Pemkab Muna Barat dan Pemkab Bantaeng Teken Kesepakatan Kerjasama Perdagangan Komoditas Unggulan Antar Daerah

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng resmi menandatangani kesepakatan bersama mengenai kerja sama perdagangan komoditas unggulan antar daerah. Acara ini berlangsung di Baruga Longue, Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, dengan dihadiri oleh berbagai pejabat dari kedua Kabupaten, Senin (26/08/2024).

Perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Bantaeng adalah Penjabat Bupati Bantaeng, Dr. Andi Abu Bakar, S.IP., M.Si., sementara Penjabat Bupati Muna Barat hadir didampingi Sekda dan beberapa Pejabat Eselon II   mewakili Pemerintah Kabupaten Muna Barat dalam acara penandatanganan tersebut. Kegiatan ini juga disaksikan oleh Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur bidang Kesejahteraan Rakyat, Abdul Hayat Gani.

Dalam sambutannya, Penjabat Bupati Muna Barat, La Ode Butolo, S.P., S.T., M.M., menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang telah membantu memfasilitasi tempat untuk terselenggaranya kegiatan ini. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng yang telah mendukung program kerjasama daerah ini, yang diharapkan dapat membantu mengendalikan laju inflasi di Kabupaten Muna Barat.

Kerjasama ini akan mencakup pengadaan komoditas unggulan  dari Kabupaten Bantaeng untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Muna Barat. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap gejolak inflasi dunia yang belum berakhir, sekaligus upaya untuk memperkuat sinergi antara berbagai stakeholder dalam mengendalikan inflasi daerah.

Perjanjian kerjasama ini secara resmi ditandatangani oleh Kepala Dinas   Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Bantaeng, Dr. H. Muhammad Tafsir P., SS., M.AP dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Muna Barat, La Ode Aka, SP, M.Si. Penandatanganan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kerjasama antar daerah, terutama dalam bidang perdagangan komoditas unggulan yang strategis untuk kedua wilayah.

Penjabat Bupati Bantaeng, Dr. Andi Abu Bakar, S.IP., M.Si., dalam pernyataannya menyampaikan bahwa kerjasama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat hubungan antar daerah dan memaksimalkan potensi komoditas unggulan yang dimiliki oleh Kabupaten Bantaeng. “Kami berharap kerjasama ini tidak berakhir dipenandatanganan saja dan hanya menguntungkan kedua belah pihak dalam hal perdagangan, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua kabupaten,” ujarnya. Beliau juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bantaeng untuk terus mendukung langkah-langkah yang diperlukan guna memperlancar distribusi komoditas unggulan ke Kabupaten Muna Barat.

Penjabat Bupati Muna Barat, La Ode Butolo, juga menyampaikan harapannya agar kerjasama ini dapat berjalan dengan lancar dan berkelanjutan. Beliau berharap, dengan adanya kerjasama ini, Muna Barat dapat memastikan ketersediaan komoditas pangan yang cukup untuk masyarakat dan menstabilkan harga di tengah tantangan ekonomi global yang sedang berlangsung. “Saya berharap kerjasama ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas di berbagai sektor, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedua daerah,” ungkapnya.

Setelah penandatanganan kesepakatan bersama, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan di bawah komando Asisten II Setda Muna Barat Muh. Naazirun, S.Pd, M.Si, dengan tujuan melihat potensi daerah yang ada di Kabupaten Bantaeng.

Penandatanganan perjanjian kerjasama ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mempererat hubungan antar kedua daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua kabupaten.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar

Penulis : Kabid Opini & Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)

Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Pemkab Muna Barat Laksanakan Evaluasi Audit Kasus Stunting Semester 1 Tahun 2024

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Intervensi penurunan kasus stunting secara terintegrasi terus diupayakan oleh pemerintah Kabupaten Muna Barat. Sehubungan dengan hal tersebut, pada Jumat (23/08/2024) dilaksanakan Evaluasi Audit Kasus Stunting semester 1. Agenda yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati ini menghadirkan segenap stakeholder yang berasal dari 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 2 puskesmas yakni Puskesmas Tondasi dan Puskesmas Kampobalano.

