Rakernas X PKK Tahun 2025 Rumuskan Arah Gerakan PKK Lima Tahun ke Depan, TP-PKK Muna Barat Apresiasi Penekanan Kolaborasi

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Rangkaian Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 yang berlangsung di Plenary Hall Convention Center Sempaja, Gelora Kadrie Oening, Samarinda, Kalimantan Timur, juga dirangkaikan dengan penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X PKK Tahun 2025. Kegiatan strategis ini menjadi forum tertinggi untuk menyelaraskan arah kebijakan dan program Gerakan PKK dengan dinamika pembangunan nasional.

Rakernas X dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Pelindung TP-PKK Pusat, Selvi Ananda Gibran, Ketua Umum TP-PKK, Tri Tito Karnavian, Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, serta Ketua dan Pengurus TP-PKK dari seluruh Indonesia, termasuk Ketua TP-PKK Kabupaten Muna Barat, Ny. Rhika Purwaningsih Darwin bersama jajaran.

Dalam sesi penutupan, Staf Ahli Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga TP-PKK Pusat, Yane Bima Arya, membacakan hasil rumusan akhir Rakernas yang telah disusun secara kolektif oleh TP-PKK Pusat dan perwakilan dari seluruh provinsi. Dokumen tersebut akan menjadi panduan pelaksanaan Gerakan PKK periode 2025–2029, yang disusun dengan mengacu pada kebutuhan aktual masyarakat serta selaras dengan arah pembangunan nasional.

TP-PKK menegaskan komitmennya dalam mendukung visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden RI, melalui penguatan program yang berfokus pada pemberdayaan keluarga dan pencapaian kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Gerakan PKK selama lima tahun ke depan akan berfokus pada pencapaian visi besar:
“Terwujudnya keluarga berdaya dan sejahtera untuk mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045.”

Visi tersebut akan dijabarkan ke dalam misi strategis dan program unggulan yang bersifat lintas sektor dan menjangkau seluruh jenjang kelembagaan PKK, mulai dari pusat hingga desa. Sebagai pijakan pelaksanaan, Rakernas X menetapkan tiga dokumen utama:

  1. Rencana Induk Gerakan PKK Tahun 2025–2029

  2. Strategi Gerakan PKK

  3. Petunjuk Teknis Tata Kelola Kelembagaan PKK

Ketiga dokumen ini diusulkan untuk disahkan oleh Ketua Umum TP-PKK dan ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Pembina TP-PKK Pusat. Selain menjadi pedoman kelembagaan, dokumen ini juga akan dijadikan rujukan resmi dalam integrasi program PKK ke dalam perencanaan pembangunan daerah dan desa.

Rakernas X PKK 2025 juga menghasilkan sejumlah rekomendasi penguatan struktur organisasi, termasuk usulan revisi terhadap Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 36 Tahun 2020. Beberapa poin utama dalam usulan revisi tersebut mencakup:

  • Penyesuaian masa jabatan Ketua TP-PKK Desa agar selaras dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa

  • Penambahan unsur Wakil Ketua dan Sekretaris dalam struktur TP-PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota

  • Integrasi Kelompok Dasawisma ke dalam struktur kelembagaan resmi sebagai upaya memperkuat peran masyarakat di tingkat paling bawah

Rakernas juga menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam pelaksanaan program, baik dengan pemerintah pusat dan daerah, sektor swasta, lembaga pendidikan, media, hingga organisasi kemasyarakatan. Strategi tahunan akan terus dikembangkan untuk mendukung pencapaian visi dan misi jangka panjang.

Dalam tanggapannya, Ketua TP-PKK Kabupaten Muna Barat, Rhika Purwaningsih Darwin, menyampaikan bahwa semangat kolaborasi multipihak sebagaimana ditekankan dalam Rakernas X telah terlebih dahulu diinisiasi oleh pihaknya.

“Sebelum penekanan ini muncul di Rakernas, kami di TP-PKK Muna Barat sudah lebih dahulu membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak. Di antaranya dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan keluarga, serta dengan Ikatan Mubaligh Muna Barat untuk penguatan nilai spiritual dan ketahanan keluarga,” ungkap Rhika.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi tersebut menjadi pendekatan penting untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas dan menyentuh kebutuhan yang spesifik di tingkat lokal.

