TP PKK Muna Barat Gelar Pelatihan Penguatan Literasi 10 Program Pokok PKK

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pelatihan Penguatan Literasi 10 Program PKK menjadi agenda pertama usai pelantikan dan pengukuhan Tim Penggerak (TP) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) periode 2025-2030. TP PKK Muna Barat menghadirkan Pegiat Literasi Provinsi Sulawesi Tenggara Andi Diah Masyita Arsyad sebagai narasumber. Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Bupati pada Rabu, 28 Mei 2025 tersebut dibuka oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Muna Barat Muhammad Naazirun.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Staf Ahli Bidang Pemerintahan Ali Mochtar Jaya, Ketua Darma Wanita Muna Barat Muliati Husein Tali, serta jajaran pengurus TP PKK Muna Barat. Ketua Bidang 4 Waode Siti Amziah Ibrahim mewakili Ketua TP PKK Rika Purwaningsih Darwin menyampaikan bahwa literasi memiliki kedudukan sangat vital dalam pelaksanaan 10 Program PKK. Literasi tidak hanya berkaitan dengan proses membaca dan menulis tetapi melingkupi kemampuan berpikir kritis dan inovatif.

“Pelatihan Penguatan Literasi 10 Program PKK ini adalah kegiatan perdana dibawah kepemimpinan Ibu Rika Purwaningsih Darwin. Literasi menjadi sangat penting sebab bukan hanya tentang membaca dan menulis tetapi kemampuan berpikir kritis dan inovatif,” ujar Waode Sitti Amziah saat menyampaikan sambutan.

Ketua Bidang 4 ini juga mengharapkan agar pelatihan ini menghasilkan perencanaan kegiatan secara terstruktur sehingga program yang dijalankan dapat semakin efektif dan efisien menuju cita-cita Muna Barat Liwu Mokesa. Waode Sitti Amziah mengingatkan bahwa literasi mampu membangun sebuah masyarakat berbudaya dan berdaya saing.

“Diharapkan ibu-ibu pengurus dapat merencanakan kegiatan secara terstruktur agar program yang dijalankan bisa efektif dan lebih baik lagi. Mari kita ciptakan lingkungan yang mendukung literasi baik di rumah, sekolah, dan maupun lingkungan masyarakat. Dengan literasi bisa membangun masyarakat berbudaya dan berdaya saing. Semoga pelatihan ini bisa memberi inovasi khususnya bagi pengurus agar Muna Barat menjadi Liwu Mokesa,” pungkasnya

Selanjutnya, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Muna Barat Muhammad Naazirun menjabarkan tentang literasi yang harus dimiliki oleh pengurus PKK dalam menjalankan tugas. Asisten II menjelaskan bahwa pada dasarnya literasi merupakan kemampuan dasar manusia dalam menganalisa kondisi berbagai macam aspek dalam kehidupan.

“Saya akan menyampaikan seperti apa literasi yang harus dimiliki oleh pengurus PKK karena urutan 10 Program PKK bukan kata-kata kosong tapi urutan tugas yang harus dilaksanakan. Literasi pada prinsip dasarnya adalah kemampuan dasar manusia untuk menganalisa kondisi berbagai macam aspek,” ujarnya

Muhammad Naazirun mengingatkan bahwa PKK adalah mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan visi misi pemerintahan kepada masyarakat. Ia juga mengingatkan peran penting perempuan dalam segala bidang baik ditinjau dari aspek agama, sosiologi, hingga psikologi.

“Yang paling penting bagi pengurus adalah memahami konteks dasar bahwa PKK merupakan mitra dalam menyampaikan visi misi pemerintah pada masyarakat. Dalam ilmu Psikologi, mengingatkan betapa pentingnya kedudukan ibu-ibu dalam sebuah tatanan. Dalam ilmu Sosiologi dikatakan bahwa kalau ingin menghancurkan negara, hancurkan perempuannya; kalau ingin menghancurkan pemerintah, hancurkan perempuannya; dan kalau ingin merusak keluarga, maka rusak lah perempuannya. Dalam aspek agama, kedudukan perempuan punya tingkatan yang lebih tinggi dari suami,” tuturnya.

Bertolak dari peran penting tersebut, Muhammad Naazirun berharap agar materi yang disampaikan tidak terbatas pada 10 Program PKK tetapi lebih luas lagi. Asisten II mengingatkan bahwa salah satu literasi yang penting saat ini adalah literasi digital sebab digitalisasi memilki dampak positif dan negatif. Dampak negatif inilah yang seyogyanya mampu diminimalisasi oleh pengurus PKK.

“Hari ini kita mencoba meningkatkan pemahaman. Saya berharap materi hari ini tidak terbatas pada 10 program PKK tapi secara luas. Literasi paling prinsip yang harus dipahami anggota PKK adalah 2 yaitu harus memahami literasi digital dan literasi psikologis. Pengaruh digitalisasi sudah meninggalkan norma kesantunan dalam budaya kita. Siapa penyaringnya? Ibu-ibu anggota PKK. Sedangkan literasi psikologis menjadi penting dalam sebuah hubungan untuk menjembatani berbagai perbedaan,” pungkasnya.

