Bupati Muna Barat Hadiri Rakor Pencegahan Korupsi Terintegrasi Bersama KPK di Kendari

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menghadiri Rapat Koordinasi Program Pencegahan Korupsi Terintegrasi Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia di Aula Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara, Kamis (31/7/2025).

Rapat ini dihadiri oleh seluruh kepala daerah se-Sulawesi Tenggara, didampingi Sekretaris Daerah, Inspektur Daerah, Kepala BPKAD, Kepala Bappeda, dan admin Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) masing-masing kabupaten/kota. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen nasional dalam mendorong praktik pemerintahan yang bersih dan transparan di seluruh daerah.

Rakor dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, yang menekankan bahwa korupsi merupakan penghianatan terhadap amanat rakyat, penghancur masa depan generasi, serta hambatan utama pembangunan baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Kita semua menyadari bahwa korupsi merampas hak-hak dasar masyarakat sehingga merusak tata kelola pemerintahan. Pencegahan korupsi lebih utama. Kita harus bisa membangun pemerintahan yang bersih dari korupsi dan memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta integritas institusi birokrasi,” tegas Gubernur.

Dalam sambutannya, Gubernur memaparkan empat langkah konkret yang telah dan akan dilakukan Pemprov Sultra, yaitu:

  1. Penguatan sistem pengawasan internal melalui peran aktif Inspektorat serta penerapan sistem pelaporan penyimpangan;

  2. Digitalisasi pelayanan publik, termasuk pengelolaan keuangan daerah dan pengadaan barang/jasa untuk memastikan transparansi;

  3. Peningkatan transparansi pengelolaan aset strategis seperti pertambangan, kehutanan, dan perikanan;

  4. Pembinaan berkala kepada ASN dan kepala daerah terkait etika pemerintahan dan penguatan integritas.

Pemateri utama sekaligus pemimpin sesi diskusi dalam rakor ini adalah Plt. Deputi Koordinasi dan Supervisi KPK, Agung Yudha Wibowo. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa integritas bukan hanya dimulai dari regulasi, tetapi dari komitmen para pemimpin daerah untuk tidak sekadar patuh aturan, melainkan memberi keteladanan.

Setelah sesi pemaparan dan diskusi, acara dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh kepala daerah dan DPRD, yang diwakili oleh Wakil Ketua DPRD Sultra, La Ode Amin. Komitmen ini berisi delapan poin utama:

  1. Menolak gratifikasi, suap, pemerasan, dan seluruh bentuk tindak pidana korupsi;

  2. Mendukung proses penegakan hukum terhadap dugaan tindak pidana korupsi;

  3. Melaksanakan upaya pencegahan korupsi dengan berpedoman pada MCSP;

  4. Menyusun dan melaksanakan APBD tepat waktu sesuai regulasi;

  5. Melibatkan masukan masyarakat dalam perencanaan APBD secara transparan;

  6. Mengutamakan skala prioritas dalam APBD berdasarkan RPJMD dan kemampuan anggaran;

  7. Tidak melakukan intervensi terhadap proses pengadaan barang dan jasa serta hibah dan bansos;

  8. Memperkuat fungsi pengawasan oleh DPRD dan APIP.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, dalam pernyataannya menyambut baik kegiatan ini sebagai wujud kolaborasi pusat dan daerah untuk membangun pemerintahan yang bersih. Ia menegaskan bahwa komitmen Muna Barat sejalan dengan visi misi daerah, yaitu memantapkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang bersih, akuntabel, profesional, dengan tetap mengedepankan prinsip good governance dan clean government.

“Kami percaya bahwa tata kelola yang baik akan melahirkan pelayanan publik yang berkualitas. Oleh karena itu, kami terus mendorong digitalisasi layanan, penguatan sistem pengawasan internal, dan pembinaan integritas bagi seluruh jajaran ASN kami. Pencegahan korupsi bukan sekadar kewajiban, tapi komitmen moral bagi seluruh penyelenggara negara,” tegas Bupati.

Rakor ini diakhiri dengan foto bersama dan harapan besar bahwa Sulawesi Tenggara, termasuk Muna Barat, mampu menjadi contoh dalam penerapan prinsip pemerintahan bersih yang berbasis data, transparansi, dan integritas.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Pemda Muna Barat dan BPJS Ketenagakerjaan Sultra Gelar Rakor Monev Pelaksanaan Inpres No. 2 Tahun 2021 dan UC Jamsostek

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat bersama BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Tenggara menggelar Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2021 serta Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UC Jamsostek) di wilayah Kabupaten Muna Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Horison Kendari pada Rabu (30/7/2025) dan dihadiri langsung oleh Bupati Muna Barat, Sekretaris Daerah, sejumlah kepala OPD terkait, serta jajaran BPJS Ketenagakerjaan.

Rapat ini menjadi forum penting dalam mengkaji progres implementasi Inpres No. 2 Tahun 2021 tentang optimalisasi pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja rentan di daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menegaskan komitmen Pemda dalam melanjutkan pembayaran iuran bagi tenaga kerja non-ASN yang sebelumnya telah dimulai. Namun demikian, ia menyampaikan bahwa saat ini Pemda masih melakukan proses perhitungan anggaran dan validasi data calon peserta, dengan mempertimbangkan kondisi riil kemampuan keuangan daerah.

“Tidak semua langsung bisa dicover tahun ini, namun kita targetkan di tahun 2026 akan kita anggarkan untuk 10.000 jiwa pekerja rentan,” ujar Bupati.

