Berita

Pemerintah Muna Barat Sukses Laksanakan Upacara Pengibaran dan Penurunan Sang Saka Merah Putih Pada Peringatan HUT RI Ke-80

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia di Kabupaten Muna Barat, Minggu (17/08/2025) berlangsung khidmat. Bupati Muna Barat Laode Darwin bertindak sebagai inspektur upacara. Upacara dilaksanakan di Lapangan Wamelai, Kecamatan Lawa. Hadir pada upacara peringatan HUT RI ke-80 segenap tamu undangan dari Forkopimda, Asisten, Staf Ahli, Ketua dan Anggota DPRD Kab.Muna Barat, Kepala OPD,  Tokoh Adat dan undangan lainnya.

Seluruh rangkaian upacara peringatan HUT RI ke-80 berjalan tertib dan lancar. Bertindak sebagai perwira upacara Iptu Nexon Ode Bio. Sedangkan tugas sebagai Komandan Upacara diemban oleh Wakapolsek Kusambi Ipda Karimul Sahid. Dalam rangkaian upacara, berlangsung pembacaan Teks Proklamasi oleh  Laode Rafiudin selaku Ketua DPRD Muna Barat.

Adapun pimpinan Pasukan Pengibar Bendera adalah Harsadin Danpas. Muhammad Zayani Ihu selaku pelatih Paskibra Muna Barat mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas penyertaan-Nya sehingga anak-anak yang dilatihnya mampu melaksanakan tugas besar di hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pembina Paskibra Mubar ini juga mengapresiasi dedikasi dan semangat anggota Paskibra yang tak kendur meski harus bertugas di bawah guyuran hujan dan lapangan yang becek.

“Saya memberikan apresiasi yang luar biasa atas kedisiplinan dan semangat anak-anak dalam mengikuti Training Center (TC). Yang paling penting adalah dedikasi dan semangat anak-anak yang tidak kendur meski hujan deras dan lapangan yang becek saat melaksanakan tugas pengibaran dan penurunan bendera.” ujarnya

Tim Kominfo Muna Barat juga berkesempatan melakukan wawancara singkat kepada beberapa petugas Paskibra. Randi Agus Saban mengungkapkan bahwa terpilihnya sebagai anggota Paskibra Muna Barat menjadi pengalaman yang tidak akan pernah terlupakan. Siswa asal SMA Negeri 1 Barangka ini mengucapkan terima kasih kepada pelatih dan seluruh pihak yang terkait dalam pelaksanaan Paskibra Kabupaten Muna Barat 2025.

“Kami dapat belajar dari kesalahan yang dibuat dan saya belajar bahwa menjadi bagian dari Paskibraka bukan hanya tentang baris-berbaris, tetapi tentang membentuk karakter. Rasa bangga saat mengibarkan Sang Merah Putih di hadapan masyarakat adalah momen yang membuat semua perjuangan terasa sangat berarti,” pungkasnya.

Selanjutnya, dara cantik asal SMAN 1 Wadaga Waode Kelsi Dwi Putri Cahayati juga mengungkapkan kesan mendalam saat menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera, “Dalam mengikuti Paskibra, saya memiliki banyak pengalaman dimana saya berkumpul dengan teman-teman baru, latihan bersama, makan bersama, dihukum bersama, dan senang senang bersama. Dalam mengikuti kegiatan Paskibra mampu menumbuhkan sikap disiplin bagi saya.”

Hal senada juga diungkapkan oleh Ais Olivia Landisale selaku anggota Paskibra asal SMAN 1 Barangka. Ais yang menempati posisi pasukan 17 saat Pengibaran Sang Saka Merah Putih tersebut mengungkapkan kesan mendalam terhadap para pelatih selama mengikuti TC, “Para pelatih telah memberikan inspirasi dan semangat kepada kami semua untuk menjadi pemimpin yang tangguh, serta mendidik membimbing kami,dan memberikan pengalaman masa pelatihan yang berharga. Ini adalah pengalaman yang tidak bisa di lupakan, apalagi di saat makan bersama, istrahat bersama serta bercerita dan bercanda bersama.”

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Karnaval Budaya Semarakkan Perayaan HUT RI ke-80 Dan HUT Muna Barat ke-11

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Dalam rangka menyemarakkan HUT Muna Barat ke-11 dan menyambut HUT Republik Indonesia ke-80, pemerintah Kabupaten Muna Barat menggelar Karnaval Budaya. Bupati Laode Darwin didamping Wakil Bupati Ali Basa hadir secara langsung sekaligus membuka jalannya kegiatan.

