Bupati Muna Barat Kunjungi RSUD  Bahas Isu Layanan dan Perkuat Komitmen Pelayanan Kesehatan

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Usai memimpin apel gabungan lingkup Pemerintah Kabupaten Muna Barat pada Senin pagi 30 Juni 2025, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, langsung melakukan kunjungan lapangan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat. Kunjungan ini dilaksanakan sebagai respons cepat atas insiden yang sempat viral beberapa hari terakhir terkait pelayanan RSUD dan bertujuan menyerap langsung masukan dari tenaga kesehatan serta mencari solusi terbaik terhadap permasalahan yang ada.

Pertemuan yang berlangsung di salah satu ruang terbuka di lingkungan RSUD tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Muna Barat, Alibasa,  Sekretaris Daerah LM Husein Tali, Kepala Dinas Kesehatan La Ode Mahajaya, Direktur RSUD Dr. Syahril Fitrah, Inspektur Daerah Agustamin Sudjono, serta jajaran dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya dan beberapa pejabat terkait.

Direktur RSUD Muna Barat, Dr. Syahril Fitrah dalam laporannya menyampaikan bahwa insiden yang terjadi telah ditindaklanjuti dengan investigasi internal oleh Inspektorat Kabupaten Muna Barat. Ia menegaskan tidak ada niat sedikit pun dari pihak tenaga kesehatan untuk menelantarkan pasien. “Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami terus berupaya memperbaiki pelayanan. Kejadian ini menjadi pelajaran besar bagi kami agar tidak terulang lagi,” ujarnya.

Ia juga memaparkan sejumlah kendala yang dihadapi RSUD saat ini, seperti minimnya personel keamanan dan keterbatasan infrastruktur. Namun demikian, proses pembangunan gedung RSUD baru tetap berjalan. “Insya Allah pada Agustus mendatang proses lelang dimulai. Tim dari Kementerian Kesehatan sudah meninjau lahan untuk menentukan apakah akan menggunakan fondasi biasa atau tiang pancang. Pembangunan dilakukan secara multiyears selama dua tahun,” jelas Dr. Syahril.

Dalam sambutannya, Bupati La Ode Darwin mengawali dengan menjelaskan bahwa ia memperoleh informasi langsung dari keluarga pasien dan turut melihat video kejadian yang beredar luas. “Selama empat bulan terakhir, nama Muna Barat banyak mendapat perhatian positif bahkan sampai ke tingkat nasional. Tapi hanya dengan satu kejadian, semuanya bisa terganggu. sumsi publik kemudian terbentuk seolah-olah RSUD kita lebih berorientasi pada aspek administratif  daripada kebutuhan pelayanan masyarakat. Saya sebagai Bupati sangat terpukul,” ungkapnya dengan nada tegas namun reflektif.

Bupati menegaskan bahwa dirinya tidak menyalahkan tenaga kesehatan, namun ia prihatin atas dampak psikologis yang dialami nakes akibat insiden kekerasan yang terjadi. Ia menekankan perlunya komunikasi dan kepekaan dalam kondisi darurat. “Saya mengakui terjadi miskomunikasi, baik soal informasi ke keluarga pasien maupun kondisi di lapangan. Maka ke depan, jika pasien mendesak ingin dirujuk sementara sistem belum menyetujui, rumah sakit bisa membuat surat pernyataan dari keluarga bahwa mereka paham dan tidak akan menuntut. Format ini harus segera disiapkan,” jelasnya.

Terkait perlindungan terhadap tenaga medis, Bupati menyampaikan bahwa tindakan kekerasan tidak bisa ditoleransi. Untuk itu, pihaknya akan menempatkan personel Satpol PP di RSUD sebagai upaya antisipasi. “Kita tidak ingin pelayanan publik terkesan otoriter, tapi kekerasan terhadap petugas adalah hal serius. Kita harus punya langkah taktis,” imbuhnya.

Wakil Bupati Muna Barat, Alibasa, dalam sambutannya mengajak seluruh elemen RSUD agar menjadikan peristiwa ini sebagai evaluasi bersama. Ia mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan menyangkut nyawa dan emosi masyarakat, sehingga kepekaan dan kecepatan respons menjadi sangat penting. “Kita semua harus introspeksi. Yang kurang kita perbaiki, yang sudah baik kita tingkatkan. Tetap semangat dan jaga kekompakan,” tuturnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi terbuka. Tiga perwakilan tenaga kesehatan menyampaikan keluhannya, yakni Taslim (perawat poli) yang mengeluhkan kurangnya pemahaman masyarakat soal prosedur BPJS, seorang perawat rujukan yang selama ini biaya operasionalnya ditanggung keluarga pasien, dan Dr. Juan, dokter spesialis bedah yang menyampaikan bahwa ia bersama rekan-rekannya tetap melayani pasien meski di luar jam piket demi keselamatan bahkan apa yang mereka berikan bersama tim seluruh RSUD sudah overload untuk Rumah Sakit Tipe D.

