Berita

Lomba Tarik Tambang  Warnai Peringatan HUT Muna Barat dan HUT RI 2024

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Masih dalam rangkaian semarak peringatan HUT Muna Barat dan HUT RI 2024, pemerintah kabupaten menyelenggarakan Lomba Tarik Tambang. Pertandingan berlangsung di halaman Kantor Bupati Muna Barat pada Rabu (14/08/2024). Sekretaris Daerah Laode Muhammad Husein Tali hadir secara langsung membuka jalannya kegiatan.

Sekda mengungkapkan bahwa pertandingan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menjaga kebersamaan antar kecamatan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sebanyak 8 kecamatan dan 34 OPD berpartisipasi menyemarakkan jalannya perlombaan. Dinas Kesehatan menjadi penanggungjawab utama mengawal jalannya pertandingan yang dimainkan oleh 7 peserta dari setiap tim. Mursalin bertindak sebagai koordinator lapangan.

Pada Lomba Tarik Tambang tingkat kecamatan, juara 1 diraih oleh Kecamatan Barangka yang menang dalam dua kali pertandingan secara berturut-turut.  Sedangkan yang menduduki posisi kedua adalah Kecamatan Lawa.

Adapun tingkat OPD yang berhasil masuk dalam babak semifinal antara lain Satpol PP, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pertanian, serta Sekretariat Daerah. Satpol PP dan Dinas Pertanian memperebutkan posisi pertama dan kedua sedangkan Dinas PUPR dan Sekretariat Daerah memperebutkan posisi ketiga dan keempat.

Setelah melalui pertandingan yang sengit, Satpol PP berhasil keluar sebagai peringkat pertama. Dinas Pertanian mengamankan posisi kedua. Adapun pemenang ketiga diraih oleh Sekretariat Daerah. Dinas PUPR harus puas berada pada posisi keempat.

Pada akhir kegiatan, berlangsung pertandingan eksibisi antara peringkat pertama OPD melawan pemenang utama tingkat kecamatan. Pertandingan eksibisi ini dimenangkan oleh Kecamatan Barangka usai meraih kemenangan dalam 2 kali pertandingan berturut-turut.

Seluruh tim yang berhasil menjadi pemenang akan mendapatkan hadiah. Namun, belum ada informasi pasti terkait jenis hadiah yang akan didapatkan oleh masing-masing tim.

 

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar

Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)

Editor : Kabid Opini & Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)

Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Kejuaraan Kalego, Melestraikan Tradisi Dalam Semarak HUT RI Dan HUT Muna Barat Tahun 2024

KOMINFO. MUNA  BARAT. GO. ID Semburat senyum menghiasi wajah sekumpulan perempuan bersarung khas Suku Muna. Masing-masing tampak memegang sebongkah tempurung kelapa sebagai peranti utama dalam permainan Kalego. Sebuah permainan tradisional Suku Muna yang tak lagi dikenali oleh generasi saat ini. Momen perayaan HUT Muna Barat ke-10 dan HUT RI ke-79 menjadi waktu tepat untuk kembali mengenalkan kekayaan budaya milik leluhur.

Lapangan Wamelai Kecamatan Lawa menjadi saksi atas pelestarian permainan tradisional ini. Dinas Pemuda dan Olahraga serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi tampil sebagai panitia kegiatan. Jalannya pertandingan telah dimulai sejak Minggu (11/08/2024). Sebanyak 10 tim yang berasal dari beberapa wilayah di Muna Barat beradu ketangkasan dan kelihaian memainkan tempurung. Setiap tim terdiri dari 4 orang dan bermain dalam sebuah arena persegi.

Adapun teknis permainan dimulai dengan pengundian dimana dua orang dari tim berbeda akan memegang dan membenturkan tempurung kelapa lalu membiarkannya jatuh ke tanah. Tempurung yang jatuh dalam posisi terbuka akan menjadi pemain pertama. Jika posisi sama maka akan terus diulang hingga posisi berbeda.

