Berita

FGD Perumusan Brand Daerah “Liwu Mokesa” Muna Barat: Wujudkan Pariwisata Unggul dan Berdaya Saing

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Perumusan Brand Daerah “Liwu Mokesa” yang dilangsungkan di ZZ Resto & Coffee. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Muna Barat, Drs. Ali Basa, M.Si, dan dihadiri oleh pejabat OPD se-Kabupaten Muna Barat, pelaku usaha pariwisata, tokoh masyarakat, serta insan media (Kamis, 19 Juni 2025)

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa FGD ini menjadi langkah awal dalam merumuskan makna dan arah Liwu Mokesa, sebagai brand daerah yang mencerminkan identitas dan visi besar pemerintahan Darwin–Ali Basa dalam lima tahun ke depan. “Implementasi dari semua sektor pembangunan harus bermuara pada pencapaian Liwu Mokesa. Oleh karena itu, forum ini harus mampu menghasilkan rumusan yang komprehensif, mudah dipahami, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” ujar beliau.

Lebih lanjut, Drs. Ali Basa mengungkapkan bahwa Liwu Mokesa merupakan representasi filosofis atas harapan bersama untuk menjadikan Muna Barat sebagai wilayah yang nyaman, indah, keren, dan berdaya saing. Untuk memperkuat substansi diskusi, panitia menghadirkan dua pakar dari Universitas Halu Oleo (UHO) guna memberikan masukan ilmiah terhadap konstruksi makna brand tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Muna Barat, Ali Kadirun, dalam laporannya menyampaikan bahwa “Liwu Mokesa” diharapkan tidak hanya menjadi identitas visual, namun mampu menggambarkan nilai filosofis, budaya, serta arah pembangunan daerah secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak agar rumusan brand ini menjadi milik bersama, bukan segelintir kelompok. “Kita ingin agar masyarakat merasa memiliki dan memahami bahwa produk Liwu Mokesa adalah cerminan jati diri Muna Barat,” tegasnya.

Ali Kadirun juga menyampaikan kabar gembira bahwa Desa Pajala sebagai salah satu destinasi wisata di Muna Barat, berhasil masuk nominasi harapan III tingkat nasional dalam seleksi desa wisata yang diikuti oleh 256 desa se-Indonesia oleh Kementerian Pariwisata.

Sesi FGD kemudian diisi oleh pemaparan lima narasumber dengan keahlian lintas bidang:

  1. La Ode ArisRebranding Wisata Muna Barat dan Penguatan Identitas Lokal

  2. Rahmat Sewa SorayaNilai Filosofi, Warisan Budaya, dan Identitas sebagai Keunggulan Muna Barat

  3. SurachmanRelevansi Brand Liwu Mokesa dengan Visi-Misi Pembangunan Daerah

  4. Andi YuwonoKonsep City Branding untuk Pariwisata Muna Barat

  5. Desy SriwulanStrategi Komunikasi dan Pemasaran Pariwisata Muna Barat

Diskusi berjalan aktif dan penuh antusiasme. Peserta memberikan berbagai masukan strategis untuk memperkuat posisi Liwu Mokesa sebagai brand daerah yang mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus memperkuat karakter lokal Muna Barat.

Di akhir sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan harapan Bupati La Ode Darwin agar hasil FGD ini dapat dirumuskan secara paripurna sebagai panduan dalam pelaksanaan program-program unggulan, khususnya di bidang pertanian, perikanan, peternakan, dan pariwisata. “Melalui Liwu Mokesa, kita ingin mewujudkan Muna Barat yang sejahtera dan berkarakter,” pungkasnya.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Ikatan Mubaligh Muna Barat Gelar Rapat Kerja Pasca Penandatanganan MoU: Bahas Tindak Lanjut Program Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Setelah penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara Ketua TP PKK Muna Barat, Ikatan Mubaligh Muna Barat, dan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muna Barat, Ikatan Mubaligh Muna Barat melaksanakan Rapat Kerja (Raker) pada hari Rabu, 18 Juni 2025, di Aula Kantor Bupati Muna Barat. Rapat Kerja ini dibuka langsung oleh Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, dan dihadiri oleh unsur pimpinan serta pengurus dari masing-masing bidang pengurus Ikatan Mubaligh Muna Barat. Raker ini menjadi ajang untuk membahas tindak lanjut pelaksanaan MoU yang baru saja ditandatangani serta merumuskan Draft Rencana Kerja untuk 9 bidang pengurus Ikatan Mubaligh Muna Barat.