Audit Kasus Stunting merupakan program kerja dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana  (DP2KB) Kabupaten Muna Barat. Kepala Dinas P2KB yang diwakili oleh Kabid Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Darmawati dalam sambutan nya menyatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan atas dasar Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 serta Peraturan BKKBN Nomor 12 dan 13 Tahun 2021. Identifikasi risiko pada audit kasus stunting bermaksud untuk menemukan atau mengetahui risiko potensial, penyebab langsung, dan penyebab tidak langsung terjadinya stunting pada calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, baduta dan balita.

Oleh sebab itu, dalam kesempatan tersebut dihadirkan dua tenaga medis spesialis sebagai pemateri yakni dr. Eva selaku Dokter Spesialis Anak dan dr. Lathifa Nadya Indraswari selaku Dokter Spesialis Kandungan. Diawal materi, dr. Eva menyitir defenisi stunting dari WHO Fact of Malnutrition 2020 bahwa stunting merupakan perawakan pendek (stunted) akibat malnutrisi kronik. Kondisi ini merupakan dampak dari asupan yang tidak adekuat disaat kebutuhan tubuh anak meningkat. Saat ini prevalensi stunting secara nasional adalah 21,6 %. Hal ini menjadikan stunting sebagai salah satu Program Prioritas Nasional menuju target 14%.

Peran pemerintah sangat krusial dalam menunjang keberhasilan program tersebut. Menurut dr. Eva, peran yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah dengan merumuskan strategi percepatan penurunan stunting melalui intervensi spesifik dan intervensi sensitif. Intervensi spesifik terdiri dari 9 poin, sedangkan intervensi sensitif terbagi atas 4 poin.

Pada akhir pemaparannya, dokter yang sehari-hari menjalankan pelayanan di RSUD Muna Barat tersebut  memaparkan evaluasi terhadap kasus stunting seorang anak usia 9 bulan bernama NH. Hasil pemeriksaan antropometri pada bulan Mei 2024 didapatkan BB 4,2 kg dan TB 64 cm yang artinya anak tersebut masuk dalam kategori gizi buruk. Setelah dilakukan intervensi, Agustus 2024 BB anak NH menjadi 5 kg dan TB 67,2. Meski mengalami peningkatan tetapi nilai ini masih termasuk dalam kategori gizi buruk. Untuk itu akan dilakukan intervensi dengan memperhatikan penyebab masalah dan alternatif yang dapat ditempuh guna menyelesaikannya.

Selanjutnya, dr. Lathifa Nadya Indraswari memaparkan evaluasi kasus Kekurangan energi Kronis (KEK) pada 1 ibu hamil di wilayah kerja Puskemas Tondasi. Ibu berumur 27 tahun dengan hasil pemeriksaan Lila < 23.5 dan IMT <18,5. Diagnosis KEK didasarkan pada ukuran Lila yang berada dibawah 23,5. Dikatakan dr. Lathifa bahwa faktor predisposisi dari kondisi ini adalah asupan nutrisi yang kurang dan faktor medis. Intervensi yang akan dilakukan adalah pemantauan asupan makanan dan berat badan. Jika tidak terjadi kenaikan BB 1 kg/bulan pada trimester 1 dan 2 kg/bulan pada trimester 2 dan 3 maka akan dilakukan evaluasi ulang terkait kondisi klinis, asupan gizi, skrining faktor resiko, dan manajemen. Adapun setelah upaya tersebut tidak ada perubahan, akan dilakukanrujukan ke Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar

Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)

Editor : Kabid Opini & Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)

Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

 

 

Jalan Santai Jadi Penutup Rangkaian Kegiatan HUT RI Dan HUT Muna Barat 2024

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Tepat satu bulan pemerintah Kabupaten Muna Barat melaksanakan serangkaian agenda dalam memperingati HUT Muna Barat ke-10 dan HUT RI ke-79. Diawali dengan jalan santai pada Sabtu (20/07/2024), diakhiri pula dengan jalan santai Selasa (20/08/2024). Rute yang ditempuh oleh peserta berawal dari Lapangan Sepak Bola Desa Nihi, Kecamatan Sawerigadi dan berakhir di Lapangan Sepak Bola Desa Guali, Kecamatan Kusambi.