Karnaval Budaya yang menjadi sarana pelestarian nilai-nilai tradisi berlangsung pada Sabtu (16/8/2025). Pembukaan dan arena titik awal berada di halaman Kantor Kecamatan  Tiworo Tengah. Adapun titik akhir kegiatan Karnaval Budaya adalah Lapangan Desa Mekar Jaya Kec. Tiworo Tengah. Jarak tempuh antar lokasi awal sampai akhir kurang lebih 2 km.

Peserta pawai berasal dari Organisasi Perangkat Daerah, Kecamatan, Desa, dan masyarakat. Peserta tampak mengenakan kostum dari berbagai daerah seperti Muna, Buton, Jawa, Bugis, Bali, Nusa Tenggara, dan lain-lain. Sebagaimana semboyan bangsa Indonesia ‘Bhineka Tunggal Ika’, pakaian ini melambangkan keberagaman yang bersatu dalam ajang Karnaval Budaya. Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol kebanggan mengenakan pakaian adat nusantara.

Tim Karnaval jenjang PAUD/TK yang berada pada barisan awal menambah kemeriahan karnaval. Tiap-tiap pasukan cilik menampilkan ciri khasnya. Dinas Kominfo Muna Barat tampil menawan dalam balutan busana aneka suku mengusung tagline “Menguatkan yang Lemah, Mengisi yang Kosong” sebagai semangat untuk terus menguatkan jaringan di wilayah-wilayah blank spot se-Muna Barat.’

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Penilaian Lomba Kebersihan Lingkungan Muna Barat:  Evaluasi Mendalam untuk Wujudkan Lingkungan Bersih menuju Muna Barat Liwu Mokesa

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Penilaian Lomba Kebersihan Lingkungan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Kabupaten Muna Barat telah dimulai sejak tanggal 12 Agustus 2025. Kegiatan ini melibatkan TP-PKK Muna Barat, Dharma Wanita Persatuan Muna Barat, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Drs. Edi, sebagai koordinator tim juri.

Penilaian lomba kebersihan ini bertujuan untuk menilai sejauh mana instansi pemerintah serta masyarakat Muna Barat telah berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan lingkungan sekitar. Tim juri terdiri dari berbagai elemen penting, dengan TP-PKK Muna Barat dan Dharma Wanita Persatuan yang menjadi pengawas utama dalam menilai setiap kategori lomba.

Drs. Edi, selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup, dalam kapasitasnya sebagai Koordinator Tim Juri, menjelaskan lima kriteria penilaian yang menjadi dasar penilaian lomba kebersihan ini. “Ada lima kriteria utama yang akan dinilai dalam lomba kebersihan ini, yaitu:

  1. Kebersihan Lingkungan, yang meliputi kebersihan jalan, trotoar, area publik, ketersediaan dan kebersihan tempat sampah, serta pengelolaan sampah yang efektif.

  2. Kerapian dan Estetika, yang mencakup penataan lingkungan yang rapi dan indah, kreativitas dalam dekorasi dan penataan, serta keindahan taman dan tanaman.

  3. Partisipasi Staf Kantor, yang mencakup tingkat partisipasi staf dalam menjaga kebersihan, adanya program atau kegiatan komunitas kebersihan, serta edukasi kepada staf dan masyarakat tentang pentingnya kebersihan.

  4. Inovasi dan Kreativitas, yang meliputi penggunaan teknologi/metode inovatif dalam menjaga kebersihan serta solusi kreatif untuk masalah kebersihan.

  5. Dokumentasi dan Laporan, yang meliputi dokumentasi semua kegiatan kebersihan serta laporan kegiatan dan hasil kebersihan.”

“Melalui penilaian ini, kami ingin memastikan bahwa kebersihan bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga kegiatan yang berkelanjutan. Kami ingin menjadikan kebersihan sebagai bagian dari budaya hidup masyarakat Muna Barat, dan mewujudkan Liwu Mokesa — daerah yang bersih adalah daerah yang keren,” tambah Drs. Edi.

Rhika Purwaningsih Darwin, Ketua TP-PKK Muna Barat, memberikan pernyataan terkait penilaian lomba kebersihan ini, “Kami sangat mendukung upaya ini, dan kami berharap lomba kebersihan ini bisa menjadi pemicu untuk terus menjaga kebersihan di rumah, kantor, dan lingkungan sekitar. Kebersihan adalah cerminan karakter dan budaya suatu daerah. Oleh karena itu, TP-PKK Muna Barat juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan sebagai kewajiban bersama.”