Dalam sambutannya, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyampaikan harapannya agar program-program yang tertuang dalam MoU ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Muna Barat. “Program Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas keimanan dan pendidikan agama di Kabupaten Muna Barat. Saya berharap, dengan adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan pendidikan, kita dapat menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang baik dan berakhlak mulia,” ujar Bupati La Ode Darwin.

Bupati juga menekankan pentingnya peran semua pihak dalam pelaksanaan program ini, dan mendorong agar semua program dapat diimplementasikan dengan penuh tanggung jawab, transparansi, dan melibatkan masyarakat secara langsung. “Mari kita semua bergotong royong untuk mewujudkan Muna Barat yang lebih baik melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan,” tambahnya.

Dewan Ahli Ikatan Mubaligh Muna Barat, Muhammad Salim, S.Pt, M.Pt dalam kesempatan tersebut juga memberikan pernyataan yang relevan dengan keberhasilan program-program ini. “Kami menyambut baik adanya kerjasama antara TP PKK, IGI, dan Ikatan Mubaligh dalam mendukung program-program ini. Melalui kegiatan Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah, kita ingin membangun karakter masyarakat Muna Barat dengan pendekatan agama yang komunikatif dan kontekstual, serta memperkuat peran keluarga sebagai pusat pendidikan pertama bagi anak,” ujar Muhammad Salim.

Sementara itu, Ketua Ikatan Mubaligh Muna Barat, La Muhibi, S.Pd.i, mengungkapkan bahwa Raker ini sangat penting untuk merumuskan langkah-langkah konkrit dalam melaksanakan program-program yang telah disepakati. “Raker ini menjadi momen penting bagi kami untuk merencanakan secara terperinci kegiatan-kegiatan yang akan kami lakukan untuk mewujudkan program Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah. Kami juga berkomitmen untuk memperluas jangkauan program ini agar dapat menyentuh semua lapisan masyarakat di Muna Barat,” katanya.

Ketua IGI Muna Barat, Muhammad Azan, S.Pd., M.Pd., yang juga merupakan unsur pimpinan dari Ikatan Mubaligh Muna Barat, menambahkan bahwa kerjasama antara Ikatan Mubaligh dan IGI sangat penting dalam mengoptimalkan pelaksanaan program-program pendidikan agama yang berbasis masyarakat. “Melalui kerjasama ini, kami ingin memastikan bahwa guru-guru dan masyarakat kita dapat saling mendukung dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran agama, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di Kabupaten Muna Barat,” ujar Muhammad Azan.

Rapat Kerja ini tidak hanya menjadi wadah untuk menyusun rencana kerja, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antar organisasi yang terlibat. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk memajukan Kabupaten Muna Barat, diharapkan pelaksanaan program Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah dapat membawa perubahan positif dalam kehidupan masyarakat, baik secara spiritual maupun sosial.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Penandatanganan MoU TP PKK Muna Barat, Ikatan Mubaligh, dan Ikatan Guru Indonesia Muna Barat: Sinergi untuk Peningkatan Pendidikan dan Karakter Anak

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pada Rabu, 18 Juni 2025, bertempat di Aula Kantor Bupati Muna Barat, telah dilangsungkan acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Ketua TP PKK Muna Barat, Rhika Purwaningsih Darwin, SH, Ketua Ikatan Mubaligh Muna Barat, La Muhibi, S.Pd.i, dan Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muna Barat, Muhammad Azan, S.Pd., M.Pd. Penandatanganan MoU ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan karakter anak di Kabupaten Muna Barat.

Dalam MoU yang ditandatangani, terdapat empat poin kesepakatan utama yang menjadi fokus kolaborasi ketiga organisasi ini, yaitu:

  1. Meningkatkan kapasitas guru dan orang tua dalam pendidikan berbasis karakter dan keagamaan.

  2. Menyukseskan program Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah.

  3. Menguatkan peran keluarga sebagai pusat pembelajaran pertama bagi anak.

  4. Menyebarkan nilai-nilai keimanan dan akhlak mulia melalui pendekatan yang komunikatif, menyenangkan, dan kontekstual.

Ketua TP PKK Muna Barat, Rhika Purwaningsih Darwin, SH, mengungkapkan harapannya agar MoU ini dapat memperkuat sinergi antara TP PKK, Ikatan Mubaligh, dan Ikatan Guru Indonesia dalam rangka menciptakan generasi yang berkualitas. “Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak positif bagi pendidikan anak di Kabupaten Muna Barat. Dengan menguatkan peran orang tua, guru, dan tokoh agama, kami yakin anak-anak kita akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas tetapi juga berakhlak mulia,” ujar Rhika.