Usai sambutan, Andi Diah Masita selaku narasumber memaparkan materi pertama bertajuk Etika Kelompok. Pembahasan tentang etika menjadi penting sebab etika lah yang menjadi dasar dari norma berkehidupan. Tujuan dari pembahasan ini adalah membentuk sebuah kebiasaan yang baik sebagai gambaran kehidupan masyarakat berbudaya.

Pada akhir materi, Andi Diah membagi peserta dalam 5 kelompok. Masing-masing memiliki tugas untuk menunjuk ketua, sekretaris, dan seksi kesenian. Setelah itu kelompok menentukan nama kelompok dan membuat yel-yel yang mengandung unsur kebudayaan di Muna Barat. Para peserta antusias dan semakin bersemangat saat diminta untuk menampilkan yel-yel di hadapan seluruh peserta.

Narasumber menutup sesi pertama dengan kesimpulan singkat nan menggugah rasa, “Ternyata ketika kita menurunkan ego, satu karya akan dihasilkan. dari praktik kecil ini kita belajar untuk saling menghargai, menghormati, menunjuk, dan mempercayakan amanat kepada seseorang. Maka masing-masing harus menurunkan ego agar suatu hasil tercipta. Itulah etika berkelompok. Pintar menempatkan diri. Apa yang dikerjakan dari hati akan sampai ke hati.”

Adapun materi kedua yang disampaikan adalah tentang Literasi Dalam 10 Program PKK. Andi Diah Masita mengungkapkan bahwa literasi merupakan fondasi pemahaman yang akan menghasilkan solusi dan penyelesaian. Literasi dapat dimulai dari lingkungan terkecil dengan sasaran generasi penerus yang meliputi semua lini kehidupan sejak masa kanak-kanak hingga usia produktif. Subjek dari literasi adalah orang tua.

Penyiar TVRI tersebut menjelaskan bahwa literasi dan PKK memiliki keterkaitan tujuan dimana PKK bertujuan membentuk keluarga yang sejahtera sedangkan literasi bertujuan memperluas pengetahuan dan memperdalam pemahaman menuju kesejahteraan. Hal inilah yang membuat Tim Pengurus PKK harus memilki literasi yang kuat dalam menjalankan program-programnya.

Sebagai penutup sesi ke 2, narasumber meminta masing-masing Kelompok Kerja (Pokja) membentuk kelompok lalu mendiskusikan masalah-masalah pada bidangnya. Selanjutnya setiap Pokja diminta untuk menemukan solusi, membuat program, serta Rancangan Tindak Lanjut. Hasil dari pemaparan dan diskusi antar Pokja akan menjadi laporan kepada Ketua Tim Penggerak PKK Muna Barat Rika Purwaningsih Darwin.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Raih WTP Ke-9, Bupati Muna Barat Janji Perbaiki Tata Kelola Keuangan

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat kembali mencetak preastasi luar biasa dalam pengelolaan keuangan daerah. Laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Muna Barat tahun anggaran 2024 dinyatakan mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulawesi Tenggara. Preastasi ini tidak hanya mengukuhkan Muna Barat sebagai daerah dengan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel, tetapi juga mencatatkan rekor gemilang,    meraih predikat opini WTP untuk ke-9 kali nya secara berturut-turut.

Opini WTP diserahkan secara langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara Dadek Nandemar kepada Bupati Muna Barat Laode Darwin. Dalam kesempatan tersebut, Laode Darwin mengungkapkan apresiasi atas kerja keras seluruh jajaran pemerintah Muna Barat dalam mengelola keuangan daerah.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004, Opini WTP menandakan bahwa bahwa laporan keuangan entitas yang diperiksa, menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas entitas tertentu sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

“Di usia memasuki ke-11 tahun Kabupaten Muna Barat, kami telah meraih WTP kesembilan berturut-turut. Ini adalah buah kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah dalam mengelola keuangan secara transparan dan akuntabel,” ujar Laode Darwin saat konferensi pers.

Bupati Muna Barat berjanji akan menindaklanjuti rekomendasi dari BPK RI dan terus berupaya memperbaiki pengelolaan keuangan daerah. Laode Darwin berkomitmen menjadikan Muna Barat sebagai contoh tata kelola keuangan yang bersih dan beritegritas.

“Kami akan terus memperbaiki sistem pengelolaan keuangan, terutama menyikapi rekomendasi dari BPK RI. Tujuannya agar opini WTP ini dapat dipertahankan secara berkelanjutan. Kami bertekad menjadikan Muna Barat sebagai contoh tata kelola keuangan yang bersih dan berintegritas. Ini adalah komitmen kami untuk rakyat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Opini WTP merupakan penilaian tertinggi dalam keuangan negara yang diberikan ketika laporan tersebut sudah sesuai dengan standar akuntansi keuangan. Keberhasilan mempertahankan opini WTP berdampak positif pada anggaran daerah sebab Kementerian Keuangan RI akan memberikan dana insentif kepada daerah tersebut.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

HARKITNAS KE-117 USUNG TEMA BANGKIT BERSAMA WUJUDKAN INDONESIA KUAT

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional dilaksanakan pada tanggal 20 Mei setiap tahunnya. Pada peringatan ke-117, pemerintah Kabupaten Muna Barat menggelar upacara bendera di halaman Kantor Bupati pada Selasa (20/05/2025). Pelaksanaan kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Muna Barat Ali Basa. Upacara juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah Muna Barat, Pimpinan Forkopimda, Kepala OPD, ASN, Organisasi Masyarakat dan undangan  lainnya.