Pj. Bupati Muna Barat Laode Butolo bersama Sekda Laode Muhammad Husein Tali hadir membersamai masyarakat dalam kegiatan tersebut. Para peserta tampak antusias menempuh track sejauh kurang lebih 4 km. Dititik akhir, panitia menyiapkan aneka hadiah hiburan seperti sepeda listrik, sepeda lipat, TV, dispenser, kulkas, rice cooker, dan lain-lain.

Dalam kesempatan tersebut, Pj. Bupati Muna Barat juga menyerahkan 45 unit mesin Pompa Air kepada sejumlah kelompok tani. Laode Butolo didampingi oleh Kadis Pertanian Nestor Jono saat menyerahkan bantuan secara simbolis. Pemberian bantuan dimaksudkan sebagai upaya menjaga ketahanan pangan dalam menghadapi fenomena El Nino.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar

Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)

Editor : Kabid Opini & Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)

Penanggungjawab : Kadis kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Pengumuman Penerimaan CPNS Kab. Muna Barat Tahun 2024

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat kembali melakukan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2024. Berdasarkan pengumuman resmi Nomor P/810/004/PANSELDA/VIII/2024, Kabupaten Muna Barat mengalokasikan formasi CPNS sebanyak 260 formasi. Formasi terdiri dari tenaga kesehatan dan tenaga teknis.

Informasi lebih lengkap dapat dilihat pada link dibawah ini :

Download Pengumuman

Pemerintah Muna Barat Sukses Laksanakan Upacara Pengibaran dan Penurunan Sang Saka Merah Putih Pada Peringatan HUT RI Ke-79

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia di Kabupaten Muna Barat, Sabtu (17/08/2024) berlangsung khidmat. Pj. Bupati Muna Barat Laode Butolo bertindak sebagai inspektur upacara. Upacara dilaksanakan di Lapangan Wamelai, Kecamatan Lawa. Hadir pada upacara peringatan HUT RI ke-79 segenap tamu undangan dari Forkopimda, Asisten, Staf Ahli, Ketua dan Anggota DPRD Kab.Muna Barat, Kepala OPD,  Tokoh Adat dan undangan lainnya.

Seluruh rangkaian upacara peringatan HUT RI ke-79 berjalan tertib dan lancar. Bertindak sebagai perwira upacara Kapten Infanteri Ruslan Diana selaku Danramil Lawa. Sedangkan tugas sebagai Komandan Upacara diemban oleh Danramil Tiworo Kepulauan Letnan Satu Infanteri Abdul Salam. Dalam rangkaian upacara, berlangsung pembacaan Teks Proklamasi oleh Wakil Ketua DPRD Muna Barat Uking Djasa dan raungan sirine peringatan Detik-Detik Proklamasi.

Selanjutnya, proses pengibaran Bendera Merah Putih dilakukan oleh pasukan pengibar bendera yang beranggotakan putra-putri terbaik Kabupaten Muna Barat. Anggota Polsek Lawa Novriyamin Baco dengan penuh semangat bertindak sebagai Komandan Pasukan. Pada saat pengibaran, Wa Ode Nurul Safaat Rada asal SMAN 1 Lawa mengemban amanah sebagai pembawa baki berisi Bendera Merah Putih yang diterima secara langsung dari Pj. Bupati Muna Barat. Sedangkan pada saat penurunan, Estiana Rahayu dipercaya sebagai pembawa baki dan bertugas mengembalikan bendera ke tempatnya semula.

Tim Kominfo Muna Barat berkesempatan melakukan wawancara singkat kepada beberapa petugas Paskibraka. Novriyamin Baco mengungkapkan rasa bangganya dapat terpilih sebagai Komandan Pasukan. Anggota Polsek lawa ini menitip pesan kepada calon-calon pasukan pengibar bendera kedepannya, “Tetap semangat, jangan cepat lelah dengan latihannya karena kita harus bangga untuk jadi anak Paskibraka.”

Selanjutnya, dara cantik asal SMAN 1 Lawa Estiana Rahayu juga membagikan tips hingga berhasil terpilih sebagai pembawa baki. Alumni Jambore Nasional ini mengungkapkan bahwa pemahaman tentang Peraturan Baris-Berbaris sangat penting, “Kalau dalam latihan itu cara PBB nya sama senyumnya juga yang dilihat.” Estiana mengungkapkan ada banyak hal yang didaptkan selama kurang lebih 15 hari menjalani latihan yakni disiplin, semangat, dan teman-teman baru.