Bupati juga menekankan bahwa perlindungan ketenagakerjaan melalui BPJS Ketenagakerjaan sangat penting dan memiliki asas manfaat besar, terutama bagi masyarakat pekerja informal dan kelompok rentan di Muna Barat.

“Kita menyadari bahwa jaminan sosial tenaga kerja adalah kebutuhan dasar yang harus kita dorong bersama. Perlindungan ini adalah wujud kehadiran negara bagi masyarakat kecil. Namun tetap, langkah kita harus seiring dengan kemampuan anggaran daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Transnaker Kabupaten Muna Barat, La Ode Sagala, menjelaskan bahwa program UC Jamsostek di Muna Barat telah berjalan sejak November 2022 dan telah menunjukkan dampak langsung bagi para peserta.

“Sejak berjalan pada November 2024 hingga saat ini, sudah ada 120 peserta yang mengajukan klaim dengan total nilai klaim mencapai Rp4.960.000.000. Karena Perjanjian Kerja Sama (PKS) berakhir Desember 2024, maka di tahun 2025 ini akan dibuat Perjanjian Kerja Sama (PKST) yang baru,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pada tahun 2025 sebanyak 390 peserta tenaga non-ASN di Muna Barat telah menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp600.000 per bulan selama dua bulan. Program ini merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap tenaga kerja non-formal yang terdampak secara ekonomi namun belum memiliki perlindungan penuh.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa rencana pada tahun 2026 adalah melanjutkan program dengan cakupan awal sebanyak 10.000 jiwa yang datanya telah diperbarui dan divalidasi.

Pihak BPJS Ketenagakerjaan Sultra turut mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Muna Barat yang terus menunjukkan langkah progresif dalam mendukung implementasi Universal Coverage Jamsostek. BPJS menyatakan kesiapan untuk terus bersinergi dalam penyusunan skema, validasi data, dan pemetaan kelompok penerima manfaat secara lebih tepat sasaran.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Ketua dan Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Muna Barat Resmi Dikukuhkan

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Ketua dan pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Muna Barat resmi dikukuhkan dalam sebuah upacara yang berlangsung pada Senin, 28 Juli 2025, di Aula Kantor Bupati Muna Barat. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua DWP Provinsi Sulawesi Tenggara, Ny. Dra. Hj. Waode Munanah Asrun Lio, yang juga merupakan istri Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Turut hadir dalam acara tersebut jajaran pengurus DWP Provinsi Sulawesi Tenggara, para pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemda Muna Barat, serta seluruh pengurus DWP Kabupaten Muna Barat yang dikukuhkan berdasarkan Surat Keputusan Ketua DWP Provinsi Sulawesi Tenggara Nomor 47 Tahun 2025.

Dalam sambutannya, Ny. Dra. Hj. Waode Munanah Asrun Lio menekankan peran strategis DWP dalam mendukung kinerja suami di pemerintahan serta dalam mendidik generasi penerus bangsa.

“Dharma Wanita Persatuan adalah organisasi istri pegawai negeri sipil yang memiliki peran penting, tidak hanya dalam mendampingi dan mendukung tugas suami di kantor, tetapi juga dalam mencetak generasi emas 2045. Program utama kami saat ini adalah ‘Cerdas Literasi untuk Ibu dan Anak’, karena kecerdasan anak sangat ditentukan oleh kecerdasan sang ibu. Ibu adalah madrasah pertama bagi anak, bahkan sejak dalam kandungan pendidikan itu sudah dimulai,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya budaya membaca sebagai upaya membentuk karakter anak yang tangguh di era digital. “Kami membawa bantuan buku bacaan untuk dibagikan, agar budaya membaca bisa terus tumbuh di lingkungan sekitar kita. Anak-anak harus dibiasakan membaca, agar tidak terus bergantung pada gawai,” imbuhnya.

Dalam sambutannya, Sekda Husein Tali menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada pengurus DWP yang baru dikukuhkan. Ia menilai DWP merupakan mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam penguatan peran keluarga dan pendidikan anak usia dini.

“Pemerintah Kabupaten Muna Barat memberikan apresiasi atas peran aktif Dharma Wanita Persatuan. Pengukuhan ini menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi organisasi dalam pemberdayaan perempuan, pendidikan karakter, dan penguatan peran keluarga. Kami juga berharap lomba cipta alat permainan edukatif hari ini dapat mendorong kreativitas guru PAUD dalam membentuk suasana belajar yang menyenangkan dan efektif,” ujarnya.

Usai acara pengukuhan, Sekretaris Daerah Kabupaten Muna Barat, Drs. LM Husein Tali, M.Si, secara resmi membuka kegiatan Lomba Cipta Kreativitas Alat Permainan Edukatif (APE) yang diikuti oleh para guru PAUD se-Kabupaten Muna Barat.

Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi nyata antara pemerintah dan organisasi masyarakat perempuan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul, cerdas, dan berdaya saing menuju Muna Barat yang berkarakter dan sejahtera.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bunda PAUD dan Bunda Literasi Muna Barat Resmi Dikukuhkan Bersama Seluruh Bunda PAUD se-Sulawesi Tenggara

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Istri Bupati Muna Barat, Rhika Purwaningsih Darwin, S.H., resmi dikukuhkan sebagai Bunda PAUD sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Muna Barat dalam rangkaian acara Pengukuhan Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tenggara, yang berlangsung pada Jumat, 25 Juli 2025 di Aula Merah Putih Rujab Gubernur Sulawesi Tenggara.