Hari Kebangkitan Nasional ke-117 menggaungkan tema Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat. Tema tersebut dijabarkan dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia  Meutya Viada Hafid yang dibacakan oleh Wakil Bupati Muna Barat.

Mengawali sambutannya,  Menkomdigi menyatakan bahwa tanggal 20 Mei tidak sekedar memperingati sebuah tanggal dalam kalender nasional tetapi membuka kembali halaman penting dalam lembar sejarah perjuangan bangsa. Halaman yang ditulis bukan dengan tinta biasa tetapi dengan kebangkitan kesadaran, semangat persatuan, dan keberanian menolak untuk terus terjajah.

“117 tahun yang lalu, di tengah keterbatasan dan tekanan kolonialisme, lahirlah sebuah kesadaran baru yang menyalakan api perubahan. Melalui pendirian Budi Utomo, bangsa ini mulai membangun keyakinan bahwa nasib tidak boleh selamanya digantungkan kepada kekuatan asing; bahwa kemajuan hanya mungkin dicapai bila kita bangkit berdiri di atas kekuatan kita sendiri.” ucapnya

Selanjutnya Menkomdigi mengungkapkan bahwa kebangkitan adalah ikhtiar yang harus terus dihidupkan.  Di zaman yang terus berkembang, ujian yang hadir jauh lebih kompleks seperti disrupsi teknologi, ketegangan geopolitik, krisis pangan global, dan ancaman terhadap kedaulatan digital.

“Kita hidup di zaman ketika batas-batas geografis semakin kabur, dan peradaban
bergerak dalam kecepatan yang tak lagi ditentukan oleh jarak, melainkan oleh
kemampuan untuk beradaptasi dan memimpin perubahan. Di tengah arus besar itu, Indonesia tidak berdiri terombang-ambing, tidak pula berdiri di tepi sebagai penonton.” lanjutnya

Meutya Hafid mengingatkan sejak awal, para pendiri bangsa telah meletakkan
prinsip yang menjadi jangkar kita dalam menghadapi dunia yakni politik luar negeri yang bebas dan aktif. Dalam arus globalisasi yang semakin kuat, kita bersyukur bahwa Indonesia terus melangkah dengan tenang, menjaga keseimbangan antara keterbukaan dan kemandirian.

Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-117, Menkomdigi berharap kehadiran kita di pentas global bukan sekadar untuk menyuarakan kepentingan nasional, tetapi juga untuk membawa gagasan dan solusi yang memberi manfaat bersama. Di tengah dunia yang terus menghadapi ketidakpastian, Indonesia tampil sebagai mitra dialog yang mampu menjembatani kepentingan.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Pemkab Muna Barat Ikuti Rapat Percepatan Pembangunan Koperasi Merah Putih

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Dalam rangka percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Kementerian Koordinator Bidang Pangan mengundang pimpinan provinsi/kabupaten/kota untuk mengikuti Rapat Sosialisasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025. Sosialisasi dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (19/5/2025).  Jajaran pemerintah Kabupaten Muna Barat yang hadir dalam rapat tersebut antara lain Sekretaris Daerah LM Husein Tali, Asisten II Muhammad Naazirun, dan sejumlah Kepala Bagian Setda Muna Barat.

Materi disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Dalam paparannya, Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa anggaran yang akan mengalir ke Koperasi Desa sebesar Rp.250 Triliun. Pembangunan Koperasi Desa sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan. Hal ini sebagaimana amanat UUD 1945 Pasal 33 yang berbunyi perekonomian disusun atas usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Bidang Pangan juga menjelaskan tentang kehadiran Koperasi Desa Merah Putih yang akan menjawab keresahan masyarakat desa. Koperasi ini akan memangkas rantai pasok yang panjang menjadi lebih efisien. Koperasi juga akan menyerap tenaga kerja di desa melalui pengembangan usaha dan keterampilan lokal. Lembaga ini juga menawarkan mekanisme simpan pinjam berbunga rendah dengan sistem transparan.

Selanjutnya, Zulkifli Hasan menjabarkan tugas Satgas Percepatan Pembentukan Kopdes/Kel Merah Putih berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 9 Tahun 2025. Terdapat 5 tugas utama yang harus dijalankan oleh satuan tugas yakni :

  • Merumuskan kebijakan/regulasi dengan Kementerian?Lembaga dan Pemerintah Daerah.
  • Memastikan terbentuknya 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
  • Mengoordinasikan pemetaan potensi desa/kelurahan untuk percepatan pembentukan koperasi.
  • Memberikan pendampingan dari aspek kelembagaan, usaha, dan penguatan SDM
  • Memutuskan secara cepat permasalahan dan hambatan yang menjadi kendala.

Adapun skema pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diawali dengan pelaksanaan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus)yang paling lambat dilaksanakan Tanggal 31 Mei 2025. Langkah selanjutnya adalah pengurusan pengesahan akta oleh notaris yang kemudian pengesahan koperasi oleh Kementerian Hukum. Target capaian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih berbadan hukum paling lambat Tanggal 30 Juni 2025.

