Muna Barat Raih Penghargaan dari BPK RI sebagai Daerah dengan Penyelesaian Tindak Lanjut Tertinggi di Sulawesi Tenggara

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat provinsi. Dalam acara resmi yang diselenggarakan di Aula Kantor Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Sulawesi Tenggara pada Kamis, 26 Juni 2025, Muna Barat menerima penghargaan sebagai daerah dengan capaian tertinggi dalam tindak lanjut atas rekomendasi hasil pemeriksaan BPK dan penyelesaian kerugian daerah Semester I Tahun 2025.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Sulawesi Tenggara, Dadek Nandemar, kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Muna Barat, Drs. LM Husein Tali, M.Si., yang mewakili Bupati Muna Barat. Berdasarkan data resmi BPK, Muna Barat mencatat persentase tindak lanjut rekomendasi sebesar 91,47%, tertinggi di antara seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dalam sambutannya, Kepala BPK RI Perwakilan Sultra menyampaikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Muna Barat dalam menindaklanjuti hasil pemeriksaan secara cepat, tepat, dan akuntabel. “Muna Barat telah menunjukkan kesungguhan luar biasa dalam menindaklanjuti setiap rekomendasi pemeriksaan kami. Ini menunjukkan integritas tata kelola keuangan daerah yang patut menjadi contoh bagi daerah lain,” ujar Dadek.

Sekretaris Daerah Muna Barat, LM. Husein Tali, dalam keterangannya usai menerima penghargaan, menyampaikan bahwa prestasi ini adalah hasil kerja kolektif seluruh jajaran pemerintah daerah, khususnya Inspektorat, OPD teknis, serta dukungan penuh Bupati Muna Barat. “Alhamdulillah, ini adalah buah dari konsistensi kami dalam memperkuat sistem pengawasan internal, membangun budaya kerja yang responsif terhadap hasil audit, dan menjunjung prinsip transparansi dan akuntabilitas,” ucap Sekda Husein Tali.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Pemkab Muna Barat akan terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas tindak lanjut tersebut, demi menjaga kepercayaan publik dan menjamin keberlangsungan tata kelola keuangan yang bersih dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Inspektur Kabupaten Muna Barat, Agustamin Sudjono, yang turut hadir dalam acara tersebut, menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi Inspektorat untuk terus melakukan pembinaan dan pengawasan secara intensif terhadap seluruh perangkat daerah. “Kami bekerja tidak hanya sebagai pengawas, tapi juga sebagai mitra pembina yang membantu perangkat daerah menutup celah kelemahan sistem, mempercepat penyelesaian rekomendasi, dan menyelesaikan temuan kerugian daerah sesuai mekanisme,” ujar Agustamin.

Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Muna Barat. “Saya secara pribadi, sebagai Ketua Tim PTL-TGR, mengucapkan terima kasih kepada seluruh OPD yang telah bersinergi dan membantu kami dalam menyelesaikan setiap rekomendasi yang ada. Sinergi ini menjadi kunci keberhasilan kita bersama dalam membangun sistem pemerintahan yang akuntabel,” pungkasnya.

Capaian 91,47% merupakan hasil dari sistem monitoring tindak lanjut  yang diterapkan secara berkala serta komunikasi aktif antara Inspektorat dan OPD, termasuk evaluasi rutin yang dilakukan setiap triwulan.

Acara ini dihadiri oleh para kepala daerah, sekretaris daerah, dan inspektur dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. Keberhasilan Muna Barat menjadi sorotan positif dan dijadikan sebagai salah satu best practice dalam forum diskusi teknis tindak lanjut pemeriksaan BPK.

Dengan capaian ini, Muna Barat menegaskan komitmennya sebagai daerah yang terus bertransformasi menuju pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan profesional, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan penguatan pengawasan internal di seluruh level pemerintahan daerah.

Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati dan Ibu Ketua TP PKK Muna Barat Terima Gelar Ningrat Kehormatan di Sasana Karaton Kasunanan Surakarta

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pada Kamis, 26 Juni 2025, suasana penuh kehormatan dan kebanggaan menyelimuti Sasana Karaton Kasunanan Surakarta Hardiningrat Solo. Dalam rangka perayaan upacara sakral Kirab Pusaka & Kebo Kyai Slamet Hari Besar 1 Suro Tahun Baru Islam 1447 Hijriyah, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, dan Ibu Ketua TP PKK Muna Barat, Rhika Purwaningsih Darwin, S.H., menerima penghargaan bergengsi berupa Gelar Ningrat Kehormatan yang disematkan langsung oleh Raja Keraton Surakarta Hadiningrat, Paku Buwono XIII.

Upacara pemberian penghargaan ini berlangsung dengan khidmat, di hadapan berbagai tokoh masyarakat, pejabat pemerintahan, budayawan, serta pengusaha yang telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan budaya dan pembangunan nasional. Dalam acara tersebut, selain pemberian gelar kehormatan, juga dilakukan wisuda pemberian sertifikat penghargaan bagi sejumlah tokoh yang dianggap berjasa dalam memperkuat kerjasama antara budaya tradisional dan modern, serta pengembangan masyarakat.

Bupati Muna Barat, menerima gelar Kanjeng Raden Tumenggung La Ode Darwin Darmodipuro sebagai bentuk pengakuan atas kepemimpinannya yang membawa Muna Barat menuju kemajuan, baik dalam bidang pemerintahan, ekonomi, maupun pelestarian budaya lokal. Sedangkan Ibu Ketua TP PKK Muna Barat,  menerima gelar Kanjeng Mas Tumenggung Rhika Purwaningsih Darwin Murtiningtyas, S.H, yang mencerminkan kontribusinya yang luar biasa dalam pemberdayaan perempuan dan keluarga, serta perannya dalam mengembangkan berbagai program sosial di daerahnya.

La Ode Darwin, Bupati Muna Barat menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Keraton Kasunanan Surakarta atas pemberian gelar kehormatan tersebut. “Ini adalah sebuah kehormatan besar bagi kami. Saya merasa terinspirasi untuk terus memimpin Muna Barat menuju masa depan yang lebih baik, dengan tetap berlandaskan pada nilai-nilai budaya yang luhur. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk dengan Keraton Surakarta, untuk membangun masyarakat yang lebih sejahtera,” ungkap La Ode Darwin.

Sementara itu, Rhika Purwaningsih Darwin, S.H., Ketua TP PKK Muna Barat, juga mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan tersebut. “Sebagai Ketua TP PKK, saya merasa sangat terhormat dan berterima kasih atas pengakuan ini. Penghargaan ini tidak hanya untuk saya, tetapi juga untuk seluruh keluarga besar TP PKK Muna Barat yang telah bekerja keras dalam menjalankan program-program pemberdayaan perempuan dan keluarga. Semoga penghargaan ini menjadi pendorong semangat bagi kami untuk terus mengabdi kepada masyarakat dan negara,” ujar Rhika dengan penuh rasa bangga.

Pemberian gelar Ningrat Kehormatan ini menjadi momen penting dalam mempererat hubungan budaya antara Muna Barat dan Keraton Surakarta, sekaligus sebagai langkah penting dalam memperkenalkan potensi budaya lokal Muna Barat ke tingkat nasional. Dengan diterimanya gelar kehormatan ini, Muna Barat diharapkan dapat semakin dikenal di kalangan masyarakat luas sebagai daerah yang tidak hanya maju dalam bidang pemerintahan dan pembangunan, tetapi juga kaya akan warisan budaya yang patut dilestarikan dan dikembangkan.

Dalam upacara yang penuh khidmat tersebut, selain pemberian penghargaan kepada Bupati dan Ibu Ketua TP PKK Muna Barat, terdapat pula penyerahan sertifikat penghargaan kepada sejumlah tokoh masyarakat, yang telah berjasa dalam pengembangan berbagai sektor, baik di bidang pemerintahan, budaya, pendidikan, maupun sektor ekonomi. Upacara ini juga diwarnai dengan berbagai ritual tradisional, yang semakin mempertegas nilai-nilai budaya yang menjadi bagian integral dalam kehidupan masyarakat Keraton Surakarta.

