Berita

Kepala Dinas Pertanian Muna Barat Lakukan Monev Bantuan Ayam Petelur

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Muna Barat, Nestor Jono, melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terkait dengan kegiatan bantuan ayam petelur yang diberikan kepada empat kelompok penerima bantuan ternak ayam petelur pada Selasa (9/9/2025). Kegiatan monev ini bertujuan untuk memantau perkembangan bantuan yang telah diberikan, khususnya dalam hal produksi telur dan kondisi kesehatan ternak.

Perlu diketahui bahwa bantuan ayam petelur ini diberikan kepada 23 kelompok tani di Kabupaten Muna Barat dengan total 20.000 ekor ayam petelur, beserta pakan untuk mencukupi kebutuhan ayam selama dua bulan pertama hingga ayam mulai bertelur. Setiap kelompok menerima bantuan sesuai dengan kapasitas yang telah ditentukan.

Empat kelompok penerima bantuan yang di monev pada hari ini antara lain adalah Kelompok Tani Bina Usaha Desa Kampobalano, Kelompok Tani Tunas Baru Desa Kusambi, Kelompok Tani Sinergi Tani Milenial Desa Guali, dan Kelompok Tani Mekar Jaya Desa Bakeramba Kecamatan Kusambi. Masing-masing kelompok mendapatkan bantuan ayam petelur beserta pakan yang akan diberikan selama dua bulan pertama hingga ayam mulai bertelur.

Dalam hasil monev, Kelompok Tani Tunas Baru Desa Kusambi terbagi menjadi dua kelompok: Tunas Baru I dengan populasi ayam 981 ekor menghasilkan 15 rak telur ditambah 23 butir telur, sedangkan Tunas Baru II dengan populasi ayam 1.419 ekor menghasilkan 42 butir telur. Produksi telur kelompok ini tergolong baik, dan stok pangan pun tercatat aman.

Kelompok Tani Sinergi Tani Milenial Desa Guali melaporkan memiliki 995 ekor ayam dengan jumlah produksi telur sebanyak 450 butir. Dua ekor ayam yang sebelumnya sakit kini sudah mulai membaik, sementara stok pakan juga dalam kondisi aman.

Sedangkan Kelompok Tani Mekar Jaya Desa Bakeramba melaporkan memiliki populasi ayam sebanyak 2.191 ekor dengan total produksi telur mencapai 752 butir. Terdapat enam ekor ayam yang mengalami gangguan kesehatan, namun masih dalam penanganan, dan stok pakan kelompok ini juga tercatat aman.

Kepala Dinas Pertanian Muna Barat, Nestor Jono, menyampaikan, “Monitoring dan evaluasi yang kami lakukan kali ini menunjukkan hasil yang cukup baik, namun kami tetap fokus pada peningkatan kualitas kesehatan ayam dan produksi telur. Kami berharap kelompok-kelompok tani ini dapat terus mengelola bantuan yang diberikan dengan baik dan menghasilkan manfaat yang maksimal. Kami juga memastikan bahwa bantuan pakan dan kesehatan ternak selalu terpantau dengan baik.”

Nestor Jono menambahkan bahwa untuk memaksimalkan keberhasilan program bantuan ini, Dinas Pertanian Muna Barat telah membentuk Satgas Ternak yang diketuai oleh seorang dokter hewan. “Satgas Ternak ini bertugas untuk memantau kondisi ternak setiap hari. Kami telah menugaskan dua staf teknis untuk setiap kelompok penerima manfaat, yang memantau kondisi ternak setiap pagi dan sore, serta melaporkan kondisi kesehatan ternak dan stok pakan ke dalam grup Satgas. Hal ini bertujuan agar segala permasalahan dapat segera teratasi dengan cepat,” ungkap Nestor.

Dengan adanya pembentukan Satgas Ternak dan pemantauan yang intensif, diharapkan program bantuan ayam petelur ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Muna Barat, khususnya di sektor peternakan. Dinas Pertanian Muna Barat juga berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan kepada para kelompok tani agar hasil dari program ini dapat optimal dan berkelanjutan.

PenulisĀ  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Lakukan Audiensi dengan Kemenkes Terkait Peningkatan Layanan Kesehatan

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Muna Barat, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Muna Barat, mengadakan audiensi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jakarta pada Rabu (10/9/2025). Audiensi ini bertujuan untuk membahas dan mencari solusi terkait tiga hal krusial yang dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan di wilayah Muna Barat.