Acara ini dihadiri oleh seluruh kepala daerah se-Sulawesi Tenggara beserta istri masing-masing yang menjabat sebagai Bunda PAUD dan Bunda Literasi di wilayahnya. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bunda PAUD dan Bunda Literasi Sulawesi Tenggara, Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka, istri Gubernur Sulawesi Tenggara, serta turut disaksikan oleh Gubernur Sultra Andi Sumangerukka.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, dalam arahannya menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah dalam mendampingi eksistensi PAUD dan penguatan literasi. Saat ini tercatat terdapat 2.285 PAUD di seluruh Sultra yang harus terus difasilitasi dengan baik.

“Kalau anak-anak kita tidak ditangani dengan baik sejak dini, saya khawatir akan mendapatkan pendidikan yang keliru. Pendidikan adalah fondasi utama. Pemerintah harus hadir di semua lini agar Sultra menjadi daerah yang maju dan sejahtera,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Arinta Nila Hapsari menekankan bahwa Bunda PAUD adalah jabatan strategis yang melekat pada istri kepala daerah atau dapat disandang langsung oleh kepala daerah perempuan. Ia mengajak seluruh Bunda PAUD yang dikukuhkan untuk bersama-sama mengawal tumbuh kembang anak menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Mari kita bergerak bersama dalam tugas mulia ini. Saya berharap masing-masing Bunda PAUD dapat menyampaikan laporan perkembangan secara berjenjang. Kita ingin anak-anak Sultra tumbuh dengan layanan PAUD yang optimal dan budaya literasi yang kuat,” ujarnya.

Rhika Purwaningsih Darwin, S.H., menyatakan kesiapan dan komitmennya untuk mengemban dua amanah sekaligus: Bunda PAUD dan Bunda Literasi. Ia menegaskan bahwa kedua peran ini saling terkait dan harus dilaksanakan secara sinergis.

“Pengukuhan ini bukan sekadar formalitas, tapi tanggung jawab besar dalam membangun generasi emas Muna Barat. Saya mengajak semua elemen pengelola PAUD, guru, kader, dan orang tua untuk bersama-sama menciptakan layanan pendidikan anak usia dini yang menyeluruh dan budaya literasi yang hidup,” ungkapnya.

Sebagai Bunda Literasi, Rhika juga bertekad memperkuat gerakan membaca di tengah masyarakat Muna Barat dan mendorong keterlibatan keluarga dalam pendidikan anak.

Dengan pengukuhan ini, Pemerintah Kabupaten Muna Barat menegaskan langkah serius dalam menciptakan ekosistem pendidikan usia dini yang berkualitas dan masyarakat yang gemar membaca—menuju Muna Barat yang unggul, sejahtera, dan berdaya saing.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Kiprah Darwin-Ali Basa Warnai Muna Barat Dalam 100 Hari

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pada usia Satu Dasawarsa, Muna Barat dianugerahi pemimpin visioner dengan kecepatan gerak yang patut diacungi jempol. Darwin-Ali Basa merupakan pemimpin kedelapan pasca otorita ini mekar dari induknya di tahun 2014. Dua sosok yang hadir memberi warna baru di Bumi Laworo periode 2025-2030.

Darwin-Ali Basa menapak Muna Barat dengan visi dan misi strategis. Visi: Tumbuh, Sehat, dan Keren bukanlah rangkaian kalimat tanpa makna. Setiap kata merupakan akronim yang menggambarkan sebuah harapan untuk Muna Barat yang lebih baik. Tumbuh dijabarkan menjadi (Tulus, Bersama, Unggul, Harmonis), Sehat (Sejahtera, Tangguh), Dan (Damai, Aman), serta Keren (Kompetitif, Toleran, Elok, Nyaman).

Rangkaian visi ini dijabarkan dalam 4 misi strategis:
1. Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berbasis pada sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan pariwisata.
2. Mewujudkan SDM Unggul Cerdas, Sehat, Beriman dan Berbudaya.
3. Memantapkan penataan infrastuktur kota, perdesaan dan pulau-pulau kecil dengan memperhatikan daya dukung lingkungan dan tata ruang.
4. Memantapkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang bersih, akuntabel, professional dengan tetap mengedepankan prinsip good governence and clean government.

Usai melafadz sumpah jabatan dihadapan Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 20 Februari 2023, Darwin-Ali Basa melangkah cepat mengeksekusi apa yang menjadi Visi dan Misi pemerintahannya.

Tidak mudah untuk melangkah ditengah himpitan efisiensi berbagai sektor, Terlebih dengan kondisi Muna Barat yang masih memilki banyak keterbatasan. Namun, hambatan-hambatan tersebut tak menjadi penghalang untuk memformulasikan kebijakan-kebijakan terbaik demi kemajuan Kabupaten Muna Barat.

Belum satu bulan memegang tampuk pemerintahan, Laode Darwin melakukan manuver dalam bidang perhubungan. Sosok yang akrab disapa DW menyambangi kantor pusat ASDP Ferry di Jakarta dan bertemu stakeholder terkait pembukaan trayek baru Tondasi-Torobulu. Sebuah loncatan menjelang arus mudik Idul Fitri 2025. Efeknya, Masyarakat Muna Barat dapat menikmati KMP Rubiah dari Torobulu ke Tondasi maupun sebaliknya sejak 28 Maret 2025.