Menanggapi hal tersebut, Bupati menginstruksikan beberapa langkah strategis. Pertama, akan diupayakan kehadiran petugas BPJS yang standby di RSUD guna memberikan informasi dan layanan kepada pasien. Kedua, akan disusun mekanisme pemberian SPPD khusus bagi perawat yang menangani rujukan, terpisah dari pejabat. Ketiga, Bupati mengapresiasi tinggi dedikasi para dokter spesialis yang tetap melayani pasien di luar jam kerja. “Apa yang dilakukan dokter di sini, saya tahu, bahkan mungkin tidak dilakukan di tempat lain. Saya sangat menghargai itu. Maka kejadian kemarin sangat tidak wajar, mengingat pengabdian yang selama ini diberikan,” ujarnya.

Pertemuan ditutup oleh Direktur RSUD Muna Barat yang menyampaikan bahwa insiden beberapa hari lalu tidak menyurutkan kepercayaan publik. “Buktinya pada tanggal 25 kemarin, RSUD tetap melayani rujukan dari Kabupaten Muna dan Buton Tengah. Kami bahkan melakukan operasi hingga pukul tiga dini hari. Kami akan terus berbenah dan menjaga amanah pelayanan kepada masyarakat,” tutup Dr. Syahril.

Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Pemkab Muna Barat Gelar Apel Gabungan, Bupati Bahas Tantangan dan Harapan Daerah dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

 KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat menggelar apel gabungan yang dipimpin langsung oleh Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, didampingi oleh Wakil Bupati, Drs. Alibasa, M.Si., pada Senin pagi 30 Juni 2025 di halaman kantor bupati. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menyampaikan sejumlah arahan strategis sekaligus memperkuat sinergi antarpimpinan daerah dan aparatur sipil negara menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Muna Barat yang ke-11. Apel gabungan diikuti oleh OPD beserta jajaran serta Kades dan perangkat Desa.

Dalam amanatnya, Bupati menyampaikan bahwa kebersamaan dirinya bersama Wakil Bupati dalam berbagai momen apel menunjukkan kekompakan dan keharmonisan unsur pimpinan di Muna Barat. Ia menyebut bahwa kekompakan pimpinan menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat dan menyatukan arah kebijakan. “Kami ingin menunjukkan bahwa tidak ada sekat antara pimpinan. Kami solid, dan kami ingin birokrasi juga bekerja dalam satu semangat yang sama,” ujarnya.

Terkait HUT Muna Barat yang jatuh pada 23 Juli mendatang, Bupati mengungkapkan bahwa peringatan tahun ini akan dipusatkan di salah satu desa, antara Desa Mekar Jaya atau Sukadamai, yang penentuannya masih menunggu finalisasi. Menurutnya, usia ke-11 merupakan fase pertumbuhan yang penting bagi kabupaten muda seperti Muna Barat. “Kita ingin Muna Barat di usia sebelas tahun ini tumbuh sehat, bukan tumbuh stunting. Semoga memasuki usia dua belas, daerah kita makin maju dan berkembang,” ungkapnya.

Untuk memeriahkan perayaan HUT, akan digelar sejumlah kegiatan seperti lomba kebersihan antar-desa dan antar-OPD, serta lomba jalan santai. Menariknya, hadiah untuk lomba kebersihan kantor berasal langsung dari dana pribadi Bupati. “Ini bentuk dukungan saya pribadi untuk mendorong semangat bersih dan tertib sebagai bagian dari budaya kerja kita,” tambahnya.

Bupati juga menanggapi situasi yang sempat menjadi perhatian publik beberapa hari lalu, terkait insiden pelayanan kesehatan yang viral secara nasional. Ia menegaskan pentingnya keseimbangan antara prosedur administrasi dan kepekaan dalam menghadapi kondisi darurat pasien. “Saya tidak menyalahkan rumah sakit, juga tidak menyalahkan keluarga pasien. Tapi saya tersinggung dengan tindakan kekerasan. Jika ada kasus serupa, kita harus lebih peka. Buatkan rujukan darurat apabila ada keluarga pasien yang terburu-buru meminta rujukan disertai surat pernyataan tidak menuntut apabila nantinya ditolak oleh Rumah Sakit tujuan.  Ia menegaskan bahwa kebijakan ini berlaku bagi seluruh layanan publik, tidak hanya di rumah sakit.

Di bidang pembangunan, Bupati menjelaskan bahwa pinjaman daerah yang awalnya direncanakan sebesar Rp180 miliar, kemudian turun menjadi Rp150 miliar dan terakhir hanya disetujui Rp50 miliar, akhirnya diputuskan untuk ditunda karena ketidakmampuan daerah dalam melakukan cicilan tahun depan. “Situasi fiskal belum memungkinkan. Maka, pembangunan kantor bupati dan beberapa OPD harus ditunda sambil kita perbaiki kondisi keuangan daerah,” jelasnya.

Ia juga menanggapi pertanyaan publik mengenai intensitas kunjungannya ke Jakarta dalam beberapa waktu terakhir. Bupati menyatakan bahwa kunjungan tersebut adalah bagian dari upaya serius untuk memperjuangkan stabilitas fiskal Muna Barat melalui jalur pemerintah pusat. “Saya ke Jakarta bukan untuk jalan-jalan. Saya sedang memperjuangkan keuangan daerah agar kita tidak perlu memotong TPP. Mohon doa dan dukungan agar ikhtiar ini membuahkan hasil terbaik,” katanya.