Bupati La Ode Darwin, dalam audiensinya, menyampaikan tiga hal penting yang menjadi prioritas dalam bidang kesehatan untuk Kabupaten Muna Barat. Pertama, beliau menjelaskan bahwa pada tahun 2025, Kabupaten Muna Barat mendapatkan program pembangunan RSUD tipe C lengkap dengan peralatan medis yang sesuai dengan program Presiden Prabowo Subianto. Pembangunan RSUD ini direncanakan akan dimulai pada akhir September 2025 dan diharapkan selesai pada awal 2026. Bupati berharap setelah pembangunan selesai, RSUD ini dapat memberikan layanan kesehatan optimal, terutama dengan melibatkan dokter spesialis seperti jantung, bedah torak kardiovaskuler, dan spesialis lainnya. Untuk sementara, Pemkab Muna Barat mengusulkan agar dokter spesialis dapat dipenuhi melalui penugasan dari Kemenkes.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati La Ode Darwin menyatakan, “Kami sangat berharap pembangunan RSUD tipe C ini dapat segera dimulai dan memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat Muna Barat. Namun, kami juga menghadapi tantangan dalam pemenuhan SDM kesehatan, terutama dokter spesialis yang sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, kami berharap Kemenkes dapat mendukung kami dalam hal ini, baik melalui penugasan dokter spesialis maupun beasiswa untuk putra-putri daerah yang ingin mengabdi di sektor kesehatan.”

Kedua, Bupati menyoroti kondisi kesehatan masyarakat yang berada di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Kabupaten Muna Barat, yang terhampar di 14 pulau dengan populasi sekitar 12.000 jiwa. Pasien yang dirujuk ke rumah sakit harus menempuh perjalanan jauh, bahkan hingga 1,5 hingga 2 jam perjalanan darat. Untuk mengatasi masalah ini, Bupati mengusulkan dibangunnya satu rumah sakit pratama di wilayah pesisir sebagai rumah sakit penyangga. Dengan demikian, pasien yang dirujuk bisa langsung mendapatkan perawatan di rumah sakit pratama tersebut tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke RSUD Kabupaten Muna Barat.

Bupati La Ode Darwin menyampaikan, “Kondisi geografis kami yang terdiri dari pulau-pulau kecil dan wilayah pesisir menyebabkan mobilitas pasien sangat terbatas. Oleh karena itu, penting bagi kami untuk membangun rumah sakit pratama di wilayah pesisir, agar masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan perawatan. Hal ini sangat penting demi keselamatan mereka, dan kami harap Kemenkes dapat segera mewujudkannya.”

Ketiga, Bupati mengungkapkan kondisi pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di Kabupaten Muna Barat. Diketahui bahwa terdapat 16 Puskesmas di wilayah ini, yang sebagian besar tidak memadai, baik dari segi bangunan maupun peralatan medis. Bupati menyampaikan, berdasarkan hasil penilaian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), beberapa Puskesmas dan Puskesmas Pembantu membutuhkan perbaikan dan bahkan ada yang harus direlokasi. Di samping itu, hampir semua Puskesmas yang ada saat ini masih menggunakan bangunan lama yang berukuran kecil dan tidak dilengkapi dengan rumah dinas dokter. Dengan kondisi ini, pelayanan kesehatan tidak bisa dilakukan secara maksimal, terutama di luar jam kerja.

“Kami sangat mengharapkan bantuan dari Kemenkes untuk perbaikan sarana dan prasarana Puskesmas yang ada, karena kondisi saat ini sangat mempengaruhi kualitas layanan kesehatan. Beberapa Puskesmas bahkan tidak memiliki rumah dinas untuk dokter dan tenaga kesehatan, yang membuat mereka kesulitan untuk memberikan pelayanan di luar jam kerja. Kami juga berharap, pembangunan Puskesmas yang sudah sangat mendesak dapat segera terwujud agar masyarakat kami dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih baik dan lebih maksimal.” ungkap La Ode Darwin.

Bupati berharap agar Kemenkes dapat memfasilitasi usulan-usulan yang telah disepakati dalam hasil desk Dinas Kesehatan Kabupaten Muna Barat dan Kemenkes, agar pada tahun 2026 dapat segera dilaksanakan pembangunan fasilitas kesehatan yang diperlukan.