Ketua Ikatan Mubaligh Muna Barat, La Muhibi, S.Pd.i, juga menyampaikan bahwa sinergi ini sangat penting untuk menguatkan pendidikan berbasis keagamaan. “Pendidikan karakter dan agama harus menjadi dasar dalam pembentukan kepribadian anak. Melalui program-program seperti Mubar Bertasbih dan Mubar Mengaji, kami berharap dapat memperkenalkan nilai-nilai spiritual dan moral yang kuat sejak dini,” jelas La Muhibi.

Sementara itu, Ketua Ikatan Guru Indonesia Muna Barat, Muhammad Azan, S.Pd., M.Pd., menambahkan pentingnya peran guru dalam pengembangan karakter anak. “Guru tidak hanya berperan dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter. Melalui MoU ini, kami akan bersama-sama mendukung upaya peningkatan kapasitas guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dan karakter dalam setiap pembelajaran,” ungkap Muhammad Azan.

Penandatanganan MoU ini diharapkan dapat mempererat kerjasama antara lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak secara holistik. Dengan kolaborasi ini, Kabupaten Muna Barat diharapkan dapat menghasilkan generasi muda yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, sehingga dapat menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

Setelah penandatanganan MoU, acara dilanjutkan dengan penyampaian berbagai program dan rencana aksi dari masing-masing pihak, serta diskusi terkait langkah-langkah implementasi yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan bersama yang telah disepakati.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Lantik 5 Komisioner BAZNAS Periode 2025-2030

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, secara resmi melantik lima Komisioner Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Muna Barat periode 2025-2030 pada Rabu, 18 Juni 2025, bertempat di Aula Kantor Bupati Muna Barat. Pelantikan ini dihadiri oleh pejabat Pemerintah Kabupaten Muna Barat, Ketua TP PKK Muna Barat beserta pengurus, pengurus BAZNAS, pengurus Ikatan Mubaligh Muna Barat (IMM), Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muna Barat, serta sejumlah ormas Islam.

Salah satu tujuan utama pelantikan ini adalah untuk memaksimalkan penerimaan zakat di Kabupaten Muna Barat. Dalam sambutannya, Bupati La Ode Darwin menyampaikan komitmennya untuk mengoptimalkan kontribusi pemerintah daerah dalam penerimaan zakat, yang menjadi sumber penting untuk pemberdayaan umat. Bupati mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, realisasi zakat dari pegawai pemerintah daerah masih sangat rendah, hanya sekitar 30%.

“Saya akan maksimalkan agar kontribusi Pemerintah Daerah dalam penerimaan zakat bisa lebih maksimal. BAZNAS harus menjadi motor penggerak untuk memaksimalkan zakat yang ada di Kabupaten Muna Barat, terutama dari teman-teman pegawai. Saat ini, zakat yang terkumpul masih sangat rendah. Padahal, jika dimaksimalkan, zakat ini bisa memberikan dampak positif bagi kegiatan sosial yang kita lakukan, seperti bantuan untuk pendidikan, seperti yang kita lakukan untuk anak-anak yang belajar di Kairo,” ujar Bupati La Ode Darwin.

Ketua Komisioner BAZNAS Kabupaten Muna Barat, Soenardi, juga memberikan pernyataan terkait rendahnya penerimaan zakat di daerah ini. “Saat ini, penerimaan zakat di Muna Barat masih sangat rendah, bahkan jauh dari potensi yang bisa dicapai. Kami berharap dengan adanya penguatan dari Pemerintah Kabupaten Muna Barat, serta partisipasi yang lebih besar dari ASN dan masyarakat, zakat yang terkumpul dapat lebih maksimal” ungkap Soenardi.

Bupati La Ode Darwin juga menjelaskan potensi besar yang bisa dikumpulkan jika seluruh ASN berpartisipasi dalam program zakat. “Dengan total TPP pegawai yang mencapai sekitar 39 miliar rupiah, jika diambil 2,5% untuk zakat, maka akan terkumpul sekitar Rp 975 juta. Dana tersebut bisa digunakan untuk kepentingan umat, seperti bantuan untuk masjid, warga miskin, dan bantuan sosial lainnya,” jelas Bupati.