Menutup amanatnya, Bupati meminta kepada seluruh pemerintah desa untuk mulai mengidentifikasi lahan tidur di wilayah masing-masing agar ke depan dapat diolah secara produktif demi mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Lahan-lahan yang tidak terpakai harus mulai kita manfaatkan. Jangan biarkan aset kita tidur. Ini tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Muna Barat Raih Penghargaan dari BPK RI sebagai Daerah dengan Penyelesaian Tindak Lanjut Tertinggi di Sulawesi Tenggara

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat provinsi. Dalam acara resmi yang diselenggarakan di Aula Kantor Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Sulawesi Tenggara pada Kamis, 26 Juni 2025, Muna Barat menerima penghargaan sebagai daerah dengan capaian tertinggi dalam tindak lanjut atas rekomendasi hasil pemeriksaan BPK dan penyelesaian kerugian daerah Semester I Tahun 2025.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Sulawesi Tenggara, Dadek Nandemar, kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Muna Barat, Drs. LM Husein Tali, M.Si., yang mewakili Bupati Muna Barat. Berdasarkan data resmi BPK, Muna Barat mencatat persentase tindak lanjut rekomendasi sebesar 91,47%, tertinggi di antara seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dalam sambutannya, Kepala BPK RI Perwakilan Sultra menyampaikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Muna Barat dalam menindaklanjuti hasil pemeriksaan secara cepat, tepat, dan akuntabel. “Muna Barat telah menunjukkan kesungguhan luar biasa dalam menindaklanjuti setiap rekomendasi pemeriksaan kami. Ini menunjukkan integritas tata kelola keuangan daerah yang patut menjadi contoh bagi daerah lain,” ujar Dadek.

Sekretaris Daerah Muna Barat, LM. Husein Tali, dalam keterangannya usai menerima penghargaan, menyampaikan bahwa prestasi ini adalah hasil kerja kolektif seluruh jajaran pemerintah daerah, khususnya Inspektorat, OPD teknis, serta dukungan penuh Bupati Muna Barat. “Alhamdulillah, ini adalah buah dari konsistensi kami dalam memperkuat sistem pengawasan internal, membangun budaya kerja yang responsif terhadap hasil audit, dan menjunjung prinsip transparansi dan akuntabilitas,” ucap Sekda Husein Tali.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Pemkab Muna Barat akan terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas tindak lanjut tersebut, demi menjaga kepercayaan publik dan menjamin keberlangsungan tata kelola keuangan yang bersih dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Inspektur Kabupaten Muna Barat, Agustamin Sudjono, yang turut hadir dalam acara tersebut, menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi Inspektorat untuk terus melakukan pembinaan dan pengawasan secara intensif terhadap seluruh perangkat daerah. “Kami bekerja tidak hanya sebagai pengawas, tapi juga sebagai mitra pembina yang membantu perangkat daerah menutup celah kelemahan sistem, mempercepat penyelesaian rekomendasi, dan menyelesaikan temuan kerugian daerah sesuai mekanisme,” ujar Agustamin.

Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Muna Barat. “Saya secara pribadi, sebagai Ketua Tim PTL-TGR, mengucapkan terima kasih kepada seluruh OPD yang telah bersinergi dan membantu kami dalam menyelesaikan setiap rekomendasi yang ada. Sinergi ini menjadi kunci keberhasilan kita bersama dalam membangun sistem pemerintahan yang akuntabel,” pungkasnya.

Capaian 91,47% merupakan hasil dari sistem monitoring tindak lanjut  yang diterapkan secara berkala serta komunikasi aktif antara Inspektorat dan OPD, termasuk evaluasi rutin yang dilakukan setiap triwulan.

Acara ini dihadiri oleh para kepala daerah, sekretaris daerah, dan inspektur dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. Keberhasilan Muna Barat menjadi sorotan positif dan dijadikan sebagai salah satu best practice dalam forum diskusi teknis tindak lanjut pemeriksaan BPK.

Dengan capaian ini, Muna Barat menegaskan komitmennya sebagai daerah yang terus bertransformasi menuju pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan profesional, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan penguatan pengawasan internal di seluruh level pemerintahan daerah.

Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati dan Ibu Ketua TP PKK Muna Barat Terima Gelar Ningrat Kehormatan di Sasana Karaton Kasunanan Surakarta

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pada Kamis, 26 Juni 2025, suasana penuh kehormatan dan kebanggaan menyelimuti Sasana Karaton Kasunanan Surakarta Hardiningrat Solo. Dalam rangka perayaan upacara sakral Kirab Pusaka & Kebo Kyai Slamet Hari Besar 1 Suro Tahun Baru Islam 1447 Hijriyah, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, dan Ibu Ketua TP PKK Muna Barat, Rhika Purwaningsih Darwin, S.H., menerima penghargaan bergengsi berupa Gelar Ningrat Kehormatan yang disematkan langsung oleh Raja Keraton Surakarta Hadiningrat, Paku Buwono XIII.

