Penilaian Lomba Kebersihan Lingkungan Muna Barat:  Evaluasi Mendalam untuk Wujudkan Lingkungan Bersih menuju Muna Barat Liwu Mokesa

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Penilaian Lomba Kebersihan Lingkungan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Kabupaten Muna Barat telah dimulai sejak tanggal 12 Agustus 2025. Kegiatan ini melibatkan TP-PKK Muna Barat, Dharma Wanita Persatuan Muna Barat, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Drs. Edi, sebagai koordinator tim juri.

Penilaian lomba kebersihan ini bertujuan untuk menilai sejauh mana instansi pemerintah serta masyarakat Muna Barat telah berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan lingkungan sekitar. Tim juri terdiri dari berbagai elemen penting, dengan TP-PKK Muna Barat dan Dharma Wanita Persatuan yang menjadi pengawas utama dalam menilai setiap kategori lomba.

Drs. Edi, selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup, dalam kapasitasnya sebagai Koordinator Tim Juri, menjelaskan lima kriteria penilaian yang menjadi dasar penilaian lomba kebersihan ini. “Ada lima kriteria utama yang akan dinilai dalam lomba kebersihan ini, yaitu:

  1. Kebersihan Lingkungan, yang meliputi kebersihan jalan, trotoar, area publik, ketersediaan dan kebersihan tempat sampah, serta pengelolaan sampah yang efektif.

  2. Kerapian dan Estetika, yang mencakup penataan lingkungan yang rapi dan indah, kreativitas dalam dekorasi dan penataan, serta keindahan taman dan tanaman.

  3. Partisipasi Staf Kantor, yang mencakup tingkat partisipasi staf dalam menjaga kebersihan, adanya program atau kegiatan komunitas kebersihan, serta edukasi kepada staf dan masyarakat tentang pentingnya kebersihan.

  4. Inovasi dan Kreativitas, yang meliputi penggunaan teknologi/metode inovatif dalam menjaga kebersihan serta solusi kreatif untuk masalah kebersihan.

  5. Dokumentasi dan Laporan, yang meliputi dokumentasi semua kegiatan kebersihan serta laporan kegiatan dan hasil kebersihan.”

“Melalui penilaian ini, kami ingin memastikan bahwa kebersihan bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga kegiatan yang berkelanjutan. Kami ingin menjadikan kebersihan sebagai bagian dari budaya hidup masyarakat Muna Barat, dan mewujudkan Liwu Mokesa — daerah yang bersih adalah daerah yang keren,” tambah Drs. Edi.

Rhika Purwaningsih Darwin, Ketua TP-PKK Muna Barat, memberikan pernyataan terkait penilaian lomba kebersihan ini, “Kami sangat mendukung upaya ini, dan kami berharap lomba kebersihan ini bisa menjadi pemicu untuk terus menjaga kebersihan di rumah, kantor, dan lingkungan sekitar. Kebersihan adalah cerminan karakter dan budaya suatu daerah. Oleh karena itu, TP-PKK Muna Barat juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan sebagai kewajiban bersama.”

Sementara itu, Wa Ode Muliati Husein Tali, Ketua Dharma Wanita Persatuan Muna Barat, menyampaikan hal senada, “Kami sangat mendukung dan berterima kasih atas upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam menjaga kebersihan dan menanamkan kesadaran ini kepada masyarakat. Di Dharma Wanita Persatuan, kami juga terus memberikan edukasi kepada anggotanya tentang pentingnya kebersihan dan peran serta dalam menjaga lingkungan. Semoga, kegiatan ini tidak hanya berhenti pada lomba, tapi menjadi bagian dari rutinitas harian yang memberi dampak positif pada masyarakat.”

Dengan adanya lomba kebersihan ini, diharapkan dapat mendorong masyarakat dan instansi terkait untuk bekerja lebih keras dalam menjaga kebersihan lingkungan. Melalui penilaian ini, semua pihak diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya sebagai acara lomba, tetapi sebagai kewajiban bersama yang akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Kebersihan yang terjaga dengan baik dapat menciptakan lingkungan yang nyaman, sehat, dan aman bagi semua orang, serta membentuk budaya masyarakat yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat  

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat yang bertempat di Desa Nihi, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat. Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Muna Barat, Ali Basa, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muna Barat, seluruh jajaran OPD, Forkopimda, serta elemen masyarakat yang mendukung pembangunan tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muna Barat, La Ode Mahajaya, mengungkapkan bahwa pembangunan laboratorium ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan total anggaran sebesar Rp13.131.626.250. Pembangunan ini direncanakan selesai pada Desember 2025, dan diharapkan dapat mulai digunakan pada tahun 2026.