Sementara itu, Wa Ode Muliati Husein Tali, Ketua Dharma Wanita Persatuan Muna Barat, menyampaikan hal senada, “Kami sangat mendukung dan berterima kasih atas upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam menjaga kebersihan dan menanamkan kesadaran ini kepada masyarakat. Di Dharma Wanita Persatuan, kami juga terus memberikan edukasi kepada anggotanya tentang pentingnya kebersihan dan peran serta dalam menjaga lingkungan. Semoga, kegiatan ini tidak hanya berhenti pada lomba, tapi menjadi bagian dari rutinitas harian yang memberi dampak positif pada masyarakat.”

Dengan adanya lomba kebersihan ini, diharapkan dapat mendorong masyarakat dan instansi terkait untuk bekerja lebih keras dalam menjaga kebersihan lingkungan. Melalui penilaian ini, semua pihak diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya sebagai acara lomba, tetapi sebagai kewajiban bersama yang akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Kebersihan yang terjaga dengan baik dapat menciptakan lingkungan yang nyaman, sehat, dan aman bagi semua orang, serta membentuk budaya masyarakat yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Lomba Fashion Show dan Karaoke Warnai Peringatan HUT RI ke-80 dan HUT Muna Barat ke-11

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Euforia perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Muna Barat yang ke-11 masih terus berlanjut meski upacara peringatan telah dilaksanakan pada 23 Juli 2025. Hal ini sekaligus menyongsong  HUT Republik Indonesia ke-80 pada 17 Agustus 2025 mendatang. Guna menyemarakkan peringatan tahunan tersebut, pemerintah Kabupaten Muna Barat menggelar lomba fashion show dan karaoke pada Kamis (14/8/2025).

Lomba Fashion Show lingkup pemerintah Kabupaten Muna Barat diikuti oleh Staf Ahli Bupati, Jajaran Asisten, Kepala OPD, dan camat beserta istri. Berlangsung di halaman Kantor Bupati Muna Barat, pergelaran diawali dengan penampilan memukau dari Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, serta Staf Ahli didamping istri masing-masing.

Selanjutnya, peserta yang merupakan pimpinan dari tiap-tiap OPD bersama istri unjuk aksi dalam balutan tenun aneka motif. Tampil sebagai pembuka dari Dinas PUPR yang mengenakan busana tenun motif ubur-ubur, bakau, dan ombak. Tiga entitas yang mewakili pesisir Bumi Laworo.

Di bawah terik sinar mentari, peserta silih berganti melenggang di area catwalk. Di urutan ke-15, Kepala Dinas Kominfo didampingi istri tercinta tampil dalam balutan tenun bertema toleransi. Motif masjid dan stupa yang menyatu diatas kain berwarna abu-abu dan hitam menjadi simbol harmoni antar agama. Perwujudan kehidupan masyarakat Muna Barat yang saling menghormati serta menghargai warisan leluhur yang menjaga keseimbangan dunia fisik dan spiritual.

Fashion show bukan hanya sebagai perlombaan tetapi sebagai sarana promosi potensi kearifan lokal Muna Barat berupa kain tenun. Beragam model dan warna pakaian yang dikenakan peserta dapat menjadi inspirasi  bagi para pegiat busana. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa saat kerajinan tradisional dikelola secara profesional akan mampu beradaptasi dengan modernitas.

Usai lomba fashion show, dilanjutkan dengan lomba karaoke antar Kepala OPD, Camat, Kepala Bagian lingkup pemerintah Kabupaten Muna Barat. Lomba tarik suara ini berlangsung meriah di Aula Kantor Bupati. Seluruh peserta beradu menampilkan performa terbaik. Lagu utama yang harus dibawakan oleh seluruh peserta adalah tembang asli asal Pulau Muna bertajuk Wuna Nokokasinta karya Wilmar Pater.