Selanjutnya, tempurung dari pemain kedua disusun pada jarak yang telah ditentukan. Sedangkan pemain pertama berbaris membelakangi dengan mengapit tempurung pada kedua kakinya. Empat pemain secara bergiliran akan melompat dan melepaskan tempurung hingga mengenai tempurung lawan. Jika tepat mengenai milik lawan pada percobaan pertama maka mendapatkan 2 poin. Namun, jika meleset akan diulang dari lokasi jatuhnya tempurung. 1 poin akan didapatkan saat berhasil mengenai tempurung lawan pada percobaan kedua.

Dalam satu sesi permainan terdapat dua babak. Perhitungan poin diakumulasi dari babak pertama dan babak kedua. Skor tertinggi akan keluar menjadi pemenang. Pada kejuaraan se-Muna Barat ini, Kelurahan Wamelai dan Desa Latugho bersaing di babak final. Kelurahan Wamelai keluar sebagai juara pertama dengan total skor 74 poin. Juara kedua diduduki oleh Desa Latugho dengan total skor 35 poin. Posisi ketiga diraih oleh Desa Sawerigadi yang mengumpulkan 45 poin. Sedangkan peringkat keempat jatuh kepada Desa Madampi dengan total jumlah poin 41.

Para pemenang akan mendapat apresiasi berupa piala dan uang tunai. Salah satu panitia mengungkapkan harapan agar kegiatan ini terus dilestarikan, “Dengan adanya kegiatan ini, kalau bisa dilanjutkan terus karena permainan ini sebagai permainan tradisional yang harus dilestarikan kembali.”

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar

Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)

Editor : Kabid Opini & Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)

Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al rahman, S.Pd, M.Si)

 

 

 

 

 

 

 

Karnaval Budaya Muna Barat Dalam Balutan Warna Warni Nusantara.

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Dalam rangka menyemarakkan HUT Muna Barat ke-10 dan menyambut HUT Republik Indonesia ke-79, pemerintah Kabupaten Muna Barat menggelar Karnaval Budaya. Penjabat Bupati Laode Butolo bersama Sekretaris Daerah dan Kepala Kemenag Muna Barat hadir secara langsung sekaligus membuka jalannya kegiatan.

Karnaval Budaya yang menjadi sarana pelestarian nilai-nilai tradisi berlangsung pada Jumat (09/08/2024). Pembukaan dan arena titik awal berada di Lapangan Sepak Bola Desa Suka Damai, Kec. Tiworo Tengah. Adapun titik akhir kegiatan Karnaval Budaya adalah Lapangan Desa Mekar Jaya Kec. Tiworo Tengah. Jarak tempuh antar lokasi awal sampai akhir kurang lebih 3 km.

Peserta pawai berasal dari Organisasi Perangkat Daerah, Kecamatan, Desa, dan masyarakat. Peserta tampak mengenakan kostum dari berbagai daerah seperti Muna, Buton, Jawa, Bugis, Bali, Nusa Tenggara, dan lain-lain. Sebagaimana semboyan bangsa Indonesia ‘Bhineka Tunggal Ika’, pakaian ini melambangkan keberagaman yang bersatu dalam ajang Karnaval Budaya.

Pasukan Marching Band yang berada pada barisan awal menambah kemeriahan karnaval . Masing-masing rombongan berupaya menampilkan ciri khasnya. Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) diiringi oleh gadis-gadis cilik yang tampak gemulai bernari. Dinas Kesehatan Muna Barat dimulai penampilan silat khas Suku Muna yakni Ewa Wuna. Dalam rombongan tersebut juga terdapat beberapa orang yang tampak membawa Kasughu -memikul hasil pertanian-. Sedangkan Dinas Perikanan dan Kelautan didampingi Maskot Ikan dari Rare Indonesia. Rombongan lain menarik perhatian dengan aneka yel-yel. Salah satunya Dinas Kominfo Muna Barat yang tampil meriah dengan tagline “Menguatkan yang Lemah” sebagai semangat untuk terus menguatkan jaringan di wilayah-wilayah blank spot se Muna Barat.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar

Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)

Editor : Kabid Opini & Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)

Penanggungjawab : Kadis Kminfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Kominfo Muna Barat Ikuti Rakor Sinergitas Komisi Infromasi Provinis Sulawesi Tenggara

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Keterbukaan informasi publik merupakan kewajiban bagi setiap Badan Publik yang menjadi bagian penting dalam Reformasi Birokrasi. Atas dasar tersebut Komisi Informasi Pusat (KIP) Provinsi Sulawesi Tenggara selaku lembaga mandiri yang bertugas menjalankan keterbukaan informasi menyelenggarakan Rapat Koordinasi Sinergitas antara KIP bersama PPID Utama dan PPID Pembantu Kab/Kota se-Sulawesi Tenggara di Kendari pada Kamis (01/08/2024).

Hal ini sebagai upaya menyongsong Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2024. Hasmasyah Umar selaku Ketua KIP Sultra mengungkapkan bahwa monev dilaksanakan sebagai bentuk pemantauan dan evaluasi kualitas pelaksanaan keterbukaan informasi publik pada badan publik dalam kurun waktu satu tahun terkahir.

“KIP memfasilitasi kegiatan ini bersama PPID Utama dan Pembantu agar dapat menyatukan tujuan diselenggrakananya Monev Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2024.” ujarnya

Pada tahun sebelumnya, Sulawesi Tenggara menduduki urutan ke 15 dari 38 provinsi dengan nilai 77,19 atau kualifikasi cukup informatif. Nilai ini masih berada diatas nilai rata-rata nasional yakni 75,40. Guna meningkatkan pencapaian pada tahun 2024 ini dibutuhkan sinergi dan kerjasama dari seluruh badan publik di Sulawesi Tenggara.

Sekretaris Daerah Sulawesi Tenggara Asrun Lio menyampaikan bahwa Keterbukaan Informasi Publik adalah sarana utama untuk mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara dan badan publik lainnya. Akses informasi yang terbuka akan bermuara pada partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan serta memastikan setiap kebijakan dan keputusan berimplikasi positif bagi kepentingan rakyat.

“Dengana adanya akses informasi terbuka maka masyarakat bisa berpartisipasi memantau jalannya pemerintahan. Karena inofrmasi tidak terbuka, banyak yang turun kejalan mencari informasi. Kalau sudah ada informasi, saya yakin tidak ada lagi yang akan turun kejalan.” ujar Asrun Lio saat menyampaikan sambutan.

Lebih lanjut, Sekda Prov. Sultra tersebut juga meminta kepada setiap badan publik agar membuat website instansi. Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) sebagai ujung tombak dalam pengelolaan infromasi publik memiliki peran yang sangat strategis. PPID diminta untuk memastikan bahwa setiap informasi atau agenda perangkat daerah dipublikasikan secara luas melalui berbagai kanal baik website resmi maupun media sosial.

“Website memerlukan seorang designer website. Kalau tidak punya SDM kita bisa menghire orang untuk membangun itu. Setelah rapat koordinasi hari ini, semua sudah diasistensi oleh Komisi Informasi mana perangkat daerah yang belum ada akses informasi. Website ini salah satu akses inofrmasi.” tuturnya

Usai pembukaan, kegiatan rapat koordinasi dilanjutkan dengan diskusi yang dimoderatori oleh Komisioner KIP bidang Advokasi Rahmawati. Sebelum diskusi, peserta menyimak penyampaian materi yang terbagi dalam tiga sesi. Sesi pertama disampaikan oleh Syawaluddin selaku Komisioner KIP Pusat dengan materi Tata Kelola PPID. Pada sesi kedua Kabid IKP Kominfo Sultra sekaligus Kepala Sekretariat KIP Sultra Yudi Masril memaparkan tentang Pengelolaan Konten Website PPID. Sedangkan pada sesi ketiga diisi oleh Hamzah Machmud dari Dinas Kominfo Bau-Bau dengan materi Best Practice Pengelolaan PPID Utama Kota Baubau.

