjasama yang lebih intensif, diharapkan kedua daerah dapat terus meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam setiap aspek pemerintahan.

Sebagai informasi, kegiatan ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Muna Barat dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, serta mendukung terciptanya pelayanan publik yang lebih berkualitas bagi masyarakat.

Sumber : PPID inspektorat
Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Muna Barat Kembali Raih Penghargaan Paritrana Award 2025

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat mendapatkan apresiasi atas kepeduliannya terhadap pekerja rentan dengan meraih penghargaan Paritrana Award 2025 tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.   Penghargaan ini diberikan kepada tiga kabupaten terbaik yang dinilai telah berkontribusi signifikan dalam mendukung implementasi program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) di daerahnya.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, didampingi oleh Wakil Kepala Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Tenggara, Mangasa Laorensios Oloan, di acara yang digelar di Hotel Claro, Kota Kendari pada Jumat (26/9/2025). Bupati Muna Barat, Laode Darwin, menerima penghargaan tersebut secara langsung mewakili pemerintah daerah.

Bupati Muna Barat, Laode Darwin, mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan yang diterima dan mengapresiasi peran semua pihak yang terlibat dalam mewujudkan perlindungan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat Kabupaten Muna Barat. “Penghargaan ini adalah hasil dari kerja keras dan komitmen Pemerintah Kabupaten Muna Barat dalam melindungi para pekerja, terutama mereka yang berada dalam kondisi rentan. Kami akan terus berupaya untuk memperluas jangkauan program jaminan sosial ketenagakerjaan agar lebih banyak pekerja yang terlindungi,” ujar Laode Darwin.

Sementara itu, Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Kabupaten Muna Barat, Laode Sagala, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari sinergi antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan dalam mendukung implementasi Jamsostek. “Dengan penghargaan ini, kami semakin termotivasi untuk terus berinovasi dan memperluas akses perlindungan bagi pekerja di Kabupaten Muna Barat. Salah satu program unggulan kami adalah memberikan perlindungan bagi pekerja dengan menyediakan akses layanan kesehatan dan santunan bagi keluarga pekerja yang mengalami kecelakaan kerja,” jelas Laode Sagala.

Penganugerahan Paritrana Award ini diberikan sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah, pemerintah desa, dan pelaku usaha yang mendukung implementasi program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan untuk mewujudkan Universal Coverage Jamsostek. Tiga indikator utama yang menjadi penilaian dalam seleksi penerima penghargaan ini antara lain adalah dukungan regulasi dari masing-masing pemerintah daerah, cakupan kepesertaan, dan inovasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah dalam mendukung program tersebut.

Pemerintah Kabupaten Muna Barat tidak hanya memberikan perlindungan, tetapi juga kepastian dan dukungan bagi setiap pekerja dan keluarganya. Bagi pekerja yang mengalami kecelakaan kerja, mereka akan mendapatkan pengobatan gratis. Jika terjadi kematian akibat kecelakaan kerja, keluarga pekerja berhak menerima santunan sebesar Rp 42.000.000. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Muna Barat dalam meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan sosial bagi seluruh pekerja di daerah ini.

Dengan penghargaan yang diterima, Pemerintah Kabupaten Muna Barat bertekad untuk terus meningkatkan kualitas dan cakupan program jaminan sosial ketenagakerjaan agar lebih banyak lagi masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari perlindungan tersebut.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Kunjungan Koordinasi Unit Tindak Pidana Korupsi Polres Muna ke Inspektorat Kabupaten Muna Barat

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Inspektorat Kabupaten Muna Barat menerima kunjungan resmi dari Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Muna, pada Senin (22/09) di kantor Inspektorat Muna Barat. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka koordinasi terkait upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di wilayah Muna Barat.

Kegiatan yang berlangsung dengan lancar dan penuh keakraban ini dihadiri oleh Irban II Inpektorat Kabupaten Muna Barat, Irwan, serta sejumlah staf Inspektorat. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan kerja antara Inspektorat dan Polres Muna, khususnya dalam hal pengawasan serta penindakan terhadap praktik korupsi di pemerintahan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Irwan menyampaikan pentingnya sinergi antara berbagai instansi dalam memberantas tindak pidana korupsi, serta memperkuat pengawasan terhadap penggunaan anggaran daerah. “Kami menyambut baik kunjungan ini dan berharap koordinasi yang terjalin dapat semakin memperkuat upaya pencegahan dan penindakan terhadap korupsi di Kabupaten Muna Barat. Kami yakin, dengan kerjasama yang baik antara Inspektorat dan Polres, kita dapat memastikan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan,” ujar Irwan.