“Laboratorium ini nantinya akan menjadi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang berperan penting dalam upaya-upaya pencegahan penyakit. Selama ini, masyarakat Muna Barat harus pergi ke Kendari untuk memeriksakan kesehatan mereka ke laboratorium. Dengan hadirnya laboratorium ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan pemeriksaan kesehatan,” kata La Ode Mahajaya

Lebih lanjut, La Ode Mahajaya menambahkan bahwa saat ini proses pengadaan peralatan laboratorium masih dalam tahap pengadaan oleh pihak pusat. Begitu pembangunan gedung selesai, peralatan akan segera dipasang dan siap digunakan.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, juga dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan laboratorium kesehatan masyarakat ini adalah jawaban atas kebutuhan nyata masyarakat sekaligus langkah maju dalam meningkatkan kualitas kesehatan di daerah.

“Hadirnya laboratorium kesehatan ini bukan hanya untuk sarana pemeriksaan kesehatan masyarakat, baik untuk penyakit menular maupun tidak menular, tetapi juga untuk pemeriksaan kesehatan lingkungan, kualitas air, dan tempat pengembangan sumber daya manusia (SDM). Laboratorium ini akan menjadi tempat bagi tenaga medis, tenaga laboratorium, dan mahasiswa untuk meningkatkan kapasitas mereka melalui penelitian dan pelatihan,” ungkap Bupati.

Lebih jauh, Bupati Muna Barat menyatakan bahwa laboratorium ini juga akan berperan sebagai sumber data kesehatan yang penting serta garda terdepan dalam deteksi dini dan pengendalian penyakit.

“Saya mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, DPRD, tenaga kesehatan, akademisi, tokoh masyarakat, hingga masyarakat luas untuk bersama-sama mendukung dan mengawal pembangunan laboratorium ini. Kita jaga kebersamaan, kita perkuat kolaborasi, agar pembangunan ini berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat manfaat,” tambah Bupati.

Bupati juga menegaskan keyakinannya bahwa dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, pembangunan laboratorium ini akan selesai dengan baik dan segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatan mereka.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Dinas Komunikasi dan Informatika Muna Barat Komitmen Tingkatkan Kebersihan Lingkungan Jelang Lomba Kebersihan HUT Kemerdekaan RI ke-80

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Jajaran staf di lingkup Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Muna Barat terus menunjukkan komitmen dan partisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama menjelang penilaian Lomba Kebersihan Lingkungan yang digelar dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Kegiatan ini juga mencerminkan keseriusan Dinas Kominfo dalam meningkatkan kualitas lingkungan kerja yang bersih, nyaman, dan sehat bagi seluruh staf dan pengunjung yang berurusan dengan kantor kami.

Sejak awal tahun 2025, kebersihan lingkungan telah menjadi prioritas utama Dinas Kominfo, apalagi setelah Instruksi Bupati Muna Barat yang tertuang dalam Surat Nomor 100.3.4.2/3/2025 tentang pelaksanaan pembersihan lingkungan dan kantor pada Maret lalu. Instruksi tersebut menggarisbawahi pentingnya peran setiap instansi pemerintah dalam menjaga kebersihan sebagai bagian dari pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.

Sebagai tindak lanjut dari instruksi tersebut, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian, Al Rahman, mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 08 Tahun 2025 tentang pembagian piket tugas pembersihan lingkungan kantor setiap hari kerja serta pemberlakuan Jumat Bersih untuk seluruh staf. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong seluruh staf untuk lebih peduli terhadap kebersihan kantor dan lingkungan sekitar.

“Kebersihan adalah bagian dari tanggung jawab bersama. Menjaga kebersihan lingkungan kerja tidak hanya bertujuan untuk menciptakan suasana yang nyaman, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat kerja yang lebih baik. Dengan instruksi Bupati dan keputusan yang kami terbitkan, diharapkan seluruh staf di Dinas Kominfo dapat menjaga kebersihan secara rutin dan menjadikannya sebagai bagian dari budaya kerja sehari-hari,” ujar Al Rahman, Kepala Dinas Kominfo-SP.