Upacara pemberian penghargaan ini berlangsung dengan khidmat, di hadapan berbagai tokoh masyarakat, pejabat pemerintahan, budayawan, serta pengusaha yang telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan budaya dan pembangunan nasional. Dalam acara tersebut, selain pemberian gelar kehormatan, juga dilakukan wisuda pemberian sertifikat penghargaan bagi sejumlah tokoh yang dianggap berjasa dalam memperkuat kerjasama antara budaya tradisional dan modern, serta pengembangan masyarakat.

Bupati Muna Barat, menerima gelar Kanjeng Raden Tumenggung La Ode Darwin Darmodipuro sebagai bentuk pengakuan atas kepemimpinannya yang membawa Muna Barat menuju kemajuan, baik dalam bidang pemerintahan, ekonomi, maupun pelestarian budaya lokal. Sedangkan Ibu Ketua TP PKK Muna Barat,  menerima gelar Kanjeng Mas Tumenggung Rhika Purwaningsih Darwin Murtiningtyas, S.H, yang mencerminkan kontribusinya yang luar biasa dalam pemberdayaan perempuan dan keluarga, serta perannya dalam mengembangkan berbagai program sosial di daerahnya.

La Ode Darwin, Bupati Muna Barat menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Keraton Kasunanan Surakarta atas pemberian gelar kehormatan tersebut. “Ini adalah sebuah kehormatan besar bagi kami. Saya merasa terinspirasi untuk terus memimpin Muna Barat menuju masa depan yang lebih baik, dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai budaya yang luhur. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk dengan Keraton Surakarta, untuk membangun masyarakat yang lebih sejahtera,” ungkap La Ode Darwin.

Sementara itu, Rhika Purwaningsih Darwin, S.H., Ketua TP PKK Muna Barat, juga mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan tersebut. “Sebagai Ketua TP PKK, saya merasa sangat terhormat dan berterima kasih atas pengakuan ini. Penghargaan ini tidak hanya untuk saya, tetapi juga untuk seluruh keluarga besar TP PKK Muna Barat yang telah bekerja keras dalam menjalankan program-program pemberdayaan perempuan dan keluarga. Semoga penghargaan ini menjadi pendorong semangat bagi kami untuk terus mengabdi kepada masyarakat dan negara,” ujar Rhika dengan penuh rasa bangga.

Pemberian gelar Ningrat Kehormatan ini menjadi momen penting dalam mempererat hubungan budaya antara Muna Barat dan Keraton Surakarta, sekaligus sebagai langkah penting dalam memperkenalkan potensi budaya lokal Muna Barat ke tingkat nasional. Dengan diterimanya gelar kehormatan ini, Muna Barat diharapkan dapat semakin dikenal di kalangan masyarakat luas sebagai daerah yang tidak hanya maju dalam bidang pemerintahan dan pembangunan, tetapi juga kaya akan warisan budaya yang patut dilestarikan dan dikembangkan.

Dalam upacara yang penuh khidmat tersebut, selain pemberian penghargaan kepada Bupati dan Ibu Ketua TP PKK Muna Barat, terdapat pula penyerahan sertifikat penghargaan kepada sejumlah tokoh masyarakat, yang telah berjasa dalam pengembangan berbagai sektor, baik di bidang pemerintahan, budaya, pendidikan, maupun sektor ekonomi. Upacara ini juga diwarnai dengan berbagai ritual tradisional, yang semakin mempertegas nilai-nilai budaya yang menjadi bagian integral dalam kehidupan masyarakat Keraton Surakarta.

Ke depan, diharapkan kolaborasi antara Muna Barat dan Keraton Surakarta dapat terus berlanjut, dengan berbagai program yang dapat memberikan manfaat positif bagi kedua belah pihak, khususnya dalam rangka pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Muna Barat.

Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

KONFERENSI PERS KEPALA DINAS KOMINFO MUNA BARAT TERKAIT VIDEO VIRAL AKSI KEKERASAN DI RSUD MUNA BARAT

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Kepala Dinas Komunikasi,  Informatika, Statistik dan Persandian  (Diskominfo-SP) Kabupaten Muna Barat, Al Rahman, S.Pd., M.Si., memberikan pernyataan resmi dalam konferensi pers terkait video viral yang memperlihatkan aksi kekerasan terhadap tenaga kesehatan, pengrusakan fasilitas pelayanan, serta ucapan tidak etis yang beredar luas di media sosial sejak Kamis malam.

Dalam pernyataannya, Al Rahman menyesalkan insiden tersebut dan menyampaikan klarifikasi resmi berdasarkan informasi faktual hasil koordinasi langsung dengan pihak RSUD Muna Barat, termasuk tim medis yang menangani pasien.

Kronologi Penanganan Pasien

Kejadian bermula saat Ny. Andriani (52 tahun) datang ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Muna Barat pada pukul 12.30 WITA dalam kondisi pasca-kecelakaan lalu lintas. Begitu tiba, pasien langsung mendapatkan pemeriksaan awal oleh tenaga medis.

Menurut hasil anamnesis dan pemeriksaan medis, pasien datang dalam kondisi sadar penuh dan kooperatif. Keluhan yang disampaikan berupa nyeri pada kepala dan tangan, pusing, namun tidak mengalami mual, muntah, pingsan, maupun pandangan kabur. Pemeriksaan vital sign menunjukkan:

  • Tekanan darah (TD): 130/77 mmHg

  • Nadi (N): 120 x/menit

  • Pernapasan (P): 20 x/menit

  • Suhu tubuh (S): 36,5°C

Dari hasil tersebut, pasien dinyatakan dalam kondisi stabil, tidak kritis, meski ditemukan luka robek di regio frontal (dahi) yang telah dijahit sebelumnya.