Selain itu, Irwan juga menekankan pentingnya transparansi dalam setiap proses pengelolaan anggaran daerah. “Inspektorat akan terus berkomitmen untuk menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal, serta memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil selalu berorientasi pada kepentingan masyarakat,” tambahnya.

Kunjungan koordinasi ini juga menjadi momentum untuk membahas langkah-langkah konkret dalam mengoptimalkan peran Inspektorat dan Polres Muna dalam mengawasi pelaksanaan program-program pemerintah, serta meningkatkan pemahaman masyarakat terkait upaya pencegahan korupsi.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Pemerintah Bersama Masyarakat Muna Barat Turut Berpartisipasi Pada Kegiatan World Cleanup Day 2025

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Sebagai bentuk partisipasi pada kegiatan World Cleanup Day 2025, pemerintah Kabupaten Muna Barat mengeluarkan surat edaran Nomor 600.4.1/2710/2025 yang berisi perintah untuk melaksanakan kerja bakti masal. Hal ini juga sebagai tindak lanjut atas Surat Menteri Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor S.1053/A/6/PLB 0.3/B/09/2025.

Kerja bakti yang dilaksanakan pada Jumat (19/9/2025) melibatkan seluruh OPD, Puskesmas, Sekolah, dan elemen masyarakat Muna Barat. Khusus untuk OPD, kerja bakti difokuskan di dua lokasi utama yakni Kawasan Wisata Pantai Pajala dan Permandian Matakidi. Sedangkan puskesmas dan sekolah melaksanakan kerja bakti di lingkungan masing-masing. Adapun masyarakat di desa dan kelurahan melaksanakan kerja bakti atas arahan dari Kepala Desa dan Lurah setempat.

Wakil Bupati Ali Basa dan Sekretaris Daerah LM Husein Tali turut membersamai kegiatan kerja bakti di Permandian Matakidi. Di lokasi ini, 17 OPD menghadirkan ASN yang terdiri dari PNS, PPPK, R3 dan R4. Hal yang sama juga tampak di Pantai Pajala dimana 15 OPD melaksanakan kegiatan bersih lingkungan.

Untuk diketahui, World Cleanup Day merupakan agenda global yang dilaksanakan serentak di lebih dari 190 negara. Agenda ini sudah dilaksanakan sejak Tahun 2018 pada Sabtu ketiga di bulan September setiap tahunnya. Pada tahun ini, World Cleanup Day mengangkat tema “Menuju Indonesia Bersih 2029”.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Tinjau Peternak Penerima Bantuan Ayam Petelur

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, melakukan kunjungan ke kelompok peternak penerima bantuan ternak ayam petelur di Desa Kampobalano, Desa Guali, dan Kelurahan Konawe pada Rabu (17/9/2025). Bantuan tersebut merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Muna Barat untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak.

Dalam program ini, para peternak menerima paket bantuan berupa ternak ayam petelur lengkap dengan pakan untuk kebutuhan selama dua bulan. Telur yang dihasilkan nantinya akan disuplai ke Dapur Makan Bergizi Gratis yang dikelola pemerintah daerah.

Bupati La Ode Darwin mengatakan bahwa bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi telur, tetapi juga untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. “Bantuan ini bukan hanya sekadar memberikan ternak, tetapi juga bagian dari strategi kita untuk memastikan masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi . Kami sudah siapkan paket bantuan termasuk pakannya selama dua bulan agar peternak bisa fokus merawat ternak hingga siap produksi. Dengan kerja sama dan kesungguhan, saya yakin peternak kita bisa lebih sejahtera. Ke depan, saya berharap Muna Barat bisa menjadi salah satu daerah penyuplai telur, tidak hanya untuk kebutuhan lokal tetapi juga bagi daerah terdekat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Muna Barat, Nestor Jono, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendampingan kepada kelompok peternak penerima bantuan. “Kami akan memastikan peternak mendapatkan bimbingan teknis yang diperlukan, sehingga bantuan ini benar-benar memberikan hasil yang optimal dan bisa berlanjut sebagai usaha mandiri,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Muna Barat berharap melalui program prioritas ini, sektor peternakan dapat semakin berkembang dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