“Kami berharap bahwa usulan-usulan ini dapat mendapatkan respon positif dari Kemenkes, karena ini adalah kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani. Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan Kemenkes guna memastikan bahwa masyarakat Muna Barat mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik,” tambah Bupati.

Semoga, dengan adanya audiensi ini, Muna Barat dapat segera mendapatkan dukungan yang dibutuhkan guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat di daerah ini.

PenulisĀ  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Resmikan Dapur MBG Lakawoghe, Layani 1.248 Siswa dari 10 Sekolah

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Bupati Muna Barat La Ode Darwin meresmikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Lakawoghe sekaligus melepas penyaluran makanan bergizi untuk salah satu titik layanan di MIN 2 Muna Barat pada Senin (8/9/2025). Pada kesempatan itu, Bupati didampingi Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Pendidikan Muna Barat, meninjau alur produksi—mulai dari penerimaan bahan pangan lokal, proses masak, hingga distribusi ke sekolah sasaran.

“Alhamdulillah, Dapur MBG Lakawoghe resmi beroperasi. Ini wujud komitmen Pemkab Muna Barat menyukseskan program pemerintah pusat untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan asupan gizi yang cukup, aman, dan berkualitas setiap hari sekolah,” ujar Bupati La Ode Darwin. “Kami mengintegrasikan pengawasan gizi oleh Dinas Kesehatan dan pengelolaan distribusi oleh Dinas Pendidikan, sambil memaksimalkan bahan pangan lokal agar ekonomi desa ikut bergerak.”

Kepala SPPG Dapur MBG Lakawoghe, Ahmadin Al Juma, menjelaskan kapasitas layanan awal dapur. “Saat ini dapur kami melayani 1.248 siswa yang berasal dari 10 sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA. Kami menerapkan standar kebersihan produksi (food safety) dan menu bergilir sesuai panduan gizi, serta menjadwalkan pengantaran agar makanan tetap hangat saat tiba di sekolah,” terangnya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program prioritas pemerintah pusat untuk meningkatkan status gizi pelajar. Tahap awal 2025 menyasar jutaan penerima manfaat lintas daerah, dengan prioritas anak sekolah dan ibu hamil/menyusui, serta penguatan tata kelola lintas sektor. Pemerintah menargetkan perluasan bertahap sepanjang 2025 dengan dukungan anggaran nasional dan penguatan satuan layanan dapur di berbagai daerah.

Bupati La Ode Darwin menambahkan, “Kami memastikan kesesuaian menu dengan pedoman gizi nasional dan melibatkan UMKM pangan lokal. Harapannya, anak-anak belajar dengan lebih fokus, angka ketidakhadiran turun, dan orang tua merasa tenang karena kebutuhan gizi harian di sekolah ikut terbantu.”

Ahmadin Al Juma menegaskan kesiapan tim: “Kami menjaga standar kebersihan dapur, pemantauan suhu makanan, dan rotasi menu protein-hewani, nabati, buah, serta susu sesuai ketersediaan. Sinergi dengan sekolah dan orang tua menjadi kunci agar layanan tepat waktu dan tepat jumlah,” ujarnya.

Pemerintah pusat telah menerbitkan berbagai pedoman dan petunjuk teknis sebagai acuan pelaksanaan MBG—mulai dari sasaran penerima, standar menu dan gizi, hingga tata kelola dan akuntabilitas penggunaan anggaran—yang menjadi rujukan bagi daerah dalam operasional dapur layanan.

Dengan beroperasinya Dapur MBG Lakawoghe, Pemkab Muna Barat menargetkan peningkatan cakupan layanan secara bertahap dan memperluas jejaring pemasok lokal agar ketersediaan bahan pangan bergizi tetap terjaga sepanjang tahun ajaran.

PenulisĀ  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Jaga Ketertiban, Bupati Gandeng Forkopimda Patroli Kamtibmas

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemda Kabupaten Muna Barat bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan Patroli Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) pada Senin malam, (6/9/25) malam. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah nyata dalam menjaga keamanan serta memastikan lingkungan masyarakat tetap dalam keadaan aman dan kondusif.