Pada sesi pertama, Syawaluddin kembali memaparkan tentang pentingnya keterbukaan informasi publik sebagai sarana untuk memperoleh kepercayaan dari masyarakat sehingga dapat mendukung pembangunan. Adapun rencana aksi dalam mendukung keterbukaan informasi publik diantaranya peningkatan kapasitas SDM, penetapan SOP dan regulasi yang jelas, komitmen pimpinan, serta pemberian penghargaan bagi PPID pelaksana dengan kinerja baik. Syawaluddin juga menjelaskan tentang sengketa informasi publik serta tahapan penyelesaiannya.

Selanjutnya, pada sesi kedua Yudi Masril menjabarkan tentang sistematika UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Tentang pelaksanaan UU tersebut diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2010. Selain itu, Kepala Sekretariat KIP Sultra ini juga memaparkan tentang apa dan siapa PPID, bagaimana status/posisinya, legalitas, serta tugas dan fungsinya apa saja

Sesi terakhir berisi penjelasan tentang bagaimana Kota Baubau melakukan serangkaian kegiatan dalam upaya Keterbukaan Informasi Publik sehingga mampu berada pada 3 besar PPID terbaik se Sulawesi Tenggara. Saat ini seluruh OPD Baubau telah memiliki website bahkan hingga tingkat kelurahan. Dalam pemberian informasi kepada publik, setiap OPD senantiasa menyertakan Dinas Kominfo.

Sumber : Tim Liputan diskominfo Mubar

Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)

Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)

Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

 

 

 

 

 

Rapat Koordinasi Rembuk Stunting Kabupaten Muna Barat Tahun 2024

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Menurunkan prevalensi stunting hingga 14 persen pada tahun 2024 menjadi program prioritas dalam RPJMN 2020-2024. Pada tahun 2023, Kementerian Kesehatan mencatat angka stunting sebesar 21,5 persen. Hal ini menjadikan upaya penurunan prevalensi stunting sebagai PR pembangunan yang membutuhkan peran lintas sektoral.

Menindaklanjuti hal tersebut, pemerintah Kabupaten Muna Barat melaksanakan Rapat Koordinasi Rembuk Stunting dan fasilitasi Tim Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2024. Rapat yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Muna Barat ini  dihadiri oleh Pj. Bupati, Kepala Bidang Pembangunan Manusia dan Masyarakat BAPPEDA Prov. Sultra, Sekretaris BKKBN Muna Barat, Kepala BAPPEDA Muna Barat,  Sekretaris Dinas Kesehatan Muna Barat, Kepala OPD, serta stakeholder terkait.

Dalam rapat berlangsung penyampaian materi terkait stunting dan upaya koordinasi yang akan dilaksanakan. Materi pertama disampaikan oleh Kepala Bidang Pembangunan Manusia dan Masyarakat BAPPEDA Prov. Sultra Laode Muhammad Alwi  dengan judul penguatan koordinasi lintas sektor dalam rangka penurunan stunting Kabupaten Muna Barat. Dalam pemaparannya, J. Robert menunjukkan Delta Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 dan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 hasil penilaian kinerja atas Pelaksanaan 8 Aksi Tahun 2022 Muna Barat menduduki peringkat ke-13 di Sulawesi Tenggara. Pada Tahun 2023 pula terjadi penurunan prevalensi stunting sebesar 7,3 persen. Hal ini membawa Muna Barat menduduki peringkat pertama penurunan prevalensi stunting di Sulawesi Tenggara.

Capaian ini tidak lepas dari langkah-langkah intervensi yang ditempuh oleh pemerintah Kabupaten Muna Barat seperti Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kampung Keluarga Berkualitas (KB)Penandatanganan MoU kerjasama penanganan stunting dan penyerahan motor dinas kepada Kemenag Muna Barat, serta pelaksanaan Apel Siaga stunting.