Beliau juga menambahkan, “Dalam mengelola sampah, kami selalu memisahkan sampah organik dan anorganik dengan cermat. Sampah organik kami olah menjadi kompos yang bermanfaat, sementara sampah anorganik kami buang ke tempat pembuangan sampah yang disediakan oleh Dinas Lingkungan Hidup. Kami juga memberikan edukasi tidak hanya di lingkungan staf kantor, tetapi juga kepada masyarakat luas mengenai pentingnya kebersihan dan cara mengolah sampah organik menjadi kompos. Selain itu, kami mengajarkan bagaimana memanfaatkan kotoran sapi yang berserakan di lingkungan sekitar tempat tinggal untuk dijadikan kompos, sehingga mengurangi sampah dan mendukung keberlanjutan lingkungan.”

“Namun, perlu digarisbawahi bahwa kebersihan ini bukan hanya untuk lomba. Sejak awal, Dinas Kominfo telah berkomitmen untuk menjaga kebersihan sebagai bagian dari budaya kerja yang berkelanjutan. Lomba ini hanya menjadi pemacu semangat kami untuk terus menjaga kebersihan dan memperindah lingkungan kerja yang sudah menjadi bagian dari rutinitas kami sehari-hari,” tambah Al Rahman.

Selain itu sejumlah kegiatan telah dilakukan untuk mendukung tercapainya lingkungan yang bersih dan rapi. Di antaranya adalah pembersihan area kantor, penataan taman dan ruang terbuka hijau, pengecekan tempat sampah, serta penyuluhan kepada staf mengenai pentingnya menjaga kebersihan. Semua staf di Dinas Kominfo juga berperan aktif dalam menjaga kebersihan ruang kerja masing-masing, dengan adanya sistem piket harian yang telah ditetapkan.

Hayril Samandi, Sekretaris Dinas Kominfo, menambahkan, “Sebagai sekretaris, saya melihat ini sebagai langkah yang sangat positif. Kebersihan kantor bukan hanya soal fisik, tetapi juga menciptakan iklim kerja yang sehat dan produktif. Dengan adanya kebijakan ini, saya berharap seluruh staf dapat menjadikannya sebagai kebiasaan yang tak terpisahkan dari kegiatan sehari-hari. Ini juga sejalan dengan misi kami untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, mulai dari menjaga lingkungan kerja yang bersih hingga memperbaiki kualitas layanan publik.”

Kegiatan kebersihan ini telah melibatkan seluruh jajaran staf Dinas Kominfo, yang bekerja sama dalam menjaga lingkungan kantor. Dari pembersihan ruang kerja hingga penataan taman, seluruh staf telah menunjukkan partisipasi aktif dalam menciptakan kantor yang lebih bersih dan lebih nyaman.

Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Dinas Kominfo untuk berkontribusi dalam lomba kebersihan lingkungan yang dilaksanakan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-80. Dengan semangat kebersihan yang semakin tumbuh di kalangan staf, diharapkan Dinas Kominfo dapat meraih hasil terbaik dalam lomba kebersihan ini, sekaligus menjadi contoh bagi instansi lainnya di Kabupaten Muna Barat.

Kebersihan yang terjaga dengan baik tidak hanya mendukung kenyamanan kerja tetapi juga memperkuat citra Dinas Kominfo sebagai instansi yang peduli terhadap lingkungan dan kesehatan. Semoga semangat ini terus berlanjut dan memberi inspirasi bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing.

“Ini adalah bagian dari upaya kita mewujudkan Liwu Mokesa — Muna Barat sebagai daerah yang bersih,  daerah yang keren. Kebersihan adalah simbol kemajuan dan keberadaban sebuah daerah. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk masa depan yang lebih cerah.” — Al Rahman, Kepala Dinas Kominfo-SP Muna Barat.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Raih WTP Ke-9, Bupati Muna Barat Janji Perbaiki Tata Kelola Keuangan

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat kembali mencetak preastasi luar biasa dalam pengelolaan keuangan daerah. Laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Muna Barat tahun anggaran 2024 dinyatakan mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sulawesi Tenggara. Preastasi ini tidak hanya mengukuhkan Muna Barat sebagai daerah dengan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel, tetapi juga mencatatkan rekor gemilang,    meraih predikat opini WTP untuk ke-9 kali nya secara berturut-turut.