Patroli dipimpin langsung oleh Bupati Muna Barat, Laode Darwin, yang didampingi Ketua TP PKK, Rhika Purwaningsih Darwin. Hadir pula Wakil Bupati Ali Basa, Sekretaris Daerah LM Husein Tali, Dandim 1416 Muna, Kapolres Muna AKBP Indra Sandy Purnama Sakti, serta personel gabungan TNI dan Polri. Kehadiran unsur pimpinan daerah secara lengkap menjadi bukti komitmen bersama dalam menjaga ketertiban dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Laode Darwin menyampaikan bahwa patroli bukan hanya sekadar rutinitas, melainkan juga sarana untuk melihat langsung situasi di lapangan serta berdialog dengan masyarakat. Menurutnya, keamanan daerah adalah tanggung jawab bersama, sehingga warga diharapkan turut berperan aktif menjaga lingkungan agar tetap kondusif.

Selain melakukan pemantauan, patroli ini juga difokuskan pada pengawasan peredaran miras oplosan, narkoba, dan barang-barang ilegal yang berpotensi mengganggu keamanan serta merusak generasi muda. Kapolres Muna, AKBP Indra Sandy Purnama Sakti, menuturkan bahwa upaya pencegahan dilakukan secara humanis dan dialogis, namun bila ditemukan pelanggaran maka aparat akan menindak sesuai hukum yang berlaku.

Patroli ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang menekankan pentingnya sinergi pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah.

Melalui patroli gabungan ini, Pemda Muna Barat berharap dapat memperkuat kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat. Bupati Laode Darwin mengajak warga untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan, melaporkan bila menemukan hal yang mencurigakan, serta bersama-sama menciptakan suasana yang aman dan rukun.

ā€œKeamanan adalah modal utama bagi pembangunan daerah. Jika situasi aman, maka roda ekonomi, pendidikan, dan sosial bisa berjalan dengan baik. Mari kita jaga Muna Barat bersama-sama,ā€ ungkap Bupati.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
EditorĀ  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

 

 

Pelantikan Pengurus Dekranasda Muna Barat: Membangun Kolaborasi untuk Pemberdayaan Kerajinan Lokal

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Bertempat di Aula Kantor Bupati Muna Barat, pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Muna Barat periode 2025-2029 resmi dilantik pada Sabtu, 6 September 2025. Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Muna Barat, Ibu Rhika Purwaningsih Darwin, SH, yang juga merupakan istri dari Bupati Muna Barat. Acara tersebut disaksikan oleh pengurus Dekranasda Provinsi Sulawesi Tenggara serta Bupati Muna Barat beserta jajaran OPD di lingkup Pemda Muna Barat.

Pelantikan pengurus Dekranasda Kabupaten Muna Barat ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama para penenun lokal Muna Barat. MoU ini menandakan komitmen Dekranasda dalam membangun kolaborasi strategis untuk memajukan kerajinan lokal dan memberdayakan UMKM di daerah tersebut.

Dalam sambutannya, Ibu Rhika Purwaningsih Darwin menyampaikan rasa bangga dan selamat kepada pengurus yang baru dilantik. Beliau menekankan bahwa pelantikan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan sebuah langkah awal dalam perjalanan panjang untuk berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya bagi para pengrajin dan UMKM di Kabupaten Muna Barat.

“Saya yakin, bapak dan ibu yang hadir di sini bukan hanya sekadar pengurus, tetapi orang-orang yang terpilih dengan cakap, penuh kepedulian, semangat, dan dedikasi untuk memajukan kerajinan serta karya kreatif di daerah kita tercinta. Mari kita jadikan Dekranasda sebagai rumah bersama, tempat tumbuhnya ide-ide kreatif dan semangat kebersamaan, serta wadah untuk mengangkat potensi lokal agar semakin dikenal, dicintai, dan dibanggakan, baik di Provinsi Sulawesi Tenggara maupun di tingkat nasional,” ujar Ibu Rhika.

Lebih lanjut, Ibu Rhika juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mencapai visi dan misi Dekranasda. “Dekranasda siap menjadi mitra strategis dengan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan dan program yang berpihak pada pengrajin dan UMKM. Kami juga akan membangun jejaring kerjasama dengan dunia usaha dan swasta untuk memasarkan dan mempromosikan produk kerajinan lokal,” tambahnya.