BUPATI MUNA BARAT LANTIK 1406 PPPK PENUH WAKTU PERIODE T.A 2024

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Bupati Muna Barat Laode Darwin membacakan sumpah sekaligus menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 1406 Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu formasi tahun 2024. Penyerahan SK secara simbolis berlangsung di Halaman Kantor Bupati Muna Barat, Rabu (17/9/2025). Pelantikan ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) nomor 100.3.3.2/287/2025. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Muna Barat Laode Darwin didampingi Wakil Bupati Ali Basa, Sekretaris Daerah LM Husein Tali serta disaksikan jajaran Kepala OPD.

Laode Darwin berharap tambahan 1406 PPPK tahun angkatan 2024 dapat berperan aktif dalam upaya membangun Kabupaten Muna Barat. Bupati juga mengingatkan agar 248 CPNS patuh dan taat pada aturan kedisiplinan yang berlaku di Muna Barat.

“Keluarga kita bertambah 1406 orang. Jadi kita ini diibaratkan sebagai rumah tangga. Bapak dan ibu menjadi keluarga yang bersama-sama ikut berperan bagaimana membangun rumah tangga ini agar lebih baik,” ungkap Laode Darwin dalam sambutannya.

Dihadapan PPPK yang baru dillantik, Laode Darwin memaparkan tentang kondisi keuangan Muna Barat dimana belanja pegawai menggunakan sekitar 65 % dana dari APBD. Kondisi ini tidaklah ideal sebab Pasal 146 UU HKPD mensyaratkan belanja pegawai pada APBD dibatasi sebesar 30% dari total belanja. Hal tersebut menjadi ujian berat dimasa kepemimpinan Laode Darwin dan Ali Basa.

“Jumlah pegawai setelah masuk PPPK menjadi 4100 lebih bahkan hampir 4200. Ini artinya belanja pegawai kita 63-65%. Makanya, saya dan Pak wakil ini ujiannya berat. Tapi kami tidak akan gentar menghadapi situasi ini. Kami berusaha untuk mengendalikan situasi agar kondusif,” jelasnya.

Guna memaksimalkan potensi yang dimilki oleh PPPK, Laode Darwin memerintahkan kepada BKPSDM untuk menempatkan 3-5 orang berkantor di desa-desa. Para PPPK diharapkan dapat membantu tugas pemerintah daerah dalam mengawal ketahan pangan. Memastikan bantuan tepat sasaran dan mengawasi program-program yang telah disalurkan oleh pemerintah ke desa-desa.

“Nanti BKD menetapkan nama-nama yang akan berkantor di desa. 3-5 orang sesuai kebutuhan desa. Anda akan membantu tugas Pemda dalam mengawal ketahanan pangan. Pastikan bantuan harus tepat sasaran. Anda mengawal visi misi dan mengawasi program-program yang kami salurkan. Nanti akan dimonitor melalui Pak Desa. Kalau terlambat dan tidak patuh maka harus dilaporkan dan konsekuensinya adalah pemutusan kontrak kerja,” tegas Laode Darwin.

Selanjutnya, Bupati juga menghimbau kepada PPPK agar berdomisili di Bumi Laworo. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya mendongkrak pertumbuhan ekonomi Muna Barat.

“Kenapa harus tinggal di Muna Barat? karena kalau anda tinggal di luar Muna Barat dampak ekonominya akan dirasakan oleh kabupaten lain. Jika tinggal di Muna Barat maka perputaran ekonomi akan dirasakan oleh masyarakat setempat,” lanjutnya.

Sebelum menutup sambutannya, Bupati menggaungkan kata Muna Barat dan disahut Liwu Mokesa secara antusias oleh hadirin. Laode Darwin menjabarkan secara singkat arti Liwu Mokesa yakni kampung yang bagus dan keren.