Tembang Wuna Nokokasinta mengandung makna dan filosofi hidup yang harus terus dipegang oleh masyarakat Suku Muna. Dalam salah satu liriknya tercantum falsafah hidup yang terus digaungkan dari generasi ke generasi yakni koemo wuto sumanomo liwu. Lirik ini mengandung pesan agar kepentingan bersama harus senantiasa didahulukan daripada kepentingan pribadi.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat  

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat yang bertempat di Desa Nihi, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat. Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Muna Barat, Ali Basa, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muna Barat, seluruh jajaran OPD, Forkopimda, serta elemen masyarakat yang mendukung pembangunan tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muna Barat, La Ode Mahajaya, mengungkapkan bahwa pembangunan laboratorium ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan total anggaran sebesar Rp13.131.626.250. Pembangunan ini direncanakan selesai pada Desember 2025, dan diharapkan dapat mulai digunakan pada tahun 2026.

“Laboratorium ini nantinya akan menjadi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang berperan penting dalam upaya-upaya pencegahan penyakit. Selama ini, masyarakat Muna Barat harus pergi ke Kendari untuk memeriksakan kesehatan mereka ke laboratorium. Dengan hadirnya laboratorium ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan pemeriksaan kesehatan,” kata La Ode Mahajaya

Lebih lanjut, La Ode Mahajaya menambahkan bahwa saat ini proses pengadaan peralatan laboratorium masih dalam tahap pengadaan oleh pihak pusat. Begitu pembangunan gedung selesai, peralatan akan segera dipasang dan siap digunakan.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, juga dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan laboratorium kesehatan masyarakat ini adalah jawaban atas kebutuhan nyata masyarakat sekaligus langkah maju dalam meningkatkan kualitas kesehatan di daerah.

“Hadirnya laboratorium kesehatan ini bukan hanya untuk sarana pemeriksaan kesehatan masyarakat, baik untuk penyakit menular maupun tidak menular, tetapi juga untuk pemeriksaan kesehatan lingkungan, kualitas air, dan tempat pengembangan sumber daya manusia (SDM). Laboratorium ini akan menjadi tempat bagi tenaga medis, tenaga laboratorium, dan mahasiswa untuk meningkatkan kapasitas mereka melalui penelitian dan pelatihan,” ungkap Bupati.

Lebih jauh, Bupati Muna Barat menyatakan bahwa laboratorium ini juga akan berperan sebagai sumber data kesehatan yang penting serta garda terdepan dalam deteksi dini dan pengendalian penyakit.

“Saya mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, DPRD, tenaga kesehatan, akademisi, tokoh masyarakat, hingga masyarakat luas untuk bersama-sama mendukung dan mengawal pembangunan laboratorium ini. Kita jaga kebersamaan, kita perkuat kolaborasi, agar pembangunan ini berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat manfaat,” tambah Bupati.

Bupati juga menegaskan keyakinannya bahwa dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, pembangunan laboratorium ini akan selesai dengan baik dan segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatan mereka.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Dinas Komunikasi dan Informatika Muna Barat Komitmen Tingkatkan Kebersihan Lingkungan Jelang Lomba Kebersihan HUT Kemerdekaan RI ke-80

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Jajaran staf di lingkup Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Muna Barat terus menunjukkan komitmen dan partisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama menjelang penilaian Lomba Kebersihan Lingkungan yang digelar dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Kegiatan ini juga mencerminkan keseriusan Dinas Kominfo dalam meningkatkan kualitas lingkungan kerja yang bersih, nyaman, dan sehat bagi seluruh staf dan pengunjung yang berurusan dengan kantor kami.

Sejak awal tahun 2025, kebersihan lingkungan telah menjadi prioritas utama Dinas Kominfo, apalagi setelah Instruksi Bupati Muna Barat yang tertuang dalam Surat Nomor 100.3.4.2/3/2025 tentang pelaksanaan pembersihan lingkungan dan kantor pada Maret lalu. Instruksi tersebut menggarisbawahi pentingnya peran setiap instansi pemerintah dalam menjaga kebersihan sebagai bagian dari pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.

Sebagai tindak lanjut dari instruksi tersebut, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian, Al Rahman, mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 08 Tahun 2025 tentang pembagian piket tugas pembersihan lingkungan kantor setiap hari kerja serta pemberlakuan Jumat Bersih untuk seluruh staf. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong seluruh staf untuk lebih peduli terhadap kebersihan kantor dan lingkungan sekitar.

“Kebersihan adalah bagian dari tanggung jawab bersama. Menjaga kebersihan lingkungan kerja tidak hanya bertujuan untuk menciptakan suasana yang nyaman, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat kerja yang lebih baik. Dengan instruksi Bupati dan keputusan yang kami terbitkan, diharapkan seluruh staf di Dinas Kominfo dapat menjaga kebersihan secara rutin dan menjadikannya sebagai bagian dari budaya kerja sehari-hari,” ujar Al Rahman, Kepala Dinas Kominfo-SP.