Ibu Rhika menekankan bahwa Dekranasda Muna Barat tidak dapat bekerja sendiri. Oleh karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak sangat diperlukan agar visi besar organisasi ini bisa terwujud. Beberapa poin penting dalam kolaborasi tersebut adalah:

  1. Pemerintah Daerah
    Dekranasda akan terus bergandengan tangan dengan Pemerintah Kabupaten Muna Barat dalam merumuskan kebijakan, program, dan fasilitasi yang berpihak pada pengrajin dan UMKM. “Dekranasda siap menjadi mitra strategis untuk memastikan potensi kerajinan daerah dapat tumbuh, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi masyarakat,” ujar Ibu Rhika.

  2. Dunia Usaha dan Pihak Swasta
    Dekranasda akan membangun jejaring kerjasama dengan dunia usaha, terutama dalam hal pemasaran, promosi, dan pembiayaan. Dukungan dari pihak swasta sangat penting untuk membuka akses pasar yang lebih luas, baik di tingkat provinsi, nasional, maupun internasional.

  3. Akademisi dan Perguruan Tinggi
    Dekranasda juga akan menggandeng akademisi dan perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas produk kerajinan. Melalui inovasi, riset, dan pendampingan yang diberikan oleh akademisi, produk kerajinan lokal dapat ditingkatkan daya saingnya di pasar global.

  4. Komunitas UMKM dan Pengrajin Lokal
    Dekranasda ingin hadir sebagai sahabat dan rumah besar bagi komunitas UMKM dan pengrajin lokal. Kolaborasi yang kuat antara pemerintah, swasta, BUMN, akademisi, dan komunitas UMKM diharapkan dapat melahirkan karya-karya berkualitas, serta membawa kerajinan daerah semakin dikenal dan dicintai oleh masyarakat luas.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Muna Barat juga menyampaikan sambutan dan memberikan dukungan penuh terhadap Dekranasda. Beliau menyatakan bahwa pengembangan industri kerajinan lokal adalah salah satu prioritas dalam mempercepat pembangunan ekonomi daerah. “Dengan adanya Dekranasda yang solid dan inovatif, saya percaya Kabupaten Muna Barat akan semakin berkembang, baik dalam menciptakan lapangan pekerjaan baru maupun dalam memajukan produk kerajinan unggulan yang dapat bersaing di pasar nasional dan internasional,” ujar Bupati.

Bupati Muna Barat juga menekankan pentingnya kolaborasi antara semua pihak untuk memastikan keberhasilan program-program yang telah direncanakan oleh Dekranasda. “Kerja sama ini sangat penting untuk memastikan bahwa potensi kerajinan daerah kita dapat berkembang dengan baik. Kami juga berharap agar produk lokal yang dihasilkan dapat mencerminkan identitas budaya kita dan membawa kebanggaan bagi masyarakat Muna Barat.”

Dengan kolaborasi yang solid, Dekranasda Muna Barat diharapkan dapat menciptakan perubahan nyata yang berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan visi Muna Barat Liwu Mokesa – Tumbuh, Sehat, Keren.

PenulisĀ  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Gelar Coffee Bareng Petani, Bahas Pengelolaan Bantuan dan Kesejahteraan Petani

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, yang dikenal humanis dan sangat dekat dengan masyarakat, kembali menunjukkan perhatian dan komitmennya terhadap petani di wilayahnya. Pada Kamis, 4 September 2025, Bupati mengajak puluhan kelompok tani di Kabupaten Muna Barat untuk ngopi bareng sekaligus berdiskusi di pelataran Dinas Pertanian Muna Barat. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk rembuk dan ngopi santai, yang bertujuan untuk memastikan bantuan yang diterima oleh petani dapat memberikan manfaat yang maksimal.

Pada kesempatan tersebut, kelompok tani yang hadir adalah penerima bantuan berupa bibit sapi, ayam petelur, bibit jagung dan padi, serta alat-alat pertanian (Alsintan). Acara ini sengaja digagas oleh Pemerintah Daerah untuk mengecek sejauh mana bantuan yang diberikan dapat digunakan dengan baik oleh petani, sekaligus untuk mendengarkan aspirasi mereka dalam bentuk diskusi dua arah.

Bupati La Ode Darwin menegaskan pentingnya pengawasan terhadap pemanfaatan bantuan tersebut. ā€œPemerintah telah sering memberikan bantuan berupa bibit sapi dan alsintan, namun sering kali bantuan tersebut tidak dikelola dengan baik. Ke depan, tidak boleh ada bantuan yang macet di tangan kelompok. Jonder yang kami berikan harus digunakan untuk mengolah lahan, begitu juga dengan sapi. Jangan sampai bantuan yang diberikan malah tidak berkembang atau dijual,ā€ tegas Darwin.

