Dinas Pertanian Muna Barat Didorong Untuk Maksimalkan Program Pertanian dan Peternakan

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Dalam rangka percepatan program 100 hari, Bupati Laode Darwin didamping Wakil Bupati Ali Basa melaksanakan kunjungan kerja di Kantor Dinas Pertanian Muna Barat pada Rabu (19/3/2025). Kedatangan rombongan bupati disambut antusias oleh Kepala Dinas Pertanian Nestor Jono bersama seluruh jajarannya.

Dalam sambutannya, Laode Darwin menyatakan bahwa Dinas Pertanian menjadi ujung tombak dalam menyukseskan visi misi yang diembannya. Bupati menyampaikan bahwa ada dua hal yang menjadi tugas dan tanggungjawab Dinas Pertanian yakni pertanian dan peternakan sebagai potensi utama yang dimiliki oleh Muna Barat.

“Dua yang menjadi tugas dan tanggungjawab bapak-bapak dan ibu sekalian adalah pertanian dan peternakan. Potensi kita di Kabupaten Muna Barat ini, kita hanya memiliki tanah yang luas dan laut yang luas tetapi yang menjadi pertanyaan adalah kenapa masyarakatnya tidak sejahtera?”, ujarnya.

Guna mendukung program dalam bidang pertanian dan peternakan, Bupati akan menganggarkan dana sekitar Rp. 23 miliar untuk dikelola oleh Dinas Pertanian. Penambahan anggaran akan diprioritaskan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, Laode Darwin berharap agar masyarakat bisa bekerja sama, bahu-membahu, dan membangun solidaritas demi terwujudnya hasil yang maksimal.

“Kali ini saya akan betul-betul mendorong agar bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian bisa memaksimalkan program yang akan kita prioritaskan untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Muna Barat. Tetapi yang menjadi catatan, saya dan Pak Ali Basa tidak akan mungkin bisa bekerja tanpa dukungan dari bapak-bapak dan ibu sekalian.” tambahnya

Berkaca dari program-program sebelumnya, Bupati Muna Barat akan meluncurkan program yang berkelanjutan. Alumni Universitas Haluoleo ini menegaskan bahwa ketika kelompok tani atau kelompok ternak mendapatkan bantuan, maka dalam jangka waktu tertentu, jumlahnya harus bertambah atau jika dijual maka harus diadakan kembali. Hal ini diharapkan berimplikasi pada mimpi Bupati Muna Barat yakni swasembada beras dan swasembada pangan pada Tahun 2026.

“Coba bayangkan, kita di Muna Barat ini sudah berapa ribu ekor sapi yang kita beli tapi jumlahnya tidak pernah bertambah. Sudah berapa program kita belikan bibit jagung tetapi tidak ada perkembangan signifikan. Program kita harus ada keberlanjutan tidak boleh hanya stuck begitu saja. Misalnya kita berikan Sapi 10 ekor untuk 1 kelompok, maka Sapi itu di 3 bulan 4 bulan kedepan ketika dia jual, Sapi itu harus diadakan kembali.” tuturnya

Program awal yang akan dilaksanakan pada Tahun 2025 berupa pengadaan bibit Sapi untuk penggemukan sebanyak 200 ekor. Setelah itu, akan dilakukan pengadaan Sapi budidaya sejumlah 300 ekor. Penyaluran bantuan tidak lagi ditangani oleh Dinas Pertanian semata sebagaimana yang selama ini terjadi. Tetapi bupati menugaskan kepada Dinas BPMD bersama Kepala Desa untuk mencari kelompok penerima. Selanjutnya, Dinas Pertanian akan melakukan verifikasi kelayakan.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Dinas Pertanian Muna Barat Gelar Rapat Koordinasi Pembangunan Pertanian