“Liwu Mokesa itu adalah mimpi saya bahwa 5 tahun ke depan Muna Barat akan menjadi kampung yang bagus, kampung yang keren. Mimpi saya, 5 tahun lagi Muna Barat sehat masyarakatnya, bersih lingkungannya, dan sejahtera masyarakatnya,” ucap Laode Darwin menutup sambutannya.

Selanjutnya, Wakil Bupati Muna Barat Ali Basa juga menyampaikan arahan kepada PPPK yang baru dilantik. Selaku birokrat senior, Ali Basa mengingatkan tentang loyalitas, dedikasi, dan integritas yang harus dimiliki oleh ASN.

“Kami berharap loyalitas, dedikasi, integritas, dan pengabdian pada bangsa dan negara terkhusus di Kabupaten Muna Barat untuk mengawal visi misi Bupati guna mencapai cita-cita Liwu Mokesa. Kita berkomitmen apa yang menjadi harapan Pak Bupati menjadi acuan untuk memberikan kinerja yang maksimal bagi masyarakat Muna Barat,” tuturnya

Ali Basa menutup sambutannya dengan doa agar Allah merahmati jajaran pemerintah Kabupaten Muna Barat, “Semoga Allah melimpahkan rahmat dalam mengamban amanah sebagai bagian dari pemerintah Kabupaten Muna Barat.”

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Dibuka Oleh Bupati, 24 Tim Kesebelasan Perebutkan Piala Turnamen Sepak Bola Koni Cup 1

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Muna Barat resmi menggelar Turnamen Sepak Bola Koni Cup 1. Bertempat di Lapangan Desa Guali Kecamatan Kusambi, turnamen dibuka secara langsung oleh Bupati Muna Barat Laode Darwin pada Selasa (16/9/2025). Agenda pembukaan juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Muna Barat, Perwakilan DPRD, Forkopimda, Sekretaris Daerah, Staf Ahli, Asisten, pimpinan OPD, Camat, Lurah, serta pengurus KONI Muna Barat.

Dalam sambutannya, Bupati Muna Barat mengungkapkan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyelenggarakan Turnamen Sepak Bola Koni Cup 1. Laode Darwin mengungkapkan bahwa turnamen ini merupakan perwujudan kinerja KONI Muna Barat dalam rangka mencari bibit-bibit atlit dan melakukan pembinaan. Bupati berharap, kedepannya Sepak Bola Muna Barat bisa maksimal dan menorehkan prestasi.

“Kegiatan ini Alhamdulillah bisa terlaksana dengan baik berkat dukungan dan partisipasi dari semua pihak baik itu panitia, pengurus KONI dan pihak-pihak lain. Kegiatan ini merupakan agenda KONI yang menjadi  salah satu organisasi dengan tujuan melakukan pembinaan dan mencari bibit atlit yang ada di Kabupaten Muna Barat ini.” ungkapnya

Laode Darwin berharap agar dari Muna Barat lahir atlit-atlit yang mampu menonjol dalam olahraga Sepak Bola. Bupati berjanji akan memaksimalkan dukungan terhadap pegiat olahraga yang berprestasi.

Pada akhir sambutannya, Bupati mengajak segenap masyarakat untuk menjaga stabilitas selama kegiatan berlangsung. Sebagai penutup, Laode Darwin membuka secara resmi turnamen,  “Dengan ucapan Bismillahhirrahmanirrahim Turnamen Sepak Bola Cup 1 Kabupaten Muna Barat saya buka dengan resmi.”

Dalam laporannya, Ketua Panitia Zailin menyampaikan bahwa turnamen ini merupakan rangkaian kegiatan turnamen yang diselenggarakan oleh KONI Kabupaten Muna Barat dimana pada bulan sebelumnya telah diselenggarakan Turnamen Bola Voli KONI Cup 1. Turnamen yang sedang berlangsung merupakan turnamen pertama yang terlaksana sejak berdirinya KONI Muna Barat.

Lebih lanjut, Zailin memaparkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 24 Tim Keseblasan . Dari 24 tim tersebut, 9 diantaranya berasal dari luar Bumi Laworo yakni 8 tim dari Kabupaten Muna dan 1 tim dari Kabupaten Buton Tengah.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Pemerintah Kabupaten Muna Barat Jalin Kerja Sama dengan Sriwijaya Air

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat dan Maskapai Sriwijaya Air resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan di kantor pusat Sriwijaya Air, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, dan Direktur Utama (Dirut) Sriwijaya Air, Jafferson I Jauwena, yang turut disaksikan oleh jajaran pejabat dari kedua belah pihak.