Kesimpulan dari rapat tersebut pembentukan Satgas harus segera dilaksanakan dimana Koordinator untuk Wilayah Sulawesi yang termasuk dalam Wilayah III adalah Wakil Menteri Desa PDT.  Salah satu tugas dari Satgas Percepatan adalah mengoordinasikan pengembangan rencana bisnis kegiatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam bentuk kantor koperasi, pengadaan sembako, simpan pinjam, klinik desa/kelurahan, apotek desa/kelurahan, pergudangan (cold storage), dan logistik desa/kelurahan dengan memperhatikan karakteristik desa/kelurahan, potensi desa/kelurahan, dan lembaga ekonomi yang telah ada di desa/kelurahan dalam rangka ekonomi yang berkelanjutan.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Ketua TP Posyandu Sulawesi Tenggara Laksanakan Kunjungan Kerja Ke Muna Barat, Dorong Transformasi Layanan Terpadu Berbasis 6 SPM

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Ketua Tim Pembinaan (TP) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Provinsi Sulawesi Tenggara, Arinta Andi Sumangerukka, melakukan kunjungan kerja ke tiga Posyandu di Kabupaten Muna Barat pada Minggu (18/5/2025). Adapun tiga lokasi yang dikunjungi adalah Posyandu Wanse di Kecamatan Kusambi, Posyandu Enggal Waras di Desa Sukadamai, dan Posyandu Abtakum di Desa Wamelai.

Dalam kunjungan tersebut, Arinta didampingi oleh Wakil Ketua TP Posyandu, Ratna Lada Hugua, serta jajaran tim pembina provinsi. Hadir dalam kegiatan ini Bupati dan Wakil Bupati Muna Barat, Ketua TP PKK sekaligus Ketua TP Posyandu Muna Barat, unsur Forkopimda, staf ahli, pimpinan OPD, camat, lurah, kepala desa, serta masyarakat setempat.

Agenda pertama dimulai dengan peninjauan Posyandu Wanse, kemudian Posyandu Enggal waras dan terakhir di Posyandu Abtakum, diikuti dialog terbuka bersama kader Posyandu. Arinta menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk memberikan bimbingan dan memperkuat kapasitas Posyandu di kabupaten, agar dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Arinta menjelaskan bahwa dahulu Posyandu hanya dikenal sebagai bagian dari Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang fokus pada ibu hamil dan balita. Namun, dengan diberlakukannya Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang kemudian diubah dengan Undang-undang Nomor 3 Tahun 2024, Posyandu mengalami transformasi menjadi Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) yang tidak hanya melayani bidang kesehatan, tetapi juga melaksanakan fungsi pemerintahan, pembangunan, pemberdayaan, dan pembinaan kemasyarakatan.

“Transformasi ini mengharuskan kita semua, baik pemerintah pusat, daerah, desa, dan seluruh pembina Posyandu untuk bersama-sama memperkuat peran Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat,” jelas Arinta.

Ia juga menyoroti enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang kini menjadi fokus utama Posyandu, yaitu: pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (trantibum), dan sosial.

Arinta memberikan catatan positif bahwa seluruh Posyandu yang dikunjunginya sudah memiliki layanan PAUD dan para kader telah memahami regulasi baru, hal yang menurutnya sangat di luar ekspektasi.

“Ini luar biasa. Saya sangat terkesan karena semua Posyandu sudah memiliki PAUD dan seluruh kader sudah memahami arah transformasi Posyandu sesuai regulasi terbaru. Ini menunjukkan kesiapan daerah untuk maju bersama,” ujarnya.

Salah satu kader Posyandu Wanse dalam sesi tanya jawab menanyakan prosedur pengajuan proposal untuk perluasan bangunan Posyandu. Menanggapi hal tersebut, Arinta menjelaskan bahwa pengajuan proposal dapat diajukan terlebih dahulu ke pemerintah kabupaten dan selanjutnya diteruskan ke pemerintah provinsi.

“Posyandu kini menjadi mitra OPD. Maka dari itu, proposal bisa disesuaikan dengan program OPD yang relevan. Bila OPD memiliki anggaran, maka sangat dimungkinkan untuk disalurkan ke Posyandu yang membutuhkan,” ujarnya.

Arinta juga menekankan beberapa poin penting dalam penguatan kelembagaan Posyandu, yakni:

  1. Tim Pembina Posyandu secara intensif melakukan pembinaan dan pendampingan kader dalam merancang program yang menjawab kebutuhan riil masyarakat.

  2. Dinas PMD dan OPD mitra Posyandu diminta untuk mengoordinasikan dan memfasilitasi pelayanan 6 SPM.

  3. Penguatan fungsi Posyandu sebagai pusat layanan terpadu agar program-program pemerintah tepat sasaran.

  4. Sosialisasi Permendagri terbaru tentang Posyandu.

  5. Sinkronisasi program Posyandu dengan penganggaran dan dukungan lintas sektor.

  6. Pemberian penghargaan kepada kader dan tim pembina yang aktif dan berdampak di tingkat desa hingga kabupaten.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, dalam sambutannya menyatakan kesiapan penuh Pemerintah Kabupaten Muna Barat untuk berkolaborasi bersama TP PKK, khususnya dalam pelaksanaan program-program strategis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Kami mendukung penuh gerakan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan melalui Posyandu. Pemerintah daerah siap bekerja sama dengan ibu-ibu PKK untuk mewujudkan pelayanan yang merata, berkualitas, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ucap Bupati.