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Dinas Pertanian Kabupaten Muna Barat menggelar Rapat Koordinasi Pembangunan Pertanian pada Kamis (07/12/2023). Rapat berlangsung di halaman Kantor Dinas Pertanian Muna Barat. Kegiatan Rakor dihadiri oleh Pj Bupati Muna Barat, Kepala UPTD KPP, Koordinator Penyuluh Pertanian se-Kabupaten Muna Barat, dan perwakilan dari beberapa kelompok tani.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Muna Barat, Dr. Bahri mengungkapkan bahwa sektor pertanian menjadi perhatian dalam rencana pembangunannya. Pada tahun 2024, anggaran pertanian tiga kali lebih besar dibanding tahun 2023. Anggaran tersebut akan dimanfaatkan untuk pengadaan alat dan mesin pertanian, pembelian bibit, serta demplot padi dan bawang.

Rapat koordinasi dirangkaikan dengan penyerahan alat dan mesin pertanian kepada beberapa kelompok pertanian. Satu unit Jonder diberikan kepada kelompok tani Manggopa asal Desa Lindo, Kecamatan Wadaga. Selanjutnya, tujuh unit Traktor Roda Dua (hand tractor) diserahkan kepada tujuh kelompok tani yang berasal dari empat kecamatan.

Kelompok tani penerima traktor roda dua terdiri dari Poktan Tunas Mekar dari Desa Momuntu, Poktan Tunas Mekar Desa Sidomakmur, Poktan Sunda Mekar Desa Wulangan Jaya, Poktan Soliwuku Desa Wandoke, Poktan Sumber Rejeki Desa Abadi Jaya, Poktan Tunas Harapan Desa Parura Jaya, dan Poktan Damai Sejahtera dari Desa Katangana. Alsintan diserahkan secara langsung oleh Pj. Bupati Muna Barat didampingi Kepala Dinas Pertanian, Ir. Nestor Jono, M.Si kepada masing-masing ketua kelompok.

Selanjutnya, Dr. Bahri melakukan pertemuan bersama seluruh penyuluh pertanian Muna Barat. Dalam pertemuan tersebut, Alumni STPDN 07 ini mengungkapkan akan melakukan revitalisasi berupa penguatan penyuluh baik dari sisi kelembagaan maupun Sumber Daya Manusia (SDM). Kedepan, kantor-kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) akan dibangun di setiap kecamatan.

“Saya ada rencana akan melakukan revitalisasi berupa penguatan penyuluh baik dari sisi kelembagaan maupun SDM. Berangkat dari kondisi fakta hari ini, kinerja pertanian Muna Barat sangat tergantung  kinerja bapak ibu sekalian. Kita melihat fakta, SDM ada, kelembagaan ada, tetapi secara kantor  seharusnya kita punya kantor penyuluh di setiap kecamatan.” Ungkapnya

Pj Bupati juga mewacanakan pembangunan SDM penyuluh pertanian melalui peningkatan kapasitas. Hal ini berkaitan dengan perkembangan ilmu pertanian dan peternakan dari metode konvensional ke metode-metode berbasis teknologi. Rencananya, program revitalisasi akan mulai dilakukan pada tahun 2024.

Sejalan dengan hal tersebut, revitalisasi juga akan menyasar perbaikan kesejahteraan para penyuluh. Saat ini penyuluh disetarakan dengan staf dimana jumlah TPP sebesar 1,2 juta rupiah. Oleh sebab itu, Dr. Bahri meminta kepada penyuluh senior untuk membicarakan perhitungan TPP bagi penyuluh bersama Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Setda Muna Barat. Sebagaimana diketahui, besaran TPP disesuaikan dengan beban kerja, kelangkaan profesi, dan tempat bertugas.

“Rencana program revitalisasi BPP insya allah saya akan buat mulai tahun 2024. Ujung-ujung revitalisasi termasuk perbaikan kesejahteraan. Saya sudah mendapat masukkan, saat ini penyuluh disetarakan dengan staf dengan TPP 1,2. Saya tugaskan peyuluh senior bertemu pak mukhtar untuk menyusun perhitungan TPP bagi penyuluh. Pilihannya  eselon 3 atau eselon 4.” Pungkasnya

 

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar

Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)

Editor : Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)

Penanggung jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)