Untuk memastikan komitmen dan keseriusan penerima bantuan, Bupati Muna Barat mengajak kelompok tani untuk menandatangani pakta integritas. Pakta ini sebagai bentuk kesepakatan agar bantuan yang diberikan, yang bersumber dari APBD, tidak disalahgunakan dan digunakan untuk tujuan yang sesuai.

Kelompok tani yang hadir menyambut baik ajakan Bupati dan sepakat untuk menandatangani pakta integritas tersebut. Dalam kesempatan itu, salah seorang perwakilan petani mengajukan permintaan terkait pengelolaan Alsintan. ā€œKami berharap agar ada teknisi yang difasilitasi oleh pemerintah daerah. Selama ini, jika alat rusak, tidak ada yang memperbaiki. Kami berharap agar pemerintah menyiapkan teknisi atau memberikan pelatihan teknisi di setiap desa,ā€ ujar perwakilan petani tersebut, yang langsung disetujui oleh Bupati La Ode Darwin.

Bupati Muna Barat pun menanggapi permintaan tersebut dengan serius. ā€œInsya Allah, kita akan upayakan. Yang penting bagi saya, bapak dan ibu di sini mau bersungguh-sungguh. Ke depan, kita usahakan agar setiap desa memiliki satu unit jonder,ā€ janji Bupati.

Selain membahas pengelolaan Alsintan, dalam acara tersebut juga dibicarakan beberapa permasalahan lain yang menjadi perhatian petani, antara lain pengelolaan jonder, penertiban hewan ternak yang berkeliaran.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen dari pemerintah serta petani, diharapkan program bantuan yang diberikan dapat berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan petani serta pembangunan pertanian di Kabupaten Muna Barat.

PenulisĀ  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Serentak di 11 Kecamatan, Pemkab Muna Barat Laksanakan Gerakan Pangan Murah

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Sebagai tindak lanjut atas instruksi Menteri Dalam Negeri, Pemerintah Kabupaten Muna Barat melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 11 kecamatan pada Sabtu (30/8/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus memastikan kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang lebih terjangkau. Pelaksanaan GPM dipusatkan di kantor kecamatan masing-masing dan berlangsung dengan tertib serta mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Gerakan Pangan Murah merupakan program nasional hasil kolaborasi lintas lembaga, melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam Negeri, Perum BULOG, serta Badan Pangan Nasional. Di tingkat daerah, kegiatan ini turut didukung oleh Pemerintah Kabupaten Muna Barat bersama TNI-Polri. KODIM 1416 Muna secara khusus menurunkan personelnya untuk menjaga kondusifitas serta memastikan distribusi berjalan lancar hingga ke pelosok kecamatan.

Adapun komoditas utama yang ditawarkan dalam kegiatan ini adalah beras SPHP kemasan 5 kilogram dengan harga Rp 62.500 per karung. Harga tersebut lebih rendah dari pasaran, sehingga sangat membantu masyarakat, khususnya rumah tangga berpenghasilan rendah. Dengan adanya GPM, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus mengurangi tekanan inflasi daerah akibat kenaikan harga pangan.

Kegiatan dimulai dengan teleconference serentak bersama pemerintah pusat dan daerah pada pukul 10.00 WITA. Melalui kegiatan daring tersebut, Menteri Dalam Negeri dan sejumlah pejabat terkait memberikan arahan langsung agar pemerintah daerah konsisten dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok. Teleconference ini juga menjadi ajang koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah mengenai strategi ketahanan pangan yang berkesinambungan.

Pelaksanaan GPM di 11 kecamatan disambut positif oleh masyarakat. Banyak warga yang datang sejak pagi untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Selain membeli beras, warga juga memanfaatkan kesempatan untuk berdialog dengan aparat pemerintah terkait kondisi harga pangan dan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Bupati Muna Barat Laode Darwin dalam keterangannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama, mulai dari pemerintah pusat, BULOG, TNI-Polri, hingga aparat kecamatan. Menurutnya, Gerakan Pangan Murah bukan hanya sekadar kegiatan distribusi beras murah, tetapi juga wujud kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari fluktuasi harga pangan.