Bupati juga menegaskan bahwa zakat maal, yang hanya 2,5 persen dari harta, seharusnya tidak menjadi beban bagi siapapun. “Sebagai contoh, jika seseorang memiliki gaji 3 juta rupiah, maka zakat yang diberikan hanya sekitar 75 ribu rupiah. Tidak ada salahnya untuk berzakat, karena ini adalah kewajiban yang sangat ringan jika kita bersama-sama melakukannya,” tambahnya.

Dengan nada bercanda, Bupati menambahkan, “Jika ada yang keberatan, saya akan gantikan. Nanti mekanismenya pemotongan zakat akan langsung dipotong melalui gaji, dan kita rencanakan bersama-sama penggunaannya. Program kerja BAZNAS harus disepakati bersama, termasuk masjid yang akan dibantu, serta bantuan sosial lainnya yang harus diverifikasi bersama pemerintah daerah agar saya bisa mempertanggungjawabkan kepada seluruh ASN.”

Bupati juga mengungkapkan harapannya agar kondisi masjid di Kabupaten Muna Barat dapat ditingkatkan. “Mari kita lihat, banyak masjid yang kondisinya tidak nyaman untuk digunakan sebagai tempat beribadah. Dalam 5 tahun kedepan, saya targetkan seluruh masjid dan tempat ibadah lainnya seperti gereja, pura, dan wihara sudah dalam kondisi bagus, layak dan nyaman digunakan,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Muna Barat menyampaikan bahwa instruksi Bupati akan segera dikeluarkan untuk memfasilitasi pemotongan langsung zakat oleh Bagian Keuangan dan diserahkan ke BAZNAS.

Selain pelantikan Komisioner BAZNAS, acara ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan MoU antara Ketua TP PKK Muna Barat, Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muna Barat, dan Ikatan Mubaligh Muna Barat untuk mensukseskan program-program sosial, seperti Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah.

Pada kesempatan yang sama, diserahkan juga bantuan Kampung Zakat senilai Rp 15 juta dan bantuan untuk anak-anak yang menempuh pendidikan di Kairo senilai Rp 5 juta. Acara ditutup dengan rapat kerja Ikatan Mubaligh Kabupaten Muna Barat.

Pelantikan dan rangkaian acara ini menjadi langkah penting untuk memperkuat pengelolaan zakat di Kabupaten Muna Barat, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat melalui peningkatan kualitas layanan sosial dan pendidikan.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Hari Ulang Tahun IGTKI ke-75, Bupati Muna Barat Ajak Pemerintah Perjuangkan Kesejahteraan Guru PAUD

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Hari Ulang Tahun Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) ke-75 diperingati dengan meriah di Balai Serbaguna Desa Sukadamai pada Rabu, 18 Juni 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Muna Barat beserta rombongan, pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Muna Barat, serta sejumlah anggota IGTKI.

Perayaan ini menjadi momen penting untuk menilai kembali peran vital guru Taman Kanak-Kanak (TK) dalam pendidikan anak usia dini di Kabupaten Muna Barat. Dalam sambutannya, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten Muna Barat memiliki lebih dari 100 Taman Kanak-Kanak (TK) dengan jumlah guru sebanyak 198 orang. Namun, Bupati menyayangkan kondisi gaji yang diterima oleh sebagian besar guru PAUD yang masih sangat rendah, bahkan ada yang hanya menerima gaji sebesar Rp. 200.000 per bulan.

“Saya atas nama Pemerintah Daerah mengajak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diknas) untuk bersama-sama memperjuangkan nasib guru-guru PAUD. Gaji yang mereka terima saat ini sangat minim dan tidak sebanding dengan kontribusi mereka dalam mendidik anak-anak kita,” ujar Bupati La Ode Darwin.

Bupati juga menegaskan bahwa pihaknya akan segera bersurat ke Kementerian Pendidikan untuk melaporkan kondisi ini. “Kami sudah mendiskusikan hal ini bersama Wakil Bupati dan Sekda Muna Barat, dan dalam waktu dekat kami akan mengundang seluruh Kepala Desa untuk membahas masalah ini. Kami ingin memastikan gaji guru PAUD dan TK di Muna Barat bisa lebih merata dan sesuai dengan kebutuhan mereka,” tambah Bupati.

Lebih lanjut, Bupati La Ode Darwin menegaskan komitmennya untuk membantu semaksimal mungkin dalam upaya meningkatkan kesejahteraan guru PAUD di Kabupaten Muna Barat. “Sebagai Bupati, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk memperjuangkan kesejahteraan para guru kita. Saya berharap dengan perhatian lebih dari pemerintah, para guru PAUD dapat mendapatkan hak mereka yang lebih layak,” tutup Bupati.