Selanjutnya, tim medis melakukan pemeriksaan laboratorium lengkap dan memberikan terapi awal pada pukul 12.45 WITA, yang meliputi:

  1. Infus Ringer Laktat

  2. Oksigen 3 liter per menit

  3. Ranitidine 1 ampul

  4. Ketorolac 1 ampul

  5. Asam Traneksamat 1 ampul

  6. Citikolin 1 ampul

Setelah tindakan awal, pasien segera disiapkan untuk dirujuk ke fasilitas dengan kapasitas yang lebih lengkap, yakni ke RS Hermina dan RS Bahtermas Kendari. Namun saat proses penyiapan ambulans, terjadi insiden yang tidak diinginkan.

“Mengenai tuduhan bahwa pelayanan lambat dan ambulans tidak memiliki bensin adalah informasi yang tidak benar,” tegas Kadis Kominfo. Ia menjelaskan bahwa ambulans sedang disiapkan oleh petugas, namun terjadi kesalahpahaman di pihak keluarga pasien yang tersulut emosi dan tidak memahami alur penanganan medis.

Akibat dari aksi anarkis tersebut, seluruh tenaga medis dan dokter yang bertugas terpaksa meninggalkan lokasi untuk keselamatan diri. Namun demikian, pihak RSUD tetap melanjutkan evakuasi pasien ke Kendari menggunakan ambulans melalui jalur pelabuhan Tondasi–Torobulu.

Dalam penutup pernyataannya, Al Rahman mengimbau masyarakat agar bijak menyikapi informasi di media sosial dan menghindari tindakan main hakim sendiri.

“Mari kita hargai dan lindungi tenaga kesehatan kita yang selama ini bekerja dengan penuh dedikasi. Tindakan kekerasan dan pengrusakan tidak hanya melanggar hukum, tapi juga mencederai nilai kemanusiaan,” ujar Al Rahman.

Pemerintah Kabupaten Muna Barat menyatakan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi seluruh masyarakat dan berharap kasus ini segera ditangani secara hukum dan bijak oleh pihak berwenang.

Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

TP-PKK Muna Barat Laksanakan Kegiatan Supervisi Kecamatan, Dimulai dari Kecamatan Wadaga

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Muna Barat memulai rangkaian kegiatan supervisi ke seluruh kecamatan se-Kabupaten Muna Barat, dengan Kecamatan Wadaga sebagai titik pertama pelaksanaan pada hari Jumat 20 Juni 2025. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua TP-PKK Muna Barat, Ibu Rhika Purwaningsih Darwin, S.H., dan diikuti oleh jajaran pengurus TP-PKK Kabupaten dan segenap pengurus PKK kecamatan Wadaga.

Supervisi merupakan salah satu agenda penting dalam sistem pembinaan kelembagaan PKK yang bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di tingkat kecamatan. Selain sebagai sarana peninjauan lapangan, kegiatan ini juga menjadi wahana pembinaan langsung kepada para kader agar dapat memahami, mengelola, dan melaksanakan program-program secara optimal.

Ketua TP-PKK Muna Barat, Rhika Purwaningsih Darwin, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan supervisi tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi administratif, tetapi juga sebagai sarana peningkatan kapasitas kader di lapangan. “Kegiatan supervisi ini menjadi jembatan penting untuk memastikan pelaksanaan program PKK berjalan sesuai arah dan tujuan. Kami ingin para kader tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga memahami esensi dari setiap program sehingga bisa menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujar beliau.

Ibu Wakil Ketua TP PKK, Kadiani Ali Basa, S.Pd juga menambahkan bahwa sinergi antara TP-PKK kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan sangat diperlukan untuk memperkuat implementasi program secara berjenjang. “Supervisi ini juga menjadi ruang komunikasi yang produktif untuk menyelaraskan program-program pemerintah daerah, sehingga kegiatan PKK mampu menjadi bagian integral dari pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga,” imbuhnya.

Selain memberikan arahan dan motivasi, tim supervisi melakukan pengecekan terhadap kelengkapan dan kebenaran administrasi PKK, termasuk dokumen laporan kegiatan, data kader, dan dokumentasi pelaksanaan program. Hal ini penting guna menjamin transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas program di setiap jenjang organisasi PKK.

Kegiatan supervisi di Kecamatan Wadaga diwarnai dengan antusiasme para kader PKK setempat yang berkomitmen untuk terus belajar dan berbenah demi kemajuan organisasi dan masyarakat. Setelah Kecamatan Wadaga, kegiatan serupa akan dilanjutkan ke kecamatan-kecamatan lainnya sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh TP-PKK Muna Barat.