“Kami percaya bahwa kemajuan PKK tidak bisa berjalan sendiri. Melibatkan banyak pihak adalah kunci agar program-program kami tidak hanya hadir di atas kertas, tapi benar-benar memberi dampak positif di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Dengan ditetapkannya hasil Rakernas X ini, TP-PKK di semua tingkatan diharapkan dapat segera melakukan penyesuaian program, memperkuat sinergi lintas sektor, dan memastikan bahwa seluruh kegiatan PKK menjawab tantangan nyata dan mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

HKG PKK ke-53 Digelar Meriah di Kalimantan Timur, Ketua TP-PKK Muna Barat Hadiri Langsung

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 digelar meriah pada Selasa, 8 Juli 2025 di Plenary Hall Convention Center Sempaja,  Samarinda, Kalimantan Timur. Kegiatan nasional tahunan ini menjadi momen penting dalam menguatkan peran keluarga sebagai pilar utama pembangunan bangsa.

Acara secara resmi dibuka oleh Pelindung TP-PKK Pusat, Selvi Ananda Gibran, yang hadir didampingi oleh Ketua Umum TP-PKK Tri Tito Karnavian, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, serta Ketua dan Pengurus TP-PKK dari seluruh daerah di Indonesia, termasuk Ketua TP-PKK Kabupaten Muna Barat, Rhika Purwaningsih Darwin, bersama jajaran pengurusnya.

Kehadiran Selvi Ananda Gibran menjadi magnet utama dalam perhelatan ini. Dalam sambutannya, Selvi menegaskan bahwa HKG PKK bukan hanya ajang seremonial, namun wujud nyata dari kekuatan perempuan dalam membangun negeri.

“HKG bukan hanya seremonial, tapi bukti nyata kekuatan perempuan dalam membangun negeri,” ujar Selvi.
Ia juga menyoroti kiprah para kader PKK yang telah bekerja keras mendampingi masyarakat, mulai dari isu kesehatan, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga penurunan angka stunting yang berhasil ditekan hingga 19,8 persen pada tahun 2024.

Selvi juga memberikan apresiasi khusus kepada para kader yang datang dari berbagai pelosok tanah air, termasuk daerah-daerah terpencil.

“Mereka menempuh perjalanan darat dan laut berjam-jam, namun semangatnya tidak pernah surut. Kader PKK adalah pahlawan tanpa pamrih,” katanya dengan penuh penghargaan.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, menegaskan bahwa PKK adalah mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan nasional.

“PKK bukan sekadar organisasi kemasyarakatan, tetapi mitra penting pemerintah dalam mengatasi isu-isu utama masyarakat seperti stunting, kemiskinan, hingga transformasi digital,” ujar Ribka.
Ia menekankan perlunya penguatan program-program seperti literasi keluarga, edukasi kesehatan, keterampilan teknologi, serta inklusi sosial dan kesetaraan gender.

Ketua Umum TP-PKK, Tri Tito Karnavian, turut menyampaikan bahwa kader PKK harus menjadi garda terdepan dalam membina usaha rumah tangga. Menurutnya, pelaku usaha skala rumah tangga memiliki potensi besar yang perlu terus didampingi agar mampu naik kelas dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Kami terus mendorong TP-PKK di seluruh daerah untuk fokus pada pembinaan UMKM dan usaha rumah tangga. Ini adalah fondasi ekonomi keluarga sekaligus bangsa,” tegas Tri Tito.

Kegiatan HKG ke-53 ini juga diramaikan oleh pameran UMKM dari seluruh daerah, yang menampilkan beragam produk unggulan lokal. Stand dari berbagai provinsi menyajikan makanan khas, kerajinan tangan, produk herbal, dan busana etnik yang menggambarkan kekayaan budaya nusantara.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP-PKK Kabupaten Muna Barat, Ny. Rhika Purwaningsih Darwin, menyatakan dukungannya terhadap gerakan pemberdayaan ekonomi keluarga yang diusung dalam peringatan HKG ini.