Turut hadir dalam kegiatan ini, dari Pemerintah Daerah (Pemda) Muna Barat, Bupati Muna Barat La Ode Darwin, Ketua TP PKK Kabupaten Muna Barat, Sekretaris Daerah (Sekda) Muna Barat, Kepala Dinas Perhubungan Muna Barat, Kepala BKPSDM Kabupaten Muna Barat, serta Kepala Bagian Pemerintahan Setda Muna Barat. Sementara itu, pihak Sriwijaya Air diwakili oleh Direktur Utama Sriwijaya Air, Komisaris Utama Sriwijaya Air, Direktur Utama NAM Air, Kepala Otoritas Bandara Wilayah V Makassar dan Ka. UPBU Sugimanuru serta jajaran direksi Sriwijaya Air lainnya.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa transportasi udara merupakan sarana vital yang dapat mempercepat mobilitas manusia, barang, dan jasa. Ia menekankan, bagi daerah yang memiliki kondisi geografis menantang seperti Kabupaten Muna Barat, penerbangan perintis ini bukan hanya sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai jembatan penghubung yang penting untuk akses ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.

“Kerja sama ini tentu bukan hanya untuk membuka jalur penerbangan baru, tetapi lebih jauh diharapkan dapat:

  1. Meningkatkan konektivitas antarwilayah,

  2. Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, melalui kelancaran distribusi barang dan mobilitas masyarakat.

  3. Memperluas peluang investasi dan pariwisata, sehingga mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

  4. Memperkuat peran pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan transportasi yang terjangkau, aman, dan nyaman bagi masyarakat,” ungkap Bupati La Ode Darwin.

Bupati Muna Barat juga menekankan bahwa penandatanganan MoU ini harus dimaknai sebagai langkah awal dari komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Muna Barat dan Sriwijaya Air. Ia berharap, kerja sama ini tidak hanya sebatas formalitas, tetapi dapat diimplementasikan dengan baik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

Sementara itu, Dirut Sriwijaya Air, Jefferson I Jauwena, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Muna Barat untuk bekerja sama dalam penyediaan layanan transportasi udara. Menurutnya, Sriwijaya Air berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama untuk daerah-daerah yang memiliki keterbatasan akses transportasi seperti Kabupaten Muna Barat.

“Kami berkomitmen untuk mendukung Pemerintah Kabupaten Muna Barat dalam membuka akses transportasi udara yang lebih baik bagi masyarakat. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan ekonomi dan sosial di Muna Barat, serta mendukung kemajuan sektor pariwisata yang potensial di daerah ini,” ujar Jafferson.

Dengan penandatanganan MoU ini, diharapkan ke depannya akan tercipta jalur penerbangan yang menghubungkan Kabupaten Muna Barat dengan berbagai wilayah lain, membuka peluang baru bagi masyarakat setempat untuk mengakses layanan transportasi yang lebih efisien, serta mempercepat proses distribusi barang dan mobilitas masyarakat.

Kedua belah pihak berharap, kerja sama ini dapat berjalan lancar dan memberi dampak positif bagi pembangunan daerah, dengan memperhatikan kenyamanan, keselamatan, dan kemudahan akses bagi masyarakat Muna Barat.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Kepala Dinas Pertanian Muna Barat Lakukan Monev Bantuan Ayam Petelur

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Muna Barat, Nestor Jono, melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terkait dengan kegiatan bantuan ayam petelur yang diberikan kepada empat kelompok penerima bantuan ternak ayam petelur pada Selasa (9/9/2025). Kegiatan monev ini bertujuan untuk memantau perkembangan bantuan yang telah diberikan, khususnya dalam hal produksi telur dan kondisi kesehatan ternak.