Ia menambahkan bahwa penguatan kelembagaan Posyandu dan keterlibatan aktif masyarakat desa dalam layanan sosial dan kesehatan merupakan bagian penting dari perwujudan visi Liwu Mokesa.

Sebagai bentuk komitmen nyata, TP PKK memberikan bantuan dana kepada tiga Posyandu yang dikunjungi, sebagai bagian dari dukungan terhadap transformasi kelembagaan dan penguatan layanan di tingkat desa. Selain itu, rombongan juga melakukan kunjungan ke tiga puskesmas dan memberikan bantuan berupa alat kesehatan, alat peraga edukatif, serta pembangunan jamban sehat.

Pada setiap kunjungan ke Posyandu, Ketua TP Posyandu Provinsi Sulawesi Tenggara menyerahkan bantuan secara simbolis berupa satu set alat permainan edukatif, timbangan bayi digital, timbangan dewasa IMT, tensimeter digital, termometer, doppler janin, pengukur lingkar perut, pengukur LILA, serta dana pembangunan jamban sehat. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan nyata untuk memperkuat sarana dan prasarana pelayanan Posyandu agar semakin siap dalam menjalankan fungsinya sebagai pusat layanan terpadu berbasis masyarakat.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

KMP Pulau Rubiah Kembali Beroperasi Setelah Jalani Masa DOK, Siap Layani Masyarakat di Lintasan Perintis Tondasi – Torobulu PP

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Kapal Ferry KMP. Pulau Rubiah resmi kembali beroperasi mulai tanggal 16 Mei 2025 setelah menyelesaikan masa docking (DOK) untuk perawatan dan pemeriksaan rutin. Kapal kini siap kembali melayani masyarakat pada lintasan Tondasi – Torobulu, sesuai dengan jadwal operasional yang telah ditetapkan.

Proses DOK dilakukan sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Muna Barat bersama pihak ASDP Cabang Bau Bau dalam menjaga keselamatan pelayaran serta memastikan kapal beroperasi dalam kondisi prima. Perawatan mencakup pengecekan menyeluruh pada sistem mesin, lambung kapal, serta fasilitas pendukung lainnya.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memberikan apresiasi kepada pihak ASDP dan semua yang terlibat dalam proses perawatan kapal ini. Ia menyampaikan bahwa kembalinya kapal feri KMP. Pulau Rubiah ke lintasan Tondasi – Torobulu adalah langkah penting untuk memperkuat konektivitas antar wilayah. Bupati menegaskan bahwa transportasi laut yang aman dan nyaman adalah salah satu kunci untuk memperlancar perputaran ekonomi di wilayah pesisir dan kepulauan.

“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak ASDP dan seluruh yang terlibat dalam pengoperasian kembali KMP. Pulau Rubiah. Kembalinya kapal ini beroperasi setelah masa DOK adalah komitmen kami dalam memperkuat infrastruktur transportasi laut, yang penting untuk mendukung kelancaran kegiatan ekonomi masyarakat. Kami berharap perputaran ekonomi di Muna Barat dapat semakin lancar, serta mempermudah mobilitas masyarakat, terutama pada masa liburan dan peningkatan aktivitas,” ujar Bupati La Ode Darwin.

Selain itu, Bupati juga menambahkan bahwa mengingat potensi penumpang yang terus meningkat di lintasan Tondasi – Torobulu, pihaknya akan melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk membahas kemungkinan penambahan trayek kapal. Saat ini, kapal KMP. Pulau Rubiah beroperasi satu kali sehari, dan Bupati berharap agar ke depan, kapal dapat melayani dua kali sehari untuk mengakomodasi jumlah penumpang yang semakin banyak.

“Kami melihat bahwa jumlah penumpang yang menggunakan jalur Tondasi – Torobulu semakin bertambah. Oleh karena itu, kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk mengusulkan penambahan trayek, dari satu kali per hari menjadi dua kali per hari. Hal ini akan semakin memperlancar arus transportasi, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada jalur ini untuk kegiatan ekonomi dan sosial,” kata Bupati La Ode Darwin.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Muna Barat, Bakhrun L. Siharis, S.STP, menjelaskan bahwa kapal yang kembali beroperasi telah melalui pemeriksaan menyeluruh sesuai dengan standar keselamatan pelayaran.

“Kapal yang beroperasi kembali sudah melalui proses perawatan dan pemeriksaan sesuai dengan standar keselamatan yang ditetapkan. Dengan kapal yang siap beroperasi, kami berharap dapat meningkatkan layanan kepada masyarakat dan mendukung kelancaran transportasi di lintasan ini,” kata Bakhrun.

Lebih lanjut, Bakhrun menambahkan bahwa kapal feri sangat penting dalam menunjang aktivitas ekonomi masyarakat, terutama dalam mendukung konektivitas antar wilayah.

“Dengan kapal feri yang kembali beroperasi, kami berharap kualitas pelayanan yang diberikan dapat terus meningkat, dan masyarakat dapat merasa aman dan nyaman saat menggunakan transportasi laut,” tambahnya.