Ke depan, diharapkan kolaborasi antara Muna Barat dan Keraton Surakarta dapat terus berlanjut, dengan berbagai program yang dapat memberikan manfaat positif bagi kedua belah pihak, khususnya dalam rangka pelestarian budaya dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Muna Barat.

Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

FGD Perumusan Brand Daerah “Liwu Mokesa” Muna Barat: Wujudkan Pariwisata Unggul dan Berdaya Saing

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Perumusan Brand Daerah “Liwu Mokesa” yang dilangsungkan di ZZ Resto & Coffee. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Muna Barat, Drs. Ali Basa, M.Si, dan dihadiri oleh pejabat OPD se-Kabupaten Muna Barat, pelaku usaha pariwisata, tokoh masyarakat, serta insan media (Kamis, 19 Juni 2025)

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa FGD ini menjadi langkah awal dalam merumuskan makna dan arah Liwu Mokesa, sebagai brand daerah yang mencerminkan identitas dan visi besar pemerintahan Darwin–Ali Basa dalam lima tahun ke depan. “Implementasi dari semua sektor pembangunan harus bermuara pada pencapaian Liwu Mokesa. Oleh karena itu, forum ini harus mampu menghasilkan rumusan yang komprehensif, mudah dipahami, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” ujar beliau.

Lebih lanjut, Drs. Ali Basa mengungkapkan bahwa Liwu Mokesa merupakan representasi filosofis atas harapan bersama untuk menjadikan Muna Barat sebagai wilayah yang nyaman, indah, keren, dan berdaya saing. Untuk memperkuat substansi diskusi, panitia menghadirkan dua pakar dari Universitas Halu Oleo (UHO) guna memberikan masukan ilmiah terhadap konstruksi makna brand tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Muna Barat, Ali Kadirun, dalam laporannya menyampaikan bahwa “Liwu Mokesa” diharapkan tidak hanya menjadi identitas visual, namun mampu menggambarkan nilai filosofis, budaya, serta arah pembangunan daerah secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak agar rumusan brand ini menjadi milik bersama, bukan segelintir kelompok. “Kita ingin agar masyarakat merasa memiliki dan memahami bahwa produk Liwu Mokesa adalah cerminan jati diri Muna Barat,” tegasnya.

Ali Kadirun juga menyampaikan kabar gembira bahwa Desa Pajala sebagai salah satu destinasi wisata di Muna Barat, berhasil masuk nominasi harapan III tingkat nasional dalam seleksi desa wisata yang diikuti oleh 256 desa se-Indonesia oleh Kementerian Pariwisata.

Sesi FGD kemudian diisi oleh pemaparan lima narasumber dengan keahlian lintas bidang:

  1. La Ode ArisRebranding Wisata Muna Barat dan Penguatan Identitas Lokal

  2. Rahmat Sewa SorayaNilai Filosofi, Warisan Budaya, dan Identitas sebagai Keunggulan Muna Barat

  3. SurachmanRelevansi Brand Liwu Mokesa dengan Visi-Misi Pembangunan Daerah

  4. Andi YuwonoKonsep City Branding untuk Pariwisata Muna Barat

  5. Desy SriwulanStrategi Komunikasi dan Pemasaran Pariwisata Muna Barat

Diskusi berjalan aktif dan penuh antusiasme. Peserta memberikan berbagai masukan strategis untuk memperkuat posisi Liwu Mokesa sebagai brand daerah yang mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus memperkuat karakter lokal Muna Barat.