Tidak hanya jalur laut, jalur udara yang sempat mengalami mati suri mampu dihidupkan kembali. Bandar Udara Sugimanuru yang semula sepi, tampak bergeliat pasca terbang kembalinya Wings Air ATR 72-600 pertanggal 21 Maret 2025.
Pada hari yang sama, La Ode Darwin melaunching Program 100 Hari Kerja Bidang Kesehatan di Puskesmas Tiworo Tengah. Fokus utama yang menjadi perhatian adalah program Dokter Keliling, Pelayanan UGD 24 Jam, serta penempatan dua tenaga kesehatan di setiap Pustu dan Polindes.

Dengan adanya program dokter keliling, dapat dipastikan tidak akan ada lagi keluhan masyarakat terkait tidak adanya pelayanan kesehatan di wilayah terpencil. Program ini akan diawali dengan pendataan lapangan oleh bidan dan perawat tentang status kesehatan masyarakat. Data inilah yang kemudian menjadi pijakan pemerintah daerah dalam menetapkan kebijakan kesehatan yang tepat sasaran.

Langkah awal ini tidak berhenti sebagai agenda teknis semata. Darwin–Ali Basa melangkah lebih jauh dengan memperkuat gerakan kesehatan dalam skala lebih luas. Tak hanya soal fasilitas dan tenaga, sektor kesehatan juga ditangani sebagai gerakan budaya hidup sehat. Maka diluncurkanlah program “Mubar Sehat” sebuah integrasi dari:
• Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS),
• Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan
• Pelayanan Dokter Keliling.
Semua ini dirancang demi menjangkau hingga ke pelosok desa dan pulau, memastikan tak ada satu pun warga yang tertinggal dalam akses terhadap hak dasar: sehat dan hidup layak.

Bupati La Ode Darwin dan Wakil Bupati Ali Basa juga berkomitmen dalam menciptakan lingkungan bersih. Komitmen ini secara tegas tertuang dalam surat edaran resmi Nomor 100.3.4.2/3/2025. Seluruh ASN dan non ASN Bersama masyarakat dikerahkan demi terwujudnya Bumi Laworo yang tertata dan lebih bersih.

Di sektor ketahanan pangan, Dinas Pertanian terus dimaksimalkan perannya pada dua sektor strategis: pertanian dan peternakan. Tak tanggung-tanggung, di tengah efisiensi anggaran pada berbagai bidang, Dinas Pertanian Muna Barat memperoleh kucuran dana sebesar 23 miliar rupiah untuk mendukung program swasembada pangan daerah.
Bupati Muna Barat pun turun langsung ke lapangan, melakukan sosialisasi dan komunikasi bersama para petani di sentra pangan utama seperti Lakanaha dan Lawada, guna memastikan bahwa kebijakan yang dirancang memang menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Dorongan besar ini kemudian difokuskan melalui program unggulan. Salah satunya adalah Program “Petani Keren”, yang resmi diluncurkan dengan tajuk besar: penanaman jagung kuning seluas 1.500 hektare. Program ini menjadi tonggak awal transformasi pertanian yang tak lagi sekadar bercocok tanam, tetapi menuju sistem pertanian produktif dan berkelanjutan. Kini, petani bukan hanya menjadi penopang ekonomi, tetapi didorong menjadi pusat peradaban ekonomi baru di Muna Barat.

Dan bukan hanya di lahan kering semangat yang sama menyala di area persawahan. Penanaman serentak seluas 866 hektare di sawah digerakkan bersama masyarakat, disertai dengan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Sebuah bukti bahwa negara hadir, menyokong petani dari hulu hingga hilir.

Keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan tidak hanya terhenti di bidang pertanian.
Sektor peternakan juga mendapat perhatian yang sama kuatnya. Berbagai bantuan disalurkan, mulai dari bibit sapi, ayam potong, hingga ayam petelur, ditujukan kepada kelompok-kelompok peternak di berbagai wilayah.
Tak hanya itu, sarana produksi peternakan berupa pakan ternak juga turut diberikan agar kesinambungan usaha ternak masyarakat terjaga.Upaya ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk menjadikan peternakan sebagai sumber pendapatan keluarga, sekaligus penyangga utama dalam membangun ekonomi desa berbasis komoditas lokal.

Tidak hanya daratan yang diperhatikan, lautan pun mendapat ruang dalam arah kebijakan Darwin–Ali Basa. Sebagai daerah kepulauan yang kaya akan sumber daya laut, Muna Barat menyimpan potensi besar di sektor kelautan dan perikanan.Untuk itu, Bupati Muna Barat secara resmi meluncurkan program “Nelayan Keren, Tangguh dan Berdaya”, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat pesisir dalam mengelola laut secara bijak dan produktif.

Selain bergerak pada tataran regional, Laode Darwin juga aktif menjalin komunikasi skala nasional dengan sejumlah kementerian strategis. Sebut saja Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Kementerian UMKM, serta Kementerian PUPR. Berbagai rencana pembangunan dijabarkan secara konkret dan mendapatkan tanggapan positif dari pemerintah pusat.

Komunikasi ini tidak berhenti pada meja pertemuan, tetapi langsung ditindaklanjuti dalam bentuk nyata.
Hal ini terbukti dari kunjungan langsung Menteri PUPR ke Muna Barat, yang meninjau langsung lokasi usulan Inpres Jalan Daerah serta lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Sebuah langkah percepatan untuk memastikan bahwa usulan tidak hanya tercatat, tetapi juga dilihat, dipahami, dan diwujudkan secara langsung.