Selanjutnya, pada materi kedua Kepala BAPPEDA Muna Barat Raden Djamun S memaparkan tentang Rencana Kegiatan Percepatan Penurunan Stunting. Raden Djamun mengingatkan kepada seluruh hadirin untuk memberikan perhatian maksimal pada masalah ini. Stunting yang tidak tertangani dengan baik akan menjadi noda hitam bonus demografi.

“Kenapa stunting harus dibicarakan secara nasional karena dampak nya sangat besar. Kalau hari ini tidak ditangani dengan serius maka 19 tahun kedepan bonus demografi tidak akan  sesuai harapan karena melahirkan generasi stunting yg secara kognitif kualitas nya rendah. Sehingga perlu ditangani secara maksimal agar dampak-dampak ini tidak terjadi dimasa datang.” ujarnya

Eks Asisten Administrasi Pembangunan Muna Barat ini berharap semoga tahun 2024 kinerja-kinerja positif penanganan stunting masih bisa dipertahankan melalui aksi konvergensi yang dikerjakan secara bersama-sama. Guna mengimplementasikan aksi tersebut, pada akhir acara dilakukan penandatanganan Pernyataan Komitmen Bersama 8 Langkah Strategis Penanganan Stunting.

Adapun materi ketiga yakni Analisis Situasi Stunting Pada Aksi Konvergensi dijabarkan oleh Sekertaris Dinas Kesehatan Muna Barat Arif Ndaga. Percepatan penurunan stunting mengacu pada amanat Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021. Peraturan tersebut menyatakan bahwa pelaksanaan percepatan penurunan stunting meliputi kelompok sasaran: remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak berusia 0 (nol) – 59 (lima puluh sembilan) bulan. Luasnya cakupan sasaran tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor sebagaimana diungkapkan oleh Arif Ndaga, “upaya konvergensi pencegahan stunting merupakan pendekatan intervensi yang dilakukan secara terkoordinir terpadu dan bersama-sama.”

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar

Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)

Editor : Kabid Opini & Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)

Penanggungjwab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

 

 

 

Atraksi Budaya dan Panggung Hiburan Rakyat Semarakkan Rangkaian HUT Muna Barat Ke-10

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) Muna Barat ke-10 dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Rangkaian kegiatan diawali dengan Jalan Santai yang terbuka untuk umum pada Sabtu (20/07/2024). Selanjutnya, Selasa (23/07/2024) berlangsung upacara peringatan Satu Dekade Muna Barat di Lapangan Wamelai Kecamatan Lawa.

Usai upacara, peserta dan masyarakat disuguhkan Atraksi Pogira Adhara atau Tarung Kuda. Atraksi ini merupakan warisan budaya Suku Muna yang masih lestari hingga kini. Pertunjukkan dimuali dengan masuknya sejumlah Kuda bersama pawangnya ke tengah lapangan. Kuda Betina dihadirkan sebagai pemantik pertarungan yang dipimpin oleh seorang pawang berpengalaman.  Pogira Adhara menjadi simbol pertahanan harga diri Suku Muna.

Dahulu, atraksi ini hanya dilakukan oleh para raja dan keluarganya. Masyarakat biasa hanya bisa menjadi penonton. Atraksi Pogira Adhara juga disuguhkan sebagai hiburan bagi tamu-tamu kerajaan. Namun, saat ini masyarakat biasa dapat menjadi peserta dan dipertunjukkan pada momen-momen khusus.

Kesokah harinya, Lapagan Wamelai kembali meriah dengan penampilan artis ibukota. Pemkab Muna Barat mengundang Kania Permatasari dan Fildan Rahayu untuk hadir menghibur masyarakat. Kania Permatasari yang merupakan jebolan Bintang Pantura 5 tampil membawakan lagu aneka genre. Artis asal Kota Bandung ini menyanyikan beberapa tembang diantaranya  Goyang Dumang, Cinderella, Cikini Gondangdia, dll.