Beliau juga menambahkan, “Dalam mengelola sampah, kami selalu memisahkan sampah organik dan anorganik dengan cermat. Sampah organik kami olah menjadi kompos yang bermanfaat, sementara sampah anorganik kami buang ke tempat pembuangan sampah yang disediakan oleh Dinas Lingkungan Hidup. Kami juga memberikan edukasi tidak hanya di lingkungan staf kantor, tetapi juga kepada masyarakat luas mengenai pentingnya kebersihan dan cara mengolah sampah organik menjadi kompos. Selain itu, kami mengajarkan bagaimana memanfaatkan kotoran sapi yang berserakan di lingkungan sekitar tempat tinggal untuk dijadikan kompos, sehingga mengurangi sampah dan mendukung keberlanjutan lingkungan.”

“Namun, perlu digarisbawahi bahwa kebersihan ini bukan hanya untuk lomba. Sejak awal, Dinas Kominfo telah berkomitmen untuk menjaga kebersihan sebagai bagian dari budaya kerja yang berkelanjutan. Lomba ini hanya menjadi pemacu semangat kami untuk terus menjaga kebersihan dan memperindah lingkungan kerja yang sudah menjadi bagian dari rutinitas kami sehari-hari,” tambah Al Rahman.

Selain itu sejumlah kegiatan telah dilakukan untuk mendukung tercapainya lingkungan yang bersih dan rapi. Di antaranya adalah pembersihan area kantor, penataan taman dan ruang terbuka hijau, pengecekan tempat sampah, serta penyuluhan kepada staf mengenai pentingnya menjaga kebersihan. Semua staf di Dinas Kominfo juga berperan aktif dalam menjaga kebersihan ruang kerja masing-masing, dengan adanya sistem piket harian yang telah ditetapkan.

Hayril Samandi, Sekretaris Dinas Kominfo, menambahkan, “Sebagai sekretaris, saya melihat ini sebagai langkah yang sangat positif. Kebersihan kantor bukan hanya soal fisik, tetapi juga menciptakan iklim kerja yang sehat dan produktif. Dengan adanya kebijakan ini, saya berharap seluruh staf dapat menjadikannya sebagai kebiasaan yang tak terpisahkan dari kegiatan sehari-hari. Ini juga sejalan dengan misi kami untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, mulai dari menjaga lingkungan kerja yang bersih hingga memperbaiki kualitas layanan publik.”

Kegiatan kebersihan ini telah melibatkan seluruh jajaran staf Dinas Kominfo, yang bekerja sama dalam menjaga lingkungan kantor. Dari pembersihan ruang kerja hingga penataan taman, seluruh staf telah menunjukkan partisipasi aktif dalam menciptakan kantor yang lebih bersih dan lebih nyaman.

Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Dinas Kominfo untuk berkontribusi dalam lomba kebersihan lingkungan yang dilaksanakan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-80. Dengan semangat kebersihan yang semakin tumbuh di kalangan staf, diharapkan Dinas Kominfo dapat meraih hasil terbaik dalam lomba kebersihan ini, sekaligus menjadi contoh bagi instansi lainnya di Kabupaten Muna Barat.

Kebersihan yang terjaga dengan baik tidak hanya mendukung kenyamanan kerja tetapi juga memperkuat citra Dinas Kominfo sebagai instansi yang peduli terhadap lingkungan dan kesehatan. Semoga semangat ini terus berlanjut dan memberi inspirasi bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing.

“Ini adalah bagian dari upaya kita mewujudkan Liwu Mokesa — Muna Barat sebagai daerah yang bersih,  daerah yang keren. Kebersihan adalah simbol kemajuan dan keberadaban sebuah daerah. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk masa depan yang lebih cerah.” — Al Rahman, Kepala Dinas Kominfo-SP Muna Barat.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Hadiri Rakor Pencegahan Korupsi Terintegrasi Bersama KPK di Kendari

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menghadiri Rapat Koordinasi Program Pencegahan Korupsi Terintegrasi Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia di Aula Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara, Kamis (31/7/2025).

Rapat ini dihadiri oleh seluruh kepala daerah se-Sulawesi Tenggara, didampingi Sekretaris Daerah, Inspektur Daerah, Kepala BPKAD, Kepala Bappeda, dan admin Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) masing-masing kabupaten/kota. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen nasional dalam mendorong praktik pemerintahan yang bersih dan transparan di seluruh daerah.