Di akhir sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan harapan Bupati La Ode Darwin agar hasil FGD ini dapat dirumuskan secara paripurna sebagai panduan dalam pelaksanaan program-program unggulan, khususnya di bidang pertanian, perikanan, peternakan, dan pariwisata. “Melalui Liwu Mokesa, kita ingin mewujudkan Muna Barat yang sejahtera dan berkarakter,” pungkasnya.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Ikatan Mubaligh Muna Barat Gelar Rapat Kerja Pasca Penandatanganan MoU: Bahas Tindak Lanjut Program Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Setelah penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara Ketua TP PKK Muna Barat, Ikatan Mubaligh Muna Barat, dan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muna Barat, Ikatan Mubaligh Muna Barat melaksanakan Rapat Kerja (Raker) pada hari Rabu, 18 Juni 2025, di Aula Kantor Bupati Muna Barat. Rapat Kerja ini dibuka langsung oleh Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, dan dihadiri oleh unsur pimpinan serta pengurus dari masing-masing bidang pengurus Ikatan Mubaligh Muna Barat. Raker ini menjadi ajang untuk membahas tindak lanjut pelaksanaan MoU yang baru saja ditandatangani serta merumuskan Draft Rencana Kerja untuk 9 bidang pengurus Ikatan Mubaligh Muna Barat.

Dalam sambutannya, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyampaikan harapannya agar program-program yang tertuang dalam MoU ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Muna Barat. “Program Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas keimanan dan pendidikan agama di Kabupaten Muna Barat. Saya berharap, dengan adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan pendidikan, kita dapat menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang baik dan berakhlak mulia,” ujar Bupati La Ode Darwin.

Bupati juga menekankan pentingnya peran semua pihak dalam pelaksanaan program ini, dan mendorong agar semua program dapat diimplementasikan dengan penuh tanggung jawab, transparansi, dan melibatkan masyarakat secara langsung. “Mari kita semua bergotong royong untuk mewujudkan Muna Barat yang lebih baik melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan,” tambahnya.

Dewan Ahli Ikatan Mubaligh Muna Barat, Muhammad Salim, S.Pt, M.Pt dalam kesempatan tersebut juga memberikan pernyataan yang relevan dengan keberhasilan program-program ini. “Kami menyambut baik adanya kerjasama antara TP PKK, IGI, dan Ikatan Mubaligh dalam mendukung program-program ini. Melalui kegiatan Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah, kita ingin membangun karakter masyarakat Muna Barat dengan pendekatan agama yang komunikatif dan kontekstual, serta memperkuat peran keluarga sebagai pusat pendidikan pertama bagi anak,” ujar Muhammad Salim.

Sementara itu, Ketua Ikatan Mubaligh Muna Barat, La Muhibi, S.Pd.i, mengungkapkan bahwa Raker ini sangat penting untuk merumuskan langkah-langkah konkrit dalam melaksanakan program-program yang telah disepakati. “Raker ini menjadi momen penting bagi kami untuk merencanakan secara terperinci kegiatan-kegiatan yang akan kami lakukan untuk mewujudkan program Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah. Kami juga berkomitmen untuk memperluas jangkauan program ini agar dapat menyentuh semua lapisan masyarakat di Muna Barat,” katanya.

Ketua IGI Muna Barat, Muhammad Azan, S.Pd., M.Pd., yang juga merupakan unsur pimpinan dari Ikatan Mubaligh Muna Barat, menambahkan bahwa kerjasama antara Ikatan Mubaligh dan IGI sangat penting dalam mengoptimalkan pelaksanaan program-program pendidikan agama yang berbasis masyarakat. “Melalui kerjasama ini, kami ingin memastikan bahwa guru-guru dan masyarakat kita dapat saling mendukung dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran agama, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di Kabupaten Muna Barat,” ujar Muhammad Azan.