Kania menghaturkan terima kasih kepada pemerintah Muna Barat yang telah mengundangnya untuk memeriahkan HUT Muna Barat ke-10. Selain itu, ia juga mengungkapkan harapan-harapan kebaikan untuk Bumi Laworo kedepannya.

Selanjutnya, Fildan Rahayu mengguncang Lapangan Wamelai dengan suara khasnya. Juara 1 Kontes D’Academy 4 tersebut tampil membawakan lagu-lagu yang menjadi ciri khasnya seperti Gerua, Koi Mil Gaya, Kuch Kuch Hota Hai, Tiara, Judi, dan Bento. Sebelum mengakhiri penampilannya, Fildan mengajak Pj. Bupati Muna Barat Laode Butolo dan beberapa pejabat lain untuk turut bernyanyi di atas panggung.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar

Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)

Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)

Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

 

Peringatan Satu Dekade Muna Barat Gaungkan Falsafah Leluhur

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Muna Barat ke-10, pemerintah menggelar upacara di Lapangan Wamelai Kecamatan Lawa, Selasa (23/07/2024). Peringatan HUT yang jatuh pada tanggal 23 Juli setiap tahunnya didasarkan pada UU Nomor 14 tahun 2014 tentang pembentukan Kabupaten Muna Barat.

Penjabat (Pj) Bupati, La Ode Butolo hadir secara langsung dan bertindak sebagai inspektur upacara. Hadir pula dalam kegiatan tersebut beberapa pejabat Provinis Sulawesi Tenggara diantaranya Staf Ahli Ekonomi dan Pembangunan yang mewakili Pj Gubernur, Kepala BKD, dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja. Upacara juga diikuti oleh Mantan Bupati Muna Barat Laode Rajiun Tumada, jajaran Forkopimda, Ketua dan Anggota DPRD Muna dan Muna Barat, Ketua KPU, Ketua Bawaslu dan segenap undangan.

Adapun tema yang diusung pada peringatan Satu Dekade Muna Barat yakni “Dapo angka-angka tau, Dapo adha-adhati, Dapo momologho“. Tema ini merupakan warisan falsafah hidup leluhur Suku Muna yang memiliki arti saling menghargai, saling menghormati, dan saling menyayangi. Tema tersebut sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Pj. Bupati Muna Barat dalam sambutannya, Laode Butolo mengajak seluruh elemen untuk saling bergandeng tangan dan menjalin sinergi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Muna Barat.

“Marilah kita bergandeng tangan dan bersinergi dalam satu kebersamaan yang saling menguatkan satu sama lain sehingga kita mampu menyelesaiakan berbagai permasalahan pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” ungkapnya

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Muna Barat juga memaparkan hasil pelaksanaan pembangunan yang terjadi dalam kurun satu tahun pemerintahannya. Dalam hal Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Muna Barat tahun 2024 mengalami peningkatan dari 66,21 menjadi 67,44 poin. Laju pertumbuhan ekonomi juga mengalami peningkatan dari 4,08 persen menjadi 5,46 persen. Pada sisi Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja berhasil ditekan dari 2,40 % turun menjadi 2,22 %.

Angka kemiskinan ekstrim mengalami penurunan dari 2,89 % menjadi 0,53%. GNI Rasio ditekan dari 0,320 menjadi 0,318. Tahun 2024, pemkab Muna Barat juga telah memfasilitasi pilkada dengan melakukan kerjasama dengan berbagai pihak seperti KPU, BAWASLU, TNI, DAN POLRI.

Capaian tersebut seirama dengan program pemerintah pusat diantaranya penanganan inflasi, penanganan stunting, peningkatan kualitas pelayanan publik, penanganan tingkat pengangguran terbuka dan fasilitasi pelaksanaan pilkada serentak. Orang nomor satu di Muna Barat ini menyatakan “Akselerasi pembangunan pada tahun 2024 lebih difokuskan pada upaya-upaya untuk mendukung program pemerintah pusat.”