Rakor dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, yang menekankan bahwa korupsi merupakan penghianatan terhadap amanat rakyat, penghancur masa depan generasi, serta hambatan utama pembangunan baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Kita semua menyadari bahwa korupsi merampas hak-hak dasar masyarakat sehingga merusak tata kelola pemerintahan. Pencegahan korupsi lebih utama. Kita harus bisa membangun pemerintahan yang bersih dari korupsi dan memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta integritas institusi birokrasi,” tegas Gubernur.

Dalam sambutannya, Gubernur memaparkan empat langkah konkret yang telah dan akan dilakukan Pemprov Sultra, yaitu:

  1. Penguatan sistem pengawasan internal melalui peran aktif Inspektorat serta penerapan sistem pelaporan penyimpangan;

  2. Digitalisasi pelayanan publik, termasuk pengelolaan keuangan daerah dan pengadaan barang/jasa untuk memastikan transparansi;

  3. Peningkatan transparansi pengelolaan aset strategis seperti pertambangan, kehutanan, dan perikanan;

  4. Pembinaan berkala kepada ASN dan kepala daerah terkait etika pemerintahan dan penguatan integritas.

Pemateri utama sekaligus pemimpin sesi diskusi dalam rakor ini adalah Plt. Deputi Koordinasi dan Supervisi KPK, Agung Yudha Wibowo. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa integritas bukan hanya dimulai dari regulasi, tetapi dari komitmen para pemimpin daerah untuk tidak sekadar patuh aturan, melainkan memberi keteladanan.

Setelah sesi pemaparan dan diskusi, acara dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh kepala daerah dan DPRD, yang diwakili oleh Wakil Ketua DPRD Sultra, La Ode Amin. Komitmen ini berisi delapan poin utama:

  1. Menolak gratifikasi, suap, pemerasan, dan seluruh bentuk tindak pidana korupsi;

  2. Mendukung proses penegakan hukum terhadap dugaan tindak pidana korupsi;

  3. Melaksanakan upaya pencegahan korupsi dengan berpedoman pada MCSP;

  4. Menyusun dan melaksanakan APBD tepat waktu sesuai regulasi;

  5. Melibatkan masukan masyarakat dalam perencanaan APBD secara transparan;

  6. Mengutamakan skala prioritas dalam APBD berdasarkan RPJMD dan kemampuan anggaran;

  7. Tidak melakukan intervensi terhadap proses pengadaan barang dan jasa serta hibah dan bansos;

  8. Memperkuat fungsi pengawasan oleh DPRD dan APIP.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, dalam pernyataannya menyambut baik kegiatan ini sebagai wujud kolaborasi pusat dan daerah untuk membangun pemerintahan yang bersih. Ia menegaskan bahwa komitmen Muna Barat sejalan dengan visi misi daerah, yaitu memantapkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang bersih, akuntabel, profesional, dengan tetap mengedepankan prinsip good governance dan clean government.

“Kami percaya bahwa tata kelola yang baik akan melahirkan pelayanan publik yang berkualitas. Oleh karena itu, kami terus mendorong digitalisasi layanan, penguatan sistem pengawasan internal, dan pembinaan integritas bagi seluruh jajaran ASN kami. Pencegahan korupsi bukan sekadar kewajiban, tapi komitmen moral bagi seluruh penyelenggara negara,” tegas Bupati.

Rakor ini diakhiri dengan foto bersama dan harapan besar bahwa Sulawesi Tenggara, termasuk Muna Barat, mampu menjadi contoh dalam penerapan prinsip pemerintahan bersih yang berbasis data, transparansi, dan integritas.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Pemda Muna Barat dan BPJS Ketenagakerjaan Sultra Gelar Rakor Monev Pelaksanaan Inpres No. 2 Tahun 2021 dan UC Jamsostek

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat bersama BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Tenggara menggelar Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2021 serta Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UC Jamsostek) di wilayah Kabupaten Muna Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Horison Kendari pada Rabu (30/7/2025) dan dihadiri langsung oleh Bupati Muna Barat, Sekretaris Daerah, sejumlah kepala OPD terkait, serta jajaran BPJS Ketenagakerjaan.