Melalui kegiatan ini, TP-PKK Muna Barat berharap dapat memperkuat peran kader sebagai ujung tombak gerakan pemberdayaan keluarga, sekaligus memastikan bahwa seluruh program PKK berjalan searah dengan visi pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

FGD Perumusan Brand Daerah “Liwu Mokesa” Muna Barat: Wujudkan Pariwisata Unggul dan Berdaya Saing

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Perumusan Brand Daerah “Liwu Mokesa” yang dilangsungkan di ZZ Resto & Coffee. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Muna Barat, Drs. Ali Basa, M.Si, dan dihadiri oleh pejabat OPD se-Kabupaten Muna Barat, pelaku usaha pariwisata, tokoh masyarakat, serta insan media (Kamis, 19 Juni 2025)

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa FGD ini menjadi langkah awal dalam merumuskan makna dan arah Liwu Mokesa, sebagai brand daerah yang mencerminkan identitas dan visi besar pemerintahan Darwin–Ali Basa dalam lima tahun ke depan. “Implementasi dari semua sektor pembangunan harus bermuara pada pencapaian Liwu Mokesa. Oleh karena itu, forum ini harus mampu menghasilkan rumusan yang komprehensif, mudah dipahami, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” ujar beliau.

Lebih lanjut, Drs. Ali Basa mengungkapkan bahwa Liwu Mokesa merupakan representasi filosofis atas harapan bersama untuk menjadikan Muna Barat sebagai wilayah yang nyaman, indah, keren, dan berdaya saing. Untuk memperkuat substansi diskusi, panitia menghadirkan dua pakar dari Universitas Halu Oleo (UHO) guna memberikan masukan ilmiah terhadap konstruksi makna brand tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Muna Barat, Ali Kadirun, dalam laporannya menyampaikan bahwa “Liwu Mokesa” diharapkan tidak hanya menjadi identitas visual, namun mampu menggambarkan nilai filosofis, budaya, serta arah pembangunan daerah secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak agar rumusan brand ini menjadi milik bersama, bukan segelintir kelompok. “Kita ingin agar masyarakat merasa memiliki dan memahami bahwa produk Liwu Mokesa adalah cerminan jati diri Muna Barat,” tegasnya.

Ali Kadirun juga menyampaikan kabar gembira bahwa Desa Pajala sebagai salah satu destinasi wisata di Muna Barat, berhasil masuk nominasi harapan III tingkat nasional dalam seleksi desa wisata yang diikuti oleh 256 desa se-Indonesia oleh Kementerian Pariwisata.

Sesi FGD kemudian diisi oleh pemaparan lima narasumber dengan keahlian lintas bidang:

  1. La Ode ArisRebranding Wisata Muna Barat dan Penguatan Identitas Lokal

  2. Rahmat Sewa SorayaNilai Filosofi, Warisan Budaya, dan Identitas sebagai Keunggulan Muna Barat

  3. SurachmanRelevansi Brand Liwu Mokesa dengan Visi-Misi Pembangunan Daerah

  4. Andi YuwonoKonsep City Branding untuk Pariwisata Muna Barat

  5. Desy SriwulanStrategi Komunikasi dan Pemasaran Pariwisata Muna Barat

Diskusi berjalan aktif dan penuh antusiasme. Peserta memberikan berbagai masukan strategis untuk memperkuat posisi Liwu Mokesa sebagai brand daerah yang mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus memperkuat karakter lokal Muna Barat.

Di akhir sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan harapan Bupati La Ode Darwin agar hasil FGD ini dapat dirumuskan secara paripurna sebagai panduan dalam pelaksanaan program-program unggulan, khususnya di bidang pertanian, perikanan, peternakan, dan pariwisata. “Melalui Liwu Mokesa, kita ingin mewujudkan Muna Barat yang sejahtera dan berkarakter,” pungkasnya.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Ikatan Mubaligh Muna Barat Gelar Rapat Kerja Pasca Penandatanganan MoU: Bahas Tindak Lanjut Program Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Setelah penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara Ketua TP PKK Muna Barat, Ikatan Mubaligh Muna Barat, dan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muna Barat, Ikatan Mubaligh Muna Barat melaksanakan Rapat Kerja (Raker) pada hari Rabu, 18 Juni 2025, di Aula Kantor Bupati Muna Barat. Rapat Kerja ini dibuka langsung oleh Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, dan dihadiri oleh unsur pimpinan serta pengurus dari masing-masing bidang pengurus Ikatan Mubaligh Muna Barat. Raker ini menjadi ajang untuk membahas tindak lanjut pelaksanaan MoU yang baru saja ditandatangani serta merumuskan Draft Rencana Kerja untuk 9 bidang pengurus Ikatan Mubaligh Muna Barat.

Dalam sambutannya, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyampaikan harapannya agar program-program yang tertuang dalam MoU ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Muna Barat. “Program Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas keimanan dan pendidikan agama di Kabupaten Muna Barat. Saya berharap, dengan adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan pendidikan, kita dapat menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang baik dan berakhlak mulia,” ujar Bupati La Ode Darwin.

Bupati juga menekankan pentingnya peran semua pihak dalam pelaksanaan program ini, dan mendorong agar semua program dapat diimplementasikan dengan penuh tanggung jawab, transparansi, dan melibatkan masyarakat secara langsung. “Mari kita semua bergotong royong untuk mewujudkan Muna Barat yang lebih baik melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan,” tambahnya.