Kepemimpinan Darwin–Ali Basa juga menguatkan peran kelembagaan sosial. Dalam suasana penuh kebersamaan, pengurus Tim Penggerak PKK dan Ikatan Mubaligh Muna Barat resmi dilantik. PKK langsung tancap gas: berkolaborasi mendukung program strategis Bupati dan Wakil Bupati, mulai dari gerakan hidup sehat, literasi keluarga, hingga pendidikan karakter.

Tak hanya itu, PKK dan Ikatan Guru Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Muna Barat. MoU juga diteken bersama Ikatan Mubaligh, memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan tokoh agama melalui program spiritual unggulan:
“Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah.”

Di tengah geliat pembangunan fisik dan ekonomi, Darwin–Ali Basa tak melupakan pondasi masa depan yakni kualitas sumber daya manusia. Sadar bahwa pendidikan adalah tangga mobilitas sosial paling efektif, Darwin-Ali Basa meluncurkan program visioner “Satu Rumah Satu Sarjana” — sebuah langkah nyata untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi setiap keluarga.

Sebagai bentuk komitmen terhadap program ini, pemerintah daerah menjalin kemitraan strategis dengan Institut Teknologi, Bisnis, dan Kesehatan Muhammadiyah Muna Barat. Kerja sama ini diwujudkan melalui pemberian beasiswa kepada mahasiswa lokal, serta dukungan hibah tanah dan bangunan kampus sebagai ruang tumbuhnya generasi unggul di tanah sendiri. Pendidikan bukan hanya tentang kelas dan kurikulum, tetapi tentang keadilan kesempatan, martabat keluarga, dan harapan yang tumbuh di pelosok desa.

Dengan hadirnya kampus ini, anak-anak Muna Barat tak lagi harus pergi jauh untuk mengejar gelar dan ilmu. Mereka bisa belajar, tumbuh, dan mengabdi di tanah kelahirannya  mewujudkan cita-cita besar yang kini tak lagi terasa jauh.

Terbaru, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin menjalin komunikasi strategis dengan Manager PLN UP2K Sulawesi Tenggara, Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerataan pembangunan, serta upaya nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap infrastruktur dasar seperti listrik.

Sebanyak 11 desa yang tersebar di tiga kecamatan ditetapkan sebagai prioritas pembangunan jaringan listrik.
Kesebelas desa tersebut yakni: Desa Pasidangan, Gala, Maginti, dan Kangkunawe. Desa Santiri, Mandike, Tasipi, Bero, Tiga, dan Santigi. dan Desa Katela.

Melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, PT PLN akan mulai melakukan pembangunan jaringan listrik secara bertahap dari tahun 2025 hingga 2027.
Pada tahun pertama, 2025, akan dibangun terlebih dahulu di 4 desa prioritas, yaitu: Desa Katela, Desa Mandike, Desa Pasidangan, dan Desa Tiga. Tahap ini dipilih berdasarkan kriteria aksesibilitas teknis, kesiapan lahan, serta kebutuhan mendesak masyarakat terhadap penerangan dan daya listrik.

Program ini menjadi harapan baru bagi warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan penerangan,
dan menjadi bagian dari tekad Darwin–Ali Basa untuk tidak membiarkan satu pun wilayah tertinggal dalam akses cahaya dan kemajuan.

Dari cahaya yang kini mulai menerangi desa-desa, mengalirlah semangat baru yang menembus batas ruang dan waktu menyatu dalam satu tekad kolektif membangun Muna Barat dari hati, dengan cinta, dan bersama rakyat.

Inilah wujud kepemimpinan yang bukan hanya membangun jalan dan jembatan, tetapi juga merajut harmoni, membangun harapan, dan memperkuat akhlak.

Seratus hari kepemimpinan Darwin–Ali Basa bukan hanya tentang angka dan program.
Ini adalah narasi awal tentang kebangkitan Muna Barat dari kepulauan hingga daratan, dari anak sekolah hingga petani, dari tokoh adat hingga tokoh agama — semuanya disatukan dalam irama perubahan.

Muna Barat tak sekadar tumbuh Muna Barat bergerak dengan tulus, sehat dalam jiwa dan raganya,
serta tampil keren dalam karya dan budayanya. Karena ini bukan sekadar pemerintahan.
Ini adalah gerakan bersama. Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk kejayaan Bumi Laworo tercinta.
Menuju cita besar:
Menjadikan Muna Barat sebagai Liwu Mokesa

Wa Ode Rahmatia, SP
Wa Ode Hasrana, A.Md

Bupati Muna Barat Serahkan Santunan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan kepada 10 Keluarga Pekerja Rentan

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat melalui BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan jaminan kematian kepada 10 keluarga pekerja rentan usai pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-11 Kabupaten Muna Barat di Lapangan Sepakbola Desa Mekar Jaya, Rabu (23/7/2025).

Penyerahan santunan dilakukan langsung oleh Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, disaksikan oleh jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, serta tamu undangan yang hadir pada upacara tersebut. Bantuan ini merupakan bagian dari program jaminan sosial ketenagakerjaan yang diinisiasi untuk memberikan perlindungan kepada pekerja rentan di wilayah Muna Barat.

Dalam sambutannya, Bupati La Ode Darwin menyampaikan bahwa program ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Pemerintah daerah senantiasa hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam masa-masa duka seperti ini. Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga almarhum. Semoga santunan ini dapat meringankan beban keluarga dan menjadi bentuk kepedulian bersama untuk membangun rasa aman bagi para pekerja rentan,” ujar Bupati.