Opini WTP diserahkan secara langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Tenggara Dadek Nandemar kepada Bupati Muna Barat Laode Darwin. Dalam kesempatan tersebut, Laode Darwin mengungkapkan apresiasi atas kerja keras seluruh jajaran pemerintah Muna Barat dalam mengelola keuangan daerah.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004, Opini WTP menandakan bahwa bahwa laporan keuangan entitas yang diperiksa, menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas entitas tertentu sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

“Di usia memasuki ke-11 tahun Kabupaten Muna Barat, kami telah meraih WTP kesembilan berturut-turut. Ini adalah buah kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah dalam mengelola keuangan secara transparan dan akuntabel,” ujar Laode Darwin saat konferensi pers.

Bupati Muna Barat berjanji akan menindaklanjuti rekomendasi dari BPK RI dan terus berupaya memperbaiki pengelolaan keuangan daerah. Laode Darwin berkomitmen menjadikan Muna Barat sebagai contoh tata kelola keuangan yang bersih dan beritegritas.

“Kami akan terus memperbaiki sistem pengelolaan keuangan, terutama menyikapi rekomendasi dari BPK RI. Tujuannya agar opini WTP ini dapat dipertahankan secara berkelanjutan. Kami bertekad menjadikan Muna Barat sebagai contoh tata kelola keuangan yang bersih dan berintegritas. Ini adalah komitmen kami untuk rakyat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Opini WTP merupakan penilaian tertinggi dalam keuangan negara yang diberikan ketika laporan tersebut sudah sesuai dengan standar akuntansi keuangan. Keberhasilan mempertahankan opini WTP berdampak positif pada anggaran daerah sebab Kementerian Keuangan RI akan memberikan dana insentif kepada daerah tersebut.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Ajukan Bantuan Pengembangan UMKM ke Kementerian UMKM

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Sektor UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia, sebagai penyumbang  terhadap PDB dan lapangan kerja di seluruh daerah. Dalam upaya meningkatkan aksesibilitas dan pemberdayaan pelaku usaha, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, melakukan pertemuan dengan Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, di Kantor Kementerian UMKM pada hari ini, Kamis (8/5/2025). Dalam pertemuan tersebut, Bupati Muna Barat mengajukan permohonan bantuan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Non-Fisik untuk sektor UMKM di Kabupaten Muna Barat, dengan harapan dapat mendukung pengembangan ekonomi lokal dan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Saat ini, pelaku UMKM di Muna Barat tercatat berjumlah 6.174 UMKM yang terdiri dari 6.116 pelaku usaha mikro, 49 pelaku usaha kecil, dan 9 pelaku usaha menengah, yang tersebar di 11 kecamatan. Potensi sektor UMKM ini diharapkan dapat lebih berkembang dengan adanya bantuan dari Kementerian UMKM.

Bupati La Ode Darwin menyampaikan bahwa sektor UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian Muna Barat, terutama untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa dan daerah yang masih tertinggal dalam hal infrastruktur dan akses pasar. Dalam pertemuan tersebut, Bupati berharap agar pemerintah pusat melalui Kementerian UMKM dapat memberikan bantuan yang dapat meningkatkan daya saing pelaku UMKM di Muna Barat.

“Sektor UMKM adalah salah satu tulang punggung ekonomi daerah kami. Kami sangat berharap agar bantuan ini bisa menguatkan pelaku UMKM kami, baik dalam aspek modal usaha maupun pengembangan kapasitas produksi. Dengan bantuan ini, kami yakin ekonomi lokal akan semakin tumbuh dan berkembang,” ujar Bupati La Ode Darwin.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, berkomitmen untuk memberikan dukungan lebih lanjut, termasuk penambahan porsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk Muna Barat. Ia juga menyampaikan bahwa saat ini terdapat program KUR Padat Karya yang dialokasikan sebesar Rp 20 Triliun secara nasional, dan Muna Barat juga akan menjadi salah satu daerah yang menerima manfaat dari program tersebut.

“Kami memahami pentingnya dukungan untuk pelaku UMKM di daerah-daerah seperti Muna Barat. Oleh karena itu, kami akan mengalokasikan tambahan porsi KUR untuk daerah ini, dan Muna Barat juga akan mendapatkan bagian dari program KUR Padat Karya ini. Meski anggaran saat ini terbatas karena kebijakan efisiensi, kami akan terus berupaya agar Muna Barat menjadi prioritas dalam program-program selanjutnya,” jelas Menteri Maman Abdurrahman.