ā€œMelalui GPM ini kita ingin memastikan masyarakat Muna Barat tidak kesulitan dalam memperoleh beras dengan harga wajar. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga ketahanan pangan nasional,ā€ ujar Bupati.

Pemerintah Kabupaten Muna Barat mengimbau masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam program-program serupa di masa mendatang. Dengan dukungan seluruh elemen, stabilitas harga dan ketersediaan pangan dapat terjaga, sehingga masyarakat merasa lebih tenang dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
EditorĀ  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Jadi Pembicara Forum PLN Sulserabar, Prioritaskan Elektrifikasi Kepulauan

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Bupati Muna Barat La Ode darwin, tampil sebagai pembicara dalam Forum Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang digelar oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulserabar, Senin (25/8) di Hotel Claro, Kendari. Kehadirannya diapresiasi karena dinilai mampu dalam merumuskan kebijakan elektrifikasi guna menuntaskan permasalahan kelistrikan di wilayah kepulauan Muna Barat.

Forum yang dihadiri Gubernur Sulawesi Tenggara, seluruh bupati dan wali kota se-Sultra ini bertujuan mendorong percepatan pembangunan kelistrikan di wilayah Sulawesi Tenggara.

Dalam paparannya, Bupati Laode Darwin menegaskan bahwa elektrifikasi wilayah kepulauan menjadi prioritas utama pembangunan Muna Barat ke depan. Misi ini sudah terangkum dalam RPJMD Muna Barat, terutama terkait penyediaan listrik dan air bersih bagi pulau-pulau kecil.

ā€œBagi kami, listrik bukan sekadar energi, tetapi penggerak utama pertumbuhan ekonomi, penunjang sektor pendidikan dan kesehatan, serta membuka jalan bagi kemajuan desa dan wilayah terpencil,ā€ ujar Darwin.

Ia menyebutkan bahwa 11 desa di kepulauan Muna Barat masih belum teraliri listrik. Tahun ini, pemerintah daerah menargetkan 4 desa—Bero, Gala, Mandike, dan Santigi—mulai menikmati listrik. Bersama UP2K Sultra, pada bulan Juni lalu, pihaknya telah turun melakukan survei lapangan. Sementara 7 desa lainnya ditargetkan selesai teraliri listrik paling lambat tahun 2027.

ā€œJadi kami sudah turun duluan. Kami jemput bola cepat,ā€ tutup Darwin, disambut tepuk tangan para bupati dan General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi Sulserabar.

Langkah ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Muna Barat dalam memastikan akses listrik merata hingga pelosok kepulauan, sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

PenulisĀ  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Uji Kompetensi dan Evaluasi Kinerja Pejabat Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Muna Barat

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat menggelar Uji Kompetensi (Job Fit) dan Evaluasi Kinerja Pejabat Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Muna Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 18 Agustus 2025, bertempat di Hotel Ness Inn Raha dan diikuti oleh seluruh Pejabat Tinggi Pratama se-Kabupaten Muna Barat.

Acara ini dimaksudkan untuk mengukur kemampuan dan kesesuaian para pejabat tinggi pratama dengan jabatan yang mereka emban, serta sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan akselerasi pembangunan di Kabupaten Muna Barat.

Wakil Bupati Muna Barat, Ali Basa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Uji Kompetensi ini merupakan langkah penting dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi birokrasi pemerintah daerah.

ā€œPelaksanaan Uji Kompetensi/ Job Fit hari ini merupakan salah satu rangkaian dari ikhtiar kami untuk memantapkan pelayanan publik. Pelaksanaan Job Fit ini seyogyanya tidak hanya dimaknai sebagai bentuk evaluasi terhadap kinerja saudara-saudara selaku pimpinan OPD, namun lebih dari itu, bahwa Job Fit merupakan upaya akselerasi terhadap jalannya pemerintahan di Muna Barat,ā€ ujar Wakil Bupati Ali Basa.

Ali Basa juga menekankan bahwa ada tiga dasar hukum yang mendasari pelaksanaan kegiatan ini, yaitu Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, dan Permenpan RB Nomor 15 Tahun 2019 tentang Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi. Ia menegaskan bahwa uji kompetensi ini adalah salah satu langkah dalam mempercepat tercapainya tujuan pembangunan di Muna Barat.