Bupati juga mengapresiasi sinergi yang terbangun antara Pemkab Muna Barat dan BPJS Ketenagakerjaan yang telah menyalurkan manfaat jaminan sosial secara cepat dan tepat sasaran. Ia berharap lebih banyak pekerja rentan di Muna Barat dapat dilindungi melalui program ini.

Salah satu penerima santunan, istri dari almarhum La Faani, menyampaikan rasa syukur dan haru atas perhatian yang diberikan pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati dan semua pihak yang telah membantu. Bantuan ini sangat berarti untuk kami yang ditinggalkan,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Kepala Dinas Transnaker Kabupaten Muna Barat, La Ode Sagala, yang turut mendampingi penyerahan santunan, menjelaskan bahwa santunan yang disalurkan ini merupakan bagian dari Program Kerja Pemerintah Daerah untuk mendorong perlindungan pekerja rentan secara menyeluruh.

“Selama ini kami terus mendorong agar pekerja informal, petani, nelayan, dan pekerja mandiri bisa terlindungi lewat skema BPJS Ketenagakerjaan. Santunan ini menunjukkan manfaat nyata dari perlindungan sosial bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujar La Ode Sagala.

Penyerahan santunan ini menjadi pengingat pentingnya kehadiran negara dan pemerintah daerah dalam menjamin kesejahteraan dan rasa aman bagi setiap warga, serta menjadi bagian dari upaya membangun Muna Barat yang lebih inklusif, adil, dan sejahtera.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Kabupaten Muna Barat Gelar Upacara HUT ke-11: Momentum Refleksi dan Optimisme Pembangunan Daerah

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 yang dipusatkan di Lapangan Sepakbola Desa Mekar Jaya. Upacara berlangsung khidmat dan menjadi ajang refleksi capaian pembangunan serta momentum meneguhkan komitmen bersama menuju Muna Barat yang lebih sejahtera, berdaya saing, dan berkarakter.

Hadir dalam upacara tersebut Asisten I Setda Provinsi Sulawesi Tenggara selaku perwakilan Gubernur, para Bupati se-Sultra, pimpinan dan anggota DPRD Muna Barat, sejumlah tokoh pemekaran, unsur Forkopimda Muna dan Muna Barat, jajaran OPD lingkup Pemkab Muna Barat, Ketua TP-PKK Muna Barat, perwakilan perbankan (BRI dan BPD), tokoh adat, tokoh agama, serta organisasi kemasyarakatan.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perjalanan sebelas tahun Kabupaten Muna Barat penuh dengan tantangan. Namun berkat kolaborasi semua pihak, kini Muna Barat telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam berbagai sektor.

“Sebagai daerah baru, tentu banyak tantangan yang kita hadapi. Tapi berkat kerja keras, kesabaran, dan kolaborasi, kita berhasil membuktikan bahwa pemekaran ini berdampak positif bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Bupati.

Ia memaparkan berbagai capaian pembangunan berdasarkan indikator makro, sebagai berikut:

  1. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Muna Barat pada akhir 2024 mencapai 68,37, meningkat signifikan dibanding 61,92 saat awal pemekaran (2014). Ditargetkan pada 2025, IPM meningkat menjadi 69,00.

  2. Laju Pertumbuhan Ekonomi tahun 2024 sebesar 3,07%, sedikit menurun dari tahun 2023 (5,46%) akibat faktor internal dan eksternal. Namun PDRB per kapita meningkat dari Rp37,93 juta (2023) menjadi Rp38,93 juta (2024).

  3. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tahun 2024 mencapai 73,83%, mencerminkan terbukanya lapangan kerja dan berkembangnya UMKM, pertanian, perikanan, dan peternakan.

  4. Persentase Penduduk Miskin menurun dari 14,03% (2023) menjadi 13,38% (2024), menunjukkan efektivitas kebijakan penanggulangan kemiskinan daerah.

  5. Gini Rasio berhasil ditekan dari 0,318 menjadi 0,308, mencerminkan peningkatan pemerataan distribusi pendapatan.

Selain capaian tersebut, Pemkab Muna Barat juga meraih sejumlah penghargaan tingkat provinsi di tahun 2025:

  • Peringkat 1 Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah se-Sultra

  • Predikat WTP dari BPK RI

  • Peringkat 1 Tindak Lanjut Rekomendasi BPK

  • Peringkat 3 Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) se-Sultra

Untuk mendukung RKPD 2025, beberapa strategi prioritas diarahkan pada:

  • Penataan layanan dasar di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan ketertiban umum

  • MoU dengan PT ASDP untuk membuka rute ferry Tondasi–Torobulu guna meningkatkan konektivitas dan pemerataan wilayah

  • Peningkatan produksi padi, jagung, dan penguatan ketahanan pangan

  • Pengembangan perikanan tangkap dan industri olahan unggulan daerah

  • Promosi tenun dan kriya melalui ajang nasional

  • Pembangunan jalan daerah melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD)

  • Pembangunan Sekolah Rakyat dan akses pendidikan merata

  • Pembangunan Rumah Sakit melalui program PHTC dari Presiden RI

Bupati juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan harus diiringi dengan semangat kolektif dan kontribusi nyata dari seluruh pemangku kepentingan.

“Mari kita bangun kebersamaan dengan semangat kekeluargaan dan gotong royong dalam menghadapi tantangan ke depan. Keberhasilan pembangunan tidak lepas dari kontribusi aktif seluruh pemangku kepentingan,” tuturnya.