Perlu diketahui bahwa bantuan ayam petelur ini diberikan kepada 23 kelompok tani di Kabupaten Muna Barat dengan total 20.000 ekor ayam petelur, beserta pakan untuk mencukupi kebutuhan ayam selama dua bulan pertama hingga ayam mulai bertelur. Setiap kelompok menerima bantuan sesuai dengan kapasitas yang telah ditentukan.

Empat kelompok penerima bantuan yang di monev pada hari ini antara lain adalah Kelompok Tani Bina Usaha Desa Kampobalano, Kelompok Tani Tunas Baru Desa Kusambi, Kelompok Tani Sinergi Tani Milenial Desa Guali, dan Kelompok Tani Mekar Jaya Desa Bakeramba Kecamatan Kusambi. Masing-masing kelompok mendapatkan bantuan ayam petelur beserta pakan yang akan diberikan selama dua bulan pertama hingga ayam mulai bertelur.

Dalam hasil monev, Kelompok Tani Tunas Baru Desa Kusambi terbagi menjadi dua kelompok: Tunas Baru I dengan populasi ayam 981 ekor menghasilkan 15 rak telur ditambah 23 butir telur, sedangkan Tunas Baru II dengan populasi ayam 1.419 ekor menghasilkan 42 butir telur. Produksi telur kelompok ini tergolong baik, dan stok pangan pun tercatat aman.

Kelompok Tani Sinergi Tani Milenial Desa Guali melaporkan memiliki 995 ekor ayam dengan jumlah produksi telur sebanyak 450 butir. Dua ekor ayam yang sebelumnya sakit kini sudah mulai membaik, sementara stok pakan juga dalam kondisi aman.

Sedangkan Kelompok Tani Mekar Jaya Desa Bakeramba melaporkan memiliki populasi ayam sebanyak 2.191 ekor dengan total produksi telur mencapai 752 butir. Terdapat enam ekor ayam yang mengalami gangguan kesehatan, namun masih dalam penanganan, dan stok pakan kelompok ini juga tercatat aman.

Kepala Dinas Pertanian Muna Barat, Nestor Jono, menyampaikan, “Monitoring dan evaluasi yang kami lakukan kali ini menunjukkan hasil yang cukup baik, namun kami tetap fokus pada peningkatan kualitas kesehatan ayam dan produksi telur. Kami berharap kelompok-kelompok tani ini dapat terus mengelola bantuan yang diberikan dengan baik dan menghasilkan manfaat yang maksimal. Kami juga memastikan bahwa bantuan pakan dan kesehatan ternak selalu terpantau dengan baik.”

Nestor Jono menambahkan bahwa untuk memaksimalkan keberhasilan program bantuan ini, Dinas Pertanian Muna Barat telah membentuk Satgas Ternak yang diketuai oleh seorang dokter hewan. “Satgas Ternak ini bertugas untuk memantau kondisi ternak setiap hari. Kami telah menugaskan dua staf teknis untuk setiap kelompok penerima manfaat, yang memantau kondisi ternak setiap pagi dan sore, serta melaporkan kondisi kesehatan ternak dan stok pakan ke dalam grup Satgas. Hal ini bertujuan agar segala permasalahan dapat segera teratasi dengan cepat,” ungkap Nestor.

Dengan adanya pembentukan Satgas Ternak dan pemantauan yang intensif, diharapkan program bantuan ayam petelur ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Muna Barat, khususnya di sektor peternakan. Dinas Pertanian Muna Barat juga berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan kepada para kelompok tani agar hasil dari program ini dapat optimal dan berkelanjutan.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Lakukan Audiensi dengan Kemenkes Terkait Peningkatan Layanan Kesehatan

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Muna Barat, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Muna Barat, mengadakan audiensi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jakarta pada Rabu (10/9/2025). Audiensi ini bertujuan untuk membahas dan mencari solusi terkait tiga hal krusial yang dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan di wilayah Muna Barat.