Selain sambutan Bupati, kegiatan perayaan HUT IGTKI ke-75 juga dirangkaikan dengan lomba kuliner non-beras yang diikuti oleh 5 kelompok guru TK se-Kabupaten Muna Barat. Lomba ini menjadi ajang kreatifitas bagi para guru untuk mengolah bahan pangan selain beras, mengingat pentingnya edukasi mengenai pola makan sehat dan keberagaman bahan pangan lokal. Lomba kuliner ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat silaturahmi antar guru-guru TK se-Kabupaten Muna Barat.

Perayaan HUT IGTKI ke-75 ini sekaligus menjadi ajang refleksi bagi para guru PAUD dan TK, yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan pengetahuan dasar anak-anak sejak usia dini. Pemerintah Kabupaten Muna Barat berharap kegiatan ini dapat memberi semangat baru bagi para guru untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, serta mendapat perhatian lebih dari pemerintah dalam hal kesejahteraan dan hak-hak mereka sebagai pendidik.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

BASARNAS Kendari Gelar Workshop Pemberdayaan Masyarakat Dibidang Pencarian dan Pertolongan

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Workshop Pemberdayaan Masyarakat Dibidang Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Kendari berlangsung di Aula Kantor Bupati Muna Barat pada Selasa (17 /6/2025). Kegiatan dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Kepala BASARNAS Kendari, Perwakilan Forkopimda, serta perwakilan dari Komisi 5 DPR RI. Berdasarkan laporan Ketua Panitia Asmar, kegiatan ini diikuti oleh 94 peserta dan 21 panitia dari BASARNAS Kelas A Kendari.

Dalam sambutannya, Kepala Basarnas Kelas A Amiruddin AS mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Muna Barat atas terselenggaranya Workshop Pemberdayaan Masyarakat Dibidang Pencarian dan Pertolongan. Amiruddin juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini terselenggara berkat dukungan dari anggota Komisi V DPR RI Ridwan Bae. Workshop yang diselenggarakan di Muna Barat merupakan angkatan ke-5 setelah angkatan ke-4 di Kabupaten Muna.

“Saya atas nama pribadi dan kepala kantor, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Muna Barat sehingga workshop ini bisa terlaksana. Ini juga berkat dukungan dari anggota komisi V DPR RI Ridwan Bae yang sangat memperhatikan wilayah Sulawesi Tenggara pada umumnya dan Muna serta Muna Barat pada khususnya,” ungkapnya.

Kepala BASARNAS Amiruddin mengingatkan bahwa pencarian dan pertolongan bukanlah tanggungjawab lembaga yang dipimpinnya semata. Ia berharap dengan adanya pemberdayaan masyarakat yang diikuti oleh 98 peserta dapat membantu BASARNAS dalam melaksanakan tugas terlebih dengan kondisi Muna Barat yang belum memiliki Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan.

“Pencarian dan pertolongan bukan tanggung jawab BASARNAS saja tetapi semua unsur yang menyangkut keselamatan manusia. Di Muna Barat BASARNAS belum ada, dengan adanya pemberdayaan masyarakat, 98 peserta bisa membantu kami dalam melaksanakan tugas. Selamat melaksanakan kegiatan, utamakan keselamatan. AVIGNAM JAGAT SAMAGRAM. Selamatlah seluruh semesta,” pungkasnya.

Selanjutnya, Bupati Muna Barat Laode Darwin menyampaikan sambutan sekaligus membuka jalannya workshop. Laode Darwin berharap agar workshop pencarian dan pertolongan dapat menghasilkan kekuatan yang terintegrasi secara masif. Sosok yang akrab disapa DW ini mampu memberikan edukasi

“Saya harapkan dengan workshop ini dapat menghasilkan kekuatan pencarian dan pertolongan yang terintegrasi secara masif sehingga pelayanan SAR bisa cepat dan optimal. Mudah-mudahan workshop ini bisa menjadi awal mula masyarakat mengetahui kehadiran Basarnas dan perannya dalam persoalan yang terjadi di masyarakat,” ujarnya.

Laode Darwin menjelaskan bahwa wilayah Muna Barat terdiri dari daratan dan kepulauan. Wilayah kepulauan di Selat Tiworo terlebih di musim barat menghadapi cuaca ekstrim. Sehingga, Bupati berharap kehadiran BASARNAS dalam kegiatan ini untuk melakukan langkah-langkah edukasi dan antisipasi kejadian-kejadian yang tidak diharapkan.