Rapat Kerja ini tidak hanya menjadi wadah untuk menyusun rencana kerja, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antar organisasi yang terlibat. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk memajukan Kabupaten Muna Barat, diharapkan pelaksanaan program Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah dapat membawa perubahan positif dalam kehidupan masyarakat, baik secara spiritual maupun sosial.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Penandatanganan MoU TP PKK Muna Barat, Ikatan Mubaligh, dan Ikatan Guru Indonesia Muna Barat: Sinergi untuk Peningkatan Pendidikan dan Karakter Anak

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pada Rabu, 18 Juni 2025, bertempat di Aula Kantor Bupati Muna Barat, telah dilangsungkan acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Ketua TP PKK Muna Barat, Rhika Purwaningsih Darwin, SH, Ketua Ikatan Mubaligh Muna Barat, La Muhibi, S.Pd.i, dan Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muna Barat, Muhammad Azan, S.Pd., M.Pd. Penandatanganan MoU ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan karakter anak di Kabupaten Muna Barat.

Dalam MoU yang ditandatangani, terdapat empat poin kesepakatan utama yang menjadi fokus kolaborasi ketiga organisasi ini, yaitu:

  1. Meningkatkan kapasitas guru dan orang tua dalam pendidikan berbasis karakter dan keagamaan.

  2. Menyukseskan program Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah.

  3. Menguatkan peran keluarga sebagai pusat pembelajaran pertama bagi anak.

  4. Menyebarkan nilai-nilai keimanan dan akhlak mulia melalui pendekatan yang komunikatif, menyenangkan, dan kontekstual.

Ketua TP PKK Muna Barat, Rhika Purwaningsih Darwin, SH, mengungkapkan harapannya agar MoU ini dapat memperkuat sinergi antara TP PKK, Ikatan Mubaligh, dan Ikatan Guru Indonesia dalam rangka menciptakan generasi yang berkualitas. “Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak positif bagi pendidikan anak di Kabupaten Muna Barat. Dengan menguatkan peran orang tua, guru, dan tokoh agama, kami yakin anak-anak kita akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas tetapi juga berakhlak mulia,” ujar Rhika.

Ketua Ikatan Mubaligh Muna Barat, La Muhibi, S.Pd.i, juga menyampaikan bahwa sinergi ini sangat penting untuk menguatkan pendidikan berbasis keagamaan. “Pendidikan karakter dan agama harus menjadi dasar dalam pembentukan kepribadian anak. Melalui program-program seperti Mubar Bertasbih dan Mubar Mengaji, kami berharap dapat memperkenalkan nilai-nilai spiritual dan moral yang kuat sejak dini,” jelas La Muhibi.

Sementara itu, Ketua Ikatan Guru Indonesia Muna Barat, Muhammad Azan, S.Pd., M.Pd., menambahkan pentingnya peran guru dalam pengembangan karakter anak. “Guru tidak hanya berperan dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter. Melalui MoU ini, kami akan bersama-sama mendukung upaya peningkatan kapasitas guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dan karakter dalam setiap pembelajaran,” ungkap Muhammad Azan.

Penandatanganan MoU ini diharapkan dapat mempererat kerjasama antara lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak secara holistik. Dengan kolaborasi ini, Kabupaten Muna Barat diharapkan dapat menghasilkan generasi muda yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, sehingga dapat menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

Setelah penandatanganan MoU, acara dilanjutkan dengan penyampaian berbagai program dan rencana aksi dari masing-masing pihak, serta diskusi terkait langkah-langkah implementasi yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan bersama yang telah disepakati.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

BASARNAS Kendari Gelar Workshop Pemberdayaan Masyarakat Dibidang Pencarian dan Pertolongan

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Workshop Pemberdayaan Masyarakat Dibidang Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) Kendari berlangsung di Aula Kantor Bupati Muna Barat pada Selasa (17 /6/2025). Kegiatan dihadiri oleh Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Kepala BASARNAS Kendari, Perwakilan Forkopimda, serta perwakilan dari Komisi 5 DPR RI. Berdasarkan laporan Ketua Panitia Asmar, kegiatan ini diikuti oleh 94 peserta dan 21 panitia dari BASARNAS Kelas A Kendari.