Rapat ini menjadi forum penting dalam mengkaji progres implementasi Inpres No. 2 Tahun 2021 tentang optimalisasi pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja rentan di daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menegaskan komitmen Pemda dalam melanjutkan pembayaran iuran bagi tenaga kerja non-ASN yang sebelumnya telah dimulai. Namun demikian, ia menyampaikan bahwa saat ini Pemda masih melakukan proses perhitungan anggaran dan validasi data calon peserta, dengan mempertimbangkan kondisi riil kemampuan keuangan daerah.

“Tidak semua langsung bisa dicover tahun ini, namun kita targetkan di tahun 2026 akan kita anggarkan untuk 10.000 jiwa pekerja rentan,” ujar Bupati.

Bupati juga menekankan bahwa perlindungan ketenagakerjaan melalui BPJS Ketenagakerjaan sangat penting dan memiliki asas manfaat besar, terutama bagi masyarakat pekerja informal dan kelompok rentan di Muna Barat.

“Kita menyadari bahwa jaminan sosial tenaga kerja adalah kebutuhan dasar yang harus kita dorong bersama. Perlindungan ini adalah wujud kehadiran negara bagi masyarakat kecil. Namun tetap, langkah kita harus seiring dengan kemampuan anggaran daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Transnaker Kabupaten Muna Barat, La Ode Sagala, menjelaskan bahwa program UC Jamsostek di Muna Barat telah berjalan sejak November 2022 dan telah menunjukkan dampak langsung bagi para peserta.

“Sejak berjalan pada November 2024 hingga saat ini, sudah ada 120 peserta yang mengajukan klaim dengan total nilai klaim mencapai Rp4.960.000.000. Karena Perjanjian Kerja Sama (PKS) berakhir Desember 2024, maka di tahun 2025 ini akan dibuat Perjanjian Kerja Sama (PKST) yang baru,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pada tahun 2025 sebanyak 390 peserta tenaga non-ASN di Muna Barat telah menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp600.000 per bulan selama dua bulan. Program ini merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap tenaga kerja non-formal yang terdampak secara ekonomi namun belum memiliki perlindungan penuh.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa rencana pada tahun 2026 adalah melanjutkan program dengan cakupan awal sebanyak 10.000 jiwa yang datanya telah diperbarui dan divalidasi.

Pihak BPJS Ketenagakerjaan Sultra turut mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Muna Barat yang terus menunjukkan langkah progresif dalam mendukung implementasi Universal Coverage Jamsostek. BPJS menyatakan kesiapan untuk terus bersinergi dalam penyusunan skema, validasi data, dan pemetaan kelompok penerima manfaat secara lebih tepat sasaran.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Ketua dan Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Muna Barat Resmi Dikukuhkan

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Ketua dan pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Muna Barat resmi dikukuhkan dalam sebuah upacara yang berlangsung pada Senin, 28 Juli 2025, di Aula Kantor Bupati Muna Barat. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua DWP Provinsi Sulawesi Tenggara, Ny. Dra. Hj. Waode Munanah Asrun Lio, yang juga merupakan istri Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Turut hadir dalam acara tersebut jajaran pengurus DWP Provinsi Sulawesi Tenggara, para pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemda Muna Barat, serta seluruh pengurus DWP Kabupaten Muna Barat yang dikukuhkan berdasarkan Surat Keputusan Ketua DWP Provinsi Sulawesi Tenggara Nomor 47 Tahun 2025.

Dalam sambutannya, Ny. Dra. Hj. Waode Munanah Asrun Lio menekankan peran strategis DWP dalam mendukung kinerja suami di pemerintahan serta dalam mendidik generasi penerus bangsa.

“Dharma Wanita Persatuan adalah organisasi istri pegawai negeri sipil yang memiliki peran penting, tidak hanya dalam mendampingi dan mendukung tugas suami di kantor, tetapi juga dalam mencetak generasi emas 2045. Program utama kami saat ini adalah ‘Cerdas Literasi untuk Ibu dan Anak’, karena kecerdasan anak sangat ditentukan oleh kecerdasan sang ibu. Ibu adalah madrasah pertama bagi anak, bahkan sejak dalam kandungan pendidikan itu sudah dimulai,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya budaya membaca sebagai upaya membentuk karakter anak yang tangguh di era digital. “Kami membawa bantuan buku bacaan untuk dibagikan, agar budaya membaca bisa terus tumbuh di lingkungan sekitar kita. Anak-anak harus dibiasakan membaca, agar tidak terus bergantung pada gawai,” imbuhnya.