“Kami di Muna Barat terus berupaya agar para pelaku usaha perempuan, khususnya yang berasal dari rumah tangga, mendapat pendampingan dan akses pemasaran yang lebih luas. Semangat dari HKG ke-53 ini akan kami bawa pulang untuk memperkuat gerakan di daerah,” ujar Rhika.

Acara puncak ditandai dengan pemotongan tumpeng, penyerahan penghargaan Adhi Bakti Utama kepada kader berprestasi, serta suguhan budaya berupa tari kolosal khas Kalimantan Timur dan fashion show wastra daerah bertema “Kerlap Puja Semesta” yang memukau para tamu undangan.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

TP PKK Muna Barat Gelar Pelatihan Penguatan Literasi 10 Program Pokok PKK

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pelatihan Penguatan Literasi 10 Program PKK menjadi agenda pertama usai pelantikan dan pengukuhan Tim Penggerak (TP) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) periode 2025-2030. TP PKK Muna Barat menghadirkan Pegiat Literasi Provinsi Sulawesi Tenggara Andi Diah Masyita Arsyad sebagai narasumber. Kegiatan yang digelar di Aula Kantor Bupati pada Rabu, 28 Mei 2025 tersebut dibuka oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Muna Barat Muhammad Naazirun.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Staf Ahli Bidang Pemerintahan Ali Mochtar Jaya, Ketua Darma Wanita Muna Barat Muliati Husein Tali, serta jajaran pengurus TP PKK Muna Barat. Ketua Bidang 4 Waode Siti Amziah Ibrahim mewakili Ketua TP PKK Rika Purwaningsih Darwin menyampaikan bahwa literasi memiliki kedudukan sangat vital dalam pelaksanaan 10 Program PKK. Literasi tidak hanya berkaitan dengan proses membaca dan menulis tetapi melingkupi kemampuan berpikir kritis dan inovatif.

“Pelatihan Penguatan Literasi 10 Program PKK ini adalah kegiatan perdana dibawah kepemimpinan Ibu Rika Purwaningsih Darwin. Literasi menjadi sangat penting sebab bukan hanya tentang membaca dan menulis tetapi kemampuan berpikir kritis dan inovatif,” ujar Waode Sitti Amziah saat menyampaikan sambutan.

Ketua Bidang 4 ini juga mengharapkan agar pelatihan ini menghasilkan perencanaan kegiatan secara terstruktur sehingga program yang dijalankan dapat semakin efektif dan efisien menuju cita-cita Muna Barat Liwu Mokesa. Waode Sitti Amziah mengingatkan bahwa literasi mampu membangun sebuah masyarakat berbudaya dan berdaya saing.

“Diharapkan ibu-ibu pengurus dapat merencanakan kegiatan secara terstruktur agar program yang dijalankan bisa efektif dan lebih baik lagi. Mari kita ciptakan lingkungan yang mendukung literasi baik di rumah, sekolah, dan maupun lingkungan masyarakat. Dengan literasi bisa membangun masyarakat berbudaya dan berdaya saing. Semoga pelatihan ini bisa memberi inovasi khususnya bagi pengurus agar Muna Barat menjadi Liwu Mokesa,” pungkasnya

Selanjutnya, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Muna Barat Muhammad Naazirun menjabarkan tentang literasi yang harus dimiliki oleh pengurus PKK dalam menjalankan tugas. Asisten II menjelaskan bahwa pada dasarnya literasi merupakan kemampuan dasar manusia dalam menganalisa kondisi berbagai macam aspek dalam kehidupan.

“Saya akan menyampaikan seperti apa literasi yang harus dimiliki oleh pengurus PKK karena urutan 10 Program PKK bukan kata-kata kosong tapi urutan tugas yang harus dilaksanakan. Literasi pada prinsip dasarnya adalah kemampuan dasar manusia untuk menganalisa kondisi berbagai macam aspek,” ujarnya

Muhammad Naazirun mengingatkan bahwa PKK adalah mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan visi misi pemerintahan kepada masyarakat. Ia juga mengingatkan peran penting perempuan dalam segala bidang baik ditinjau dari aspek agama, sosiologi, hingga psikologi.