Dengan beroperasinya kembali kapal feri KMP. Pulau Rubiah, masyarakat kini memiliki akses transportasi laut yang lebih baik, khususnya dalam menghadapi masa liburan dan peningkatan mobilitas penumpang. Keberadaan kapal ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi penguatan sektor ekonomi lokal dan penciptaan lapangan kerja di wilayah tersebut.

Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Kukuhkan dan Lantik Pengurus TP PKK Periode 2025-2030

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Muna Barat Rika Purwaningsih Darwin secara resmi dikukuhkan oleh Bupati Muna Barat Laode Darwin, Jumat (16/5/2025). Agenda pengukuhan yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati dihadiri oleh Wakil Bupati Muna Barat, Sekretaris Daerah, Jajaran Forkopimda, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Camat, Lurah se-Kabupaten Muna Barat.

Dalam kegiatan tersebut, La Ode Darwin juga melantik Pengurus PKK Kabupaten Muna Barat masa bakti 2025-2030. Pelantikan dan susunan pengurus tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Muna Barat Nomor 100.3.3.2/215/2025.

Buapti Muna Barat mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus TP PKK yang telah dilantik. Laode Darwin berharap agar seluruh pengurus menjalankan amanah dengan penuh tanggungjawab, semangat pengabdian dan keikhlasan dalam membangun masyarakat, rumah tangga, serta pelestarian lingkungan hidup. Dewan Pembina PKK Muna Barat ini juga  menitip pesan agar pengurus yang baru mampu berinovasi, berkolaborasi, serta bersinergi dengan OPD dan elemen masyarakat.

“Saya berharap kepengurusan yang baru ini mampu menghadirkan inovasi, semangat kolaborasi, serta memperkuat sinergi dengan OPD dan elemen masyarakat.” ujar Laode Darwin dalam sambutannya.

Bupati Muna Barat menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung dan mefasilitasi program strategis PKK baik dalam hal anggaran, pelatihan, maupun perluasan jaringan kemitraan. Laode Darwin mengajak segenap pengurus PKK untuk menjadikan momen pelantikan sebagai tonggak awal kerja-kerja produktif dan adaptif terhadap perkembangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai luhur Bumi Laworo.

“Mari kita jadikan momentum pelantikan ini sebagai langkah awal untuk menata kerja nyata, membangun kolaborasi yang produktif, dan mendorong lahirnya gerakan PKK yang adaptif terhadap perubahan zaman namun tetap berakar pada nilai-nilai luhur masyarakat kita.” lanjutnya

Pada akhir sambutannya, Laode Darwin menghaturkan terima kasih kepada segenap panitia yang telah bekerja maksimal demi suksesnya acara pengukuhan dan pelantikan TP PKK Muna Barat masa bakti 2025-2030. Bupati berharap apa yang dilaksanakan menjadi bagian dari ikhtiar menuju Muna Barat yang lebih berdaya, bermartabat, dan semakin membanggakan.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Bupati Muna Barat, Ketua TP PKK Rika Purwaningsih Darwin juga menghimbau kepada segenap pengurus PKK yang telah dilantik untuk memperkuat peran PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjalankan program-program pembangunan. Rika Purwaningsih mengingatkan bahwa kemakmuran suatu daerah dimulai dari elemen terkecil dalam masyarakat yakni keluarga.

“Saya berharap tim Pengerak PKK yang baru saja dilantik dapat menjalin komunikasi dan hubungan yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat demi mensukseskan program pemerintah Kabupaten Muna Barat khususnya dalam mewujudkan Liwu Mokesa.” ungkap Ketua TP PKK dalam sambutannya.

Alumni Universitas Haluoleo ini berharap agar PKK dapat dijadikan mitra dalam berbagai kegiatan yang dilaksnakan oleh pemerintah daerah. Rika Purwaningsih menyitir filosofi sapu lidi yang mana jika hanya satu batang yang bekerja tidak akan memberikan hasil maksimal. Namun jika terdiri dari banyak batang yang disatukan maka akan memberikan dampak signifikan.

“Bapak bupati agar kami PKK bisa diikutsertakan dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Jangan hanya karena kami sebuah organisasi yang sebagian besar beranggotakan ibu-ibu atau perempuan sehingga kami dianggap sebelah mata. Tanpa PKK daerah juga tidak bisa berkembang.” pungkasnya.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Launching Mubar Sehat, Bupati Himbau Penerapan Pola Hidup Sehat

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Hal ini ditandai dengan peluncuran Program Unggulan oleh Bupati Muna Barat, La Ode Darwin yaitu Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), cek kesehatan gratis (CKG) dan pelayanan dokter keliling yang berlangsung di Desa Wamelai Lawa, Jumat (16/5/2025).

Peluncuran ketiga program ini dirangkaikan dengan Zumba Party dan Senam Kesehatan yang diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan. Di area kegiatan, masyarakat juga mendapatkan pemeriksaaan kesehatan secara gratis oleh tim medis yang disiapkan dari berbagai Puskesmas terdekat di wilayah Muna Barat.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Muna Barat, Ketua Tim Penggerak PKK, para pimpinan OPD, Canat, Lurah, Kepala desa se Kabupaten Muna Barat serta masyarakat umum yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaiam acara.

Dalam sambutannya, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari prioritas pembangunan bidang kesehatan yang bertujuan untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan diseluruh pelosok Muna Barat.