Dalam sambutannya, Sekda Husein Tali menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada pengurus DWP yang baru dikukuhkan. Ia menilai DWP merupakan mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam penguatan peran keluarga dan pendidikan anak usia dini.

“Pemerintah Kabupaten Muna Barat memberikan apresiasi atas peran aktif Dharma Wanita Persatuan. Pengukuhan ini menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi organisasi dalam pemberdayaan perempuan, pendidikan karakter, dan penguatan peran keluarga. Kami juga berharap lomba cipta alat permainan edukatif hari ini dapat mendorong kreativitas guru PAUD dalam membentuk suasana belajar yang menyenangkan dan efektif,” ujarnya.

Usai acara pengukuhan, Sekretaris Daerah Kabupaten Muna Barat, Drs. LM Husein Tali, M.Si, secara resmi membuka kegiatan Lomba Cipta Kreativitas Alat Permainan Edukatif (APE) yang diikuti oleh para guru PAUD se-Kabupaten Muna Barat.

Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi nyata antara pemerintah dan organisasi masyarakat perempuan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul, cerdas, dan berdaya saing menuju Muna Barat yang berkarakter dan sejahtera.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bunda PAUD dan Bunda Literasi Muna Barat Resmi Dikukuhkan Bersama Seluruh Bunda PAUD se-Sulawesi Tenggara

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Istri Bupati Muna Barat, Rhika Purwaningsih Darwin, S.H., resmi dikukuhkan sebagai Bunda PAUD sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Muna Barat dalam rangkaian acara Pengukuhan Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tenggara, yang berlangsung pada Jumat, 25 Juli 2025 di Aula Merah Putih Rujab Gubernur Sulawesi Tenggara.

Acara ini dihadiri oleh seluruh kepala daerah se-Sulawesi Tenggara beserta istri masing-masing yang menjabat sebagai Bunda PAUD dan Bunda Literasi di wilayahnya. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bunda PAUD dan Bunda Literasi Sulawesi Tenggara, Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka, istri Gubernur Sulawesi Tenggara, serta turut disaksikan oleh Gubernur Sultra Andi Sumangerukka.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, dalam arahannya menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah dalam mendampingi eksistensi PAUD dan penguatan literasi. Saat ini tercatat terdapat 2.285 PAUD di seluruh Sultra yang harus terus difasilitasi dengan baik.

“Kalau anak-anak kita tidak ditangani dengan baik sejak dini, saya khawatir akan mendapatkan pendidikan yang keliru. Pendidikan adalah fondasi utama. Pemerintah harus hadir di semua lini agar Sultra menjadi daerah yang maju dan sejahtera,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Arinta Nila Hapsari menekankan bahwa Bunda PAUD adalah jabatan strategis yang melekat pada istri kepala daerah atau dapat disandang langsung oleh kepala daerah perempuan. Ia mengajak seluruh Bunda PAUD yang dikukuhkan untuk bersama-sama mengawal tumbuh kembang anak menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Mari kita bergerak bersama dalam tugas mulia ini. Saya berharap masing-masing Bunda PAUD dapat menyampaikan laporan perkembangan secara berjenjang. Kita ingin anak-anak Sultra tumbuh dengan layanan PAUD yang optimal dan budaya literasi yang kuat,” ujarnya.

Rhika Purwaningsih Darwin, S.H., menyatakan kesiapan dan komitmennya untuk mengemban dua amanah sekaligus: Bunda PAUD dan Bunda Literasi. Ia menegaskan bahwa kedua peran ini saling terkait dan harus dilaksanakan secara sinergis.

“Pengukuhan ini bukan sekadar formalitas, tapi tanggung jawab besar dalam membangun generasi emas Muna Barat. Saya mengajak semua elemen pengelola PAUD, guru, kader, dan orang tua untuk bersama-sama menciptakan layanan pendidikan anak usia dini yang menyeluruh dan budaya literasi yang hidup,” ungkapnya.

Sebagai Bunda Literasi, Rhika juga bertekad memperkuat gerakan membaca di tengah masyarakat Muna Barat dan mendorong keterlibatan keluarga dalam pendidikan anak.

Dengan pengukuhan ini, Pemerintah Kabupaten Muna Barat menegaskan langkah serius dalam menciptakan ekosistem pendidikan usia dini yang berkualitas dan masyarakat yang gemar membaca—menuju Muna Barat yang unggul, sejahtera, dan berdaya saing.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)