Sebagai penutup, Bupati La Ode Darwin mengajak masyarakat untuk terus bersinergi dalam mewujudkan visi besar Kabupaten Muna Barat: tumbuh, sehat, dan keren menuju Liwu Mokesa. Dengan tekad dan kolaborasi semua pihak, Muna Barat diyakini mampu menjawab tantangan masa depan dengan prestasi dan pelayanan yang semakin berkualitas.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Pemda Muna Barat Gelar Dzikir dan Doa Bersama di Mekar Jaya: Perkuat Spiritualitas dan Kolaborasi Pendidikan

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Dalam rangka menyambut HUT ke-11 Kabupaten Muna Barat, Pemerintah Daerah menggelar kegiatan Dzikir dan Doa Bersama di Lapangan Sepakbola Desa Mekar Jaya, Kecamatan Tiworo Tengah, pada Selasa malam (22/7/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan daerah, mulai dari Forkopimda, para kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, seluruh kepala desa, serta ribuan masyarakat dari berbagai kecamatan.

Acara dibuka dengan pembacaan shalawat dan lagu-lagu religi oleh Katthan Siraj, dilanjutkan dengan tasbih bersama yang dipimpin oleh Ustadz Hafidz As Saifi. Suasana syahdu penuh kekhusyukan menyelimuti lapangan yang menjadi pusat kegiatan masyarakat, dengan Bang Yadi Sembako bertindak sebagai pemandu acara yang membawa suasana menjadi lebih hangat dan akrab.

Dalam kesempatan tersebut, kegiatan dzikir juga dirangkaikan dengan pelaksanaan Program Spiritual Muna Barat, yaitu Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah, sebagai bagian dari ikhtiar membangun kehidupan masyarakat yang religius, berakhlak, dan berkarakter.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dzikir dan doa bersama ini adalah bentuk kesyukuran sekaligus ikhtiar spiritual dalam menata kehidupan daerah agar senantiasa diberi keberkahan.

“Acara ini bukan hanya seremoni keagamaan, tapi juga momentum kebangkitan spiritual masyarakat Muna Barat. Semoga dengan dzikir dan doa yang kita panjatkan bersama ini, seluruh ikhtiar pembangunan kita diridhoi Allah SWT. Spirit keimanan inilah yang harus menjadi fondasi dalam membangun daerah, termasuk birokrasi yang berintegritas dan masyarakat yang berdaya,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa nilai-nilai spiritual ini juga menjadi bagian dari visi besar Pemda dalam membentuk SDM yang unggul, cerdas, sehat, beriman dan berbudaya menuju Liwu Mokesa.

Pada acara ini juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemda Muna Barat dengan dua perguruan tinggi lokal, yaitu Institut Teknologi, Bisnis, dan Kesehatan Muhammadiyah (ITBKM) serta Universitas Karya Persada Muna (UKPM). MoU ini mencakup komitmen bersama dalam penguatan SDM melalui pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat.

Rektor ITBKM, Dr. Rasid, S.Pd., M.Pd., menyambut baik kolaborasi ini dan menyatakan kesiapan institusinya untuk mendukung arah pembangunan daerah.

“Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari langkah besar Pemda dalam mewujudkan masyarakat Muna Barat yang lebih berkualitas. Kerja sama ini menjadi awal dari program nyata, seperti beasiswa, pelatihan vokasional, dan program pengabdian masyarakat yang berdampak langsung,” ungkap Dr. Rasid.

Melalui dzikir, doa, dan komitmen pendidikan yang ditunjukkan malam itu, Pemkab Muna Barat ingin menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga membangun jiwa dan karakter masyarakatnya.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Pengajian Perdana Mubar, Kolaborasi Pemda Muna Barat dan Ikatan Mubaligh Dalam Mewujudkan Liwu Mokesa

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Bupati Muna Barat bersama Ketua Ikatan Mubaligh Muna Barat  menggelar pengajian perdana  di Rumah Jabatan Bupati Muna Barat pada Kamis malam, 17 Juli 2025. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua TP-PKK Muna Barat, Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muna Barat,  serta pengurus Ikatan Mubaligh Muna Barat. Pengajian perdana ini menjadi bagian dari upaya kolaborasi antara Pemda Muna Barat dan Ikatan Mubaligh Muna Barat untuk mendukung dan mensukseskan program-program Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah.

Ikatan Mubaligh Muna Barat, sebagai organisasi kemasyarakatan yang aktif dalam kegiatan dakwah dan pemberdayaan umat, telah bekerja sama dengan Pemda Muna Barat dalam mewujudkan SDM yang unggul, cerdas, sehat, beriman, dan berbudaya, sesuai dengan visi misi Pemda Muna Barat. Program-program seperti Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki kehidupan spiritual masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung pembangunan pemerintahan yang lebih baik dengan membangun karakter birokrat yang jujur, amanah, dan penuh dedikasi terhadap tugas-tugas negara.

Mubar Bertasbih merupakan program yang mengajak masyarakat untuk terus memperdalam ilmu agama dan berzikir secara rutin, sementara Mubar Mengaji bertujuan untuk memfasilitasi kegiatan pengajian yang dapat memperkuat pemahaman agama masyarakat. Sementara itu, Mubar Berjamaah bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan antar elemen masyarakat, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial yang tinggi dalam menjalankan tugas di masyarakat. Semua program ini sejalan dengan upaya Pemda Muna Barat untuk tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat pondasi karakter bangsa melalui pendekatan spiritual.