Hal senada juga diungkapkan oleh Agus Pryono selaku anggota Paskibraka asal SMAN 1 Lawa. Agus yang menempati posisi pasukan 17 saat Pengibaran Sang Saka Merah Putih tersebut mengungkapkan bahwa selama proses berlatih, seluruh calon paskibra dididik untuk menjadi disiplin serta memiliki mental dan fisik yang kuat. Pemuda yang kini tengah duduk di kelas 10 ini juga mengemukakan tentang penanaman jiwa korsa selama proses latihan, “Kami diajarkan apa itu arti kebersamaan dan jiwa korsa. Seperti, salah satu orang berarti semua harus kena. Makan siang kalau belum lengkap putra ataupun putri berarti belum bisa makan.”

 

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar

Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)

Editor : Kabid Opini & Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)

Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

 

 

 

71 Siswa SMA Terpilih Dikukuhkan Sebagai Peserta Paskibraka Muna Barat  Tahun 2024

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Menyongsong upacara peringatan HUT Republik Indonesia ke-79, pemerintah Kabupaten Muna Barat mengukuhkan 71 siswa dan siswi yang telah menjalani Diklat Paskibraka. Anggota Paskibraka Muna Barat berasal dari 3 sekolah yakni SMA 1 Tikep, SMA 1 Lawa, dan SMA 1 Kusambi. Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Muna Barat didaulat sebagai penanggung jawab dalam pelaksanaan Program Paskibraka.

Acara pengukuhan berlangsung di Tribun Utama Lapangan Wamelai Kecamatan Lawa pada Jumat (15/08/2024). Pj..Bupati Laode Butolo didampingi Sekretaris Daerah Laode Muhammad Husein Tali hadir secara langsung bersama sejumlah Kepala OPD se-Muna Barat. Pelatih yang terdiri dari unsur TNI dan Polri tampak khidmat mengikuti jalannya acara.

Program Paskibraka secara nasional diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022. Pada pasal 5 secara jelas dinyatakan bahwa pembentukan Paskibraka dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu rekrutmen dan seleksi, pemusatan pendidikan dan pelatihan, serta pengukuhan.

Dalam proses pengukuhan, calon Paskibraka diwajibkan mengucap Ikrar Putra Indonesia. Berikut lafadz  Ikrar Putra Indonesia .

Aku mengaku putra Indonesia.

Dan berdasarkan pengakuan itu, aku mengaku bahwa aku adalah mahluk Tuhan Sang Maha Pencipta dan bersumber padanya.

Aku mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia.

Aku mengaku berbangsa satu, Bangsa Indonesia.

Aku mengaku bernegara satu, Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Aku mengaku berjiwa dan berideologi satu, jiwa dan ideologi Pancasila, dan satu Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Aku mengaku bertujuan satu, masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Aku mengaku kebinekaan dalam kesatuan budaya bangsa.

Aku mengaku sebagai generasi penerus perjuangan besar kemerdekaan dengan akhlak dan ihsan menurut rida Tuhan Yang Maha Esa.

Berdasarkan pengakuan-pengakuan ini dan demi kehormatanku sebagai kader bangsa, aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajibanku untuk mengamalkan semua pengakuan ini dalam karya hidupku sehari-hari.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati niatku ini dengan taufik dan hidayah-Nya serta inayah-Nya,”

Tepat setelah ikrar selesai diucapkan, Pemimpin Upacara mencium Sang Merah Putih diiringi Lagu Kebangsaan Indonesia.

Sumber : Tim Liputan Diskomimfo Mubar

Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)

Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)

Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahmn, S.Pd, M.Si)

Lomba Tarik Tambang  Warnai Peringatan HUT Muna Barat dan HUT RI 2024

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Masih dalam rangkaian semarak peringatan HUT Muna Barat dan HUT RI 2024, pemerintah kabupaten menyelenggarakan Lomba Tarik Tambang. Pertandingan berlangsung di halaman Kantor Bupati Muna Barat pada Rabu (14/08/2024). Sekretaris Daerah Laode Muhammad Husein Tali hadir secara langsung membuka jalannya kegiatan.