Bupati La Ode Darwin, dalam audiensinya, menyampaikan tiga hal penting yang menjadi prioritas dalam bidang kesehatan untuk Kabupaten Muna Barat. Pertama, beliau menjelaskan bahwa pada tahun 2025, Kabupaten Muna Barat mendapatkan program pembangunan RSUD tipe C lengkap dengan peralatan medis yang sesuai dengan program Presiden Prabowo Subianto. Pembangunan RSUD ini direncanakan akan dimulai pada akhir September 2025 dan diharapkan selesai pada awal 2026. Bupati berharap setelah pembangunan selesai, RSUD ini dapat memberikan layanan kesehatan optimal, terutama dengan melibatkan dokter spesialis seperti jantung, bedah torak kardiovaskuler, dan spesialis lainnya. Untuk sementara, Pemkab Muna Barat mengusulkan agar dokter spesialis dapat dipenuhi melalui penugasan dari Kemenkes.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati La Ode Darwin menyatakan, “Kami sangat berharap pembangunan RSUD tipe C ini dapat segera dimulai dan memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat Muna Barat. Namun, kami juga menghadapi tantangan dalam pemenuhan SDM kesehatan, terutama dokter spesialis yang sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, kami berharap Kemenkes dapat mendukung kami dalam hal ini, baik melalui penugasan dokter spesialis maupun beasiswa untuk putra-putri daerah yang ingin mengabdi di sektor kesehatan.”

Kedua, Bupati menyoroti kondisi kesehatan masyarakat yang berada di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Kabupaten Muna Barat, yang terhampar di 14 pulau dengan populasi sekitar 12.000 jiwa. Pasien yang dirujuk ke rumah sakit harus menempuh perjalanan jauh, bahkan hingga 1,5 hingga 2 jam perjalanan darat. Untuk mengatasi masalah ini, Bupati mengusulkan dibangunnya satu rumah sakit pratama di wilayah pesisir sebagai rumah sakit penyangga. Dengan demikian, pasien yang dirujuk bisa langsung mendapatkan perawatan di rumah sakit pratama tersebut tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke RSUD Kabupaten Muna Barat.

Bupati La Ode Darwin menyampaikan, “Kondisi geografis kami yang terdiri dari pulau-pulau kecil dan wilayah pesisir menyebabkan mobilitas pasien sangat terbatas. Oleh karena itu, penting bagi kami untuk membangun rumah sakit pratama di wilayah pesisir, agar masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan perawatan. Hal ini sangat penting demi keselamatan mereka, dan kami harap Kemenkes dapat segera mewujudkannya.”

Ketiga, Bupati mengungkapkan kondisi pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di Kabupaten Muna Barat. Diketahui bahwa terdapat 16 Puskesmas di wilayah ini, yang sebagian besar tidak memadai, baik dari segi bangunan maupun peralatan medis. Bupati menyampaikan, berdasarkan hasil penilaian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), beberapa Puskesmas dan Puskesmas Pembantu membutuhkan perbaikan dan bahkan ada yang harus direlokasi. Di samping itu, hampir semua Puskesmas yang ada saat ini masih menggunakan bangunan lama yang berukuran kecil dan tidak dilengkapi dengan rumah dinas dokter. Dengan kondisi ini, pelayanan kesehatan tidak bisa dilakukan secara maksimal, terutama di luar jam kerja.

“Kami sangat mengharapkan bantuan dari Kemenkes untuk perbaikan sarana dan prasarana Puskesmas yang ada, karena kondisi saat ini sangat mempengaruhi kualitas layanan kesehatan. Beberapa Puskesmas bahkan tidak memiliki rumah dinas untuk dokter dan tenaga kesehatan, yang membuat mereka kesulitan untuk memberikan pelayanan di luar jam kerja. Kami juga berharap, pembangunan Puskesmas yang sudah sangat mendesak dapat segera terwujud agar masyarakat kami dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih baik dan lebih maksimal.” ungkap La Ode Darwin.

Bupati berharap agar Kemenkes dapat memfasilitasi usulan-usulan yang telah disepakati dalam hasil desk Dinas Kesehatan Kabupaten Muna Barat dan Kemenkes, agar pada tahun 2026 dapat segera dilaksanakan pembangunan fasilitas kesehatan yang diperlukan.

“Kami berharap bahwa usulan-usulan ini dapat mendapatkan respon positif dari Kemenkes, karena ini adalah kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani. Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan Kemenkes guna memastikan bahwa masyarakat Muna Barat mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik,” tambah Bupati.

Semoga, dengan adanya audiensi ini, Muna Barat dapat segera mendapatkan dukungan yang dibutuhkan guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah ini.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)