“Kita di Muna Barat terdiri dari daratan dan 36 pulau. 12 pulau berpenghuni. Setiap ada persoalan pencarian dan pertolongan bisa ada kolaborasi antara SAR, POLRI, TNI, dan Pemkab Muna Barat. Sehingga pertolongan dan pencarian dengan cepat,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Bupati membuka kegiatan secara resmi dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta oleh Bupati dan Wakil Bupati Muna Barat. Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Kepala BASARNAS kepada Pemda Kabupaten Muna Barat.

“Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Workshop Pencarian dan Pertolongan di Kabupaten Muna Barat Provinsi Sulawesi Tenggara saya buka dengan resmi,” tutupnya

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional, Laode Darwin Sekaligus Lepas Kontingen STQH Dan Program Magang

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat memperingati Hari Kesadaran Nasional dengan menggelar apel gabungan di Lapangan Kantor Bupati Muna Barat, Selasa (17/6/2025). Upacara ini dipimpin langsung oleh Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, didampingi Wakil Bupati Ali Basa dan diikuti oleh seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta jajaran ASN, serta Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Muna Barat.

Pelaksanaan apel dirangkaikan dengan pelepasan kontingen STQH Muna Barat yang akan berkompetisi pada tingkat provinsi. Perwakilan dari 40 kafilah yang diberangkatkan menerima bendera STQH sebagai simbol pelepasan dari Pemerintah Kabupaten Muna Barat. Bupati berharap, Muna Barat bisa menjadi juara di tingkat provinsi.

Apel juga dirangkaikan dengan pelepasan program magang ke Jepang yang ditandai dengan penyerahan kontrak kerja dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Laus. Didaulat menjadi perwakilan masyarakat asal Desa Umba atas nama Jumadil. Bupati mengungkapkan bahwa kedepan, program ini akan mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah agar semakin banyak masyarakat Muna Barat yang mendapatkan kesempatan kerja di luar negeri.

“Tadi kita melepaskan masyarakat Muna Barat dari LPK Laus yg bertempat di Desa Lahaji. Masyarakat dari Desa Umba tadi terpilih sebagai pekerja magang di Jepang. Insyaallah mudah-mudahan kedepan akan dapat perhatian penuh dari Pemkab Muna Barat agar masyarakat kita bisa mendapatkan lapangan pekerjaan di luar negeri dan bisa jadi kebanggaan bagi Muna Barat.” ujarnya

Selanjutnya, Bupati menyampaikan terima kasih kepada seluruh ASN yang telah menjalankan instruksi terkait disiplin tempat tinggal. Disiplin tempat tinggal ditekankan agar dalam menjalankan tugas bisa lebih fokus dan tidak terburu-buru saat akan hadir di kantor.

Laode Darwin juga kembali mengingatkan kepada seluruh ASN agar memaksimalkan kinerja terutama dalam hal-hal prioritas. Semua unsur dihimbau untuk bekerjasama agar tercapai keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran.

“Mari maksimalkan kinerja untuk sama-sama memikirkan apa yang menjadi prioritas kita. Saya himbau kepada kita semua terutama ujung tombak, para kepala desa yang membantu tugas-tugas pemerintahan agar komunikasi dan hubungan kerjasama terus dimaksimalkan,” pungkasnya.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Tiga Raperda Kabupaten Muna Barat Resmi Diundangkan

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Muna Barat resmi diundangkan pada hari Senin, 16 Juni 2025, dalam Sidang Paripurna yang berlangsung di Aula Kantor DPRD Kabupaten Muna Barat. Sidang tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Muna Barat, Rafudin, dan dihadiri oleh anggota DPRD serta sejumlah pejabat terkait dari Pemerintah Kabupaten Muna Barat.

Ketiga Raperda yang disahkan adalah sebagai berikut:

  1. Perubahan Kedua Perda Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

  2. Raperda tentang Transformasi Digital

  3. Perubahan Perda Nomor 4 Tahun 2014 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD)

Dalam sambutannya, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengungkapkan bahwa dengan perubahan kedua Perda tentang pembentukan OPD, ada penambahan dua OPD baru, yaitu BRIDA (Badan Riset dan Inovasi Daerah) dan Dinas Peternakan. “Namun, kami akan terus mengevaluasi perkembangan kedepan terkait jumlah OPD yang sudah ada di Kabupaten Muna Barat sesuai dengan penyampaian teman-teman anggota DPRD,” ujar Bupati La Ode Darwin.