Sekda mengungkapkan bahwa pertandingan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menjaga kebersamaan antar kecamatan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sebanyak 8 kecamatan dan 34 OPD berpartisipasi menyemarakkan jalannya perlombaan. Dinas Kesehatan menjadi penanggungjawab utama mengawal jalannya pertandingan yang dimainkan oleh 7 peserta dari setiap tim. Mursalin bertindak sebagai koordinator lapangan.

Pada Lomba Tarik Tambang tingkat kecamatan, juara 1 diraih oleh Kecamatan Barangka yang menang dalam dua kali pertandingan secara berturut-turut.  Sedangkan yang menduduki posisi kedua adalah Kecamatan Lawa.

Adapun tingkat OPD yang berhasil masuk dalam babak semifinal antara lain Satpol PP, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pertanian, serta Sekretariat Daerah. Satpol PP dan Dinas Pertanian memperebutkan posisi pertama dan kedua sedangkan Dinas PUPR dan Sekretariat Daerah memperebutkan posisi ketiga dan keempat.

Setelah melalui pertandingan yang sengit, Satpol PP berhasil keluar sebagai peringkat pertama. Dinas Pertanian mengamankan posisi kedua. Adapun pemenang ketiga diraih oleh Sekretariat Daerah. Dinas PUPR harus puas berada pada posisi keempat.

Pada akhir kegiatan, berlangsung pertandingan eksibisi antara peringkat pertama OPD melawan pemenang utama tingkat kecamatan. Pertandingan eksibisi ini dimenangkan oleh Kecamatan Barangka usai meraih kemenangan dalam 2 kali pertandingan berturut-turut.

Seluruh tim yang berhasil menjadi pemenang akan mendapatkan hadiah. Namun, belum ada informasi pasti terkait jenis hadiah yang akan didapatkan oleh masing-masing tim.

 

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar

Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)

Editor : Kabid Opini & Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)

Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Kejuaraan Kalego, Melestraikan Tradisi Dalam Semarak HUT RI Dan HUT Muna Barat Tahun 2024

KOMINFO. MUNA  BARAT. GO. ID Semburat senyum menghiasi wajah sekumpulan perempuan bersarung khas Suku Muna. Masing-masing tampak memegang sebongkah tempurung kelapa sebagai peranti utama dalam permainan Kalego. Sebuah permainan tradisional Suku Muna yang tak lagi dikenali oleh generasi saat ini. Momen perayaan HUT Muna Barat ke-10 dan HUT RI ke-79 menjadi waktu tepat untuk kembali mengenalkan kekayaan budaya milik leluhur.

Lapangan Wamelai Kecamatan Lawa menjadi saksi atas pelestarian permainan tradisional ini. Dinas Pemuda dan Olahraga serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi tampil sebagai panitia kegiatan. Jalannya pertandingan telah dimulai sejak Minggu (11/08/2024). Sebanyak 10 tim yang berasal dari beberapa wilayah di Muna Barat beradu ketangkasan dan kelihaian memainkan tempurung. Setiap tim terdiri dari 4 orang dan bermain dalam sebuah arena persegi.

Adapun teknis permainan dimulai dengan pengundian dimana dua orang dari tim berbeda akan memegang dan membenturkan tempurung kelapa lalu membiarkannya jatuh ke tanah. Tempurung yang jatuh dalam posisi terbuka akan menjadi pemain pertama. Jika posisi sama maka akan terus diulang hingga posisi berbeda.

Selanjutnya, tempurung dari pemain kedua disusun pada jarak yang telah ditentukan. Sedangkan pemain pertama berbaris membelakangi dengan mengapit tempurung pada kedua kakinya. Empat pemain secara bergiliran akan melompat dan melepaskan tempurung hingga mengenai tempurung lawan. Jika tepat mengenai milik lawan pada percobaan pertama maka mendapatkan 2 poin. Namun, jika meleset akan diulang dari lokasi jatuhnya tempurung. 1 poin akan didapatkan saat berhasil mengenai tempurung lawan pada percobaan kedua.

Dalam satu sesi permainan terdapat dua babak. Perhitungan poin diakumulasi dari babak pertama dan babak kedua. Skor tertinggi akan keluar menjadi pemenang. Pada kejuaraan se-Muna Barat ini, Kelurahan Wamelai dan Desa Latugho bersaing di babak final. Kelurahan Wamelai keluar sebagai juara pertama dengan total skor 74 poin. Juara kedua diduduki oleh Desa Latugho dengan total skor 35 poin. Posisi ketiga diraih oleh Desa Sawerigadi yang mengumpulkan 45 poin. Sedangkan peringkat keempat jatuh kepada Desa Madampi dengan total jumlah poin 41.