Selain itu, Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Muna Barat, Djamudin, S.Pd, MM, yang turut mendampingi Bupati dalam pertemuan tersebut, menambahkan bahwa pihaknya terus mendorong agar para pelaku UMKM di Muna Barat memanfaatkan berbagai peluang yang ada untuk mengembangkan usaha mereka.

“Kami berharap agar bantuan ini dapat memperkuat daya saing para pelaku UMKM di Muna Barat, terutama dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan kualitas produk. Kami juga berterima kasih atas perhatian dan komitmen Kementerian UMKM dalam mendukung pengembangan sektor ini,” ungkap La Ode Djamudin.

Dengan adanya dukungan dari Kementerian UMKM, diharapkan UMKM di Muna Barat akan semakin berkembang dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat.

Penulis: Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Eitor/Penanggungjawab : Kadis Kominfo-SP (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Pemkab Muna Barat Hadir Secara Daring Dalam Rapat Kerja Dan Rapat Dengar Pendapat Bersama Komisi II DPR RI

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh DPR RI Nomor B/5400/PW.01/04/2024, Komisi II DPR RI mengundang Gubernur seluruh provinsi di Indonesia untuk hadir secara fisik dalam Rapat Kerja dan rapat Dengar Pendapat bersama Menteri Dalam Negeri RI. Bertempat di Ruang Rapat Komisi II Gedung Nusantara DPR RI, rapat berlangsung selama 3 hari berturut-turut sejak 28-30 April 2025.

Selain para gubernur, Bupati/Walikota se-Indonesia juga diundang untuk hadir secara daring melalui zoom meeting. Kabupaten Muna Barat yang mendapatkan jadwal pada Rabu (30/4/2025), diwakili oleh Wakil Bupati Ali Basa dan Sekretaris Daerah LM Husein Tali. Terdapat empat topik yang menjadi fokus pembahasan rapat yakni penyelenggaraan pemerintah daerah, dana transfer pusat ke daerah, BUMD dan BULD, serta pengelolaan kepegawaian.

Dalam rapat tersebut, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka memaparkan kondisi terkini beserta masalah-masalah yang terjadi di wilayah yang dipimpinnya. Sosok yang akrab disapa ASR ini menjelaskan bahwa wilayah Bumi Anoa yang terdiri dari 70 % kepulauan dan 30 % daratan menunjukkan tentang besarnya potensi kelautan yang dimiliki.

“Kalau liat dari ciri seperti ini, kekayaan Sulawesi Tenggara itu adanya dilaut. Bukan di nikel.” ujarnya

Lebih lanjut ASR mengingatkan bahwa 10-15 tahun kedepan nikel di Sulawesi Tenggara diperkirakan habis dan akan menyebabkan kondisi yang konstan. Oleh sebab itu, purnawirawan TNI ini memaparkan langkah strategis yang harus disiapkan seperti hilirisasi perikanan, pertanian, dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Selanjutnya ASR memaparkan capaian 5 indikator makro Provinsi Sulawesi Tenggara. Indeks Pembangunan Manusia pada tahun 2024 sebesar 73,62; tingkat kemiskinan 11,21; tingkat pengangguran terbuka 3,09; pertumbuhan ekonomi 5,40; dan GINI ratio sebesar 0,365. Indikator ini membawa Sulawesi Tenggara berada di urutan ke 23 dari 34 provinisi dengan skor 2,81 dan status kinerja SEDANG pada hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD) tahun 2024 terhadap LPPD Tahun anggaran 2023.

Terkait Dana Transfer, ASR menyoroti tentang ketergantungan yang tinggi pada dana pusat. Berdasarkan data kapasitas fiskal daerah APBD Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun Anggaran 2025, pendapatan daerah sebesar Rp.5,009 triliun yang terdiri dari PAD Rp.1,706 triliun dan pendapatan transfer senilai Rp.3,302 triliun. Hal ini menyebabkan Kemendagri menilai kapasitas fiskal Provinsi Sulawesi Tenggara berada pada kategori fiskal lemah.

“Ironis, daerah kaya tapi ketergantungan dengan pusat itu 65 %. Kita punya kekuatan daerah hanya 34 %. Posisi sekarang saja seperti itu, bagaimana 15 tahun lagi?” tanyanya

Andi Sumangerukka menyebutkan bahwa kondisi fiskal lemah disebabkan oleh pengelolaan PAD yang tidak maksimal. ASR bertekad dalam dua tahun masa kepemimpinannya, dana transfer 65% akan turun menjadi 30 %. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara akan lebih tegas dalam mengatur tata kelola kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Bumi Anoa. Gubernur menyebutkan bahwa jika setiap perusahaan menyelesaikan kewajibannya, Sultra tidak akan ketergantungan lagi pada dana transfer.