Bupati juga menjelaskan bahwa penambahan OPD tersebut tidak serta merta akan menambah beban pemerintah daerah. Ia menegaskan, “Dengan efisiensi anggaran yang telah dilakukan oleh Pemerintah Pusat, hari ini kami sedang memaksimalkan potensi yang ada. Apabila kedepan BRIDA dan Dinas Peternakan lebih efektif dibandingkan OPD lainnya yang mungkin dirasa tidak efektif, bisa jadi dalam beberapa bulan kedepan akan dilakukan evaluasi untuk menggabungkan beberapa OPD yang tidak maksimal dalam melakukan pembangunan dan mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Muna Barat.”

Bupati juga mengingatkan bahwa meskipun penambahan OPD bukan berarti akan menambah beban, namun jika tidak memberikan kontribusi yang signifikan bagi daerah, beberapa OPD dapat digabungkan untuk mengurangi biaya operasional. “Kami akan mengontrol dan memaksimalkan penggunaan anggaran di masing-masing OPD, dan jika OPD bisa memberikan dampak yang positif untuk pembangunan Kabupaten Muna Barat, kami akan tetap pertahankan,” lanjutnya.

Terkait dengan Raperda tentang Transformasi Digital, Bupati berharap bahwa regulasi ini akan mendukung kemajuan teknologi di Kabupaten Muna Barat, sesuai dengan kebutuhan daerah kedepan. “Kami akan maksimalkan Raperda tentang transformasi digital ini agar dapat memberikan manfaat besar untuk kemajuan daerah kita,” ujarnya.

Mengenai Raperda tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Bupati La Ode Darwin menyatakan bahwa perubahan ini akan dimanfaatkan untuk memaksimalkan PAD Kabupaten Muna Barat. “Semoga, dengan adanya perubahan ini, kita dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah kita. Dengan dukungan dari semua anggota DPRD, saya yakin kita bisa lebih maksimal lagi dalam 5 tahun kedepan,” tambahnya.

Bupati juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari anggota DPRD, “Saya atas nama Pemerintah Daerah menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dari anggota DPRD, karena kita sudah berjalan bersama selama 4 bulan ini, alhamdulillah tidak ada kendala dan tidak ada hal yang diperdebatkan.”

Dengan disahkannya ketiga Raperda tersebut, diharapkan dapat memberikan dasar hukum yang lebih baik dalam mendukung perkembangan dan pembangunan di Kabupaten Muna Barat, serta memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih efisien dan akuntabel.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Peningkatan Kerjasama Hukum: Pemkab Muna Barat dan Kejaksaan Negeri Muna Tandatangani MoU

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat dan Kejaksaan Negeri Muna resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang bertujuan untuk memperkuat kerjasama dalam penanganan masalah hukum perdata dan tata usaha negara. Acara penandatanganan yang berlangsung di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Muna pada Senin, 16 Juni 2025, ini dihadiri oleh sejumlah pejabat Pemkab Muna Barat dan pejabat fungsional Kejari Muna.

Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, yang mewakili Pemerintah Kabupaten Muna Barat, dan Kepala Kejaksaan Negeri Muna, Robin Abdi Ketaren, mewakili Kejaksaan Negeri Muna. Acara ini merupakan langkah strategis dan penting dalam meningkatkan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Muna Barat dan Kejaksaan Negeri Muna, khususnya dalam penanganan berbagai permasalahan hukum yang dihadapi oleh pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyampaikan, “Penandatanganan kesepakatan bersama ini merupakan momentum yang baik sebagai langkah tepat dan strategis bersama dalam meningkatkan efektivitas penegakan hukum, sebagai sarana untuk menjaga solidaritas dan mempererat hubungan antara Kejaksaan Negeri Muna dan Pemkab Kabupaten Muna Barat. Kami berharap kerjasama ini dapat berjalan dengan baik dan optimal, dan tentunya diperlukan komitmen setiap pihak secara terintegrasi agar tujuan dan cita-cita yang dibangun dalam kerjasama ini dapat terwujud.”

Bupati La Ode Darwin juga menegaskan bahwa kesepakatan ini diharapkan dapat memberikan dukungan hukum yang kuat dalam pelaksanaan pemerintahan daerah, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Ia menambahkan, “Kerjasama ini akan menjadi payung hukum yang kuat dalam menjalankan roda pemerintahan dan masyarakat Kabupaten Muna Barat. Kami berharap kerjasama ini dapat memperkuat sinergitas antara eksekutif dan yudikatif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan hukum yang mungkin timbul dalam pelaksanaan program pembangunan daerah.”