Para pemenang akan mendapat apresiasi berupa piala dan uang tunai. Salah satu panitia mengungkapkan harapan agar kegiatan ini terus dilestarikan, “Dengan adanya kegiatan ini, kalau bisa dilanjutkan terus karena permainan ini sebagai permainan tradisional yang harus dilestarikan kembali.”

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar

Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)

Editor : Kabid Opini & Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)

Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al rahman, S.Pd, M.Si)

 

 

 

 

 

 

 

Karnaval Budaya Muna Barat Dalam Balutan Warna Warni Nusantara.

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Dalam rangka menyemarakkan HUT Muna Barat ke-10 dan menyambut HUT Republik Indonesia ke-79, pemerintah Kabupaten Muna Barat menggelar Karnaval Budaya. Penjabat Bupati Laode Butolo bersama Sekretaris Daerah dan Kepala Kemenag Muna Barat hadir secara langsung sekaligus membuka jalannya kegiatan.

Karnaval Budaya yang menjadi sarana pelestarian nilai-nilai tradisi berlangsung pada Jumat (09/08/2024). Pembukaan dan arena titik awal berada di Lapangan Sepak Bola Desa Suka Damai, Kec. Tiworo Tengah. Adapun titik akhir kegiatan Karnaval Budaya adalah Lapangan Desa Mekar Jaya Kec. Tiworo Tengah. Jarak tempuh antar lokasi awal sampai akhir kurang lebih 3 km.

Peserta pawai berasal dari Organisasi Perangkat Daerah, Kecamatan, Desa, dan masyarakat. Peserta tampak mengenakan kostum dari berbagai daerah seperti Muna, Buton, Jawa, Bugis, Bali, Nusa Tenggara, dan lain-lain. Sebagaimana semboyan bangsa Indonesia ‘Bhineka Tunggal Ika’, pakaian ini melambangkan keberagaman yang bersatu dalam ajang Karnaval Budaya.

Pasukan Marching Band yang berada pada barisan awal menambah kemeriahan karnaval . Masing-masing rombongan berupaya menampilkan ciri khasnya. Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) diiringi oleh gadis-gadis cilik yang tampak gemulai bernari. Dinas Kesehatan Muna Barat dimulai penampilan silat khas Suku Muna yakni Ewa Wuna. Dalam rombongan tersebut juga terdapat beberapa orang yang tampak membawa Kasughu -memikul hasil pertanian-. Sedangkan Dinas Perikanan dan Kelautan didampingi Maskot Ikan dari Rare Indonesia. Rombongan lain menarik perhatian dengan aneka yel-yel. Salah satunya Dinas Kominfo Muna Barat yang tampil meriah dengan tagline “Menguatkan yang Lemah” sebagai semangat untuk terus menguatkan jaringan di wilayah-wilayah blank spot se Muna Barat.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar

Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)

Editor : Kabid Opini & Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)

Penanggungjawab : Kadis Kminfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Kominfo Muna Barat Ikuti Rakor Sinergitas Komisi Infromasi Provinis Sulawesi Tenggara

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Keterbukaan informasi publik merupakan kewajiban bagi setiap Badan Publik yang menjadi bagian penting dalam Reformasi Birokrasi. Atas dasar tersebut Komisi Informasi Pusat (KIP) Provinsi Sulawesi Tenggara selaku lembaga mandiri yang bertugas menjalankan keterbukaan informasi menyelenggarakan Rapat Koordinasi Sinergitas antara KIP bersama PPID Utama dan PPID Pembantu Kab/Kota se-Sulawesi Tenggara di Kendari pada Kamis (01/08/2024).

Hal ini sebagai upaya menyongsong Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2024. Hasmasyah Umar selaku Ketua KIP Sultra mengungkapkan bahwa monev dilaksanakan sebagai bentuk pemantauan dan evaluasi kualitas pelaksanaan keterbukaan informasi publik pada badan publik dalam kurun waktu satu tahun terkahir.