Sebelum mengakhiri sambutannya Eks Kadis PU Muna Barat ini mengakui bahwa dalam perjalanan pembangunan Muna Barat masih ada kekurangan yang perlu dibenahi dan ditingkatkan. Oleh sebab itu dibutuhkan kerjasama dari semua pihak agar apa yang telah dicapai dapat semakin ditingkatkan pada masa mendatang.

Usai pelaksanaan upacara dilakukan pelepasan balon gas oleh Pj, Bupati Muna Barat didampingi Sekretaris Daerah dan Jajaran Forkopimda sebagai selebrasi untuk menyukseskan Pekan Imunisasi Nasional Polio. Sebelum melepas balon, Laode Butolo mengucapkan sebuah harapan, “Semoga hal-hal buruk yang menghampiri daerah kita dan masyarakat kita, mudah-mudahan pergi dengan balon ini.”

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar

Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)

Editor : Kabid Opini dan Aspiasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)

Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

 

Pj Bupati Muna Barat Lepas Jalan Santai dan Canangkan Pembagian 1 Juta Bendera Merah Putih

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID  Pj Bupati Muna Barat, La Ode Butolo, SP, ST, MM, secara resmi melepas kegiatan jalan santai yang menjadi acara pembuka rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Muna Barat yang ke-10. Kegiatan ini dimulai dari Lapangan Sepakbola Lapolea dan berakhir di Lapangan Wamelai, dengan partisipasi antusias dari masyarakat Muna Barat, Sabtu (20/7/2024).

Sesampainya di Lapangan Wamelai, La Ode Butolo mencanangkan program pembagian 1 juta bendera Merah Putih kepada warga Muna Barat. Dalam sambutannya, Pj Bupati menyatakan bahwa pencanangan ini bertujuan untuk mengenang jasa para pejuang kemerdekaan Indonesia. Ia juga berharap agar bendera yang telah diserahkan dapat disalurkan melalui kepala desa dan lurah, sehingga seluruh masyarakat di Kabupaten Muna Barat dapat mengibarkan bendera tersebut.

“Kita lakukan ini sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan. Saya berharap, bendera Merah Putih yang telah dibagikan dapat diteruskan oleh kepala desa dan lurah kepada seluruh masyarakat, agar semarak kemerdekaan dapat dirasakan di seluruh penjuru Kabupaten Muna Barat,” ujar La Ode Butolo dalam sambutannya.

Acara ini juga dimeriahkan dengan pengundian doorprize yang menambah semangat para peserta jalan santai. Doorprize yang dibagikan bersumber dari berbagai donatur, di antaranya Bank BRI, Bank Sultra, BPJS Kesehatan, dan Toko Elektronik Ironk Jaya. Koordinator kegiatan jalan santai ini adalah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Alimran.

Alimran menyatakan bahwa kegiatan jalan santai ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik bagi rangkaian acara perayaan HUT Muna Barat ke-10, memperkuat rasa kebersamaan dan semangat nasionalisme di kalangan masyarakat Muna Barat.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar

Penulis : Kabid Opini & Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)

Editor/ Penanggung jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

 

PJ Bupati Muna Barat Keluarkan Surat Edaran Pemberantasan Perjudian

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat telah mengeluarkan Surat Edaran tentang Pencegahan Perjudian di masyarakat. Surat edaran dengan Nomor 100.3.4.2/16/2024 ditandatangani oleh Pj. Bupati Laode Butolo pada Rabu (10/07/2024).  Adapun latar belakang penerbitan edaran tersebut adalah adanya indikasi penyalahgunaan jaringan internet yang mengakibatkan maraknya perjudian melalui aplikasi atau laman yang menyediakan konten perjudian.

Hal ini berimbas pada penurunan kualitas hidup, terganggunya hubungan sosial, gangguan mental, penurunan taraf ekonomi, hingga pencurian data. Oleh sebab itu, Pj. Bupati menghimbau kepada Kepala OPD, Camat. Kepala Desa/Kelurahan, Kepala Sekolah se-Muna Barat untuk melakukan sosialisasi tentang dampak negatif judi online maupun offline.