Dewan Ahli Ikatan Mubaligh Muna Barat, Muhammad Salim, S.Pt, M.Pt dalam kesempatan tersebut juga memberikan pernyataan yang relevan dengan keberhasilan program-program ini. “Kami menyambut baik adanya kerjasama antara TP PKK, IGI, dan Ikatan Mubaligh dalam mendukung program-program ini. Melalui kegiatan Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah, kita ingin membangun karakter masyarakat Muna Barat dengan pendekatan agama yang komunikatif dan kontekstual, serta memperkuat peran keluarga sebagai pusat pendidikan pertama bagi anak,” ujar Muhammad Salim.

Sementara itu, Ketua Ikatan Mubaligh Muna Barat, La Muhibi, S.Pd.i, mengungkapkan bahwa Raker ini sangat penting untuk merumuskan langkah-langkah konkrit dalam melaksanakan program-program yang telah disepakati. “Raker ini menjadi momen penting bagi kami untuk merencanakan secara terperinci kegiatan-kegiatan yang akan kami lakukan untuk mewujudkan program Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah. Kami juga berkomitmen untuk memperluas jangkauan program ini agar dapat menyentuh semua lapisan masyarakat di Muna Barat,” katanya.

Ketua IGI Muna Barat, Muhammad Azan, S.Pd., M.Pd., yang juga merupakan unsur pimpinan dari Ikatan Mubaligh Muna Barat, menambahkan bahwa kerjasama antara Ikatan Mubaligh dan IGI sangat penting dalam mengoptimalkan pelaksanaan program-program pendidikan agama yang berbasis masyarakat. “Melalui kerjasama ini, kami ingin memastikan bahwa guru-guru dan masyarakat kita dapat saling mendukung dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran agama, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di Kabupaten Muna Barat,” ujar Muhammad Azan.

Rapat Kerja ini tidak hanya menjadi wadah untuk menyusun rencana kerja, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antar organisasi yang terlibat. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk memajukan Kabupaten Muna Barat, diharapkan pelaksanaan program Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah dapat membawa perubahan positif dalam kehidupan masyarakat, baik secara spiritual maupun sosial.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Penandatanganan MoU TP PKK Muna Barat, Ikatan Mubaligh, dan Ikatan Guru Indonesia Muna Barat: Sinergi untuk Peningkatan Pendidikan dan Karakter Anak

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pada Rabu, 18 Juni 2025, bertempat di Aula Kantor Bupati Muna Barat, telah dilangsungkan acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Ketua TP PKK Muna Barat, Rhika Purwaningsih Darwin, SH, Ketua Ikatan Mubaligh Muna Barat, La Muhibi, S.Pd.i, dan Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muna Barat, Muhammad Azan, S.Pd., M.Pd. Penandatanganan MoU ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan karakter anak di Kabupaten Muna Barat.

Dalam MoU yang ditandatangani, terdapat empat poin kesepakatan utama yang menjadi fokus kolaborasi ketiga organisasi ini, yaitu:

  1. Meningkatkan kapasitas guru dan orang tua dalam pendidikan berbasis karakter dan keagamaan.

  2. Menyukseskan program Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah.

  3. Menguatkan peran keluarga sebagai pusat pembelajaran pertama bagi anak.

  4. Menyebarkan nilai-nilai keimanan dan akhlak mulia melalui pendekatan yang komunikatif, menyenangkan, dan kontekstual.

Ketua TP PKK Muna Barat, Rhika Purwaningsih Darwin, SH, mengungkapkan harapannya agar MoU ini dapat memperkuat sinergi antara TP PKK, Ikatan Mubaligh, dan Ikatan Guru Indonesia dalam rangka menciptakan generasi yang berkualitas. “Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak positif bagi pendidikan anak di Kabupaten Muna Barat. Dengan menguatkan peran orang tua, guru, dan tokoh agama, kami yakin anak-anak kita akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas tetapi juga berakhlak mulia,” ujar Rhika.

Ketua Ikatan Mubaligh Muna Barat, La Muhibi, S.Pd.i, juga menyampaikan bahwa sinergi ini sangat penting untuk menguatkan pendidikan berbasis keagamaan. “Pendidikan karakter dan agama harus menjadi dasar dalam pembentukan kepribadian anak. Melalui program-program seperti Mubar Bertasbih dan Mubar Mengaji, kami berharap dapat memperkenalkan nilai-nilai spiritual dan moral yang kuat sejak dini,” jelas La Muhibi.

Sementara itu, Ketua Ikatan Guru Indonesia Muna Barat, Muhammad Azan, S.Pd., M.Pd., menambahkan pentingnya peran guru dalam pengembangan karakter anak. “Guru tidak hanya berperan dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter. Melalui MoU ini, kami akan bersama-sama mendukung upaya peningkatan kapasitas guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dan karakter dalam setiap pembelajaran,” ungkap Muhammad Azan.