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Muna, Robin Abdi Ketaren, dalam paparannya mengungkapkan bahwa kerjasama ini akan mendukung berbagai program strategis Pemerintah Kabupaten Muna Barat. “Kerjasama pendampingan program strategis ini mendukung Asta Cita Program, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis, Program Cetak Sawah dari Kementerian Pertanian, Program Peningkatan Layanan Kesehatan dari Kementerian Kesehatan, dan Program Tata Kelola, baik sebelum maupun setelah penanganan tindak pidana korupsi. Tujuannya agar setiap langkah kebijakan dalam pelaksanaan tetap berada dalam koridor hukum,” ujar Robin.

Kejari Muna juga berkomitmen untuk mendampingi Pemkab Muna Barat dalam berbagai aspek hukum, mulai dari penyelamatan aset daerah, pendampingan proyek strategis, penegakan kepatuhan terhadap regulasi, hingga penyelesaian sengketa yang merugikan negara. “Kami ingin tegaskan bahwa kerjasama ini bukan hanya sekedar simbolis atau seremonial, tetapi merupakan wujud nyata dari fungsi kejaksaan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, transparan, akuntabel, dan taat hukum,” tegasnya.

Robin Abdi Ketaren juga menambahkan bahwa kehadiran pengacara negara dalam mendampingi Pemkab Muna Barat dapat berfungsi sebagai perisai hukum sekaligus menunjang pelaksanaan berbagai program prioritas daerah. “Kerjasama ini juga merupakan ruang edukasi hukum, baik kepada jajaran aparatur sipil negara maupun masyarakat luas, untuk semakin memahami pentingnya kesadaran hukum dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan sebagai fondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

Dengan ditandatanganinya nota kesepahaman ini, diharapkan dapat tercipta sinergi yang semakin erat, konstruktif, dan bermanfaat bagi pembangunan daerah Muna Barat. Kejaksaan Negeri Muna siap mendukung secara profesional dan proporsional sesuai dengan kewenangan mereka, tanpa intervensi, tetapi hadir sebagai mitra strategis dalam berbagai penegakan hukum yang humanis dan berkeadilan.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Resmikan Bangunan Baru Pasar Tongkoea

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pada hari Senin, 16 Juni 2025, Pemerintah Kabupaten Muna Barat meresmikan bangunan baru pasar Tongkoea yang terletak di Desa Lailangga, Kecamatan Wadaga. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan fasilitas perdagangan di wilayah tersebut, sekaligus mendukung perekonomian lokal.

Dalam laporan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Muna Barat, LM. Khairul Ashar, ST, M.Sc, dikatakan bahwa sebanyak 20 kios baru telah dibangun sebagai bagian dari pengembangan pasar, menjadikan total kios di pasar ini kini mencapai 86 kios yang dikelola oleh 113 pelaku usaha. Saat ini, terdapat 199 pedagang yang beroperasi di pasar, terdiri dari 173 pedagang tetap dan 26 pedagang tidak tetap.

Meski demikian, terdapat beberapa permasalahan yang masih menjadi perhatian, seperti pengelolaan sampah, penataan halaman pasar, dan jalur masuk kendaraan yang perlu perbaikan agar dapat memberikan kenyamanan lebih bagi para pedagang dan pengunjung.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, dalam sambutannya mengungkapkan, “Dengan adanya tambahan bangunan gedung pasar, kita memiliki tempat berbelanja yang lebih representatif yang pada gilirannya dapat menambah pendapatan bagi para pedagang kecil. Keberadaan pasar yang lebih baik ini diharapkan dapat mendorong minat masyarakat untuk berbelanja di pasar rakyat, sehingga kita dapat memperkuat perekonomian lokal.”

Lebih lanjut, Bupati La Ode Darwin juga memberikan himbauan kepada pengelola dan para pedagang pasar untuk menjaga dan memelihara sarana dan prasarana yang ada di lingkungan pasar. Ia berharap pasar ini dapat menjadi tempat yang aman, nyaman, bersih, dan asri bagi seluruh pengunjung.

Acara peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Muna Barat dan penyerahan kunci secara simbolis yang kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke kios-kios pedagang. Selama kunjungan tersebut, Bupati menyapa langsung seluruh pedagang, memberikan dukungan, dan mendengarkan keluhan serta harapan mereka terkait pengembangan pasar yang lebih baik di masa depan.

Dengan adanya pasar Tongkoea yang lebih representatif, diharapkan dapat menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih tertata, meningkatkan perekonomian masyarakat, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi daerah Kabupaten Muna Barat.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)