“Kalau itu semua kewajibannya diselesaikan, maka Sulawesi Tenggara tidak akan lagi ketergantungan. Kalau saya hitung-hitung, minimal dapat saja 600-700 milyar maka semua kewenangannya akan jalan. Infrastruktur dan kewenangan provinsi akan selesai. Insya Allah saya akan tegas walaupun  nanti pasti saya akan diprotes.” sambungnya

Selanjutnya, ASR menjabarkan tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Di Sulawesi Tenggara terdapat 14 BUMD yang terdiri dari 13 BUMD jasa keuangan dan 1 BUMD bidang aneka usaha yaitu Perumda Utama Sultra. Sedangkan BLUD sebanyak 28 yang terdiri dari 3 rumah sakit dan 25 sekolah.

Masalah utama yang dialami yaitu belum seluruhnya SMKN menerapkan pola tata kelola BLUD dikarenakan masih belum memenuhi syarat antara lain jumlah siswa yang tersedia belum terpenuhi. Tindak lanjut yang akan dilakukan pemerintah adalah menjalin koordinasi ke Pemerintah Pusat berkaitan dengan sarana dan prasarana pada sekolah yang belum memenuhi syarat tersebut.

Poin terakhir yang dipaparkan oleh Gubernur Sulawesi Tenggara adalah tentang kepegawaian. Tahun 2025 jumlah ASN di Sultra sebanyak 17.385 orang yang terdiri dari 11.803 PNS dan 5.582 PPPK. Untuk usulan CPNS dalam rentang 2024-2028, Kemenpan-RB menyetujui 1.509 formasi CPNS yang terdiri dari 1.067 tenaga teknis dan 442 tenaga kesehatan serta 5.988 formasi PPPK dengan rincian 981 tenaga guru, 4.305 tenaga teknis, dan 702 tenaga kesehatan.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

 

Muna Barat Raih Penghargaan Daerah dengan Indeks Pengelolaan Keuangan Terbaik di Sulawesi Tenggara

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Prestasi membanggakan kembali diraih Kabupaten Muna Barat. Pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara, yang berlangsung di Alun-alun 19 November Kolaka pada Minggu (27/4/2025), Kabupaten Muna Barat dianugerahi penghargaan sebagai daerah dengan Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah terbaik se-Provinsi Sulawesi Tenggara.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, didampingi Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, kepada tiga kabupaten/kota terbaik berdasarkan hasil penilaian Gubernur, yaitu: Kabupaten Muna Barat dengan nilai A (indeks 84,1017), Kabupaten Konawe dengan nilai B (indeks 80,4105) dan Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) dengan nilai B (indeks 75,2529).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Muna Barat, Drs. Ali Basa, M.Si, hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Muna Barat untuk menerima langsung penghargaan bergengsi ini.

Sebagai bentuk apresiasi dari Pemerintah Provinsi, Muna Barat sebagai peraih Terbaik 1 mendapatkan penghargaan dan hadiah berupa satu unit laptop, sedangkan Terbaik 2 menerima penghargaan dan printer, serta Terbaik 3 mendapatkan penghargaan dan LCD proyektor.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Tenggara menegaskan bahwa pemberian penghargaan ini adalah bentuk penghormatan dan motivasi kepada pemerintah daerah yang telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mengelola keuangan daerah secara akuntabel, efektif, dan transparan.

“Penghargaan Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras daerah dalam memperkuat tata kelola keuangan  yang baik, sebagai landasan utama pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ujar Gubernur.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Kabupaten Muna Barat  terus bergerak maju dalam membangun sistem pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi Muna Barat sebagai daerah yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat pondasi tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel.

Sumber : Staf Kominfo (Wa Ode hasrana, A.Md)
 Penulis: Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Fun Run Semarakkan Harmoni Sultra 2025

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Hari kedua rangkaian perayaan HUT Sulawesi Tenggara ke-61, panitia menyelenggarakan Fun Run yang terbuka bagi semua kalangan. Masyarakat Kolaka dan sekitarnya tampak memadati pelataran Rumah Adat Mekongga sebagai lokasi pelaksanaan. Fun Run dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Jumat (26/4/2025).