ā€œTantangan pembangunan Muna Barat tidaklah mudah. Muna Barat saat ini mengalami kontraksi pembiayaan pembangunan yang sangat berat di tengah situasi transfer keuangan daerah dari pemerintah pusat yang terbatas serta minimnya pendapatan asli daerah (PAD). Di sisi lain, kebutuhan prioritas pembangunan sangat tinggi. Oleh karena itu, para pimpinan OPD yang memikul tanggung jawab nantinya perlu mengambil langkah kreatif dan terobosan guna menyelaraskan program nasional dengan program daerah, serta merumuskan program-program yang dapat menggenjot PAD dengan tetap mengedepankan prinsip keadilan dan kemampuan masyarakat,ā€ jelas Wakil Bupati.

Wakil Bupati juga memberikan pesan kepada Tim Assesor yang melaksanakan kegiatan ini agar melaksanakan uji kompetensi dengan sebaik-baiknya, berdasarkan kaidah ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga hasilnya benar-benar mencerminkan kinerja, kemampuan, dan kesesuaian peserta dengan jabatan yang akan mereka tempati.

ā€œKepada para peserta Uji Kompetensi/ Job Fit, selamat mengikuti kegiatan ini hingga selesai. Semoga kegiatan ini dapat memberikan hasil yang terbaik dan Anda semua dapat terus bekerja sama untuk mengantarkan Muna Barat Tumbuh, Sehat, dan Keren menjadi daerah Liwu Mokesa seutuhnya,ā€ tambah Wakil Bupati Ali Basa.

PenulisĀ  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Serahkan Bantuan Sektor Pertanian Usai Upacara 17 Agustus 2025 di Lapangan Wamelai

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Setelah upacara pengibaran bendera dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Lapangan Wamelai, Kecamatan Lawa, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyerahkan sejumlah bantuan di sektor pertanian sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan peternak di daerah.

Bantuan yang diberikan berupa peralatan pertanian dan bibit ternak yang diharapkan dapat meningkatkan produksi dan kesejahteraan masyarakat Muna Barat, terutama di sektor pertanian dan peternakan. Bantuan tersebut meliputi:

  • 14 unit traktor roda 4

  • 12 unit traktor roda 2

  • Bibit sapi sebanyak 338 ekor

  • Ayam petelur sebanyak 20.000 ekor beserta pakannya selama 2 bulan

  • Ayam potong sebanyak 5.000 ekor beserta pakannya selama 2 bulan

  • Bibit padi label ungu sebanyak 39 ton

  • Bibit jagung Bisi-2 sebanyak 22,5 ton

ā€œPemberian bantuan ini adalah langkah konkret dalam meningkatkan sektor pertanian dan peternakan di Muna Barat. Kami berharap bantuan ini bisa memberikan manfaat langsung kepada petani dan peternak, memperkuat perekonomian daerah, dan mengurangi ketergantungan pada impor. Dengan bantuan peralatan dan bibit yang berkualitas, saya yakin kita bisa meningkatkan hasil pertanian dan peternakan di Kabupaten Muna Barat,ā€ ujar Bupati La Ode Darwin.

Bupati juga menambahkan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menciptakan ketahanan pangan yang lebih baik di wilayah Muna Barat, serta meningkatkan pendapatan masyarakat yang sebagian besar bergantung pada sektor pertanian.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Muna Barat, Nestor Jono, mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendukung sektor pertanian dan peternakan yang diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas pertanian di daerah.

ā€œMelalui bantuan traktor, bibit ternak, dan bibit tanaman, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan peternakan kita. Program ini juga bertujuan untuk memodernisasi pertanian dan mempermudah proses produksi bagi petani dan peternak di Muna Barat. Dengan hadirnya bantuan alsintan berupa traktor roda 2 dan roda 4, kami berharap bisa menambah luas tanam, terutama pada lahan yang tidak produktif atau tidur. Penggunaan traktor ini akan mempercepat pengolahan lahan, sehingga petani dapat memanfaatkan waktu lebih efektif dan meningkatkan produksi tanaman” ungkap Nestor Jono.

“Dengan adanya traktor dan bibit yang berkualitas, petani kita dapat bekerja lebih efisien dan hasilnya lebih optimal. Kami juga berharap bantuan bibit sapi, ayam petelur, dan ayam potong ini dapat memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,ā€ tutup Nestor Jono.

PenulisĀ  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)