“Pelayanan kesehatan adalah fondasi dasar  pembangunan. Program ini terdiri dari pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh dokter keliling, pelayanan UGD 24 jam di seluruh puskesmas se-Muna Barat, penempatan tenaga kesehatan masing-masing satu perawat dan satu bidan di seluruh desa serta pemeriksaan kesehatan secara masa yang akan dilaksanakan secara rutin setiap bulan tanpa biaya.

Bupati juga menegaskan bahwa peluncuran program ini merupakan bagian dari upaya untuk mewujudkan Liwu Mokesa, sebuah visi besar pembangunan Kabupaten Muna Barat yang bermakna kampung yang keren dimana masyarakatnya hidup sehat, produktif dan sejahtera.

“Ini adalah langkah nyata menuju Mubar tumbuh, sehat dan keren. Karena tanpa masyarakat yang sehat, pembangunan tidak akan berjalan maksimal. Kami igin Muna Barat bukan hanya berkembang dari sisi fisik tetapi juga kuat dari kualitas hidup nya, ” tambahnya.

Melalui program ini, pemerintah Kabupaten Muna Barat berharap terjadi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat dan akses pelayanan kesehatan yang mudah.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Launching Program Petani Keren dan Penanaman Perdana Jagung Kuning 1.500 Ha

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, hari ini (15/5/2025) meluncurkan program Petani Keren dan melakukan penanaman perdana jagung kuning seluas 1.500 hektar di Desa Marobea, Kecamatan Sawerigadi. Acara yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Muna Barat ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda Kabupaten Muna Barat dan Kepala Bulog Muna.

Dalam sambutannya, Bupati La Ode Darwin menyampaikan bahwa program Petani Keren bertujuan untuk mendukung petani di Muna Barat agar lebih sejahtera melalui pemenuhan kebutuhan dasar pertanian, seperti bibit berkualitas, alat mesin pertanian (alsintan), dan pelatihan. Ia menekankan bahwa program ini merupakan langkah untuk mewujudkan visi Liwu Mokesa, yaitu kampung yang keren, yang tidak hanya membangun fisik tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani.

“Program Petani Keren ini sangat penting karena bertujuan untuk memberikan akses kepada petani kita, mulai dari bibit jagung berkualitas, bantuan alsintan, hingga pelatihan untuk mengoptimalkan hasil pertanian. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mewujudkan Liwu Mokesa, di mana petani kita sejahtera dan daerah kita maju,” ujar Bupati La Ode Darwin.

Bupati juga menambahkan bahwa, untuk mendukung ketahanan pangan di Muna Barat, Pemerintah Kabupaten telah menyediakan anggaran kurang lebih Rp 20 Miliar yang akan dialokasikan untuk berbagai program, di antaranya pengadaan bibit jagung, bantuan ternak sapi, ayam potong, ayam petelur, serta alsintan yang dibutuhkan oleh petani untuk meningkatkan produktivitas mereka. “Kami juga telah menyiapkan jonder (alat mesin pertanian roda empat), ekskavator, dan mesin pengering jagung untuk mendukung para petani di Muna Barat,” tambah Bupati.

Ia menekankan bahwa selama ini, masyarakat Muna Barat menghadapi kendala besar dalam mengolah lahan karena keterbatasan alsintan. “Petani kami kesulitan untuk mengolah lahan secara maksimal karena alat yang terbatas. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk memastikan bahwa kebutuhan akan alsintan bisa segera terpenuhi di seluruh desa,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati La Ode Darwin menjelaskan bahwa usaha peternakan, seperti ternak sapi dan ayam, juga dapat menjadi salah satu sumber perputaran ekonomi yang signifikan. “Usaha peternakan ini kami dorong karena selain dapat memperkuat ketahanan pangan, juga dapat menjadi pemasok bahan baku untuk program Makanan Bergizi Gratis dari pemerintah. Kami ingin masyarakat Muna Barat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi pemasok dalam program nasional yang mendukung kesejahteraan masyarakat,” jelas Bupati.

Selain itu, dalam sambutannya, Kepala Bulog Muna, mengungkapkan bahwa Bulog siap untuk membeli jagung hasil panen petani dengan harga yang wajar, yakni Rp 5.500 per kilogram, dengan ketentuan kadar air maksimal 14%. Kepala Bulog juga menekankan pentingnya pengeringan jagung setelah panen untuk memastikan kualitas yang sesuai standar.

“Pada acara sebelumnya, saya sempat menyampaikan bahwa Bulog siap membeli jagung dengan kadar air maksimal 14%. Namun, saat ini, Bulog tidak lagi membiayai proses pengeringan jagung. Kami hanya akan menerima jagung dengan kadar air yang tidak melebihi 14%. Oleh karena itu, petani di Muna Barat diharapkan dapat melakukan pengeringan terlebih dahulu sebelum menyerahkan hasil panen mereka ke Bulog, sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” kata Kepala Bulog Muna.

La Mei, salah satu petani yang turut serta dalam kegiatan penanaman perdana tersebut, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas diluncurkannya program ini. La Mei menyatakan bahwa ini adalah pertama kalinya Muna Barat mendapatkan bibit jagung kuning berkualitas Bisi-2, yang diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian jagung di wilayah tersebut.