Ketua Ikatan Mubaligh Muna Barat, La Muhibi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengajian perdana ini adalah simbol awal dari kerja sama yang semakin erat antara Ikatan Mubaligh dan Pemda Muna Barat. “Kami sangat mendukung visi Bupati Muna Barat untuk menciptakan masyarakat yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki ketakwaan yang tinggi. Program-program seperti Mubar Bertasbih dan Mubar Mengaji adalah bagian penting dalam membangun karakter masyarakat Muna Barat,” ujar La Muhibi.

La Ode Muhibi juga menyerahkan hasil Rapat Kerja Ikatan Mubaligh Muna Barat, yang telah merumuskan langkah-langkah strategis untuk mendukung pelaksanaan program-program Pemda Muna Barat. “Kami berharap hasil rapat kerja ini dapat menjadi acuan dalam mendukung program Pemda. Semoga kerja sama yang terjalin dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama di Muna Barat,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Muna Barat La Ode Darwin mengungkapkan kebanggaannya atas terlaksananya pengajian perdana ini dan mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara Pemda Muna Barat dengan Ikatan Mubaligh. “Program Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah adalah penjabaran misi kami untuk menciptakan SDM yang unggul, cerdas, sehat, beriman, dan berbudaya. Kami sangat mendukung inisiatif ini karena kami percaya bahwa pembangunan yang sesungguhnya tidak hanya melibatkan aspek fisik, tetapi juga spiritual masyarakat,” ujar Bupati La Ode Darwin.

Bupati juga menekankan bahwa program-program ini bukan hanya untuk meningkatkan kualitas keimanan, tetapi juga untuk mendukung terciptanya pemerintahan yang lebih baik melalui pembangunan karakter birokrat yang lebih berkualitas dan berintegritas. “Mari kita gunakan kesempatan ini untuk meningkatkan keimanan kita dan memperkuat kebersamaan dalam membangun Muna Barat yang lebih baik. Dengan kolaborasi ini, kita akan menciptakan birokrasi yang amanah, penuh dedikasi, dan memiliki karakter yang kuat, sebagai bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan Liwu Mokesa,” tutupnya.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Gelar Pertemuan dengan Rektor ITBKM Bahas Kerja Sama dalam Pengembangan SDM Unggul

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menerima kunjungan Rektor Institut Teknologi Bisnis dan Kesehatan Muhammadiyah (ITBKM) Muna Barat di ruang kerjanya pada Jumat, 5 Juli 2025. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas potensi kerja sama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat (Pemda Muna Barat) dan ITBKM, terutama dalam upaya mendukung pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di daerah.

Kerja sama yang dimaksud meliputi pemberian beasiswa kepada mahasiswa ITBKM,  hibah tanah dan bantuan pembangunan gedung untuk pengembangan kampus dan fasilitas pendidikan yang direncanakan akan dibangun diwilayah Lawa. Rencana kerja sama ini akan dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) yang akan ditandatangani pada  tanggal 22 Juli 2025 mendatang.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Muna Barat La Ode Darwin menyampaikan bahwa visi misi yang diusung oleh Pemda Muna Barat, yaitu mewujudkan SDM yang unggul, cerdas, sehat, beriman, dan berbudaya, sangat sejalan dengan tujuan ITBKM dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan potensi pemuda di Muna Barat. “Kami sangat mendukung segala upaya yang dilakukan ITBKM dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah ini.

Kerja sama ini juga mendorong suksesnya program 1 Rumah 1 Sarjana, yang bertujuan untuk memastikan setiap keluarga di Muna Barat memiliki setidaknya satu anggota yang meraih gelar sarjana. Program ini tidak hanya akan memberikan peluang pendidikan yang lebih baik bagi mahasiswa, tetapi juga mendukung pembangunan ekonomi dan sosial di Muna Barat. “Kami berharap, melalui kolaborasi ini, lebih banyak pemuda dari Muna Barat yang dapat menempuh pendidikan tinggi, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada kemajuan daerah kita,” ujar Bupati La Ode Darwin.

Bupati juga menegaskan pentingnya pendidikan tinggi dalam mencetak generasi yang siap bersaing di dunia global. “Kami berharap dengan adanya beasiswa dan dukungan lainnya, lebih banyak mahasiswa Muna Barat yang dapat menempuh pendidikan tinggi, dan kelak mereka dapat menjadi pemimpin dan penggerak pembangunan daerah ini,” lanjutnya.

Sementara itu, Rektor ITBKM Dr. Rasid, S.Pd., M.Pd. menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemda Muna Barat atas dukungan yang diberikan. “Kami sangat berterima kasih kepada Pemda Muna Barat, khususnya kepada Bapak Bupati La Ode Darwin, yang telah memberikan perhatian besar terhadap perkembangan pendidikan di Muna Barat. Beasiswa dan hibah yang akan diberikan ini sangat berarti bagi pengembangan kampus dan peningkatan kualitas pendidikan di ITBKM,” ungkap Dr. Rasid.

Rektor ITBKM juga menambahkan bahwa kerja sama ini akan semakin mempererat hubungan antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah dalam menciptakan SDM yang berkualitas dan siap untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah. “Kami berharap kerja sama ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Muna Barat dalam jangka panjang,” tutupnya.

MoU antara Pemda Muna Barat dan ITBKM yang akan ditandatangani pada  ini diharapkan dapat menjadi tonggak awal dari kemitraan yang lebih luas dan berkelanjutan dalam rangka mewujudkan pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Muna Barat.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)