“Yang paling penting bagi pengurus adalah memahami konteks dasar bahwa PKK merupakan mitra dalam menyampaikan visi misi pemerintah pada masyarakat. Dalam ilmu Psikologi, mengingatkan betapa pentingnya kedudukan ibu-ibu dalam sebuah tatanan. Dalam ilmu Sosiologi dikatakan bahwa kalau ingin menghancurkan negara, hancurkan perempuannya; kalau ingin menghancurkan pemerintah, hancurkan perempuannya; dan kalau ingin merusak keluarga, maka rusak lah perempuannya. Dalam aspek agama, kedudukan perempuan punya tingkatan yang lebih tinggi dari suami,” tuturnya.

Bertolak dari peran penting tersebut, Muhammad Naazirun berharap agar materi yang disampaikan tidak terbatas pada 10 Program PKK tetapi lebih luas lagi. Asisten II mengingatkan bahwa salah satu literasi yang penting saat ini adalah literasi digital sebab digitalisasi memilki dampak positif dan negatif. Dampak negatif inilah yang seyogyanya mampu diminimalisasi oleh pengurus PKK.

“Hari ini kita mencoba meningkatkan pemahaman. Saya berharap materi hari ini tidak terbatas pada 10 program PKK tapi secara luas. Literasi paling prinsip yang harus dipahami anggota PKK adalah 2 yaitu harus memahami literasi digital dan literasi psikologis. Pengaruh digitalisasi sudah meninggalkan norma kesantunan dalam budaya kita. Siapa penyaringnya? Ibu-ibu anggota PKK. Sedangkan literasi psikologis menjadi penting dalam sebuah hubungan untuk menjembatani berbagai perbedaan,” pungkasnya.

Usai sambutan, Andi Diah Masita selaku narasumber memaparkan materi pertama bertajuk Etika Kelompok. Pembahasan tentang etika menjadi penting sebab etika lah yang menjadi dasar dari norma berkehidupan. Tujuan dari pembahasan ini adalah membentuk sebuah kebiasaan yang baik sebagai gambaran kehidupan masyarakat berbudaya.

Pada akhir materi, Andi Diah membagi peserta dalam 5 kelompok. Masing-masing memiliki tugas untuk menunjuk ketua, sekretaris, dan seksi kesenian. Setelah itu kelompok menentukan nama kelompok dan membuat yel-yel yang mengandung unsur kebudayaan di Muna Barat. Para peserta antusias dan semakin bersemangat saat diminta untuk menampilkan yel-yel di hadapan seluruh peserta.

Narasumber menutup sesi pertama dengan kesimpulan singkat nan menggugah rasa, “Ternyata ketika kita menurunkan ego, satu karya akan dihasilkan. dari praktik kecil ini kita belajar untuk saling menghargai, menghormati, menunjuk, dan mempercayakan amanat kepada seseorang. Maka masing-masing harus menurunkan ego agar suatu hasil tercipta. Itulah etika berkelompok. Pintar menempatkan diri. Apa yang dikerjakan dari hati akan sampai ke hati.”

Adapun materi kedua yang disampaikan adalah tentang Literasi Dalam 10 Program PKK. Andi Diah Masita mengungkapkan bahwa literasi merupakan fondasi pemahaman yang akan menghasilkan solusi dan penyelesaian. Literasi dapat dimulai dari lingkungan terkecil dengan sasaran generasi penerus yang meliputi semua lini kehidupan sejak masa kanak-kanak hingga usia produktif. Subjek dari literasi adalah orang tua.

Penyiar TVRI tersebut menjelaskan bahwa literasi dan PKK memiliki keterkaitan tujuan dimana PKK bertujuan membentuk keluarga yang sejahtera sedangkan literasi bertujuan memperluas pengetahuan dan memperdalam pemahaman menuju kesejahteraan. Hal inilah yang membuat Tim Pengurus PKK harus memilki literasi yang kuat dalam menjalankan program-programnya.