Dalam sambutannya, Kepala Basarnas Kelas A Amiruddin AS mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Muna Barat atas terselenggaranya Workshop Pemberdayaan Masyarakat Dibidang Pencarian dan Pertolongan. Amiruddin juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini terselenggara berkat dukungan dari anggota Komisi V DPR RI Ridwan Bae. Workshop yang diselenggarakan di Muna Barat merupakan angkatan ke-5 setelah angkatan ke-4 di Kabupaten Muna.

“Saya atas nama pribadi dan kepala kantor, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Muna Barat sehingga workshop ini bisa terlaksana. Ini juga berkat dukungan dari anggota komisi V DPR RI Ridwan Bae yang sangat memperhatikan wilayah Sulawesi Tenggara pada umumnya dan Muna serta Muna Barat pada khususnya,” ungkapnya.

Kepala BASARNAS Amiruddin mengingatkan bahwa pencarian dan pertolongan bukanlah tanggungjawab lembaga yang dipimpinnya semata. Ia berharap dengan adanya pemberdayaan masyarakat yang diikuti oleh 98 peserta dapat membantu BASARNAS dalam melaksanakan tugas terlebih dengan kondisi Muna Barat yang belum memiliki Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan.

“Pencarian dan pertolongan bukan tanggung jawab BASARNAS saja tetapi semua unsur yang menyangkut keselamatan manusia. Di Muna Barat BASARNAS belum ada, dengan adanya pemberdayaan masyarakat, 98 peserta bisa membantu kami dalam melaksanakan tugas. Selamat melaksanakan kegiatan, utamakan keselamatan. AVIGNAM JAGAT SAMAGRAM. Selamatlah seluruh semesta,” pungkasnya.

Selanjutnya, Bupati Muna Barat Laode Darwin menyampaikan sambutan sekaligus membuka jalannya workshop. Laode Darwin berharap agar workshop pencarian dan pertolongan dapat menghasilkan kekuatan yang terintegrasi secara masif. Sosok yang akrab disapa DW ini mampu memberikan edukasi

“Saya harapkan dengan workshop ini dapat menghasilkan kekuatan pencarian dan pertolongan yang terintegrasi secara masif sehingga pelayanan SAR bisa cepat dan optimal. Mudah-mudahan workshop ini bisa menjadi awal mula masyarakat mengetahui kehadiran Basarnas dan perannya dalam persoalan yang terjadi di masyarakat,” ujarnya.

Laode Darwin menjelaskan bahwa wilayah Muna Barat terdiri dari daratan dan kepulauan. Wilayah kepulauan di Selat Tiworo terlebih di musim barat menghadapi cuaca ekstrim. Sehingga, Bupati berharap kehadiran BASARNAS dalam kegiatan ini untuk melakukan langkah-langkah edukasi dan antisipasi kejadian-kejadian yang tidak diharapkan.

“Kita di Muna Barat terdiri dari daratan dan 36 pulau. 12 pulau berpenghuni. Setiap ada persoalan pencarian dan pertolongan bisa ada kolaborasi antara SAR, POLRI, TNI, dan Pemkab Muna Barat. Sehingga pertolongan dan pencarian dengan cepat,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Bupati membuka kegiatan secara resmi dilanjutkan dengan penyematan tanda peserta oleh Bupati dan Wakil Bupati Muna Barat. Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata dari Kepala BASARNAS kepada Pemda Kabupaten Muna Barat.

“Dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Workshop Pencarian dan Pertolongan di Kabupaten Muna Barat Provinsi Sulawesi Tenggara saya buka dengan resmi,” tutupnya

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Pimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional, Laode Darwin Sekaligus Lepas Kontingen STQH Dan Program Magang

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat memperingati Hari Kesadaran Nasional dengan menggelar apel gabungan di Lapangan Kantor Bupati Muna Barat, Selasa (17/6/2025). Upacara ini dipimpin langsung oleh Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, didampingi Wakil Bupati Ali Basa dan diikuti oleh seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta jajaran ASN, serta Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Muna Barat.