Dalam sambutannya, Gubernur mengingatkan tentang pentingnya pola hidup sehat. Sosok yang akrab disapa ASR ini mengungkapkan bahwa kesehatan adalah investasi yang bisa membawa kenikmatan dalam menjalani hidup. ASR menyebutkan bahwa penyebab paling utama datangnya penyakit adalah pikiran, makanan, dan pola hidup.

“Pagi ini kita melaksanakan kegiatan Fun Run. Sehat itu adalah investasi. Maka kalau kita sehat, hidup ini kita bisa nikmati. Bagaimana caranya hidup sehat? Menata pikiran. Penyebab penyakit paling utama adalah pikiran setelah itu makanan setelah itu pola hidup.” ujarnya

Gubernur berjanji akan menambah gelanggang olahraga di masing-masing kabupaten. Penambahan sarana olahraga dianggap sebagai titik awal yang akan berakhir dengan perolehan prestasi. Selanjutnya, pemerintah juga akan menyelenggarakan lomba sebagaimana Kabupaten Kolaka yang telah melaksanakan 3 kali Half Marathon.

“Kedepan kita akan menambah venue di masing-masing kabupaten/kota karena itu awalnya. Akhirnya adalah prestasi. Kalau tidak ada venue bagaimana mau melaksanakan pembinaan?” pungkasnya

Berdasarkan laporan Ketua Panitia Akbar S.Sos, kegiatan ini dihadiri kurang lebih 2000 peserta yang berasal dari kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara dan masyarakat lokal. Sekretaris Daerah Kolaka tersebut juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah Provinsi Sulawesi khususnya Gubernur Andi Sumangerukka atas kepercayaan yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Kolaka untuk menyelenggarakan Fun Run Harmoni Sultra.

Akbar berharap kegiatan ini dapat mempererat semangat sportifitas masyarakat Sultra. Pemkab Kolaka memberikan apresiasi atas semangat dan antusiasme peserta Fun Run. Sekda Kolaka juga mengundang seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara untuk berpartisipasi dalam lomba Half Marathon yang akan diselenggarakan pada 13 Juli 2025 mendatang.

Fun Run Harmoni Sultra ditutup dengan Senam Zumba yang diikuti oleh ribuan peserta. Para peserta yang telah melakukan pendaftaran, menyimak pembacaan nomor undian berhadiah 1 unit sepeda motor, 3 motor listrik, puluhan hadiah hiburan, dan 30 orang ditunjuk secara langsung untuk mendapatkan hadiah tambahan.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

 

Pembukaan Harmoni Sultra Awali Rangkaian Perayaan HUT Sultra Ke-61

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Stadion Gelora Kabupaten Kolaka menjadi saksi kemeriahan rangkaian peringatan HUT Sulawesi Tenggara ke-61 pada Kamis (24/4/2025). Sebelum acara puncak pada tanggal 27 April 2025, Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka didampingi Wakil Gubernur Ir. Hugua dan Bupati/Walikota se-Sulawesi Tenggara membuka Festival Harmoni Sultra yang secara simbolis ditandai dengan pembunyian sirine. Festival Harmoni Sultra menjadi ajang berbagai kegiatan hiburan, pameran OPD, dan pemberdayaan UMKM.

Harmoni Sultra 2025 mengusung tema Maju, Aman, Sejahtera, dan Religius. Dalam sambutannya, Gubernur Sultra Andi Sumangeruka mengungkapkan bahwa pemilihan Harmoni dilandaskan pada keinginan untuk bersinergi dengan semua unsur dalam membangun Sulawesi Tenggara. Sedangkan kata Maju menggambarkan harapan untuk maju dengan dukungan sumber daya memadai hingga mampu sejajar dengan provinsi-provinsi yang lain.

Selanjutnya, aman dan sejahtera mewakili keinginan untuk menciptakan rasa aman agar investor bersedia datang ke Bumi Anoa. Adapun penggunaan kata religi dipilih agar semua unsur menggerakkan hati yang dilandasi dengan religi hingga mampu berkarya maksimal.

“Mengapa aman dan sejahtera? Karena kita ingin menciptakan rasa aman agar investasi datang. Ini harus dikelola dengan menggerakkan hati yang dilandasi dengan religi. Saya Ingi mengajak semua terutama OPD, mari bekerja menggunakan hati. Masyarakat menanti karya-karya kita kedepan.” ungkapnya

Sebelum menutup sambutannya, Andi Sumangerukka menyitir sebuah pantuan yang disambut riuh oleh hadirin, “Pohon Bidara di kebun tetangga. Terlihat indah dipagi yang cerah. Kegiatan HUT Sultra di Bumi Mekongga. Berkah bagi masyarakat dan bumi yang indah.”