Penandatanganan MoU ini diharapkan dapat mempererat kerjasama antara lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak secara holistik. Dengan kolaborasi ini, Kabupaten Muna Barat diharapkan dapat menghasilkan generasi muda yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, sehingga dapat menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

Setelah penandatanganan MoU, acara dilanjutkan dengan penyampaian berbagai program dan rencana aksi dari masing-masing pihak, serta diskusi terkait langkah-langkah implementasi yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan bersama yang telah disepakati.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Lantik 5 Komisioner BAZNAS Periode 2025-2030

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, secara resmi melantik lima Komisioner Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Muna Barat periode 2025-2030 pada Rabu, 18 Juni 2025, bertempat di Aula Kantor Bupati Muna Barat. Pelantikan ini dihadiri oleh pejabat Pemerintah Kabupaten Muna Barat, Ketua TP PKK Muna Barat beserta pengurus, pengurus BAZNAS, pengurus Ikatan Mubaligh Muna Barat (IMM), Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muna Barat, serta sejumlah ormas Islam.

Salah satu tujuan utama pelantikan ini adalah untuk memaksimalkan penerimaan zakat di Kabupaten Muna Barat. Dalam sambutannya, Bupati La Ode Darwin menyampaikan komitmennya untuk mengoptimalkan kontribusi pemerintah daerah dalam penerimaan zakat, yang menjadi sumber penting untuk pemberdayaan umat. Bupati mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, realisasi zakat dari pegawai pemerintah daerah masih sangat rendah, hanya sekitar 30%.

“Saya akan maksimalkan agar kontribusi Pemerintah Daerah dalam penerimaan zakat bisa lebih maksimal. BAZNAS harus menjadi motor penggerak untuk memaksimalkan zakat yang ada di Kabupaten Muna Barat, terutama dari teman-teman pegawai. Saat ini, zakat yang terkumpul masih sangat rendah. Padahal, jika dimaksimalkan, zakat ini bisa memberikan dampak positif bagi kegiatan sosial yang kita lakukan, seperti bantuan untuk pendidikan, seperti yang kita lakukan untuk anak-anak yang belajar di Kairo,” ujar Bupati La Ode Darwin.

Ketua Komisioner BAZNAS Kabupaten Muna Barat, Soenardi, juga memberikan pernyataan terkait rendahnya penerimaan zakat di daerah ini. “Saat ini, penerimaan zakat di Muna Barat masih sangat rendah, bahkan jauh dari potensi yang bisa dicapai. Kami berharap dengan adanya penguatan dari Pemerintah Kabupaten Muna Barat, serta partisipasi yang lebih besar dari ASN dan masyarakat, zakat yang terkumpul dapat lebih maksimal” ungkap Soenardi.

Bupati La Ode Darwin juga menjelaskan potensi besar yang bisa dikumpulkan jika seluruh ASN berpartisipasi dalam program zakat. “Dengan total TPP pegawai yang mencapai sekitar 39 miliar rupiah, jika diambil 2,5% untuk zakat, maka akan terkumpul sekitar Rp 975 juta. Dana tersebut bisa digunakan untuk kepentingan umat, seperti bantuan untuk masjid, warga miskin, dan bantuan sosial lainnya,” jelas Bupati.

Bupati juga menegaskan bahwa zakat maal, yang hanya 2,5 persen dari harta, seharusnya tidak menjadi beban bagi siapapun. “Sebagai contoh, jika seseorang memiliki gaji 3 juta rupiah, maka zakat yang diberikan hanya sekitar 75 ribu rupiah. Tidak ada salahnya untuk berzakat, karena ini adalah kewajiban yang sangat ringan jika kita bersama-sama melakukannya,” tambahnya.

Dengan nada bercanda, Bupati menambahkan, “Jika ada yang keberatan, saya akan gantikan. Nanti mekanismenya pemotongan zakat akan langsung dipotong melalui gaji, dan kita rencanakan bersama-sama penggunaannya. Program kerja BAZNAS harus disepakati bersama, termasuk masjid yang akan dibantu, serta bantuan sosial lainnya yang harus diverifikasi bersama pemerintah daerah agar saya bisa mempertanggungjawabkan kepada seluruh ASN.”

Bupati juga mengungkapkan harapannya agar kondisi masjid di Kabupaten Muna Barat dapat ditingkatkan. “Mari kita lihat, banyak masjid yang kondisinya tidak nyaman untuk digunakan sebagai tempat beribadah. Dalam 5 tahun kedepan, saya targetkan seluruh masjid dan tempat ibadah lainnya seperti gereja, pura, dan wihara sudah dalam kondisi bagus, layak dan nyaman digunakan,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Muna Barat menyampaikan bahwa instruksi Bupati akan segera dikeluarkan untuk memfasilitasi pemotongan langsung zakat oleh Bagian Keuangan dan diserahkan ke BAZNAS.

Selain pelantikan Komisioner BAZNAS, acara ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan MoU antara Ketua TP PKK Muna Barat, Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muna Barat, dan Ikatan Mubaligh Muna Barat untuk mensukseskan program-program sosial, seperti Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah.

Pada kesempatan yang sama, diserahkan juga bantuan Kampung Zakat senilai Rp 15 juta dan bantuan untuk anak-anak yang menempuh pendidikan di Kairo senilai Rp 5 juta. Acara ditutup dengan rapat kerja Ikatan Mubaligh Kabupaten Muna Barat.

Pelantikan dan rangkaian acara ini menjadi langkah penting untuk memperkuat pengelolaan zakat di Kabupaten Muna Barat, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat melalui peningkatan kualitas layanan sosial dan pendidikan.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)