Sebagai penutup sesi ke 2, narasumber meminta masing-masing Kelompok Kerja (Pokja) membentuk kelompok lalu mendiskusikan masalah-masalah pada bidangnya. Selanjutnya setiap Pokja diminta untuk menemukan solusi, membuat program, serta Rancangan Tindak Lanjut. Hasil dari pemaparan dan diskusi antar Pokja akan menjadi laporan kepada Ketua Tim Penggerak PKK Muna Barat Rika Purwaningsih Darwin.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Kukuhkan dan Lantik Pengurus TP PKK Periode 2025-2030

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Muna Barat Rika Purwaningsih Darwin secara resmi dikukuhkan oleh Bupati Muna Barat Laode Darwin, Jumat (16/5/2025). Agenda pengukuhan yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati dihadiri oleh Wakil Bupati Muna Barat, Sekretaris Daerah, Jajaran Forkopimda, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Camat, Lurah se-Kabupaten Muna Barat.

Dalam kegiatan tersebut, La Ode Darwin juga melantik Pengurus PKK Kabupaten Muna Barat masa bakti 2025-2030. Pelantikan dan susunan pengurus tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Muna Barat Nomor 100.3.3.2/215/2025.

Buapti Muna Barat mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh pengurus TP PKK yang telah dilantik. Laode Darwin berharap agar seluruh pengurus menjalankan amanah dengan penuh tanggungjawab, semangat pengabdian dan keikhlasan dalam membangun masyarakat, rumah tangga, serta pelestarian lingkungan hidup. Dewan Pembina PKK Muna Barat ini juga  menitip pesan agar pengurus yang baru mampu berinovasi, berkolaborasi, serta bersinergi dengan OPD dan elemen masyarakat.

“Saya berharap kepengurusan yang baru ini mampu menghadirkan inovasi, semangat kolaborasi, serta memperkuat sinergi dengan OPD dan elemen masyarakat.” ujar Laode Darwin dalam sambutannya.

Bupati Muna Barat menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendukung dan mefasilitasi program strategis PKK baik dalam hal anggaran, pelatihan, maupun perluasan jaringan kemitraan. Laode Darwin mengajak segenap pengurus PKK untuk menjadikan momen pelantikan sebagai tonggak awal kerja-kerja produktif dan adaptif terhadap perkembangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai luhur Bumi Laworo.

“Mari kita jadikan momentum pelantikan ini sebagai langkah awal untuk menata kerja nyata, membangun kolaborasi yang produktif, dan mendorong lahirnya gerakan PKK yang adaptif terhadap perubahan zaman namun tetap berakar pada nilai-nilai luhur masyarakat kita.” lanjutnya

Pada akhir sambutannya, Laode Darwin menghaturkan terima kasih kepada segenap panitia yang telah bekerja maksimal demi suksesnya acara pengukuhan dan pelantikan TP PKK Muna Barat masa bakti 2025-2030. Bupati berharap apa yang dilaksanakan menjadi bagian dari ikhtiar menuju Muna Barat yang lebih berdaya, bermartabat, dan semakin membanggakan.

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Bupati Muna Barat, Ketua TP PKK Rika Purwaningsih Darwin juga menghimbau kepada segenap pengurus PKK yang telah dilantik untuk memperkuat peran PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjalankan program-program pembangunan. Rika Purwaningsih mengingatkan bahwa kemakmuran suatu daerah dimulai dari elemen terkecil dalam masyarakat yakni keluarga.

“Saya berharap tim Pengerak PKK yang baru saja dilantik dapat menjalin komunikasi dan hubungan yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat demi mensukseskan program pemerintah Kabupaten Muna Barat khususnya dalam mewujudkan Liwu Mokesa.” ungkap Ketua TP PKK dalam sambutannya.

Alumni Universitas Haluoleo ini berharap agar PKK dapat dijadikan mitra dalam berbagai kegiatan yang dilaksnakan oleh pemerintah daerah. Rika Purwaningsih menyitir filosofi sapu lidi yang mana jika hanya satu batang yang bekerja tidak akan memberikan hasil maksimal. Namun jika terdiri dari banyak batang yang disatukan maka akan memberikan dampak signifikan.