Diawal berlangsungnya pembukaan Harmoni Sultra, penampilan Tari Kolosal Legenda Bumi Mekongga menghipnotis masyarakat yang tumpah ruah memadati Stadion Gelora. Tarian yang dibawakan oleh 61 siswa-siswi dari beberapa SMP di Kolaka ini menceritakan tentang Negeri Sorume (Kolaka saat ini) yang mendapatkan ancaman dari Burung Konggaha. Burung Elang Raksasa yang memangsa hewan ternak hingga manusia. Keganaasan Burung Konggaha berhasil diakhiri oleh ide dari Larumbalangi yang kemudian dilantik sebagai raja pertama Kerjaan Mekongga.

Penampilan seni musik bambu tradisional yang dibawakan oleh siswa-siswi SDN 2 Lalombaa dan SDN 1 Ulu Wolo turut menyemarakkan pembukaan Harmoni Sultra. Para pemain musik bambu mengalunkan melodi dari lagu-lagu daerah di Sulawesi Tenggara. Masyarakat juga dihibur oleh penampilan artis ibu kota Nassar dan sederet musisi asal Sultra.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

 

Bupati Muna Barat Temui Pihak PLN di Baubau : Pastikan Listrik Pulau-Pulau Terpencil Terlayani Mulai 2025

 KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan publik yang merata hingga ke wilayah paling terpencil. Hal ini dibuktikan dengan pertemuan antara Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, bersama Manager PLN UP2K Sulawesi Tenggara, Joni Sitorus, yang turut didampingi oleh Manager PLN UP3 Baubau, Bagus Cahyadi, Senin (14/4/2025) di Kota Baubau.

Pertemuan ini membahas secara khusus percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah kepulauan Muna Barat, sebagai bentuk realisasi janji politik kepemimpinan Bupati La Ode Darwin dan Wakil Bupati Drs. Ali Basa, M.Si dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

“Kesimpulan dari hasil pertemuan kami, pihak PLN akan mulai melakukan pembangunan jaringan listrik pada tahun 2025 ini, dan akan berlanjut secara bertahap hingga tahun 2027. Dengan begitu, Insya Allah dalam waktu dekat masyarakat desa di wilayah kepulauan akan segera menikmati akses listrik yang layak,” ujar Bupati La Ode Darwin, Sabtu (19/4/2025), saat mengonfirmasi hasil pembahasan tersebut.

Bupati Muna Barat menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses infrastruktur dasar.

“Listrik bukan sekadar penerangan, melainkan kunci membuka akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi. Tidak boleh ada kesenjangan pelayanan hanya karena faktor geografis. Masyarakat di pulau-pulau berhak mendapatkan hak yang sama seperti masyarakat di daratan,” tegasnya.

Adapun cakupan wilayah yang akan menjadi prioritas pembangunan jaringan listrik meliputi 11 desa yang tersebar di tiga kecamatan, yakni: Kecamatan Maginti: Desa Pasidangan, Desa Gala, Desa Maginti, dan Desa Kangkunawe, Kecamatan Tiworo Utara: Desa Santiri, Desa Mandike, Desa Tasipi, Desa Bero, Desa Tiga, dan Desa Santi dan Kecamatan Tiworo Kepulauan: Desa Katela

Lebih lanjut, La Ode Darwin juga menyampaikan bahwa dua kebutuhan utama masyarakat kepulauan yang selama ini menjadi perhatian pemerintah daerah adalah listrik dan air bersih. Untuk itu, selain percepatan ketersediaan listrik, Pemkab Muna Barat juga tengah menyusun strategi untuk memenuhi akses air bersih yang memadai.

“Untuk air bersih, kami sedang mencari formulasi terbaik agar masyarakat kita di pulau-pulau bisa mendapatkan layanan air yang layak. Ini bagian dari tanggung jawab pemerintah yang tidak boleh tertunda,” pungkas Bupati.

Pertemuan strategis ini menandai langkah konkret sinergi antara Pemkab Muna Barat dan PLN untuk memastikan bahwa tidak ada warga yang tertinggal dalam pembangunan. Dengan hadirnya listrik, diharapkan akan terbuka lebih banyak peluang produktif yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup dan ekonomi masyarakat kepulauan.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar
Penulis :  Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)