Para pelaku perjudian terancam hukuman sebagaimana tertuang dalam Pasal 303 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Pasal 303 BIS KUHP, Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2028, dan Keputusan Presiden Nomor 21 Tahun 2024. Selain itu, Satuan Polisi Pamong Praja juga diminta untuk menindak setiap pelaku yang kedapatan bermain judi daring, bermain kartu dengan menggunakan uang/barang, orang yang menjual chip atau transfer koin, serta permainan lainnya yang bersifat judi.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar

Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)

Editor : Kabid Opini & Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)

Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

 

Tim Kantor Bahasa Sultra Sambangi Muna Barat Guna Sosialisasi dan Pengumpulan Data Akhir Pengutamaan Bahasa Negara Tahun 2024

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Program Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik dan Dokumen Lembaga merupakan salah satu agenda prioritas Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara. Implementasi program dilaksanakan melalui sosialisasi kepada  45 lembaga dimana 15 diantaranya adalah sekretariat daerah se-Sulawesi Tenggara. Sekretariat Daerah Kabupaten Muna Barat dilaksanakan oleh Tim Kantor Bahasa di Aula Kantor Bupati, Rabu (10/07/2024).

Kedatangan Tim Kantor Bahasa diterima secara langsung oleh Asisten Pembangunan dan Perekonomian Muna Barat Muhamaad Naazirun. Selanjutnya, Asisten II Setda Mubar tersebut menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi dan Pengumpulan Data Akhir Pengutamaan Bahasa Negara Tahun 2024. Dalam sambutannya Muahammad Naazirun mengungkapkan tentang sakralnya sebuah bahasa. Menurutnya bahasa menjadi ibu dari segala ilmu pengetahuan sebab melalui bahasa lah ilmu dapat dijelaskan dan ditularkan.

“Berbicara tentang bahasa, bahasa sangat sakral. Bahasa adalah mengekspresikan apa yang ada dalam keinginan-keinginan kita agar yang kita pikirkan dapat diketahui dan dilaksanakan bersama. Bahasa menjadi ibu dari seluruh ilmu pengetahuan. Ilmu yang dipelajari dijelaskan atau ditularkan melalui bahasa.”

Lebih lanjut, Muhammad Naazirun menyatakan bahwa sosialisasi dan pengajaran bahasa sangat penting untuk dilaksanakan sebab kesalahan penggunaan kata akan mengaburkan makna yang dimaksud. Bahkan kesalahan tanda baca sekecil apapun akan mengubah seluruh maksud kalimat. Kekliruan penggunaan bahasa juga berpotensi melahirkan konflik. Oleh sebab itu, Asisten II Setda Mubar ini mengajak para hadirin untuk senantiasa berdisiplin diri dengan menggunakan bahasa secara bijak.

Usai pembukaan, Dr. Uniawati selaku Kepala Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara menyampaikan materi terkait Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik dan Dokumen Lembaga. Diawal pemaparannya Uniawati membahas tentang posisi Bahasa Indonesia yang saat ini semakin mendunia melalui penetapannya sebagai bahasa resmi Sidang Umum UNESCO. Oleh sebab itu masyarakat Indonesia harus bangga dan terus mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia. Sejalan dengan Trigatra Bangun Bahasa yakni utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing.

Selanjutnya, Dr. Uniawati membedah salah satu naskah dinas yang dimiliki oleh Setda Muna Barat. Mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang peraturan format naskah dinas, masih ditemukan beberapa kekeliruan dalam penulisannya. Selain nasakah dinas, penamaan sebagian ruang publik juga perlu dilakukan perbaikan. Kepala Kantor Bahasa Sultra ini berharap bahwa apa yang disampaikan dalam sosialisasi bisa menjadi sarana perbaikan kedepannya. Tim Kantor Bahasa siap menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah Muna Barat dalam hal pembinaan dan pendampingan.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar

Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode hasrana, A.Md)

Editor : kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)

Penaggungjawab : Kadis Kominfo 9Al Rahman, S.Pd, M.Si)