“Bapak bupati agar kami PKK bisa diikutsertakan dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah. Jangan hanya karena kami sebuah organisasi yang sebagian besar beranggotakan ibu-ibu atau perempuan sehingga kami dianggap sebelah mata. Tanpa PKK daerah juga tidak bisa berkembang.” pungkasnya.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Desa Wakontu Wakili Muna Barat Pada Lomba 10 Program PKK Tingkat Provinsi Sultra

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Tim Penggerak PKK Desa Wakontu Kecamatan Wadaga terpilih sebagai wakil Kabupaten Muna Barat pada Lomba Gerakan PKK Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2024. TP-PKK Sultra yang tergabung dalam tim penilaian lomba hadir melakukan penilaian pada Rabu (25/09/2024).

Kehadiran tim disambut langsung oleh Sekretaris Daerah LM Husein Tali didampingi Ketua TP-PKK Muna Barat bersama anggota, Staf Ahli Bupati, Asisten, Kepala OPD, Camat, Kepala Desa, serta stakeholder terkait lainnya. Unsur-unsur dalam penilaian antara lain tertib administrasi PKK, Pokja I, Pokja II, Pokja III, Pokja IV, dan dasawisma. Selain itu tim penilai juga melihat program-program apa saja yang sudah dijalankan dan inovasi apa saja yang sudah dibuat oleh TP PKK Desa Wakontu.

Usai agenda penilaian, tim berkesempatan mencicipi aneka hidangan khas Muna Barat. Hidangan yang disajikan merupakan hasil pertanian dan perikanan Muna Barat. Aneka kuliner tersebut merupakan persembahan dari Tim PKK kecamatan se-Muna Barat yang sebelumnya telah mengikuti lomba kuliner

Adapun pemenang lomba yakni juara 1 diraih oleh Kecamatan Tiworo Tengah dengan nilai 93, juara 2 diraih oleh Kecamatan Tikep dengan nilai 89, serta juara 3 diraih oleh Kecamatan Lawa dengan nilai 86. Selain 3 besar ada pula juara 4 yang diduduki oleh Kecamatan Tiworo Selatan dengan nilai 85, juara 5 Kecamatan Barangka dengan nilai 83, serta juara 6 Kecamatan Tiworo Utara.

Dalam kesempatan tersebut, Tim Media Kominfo berkesempatan melakukan wawancara kepada Kepala Desa Wakontu LM Acal Mansiri terkait persiapan yang dilakukan dalam menghadapi penilaian. Acal menyampaikan bahwa pemilihan Wakontu sebagai wakil Muna Barat membuat desa ini tampak berbeda dari yang sebelumnya. Meski waktu persiapan kurang dari satu bulan tetapi atas dukungan pemda dan masyarakat sehingga persiapan berjalan lancar.

“Penentuan Wakontu yang wakili kurang lebih 3 minggu lalu, makanya kita kerja full terutama persiapan kebersihan. Alhamdulillah dari Pemda Muna Barat bisa dibilang semua turut berpartisipasi disini. Selama kurang lebih satu minggu OPD turun lapangan untuk membantu.”

Kades Wakontu juga mengungkapkan alasan dibalik terpilihnya desa tersebut sebagai wakil Muna Barat. Pada awalnya Desa Wakontu menempati urutan ketiga dari seluruh desa di Muna Barat. Namun setelah melalui proses pengecekan administrasi, Desa Wakontu lebih lengkap dibanding desa lainnya.

“Alasan terpilih dari 11 kecamatan Wakontu urutan ketuga. Setelah dicek, desa lain yang ada banyak yang harus dibenahi makanya terpilih Wakontu karena administrasinya pada saat itu lebih lengkap. Juga dilihat dari kondisi desa dan administrasi, tidak terlalu repot kalau Wakontu”

LM Acal berharap agar kedepannya terkait lomba seperti ini diberi waktu lebih lama supaya kita di desa ini tidak terburu-buru. sebaiknya mungkin dua bulan atau tiga bulan agar bisa melakukan persiapkan dengan lebih matang.

Sumber : Tim liputan Doskominfo Mubar

Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)

Editor : Kabid Opini & Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)

Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)