“KIP memfasilitasi kegiatan ini bersama PPID Utama dan Pembantu agar dapat menyatukan tujuan diselenggrakananya Monev Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2024.” ujarnya

Pada tahun sebelumnya, Sulawesi Tenggara menduduki urutan ke 15 dari 38 provinsi dengan nilai 77,19 atau kualifikasi cukup informatif. Nilai ini masih berada diatas nilai rata-rata nasional yakni 75,40. Guna meningkatkan pencapaian pada tahun 2024 ini dibutuhkan sinergi dan kerjasama dari seluruh badan publik di Sulawesi Tenggara.

Sekretaris Daerah Sulawesi Tenggara Asrun Lio menyampaikan bahwa Keterbukaan Informasi Publik adalah sarana utama untuk mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara dan badan publik lainnya. Akses informasi yang terbuka akan bermuara pada partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan serta memastikan setiap kebijakan dan keputusan berimplikasi positif bagi kepentingan rakyat.

“Dengana adanya akses informasi terbuka maka masyarakat bisa berpartisipasi memantau jalannya pemerintahan. Karena inofrmasi tidak terbuka, banyak yang turun kejalan mencari informasi. Kalau sudah ada informasi, saya yakin tidak ada lagi yang akan turun kejalan.” ujar Asrun Lio saat menyampaikan sambutan.

Lebih lanjut, Sekda Prov. Sultra tersebut juga meminta kepada setiap badan publik agar membuat website instansi. Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) sebagai ujung tombak dalam pengelolaan infromasi publik memiliki peran yang sangat strategis. PPID diminta untuk memastikan bahwa setiap informasi atau agenda perangkat daerah dipublikasikan secara luas melalui berbagai kanal baik website resmi maupun media sosial.

“Website memerlukan seorang designer website. Kalau tidak punya SDM kita bisa menghire orang untuk membangun itu. Setelah rapat koordinasi hari ini, semua sudah diasistensi oleh Komisi Informasi mana perangkat daerah yang belum ada akses informasi. Website ini salah satu akses inofrmasi.” tuturnya

Usai pembukaan, kegiatan rapat koordinasi dilanjutkan dengan diskusi yang dimoderatori oleh Komisioner KIP bidang Advokasi Rahmawati. Sebelum diskusi, peserta menyimak penyampaian materi yang terbagi dalam tiga sesi. Sesi pertama disampaikan oleh Syawaluddin selaku Komisioner KIP Pusat dengan materi Tata Kelola PPID. Pada sesi kedua Kabid IKP Kominfo Sultra sekaligus Kepala Sekretariat KIP Sultra Yudi Masril memaparkan tentang Pengelolaan Konten Website PPID. Sedangkan pada sesi ketiga diisi oleh Hamzah Machmud dari Dinas Kominfo Bau-Bau dengan materi Best Practice Pengelolaan PPID Utama Kota Baubau.

Pada sesi pertama, Syawaluddin kembali memaparkan tentang pentingnya keterbukaan informasi publik sebagai sarana untuk memperoleh kepercayaan dari masyarakat sehingga dapat mendukung pembangunan. Adapun rencana aksi dalam mendukung keterbukaan informasi publik diantaranya peningkatan kapasitas SDM, penetapan SOP dan regulasi yang jelas, komitmen pimpinan, serta pemberian penghargaan bagi PPID pelaksana dengan kinerja baik. Syawaluddin juga menjelaskan tentang sengketa informasi publik serta tahapan penyelesaiannya.

Selanjutnya, pada sesi kedua Yudi Masril menjabarkan tentang sistematika UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Tentang pelaksanaan UU tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2010. Selain itu, Kepala Sekretariat KIP Sultra ini juga memaparkan tentang apa dan siapa PPID, bagaimana status/posisinya, legalitas, serta tugas dan fungsinya apa saja

Sesi terakhir berisi penjelasan tentang bagaimana Kota Baubau melakukan serangkaian kegiatan dalam upaya Keterbukaan Informasi Publik sehingga mampu berada pada 3 besar PPID terbaik se Sulawesi Tenggara. Saat ini seluruh OPD Baubau telah memiliki website bahkan hingga tingkat kelurahan. Dalam pemberian informasi kepada publik, setiap OPD senantiasa menyertakan Dinas Kominfo.

Sumber : Tim Liputan diskominfo Mubar

Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)

Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)

Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)