“Program ini sangat membantu kami. Ini pertama kalinya kami mendapatkan bibit jagung berkualitas, dan kami berharap dengan adanya bibit Bisi-2 ini, hasil panen kami akan lebih baik dan menguntungkan,” ujar La Mei.

Dengan adanya program Petani Keren dan revitalisasi pertanian berbasis teknologi   diharapkan para petani di Muna Barat dapat meningkatkan hasil produksi mereka, memperbaiki kualitas komoditas, dan akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Penulis: Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Eitor/Penanggungjawab : Kadis Kominfo-SP (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

IGI Muna Barat Gelar Lomba Kreativitas Pelajar

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muna Barat menggelar Lomba Kreativitas tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA/SLB. Pembukaan berlangsung di Aula Desa Kasakamu dan dihadiri oleh Bupati Muna Barat beserta jajarannya. Kehadiran Bupati Laode Darwin sekaligus membuka acara yang mengusung tema Promosi Potensi Daerah,  Menumbuhkan Cinta Daerah dan Semangat Liwu Mokesa.

Lomba yang dijadwalkan berlangsung sejak tanggal 14-20 Mei 2025 ini terbagi dalam 3 cabang lomba yakni  Cerita Rakyat untuk tingkat SD, lomba Promosi Potensi Daerah tingkat SMP dan lomba Ide dan Gagasan Untuk Liwu Mokesa bagi tingkat SMA. Lomba Promosi Potensi Daerah dissjikan dalam bentuk cerita dan visualisasi terkait potensi yang dipilih. Sedangkan Lomba Ide dan Gagasan dikemas dalam bentuk presentasi guna menjabarkan ide dari masing-masing peserta dilengkapi dengan contoh secara langsung.

Acara pembukaan diawali dengan penampilan Tari Kambea.  Tari ini menceritakan tentang kegiatan 3 orang siswi yang mencintai lingkungan dengan mengumpulkan sampah plastik dan merakitnya menjadi karya berupa bunga. Ketiga penari nan gemulai ini telah menjadi wakil Kabupaten Muna Barat hingga ketingkat nasional.

Selanjutnya, Ikatan Guru Indonesia (IGI) menyerahkan plakat penghargaan kepada La Ode Rukmini atas dedikasi dan kontribusinya dalam dunia pendidikan Muna Barat. La Ode Rukmini merupakan ayah dari Bupati Muna Barat Laode Darwin. Plakat penghargaan diserahkan oleh Ketua Wilayah IGI Provinsi Sulawesi Tenggara Baharuddin, S.Pd., M.Pd didamping Ketua IGI Muna Barat Muhammad Azan S.Pd., M.Pd. Dengan penuh keharuan, Laode Darwin didamping Ketua TP PKK Muna Barat Rika Purwaningsih Darwin menerima plakat tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang telah diberikan oleh IGI. Laode Darwin mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat berkesan sebab memunculkan kembali memori-memori baik tentang sosok sang ayah.

“Saya cukup terharu, diantara semua kegiatan yang saya hadiri selama saya menjadi Bupati ataupun selama saya melakukan kegiatan sosialisasi, kegiatan ini yang paling berkesan. Saya terlahir seperti ini hingga menjadi Bupati Kabupaten Muna Barat karena didikan dari almahrum orangtua saya yang seorang guru.” ungkapnya

Laode Darwin juga menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Lomba Kreativitas Pelajar se-Muna Barat sebab inovasi-inovasi seperti ini berhubungan dengan visi dan misi pemerintah dalam membangun Kabupaten Muna Barat. Bupati mengingatkan bahwa pembangunan suatu negeri dimulai dari generasi muda dan kegiatan seperti inilah yang akan membawa manfaat besar untuk generasi kedepan.

“Bapak-Ibu sekalian, saya ingin sampaikan bahwa saya memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Kenapa waktu Ketua IGI Kabupaten Muna Barat datang menyampaikan niatan untuk melakukan kegiatan ini, saya langsung mengiyakan?Karena ide-ide dan gagasan yang seperti ini, jarang saya temukan.” ujarnya

Bupati berharap setelah Lomba Kreativitas Pelajar se-Muna Barat, panitia menyediakan dokumentasi dan rekomendasi dari ide maupun gagasan anak-anak Muna Barat. Dokumentasi tersebut akan dipelajari dan menjadi masukkan bagaimana membangun Bumi Laworo menjadi Liwu Mokesa.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Laode Darwin, Ketua IGI Muna Barat mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan momen bersejarah dari sebuah ide besar dalam rangka berkontribusi membantu visi besar Bupati Muna Barat mewujudkan Liwu Mokesa. Muhammad Azan mengungkapkan terima kasih dan penghargaan kepada Bupati Muna Barat yang telah memberikan ruang, dukungan, bahkan materi dalam kegiatan ini.

“Kami dari Ikatan Guru Indonesia Muna Barat sungguh sangat berterimakasih.  Mungkin kalau ada kata yang bisa kami ucapkan lebih dari kata terima kasih, akan kami ucapkan tapi tetap sulitnya menemukan kata yang benar untuk mengucapkan ini. Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sangat luar biasa kepada Bapak Bupati Muna Barat Yang telah menyediakan kita ruang, memberikan support dengan ide dan gagasan bahkan juga dengan materi.” ujarnya

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)