Pelaksanaan apel dirangkaikan dengan pelepasan kontingen STQH Muna Barat yang akan berkompetisi pada tingkat provinsi. Perwakilan dari 40 kafilah yang diberangkatkan menerima bendera STQH sebagai simbol pelepasan dari Pemerintah Kabupaten Muna Barat. Bupati berharap, Muna Barat bisa menjadi juara di tingkat provinsi.

Apel juga dirangkaikan dengan pelepasan program magang ke Jepang yang ditandai dengan penyerahan kontrak kerja dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Laus. Didaulat menjadi perwakilan masyarakat asal Desa Umba atas nama Jumadil. Bupati mengungkapkan bahwa kedepan, program ini akan mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah agar semakin banyak masyarakat Muna Barat yang mendapatkan kesempatan kerja di luar negeri.

“Tadi kita melepaskan masyarakat Muna Barat dari LPK Laus yg bertempat di Desa Lahaji. Masyarakat dari Desa Umba tadi terpilih sebagai pekerja magang di Jepang. Insyaallah mudah-mudahan kedepan akan dapat perhatian penuh dari Pemkab Muna Barat agar masyarakat kita bisa mendapatkan lapangan pekerjaan di luar negeri dan bisa jadi kebanggaan bagi Muna Barat.” ujarnya

Selanjutnya, Bupati menyampaikan terima kasih kepada seluruh ASN yang telah menjalankan instruksi terkait disiplin tempat tinggal. Disiplin tempat tinggal ditekankan agar dalam menjalankan tugas bisa lebih fokus dan tidak terburu-buru saat akan hadir di kantor.

Laode Darwin juga kembali mengingatkan kepada seluruh ASN agar memaksimalkan kinerja terutama dalam hal-hal prioritas. Semua unsur dihimbau untuk bekerjasama agar tercapai keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran.

“Mari maksimalkan kinerja untuk sama-sama memikirkan apa yang menjadi prioritas kita. Saya himbau kepada kita semua terutama ujung tombak, para kepala desa yang membantu tugas-tugas pemerintahan agar komunikasi dan hubungan kerjasama terus dimaksimalkan,” pungkasnya.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Tiga Raperda Kabupaten Muna Barat Resmi Diundangkan

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Muna Barat resmi diundangkan pada hari Senin, 16 Juni 2025, dalam Sidang Paripurna yang berlangsung di Aula Kantor DPRD Kabupaten Muna Barat. Sidang tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Muna Barat, Rafudin, dan dihadiri oleh anggota DPRD serta sejumlah pejabat terkait dari Pemerintah Kabupaten Muna Barat.

Ketiga Raperda yang disahkan adalah sebagai berikut:

  1. Perubahan Kedua Perda Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

  2. Raperda tentang Transformasi Digital

  3. Perubahan Perda Nomor 4 Tahun 2014 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD)

Dalam sambutannya, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengungkapkan bahwa dengan perubahan kedua Perda tentang pembentukan OPD, ada penambahan dua OPD baru, yaitu BRIDA (Badan Riset dan Inovasi Daerah) dan Dinas Peternakan. “Namun, kami akan terus mengevaluasi perkembangan kedepan terkait jumlah OPD yang sudah ada di Kabupaten Muna Barat sesuai dengan penyampaian teman-teman anggota DPRD,” ujar Bupati La Ode Darwin.

Bupati juga menjelaskan bahwa penambahan OPD tersebut tidak serta merta akan menambah beban pemerintah daerah. Ia menegaskan, “Dengan efisiensi anggaran yang telah dilakukan oleh Pemerintah Pusat, hari ini kami sedang memaksimalkan potensi yang ada. Apabila kedepan BRIDA dan Dinas Peternakan lebih efektif dibandingkan OPD lainnya yang mungkin dirasa tidak efektif, bisa jadi dalam beberapa bulan kedepan akan dilakukan evaluasi untuk menggabungkan beberapa OPD yang tidak maksimal dalam melakukan pembangunan dan mensejahterakan masyarakat di Kabupaten Muna Barat.”

Bupati juga mengingatkan bahwa meskipun penambahan OPD bukan berarti akan menambah beban, namun jika tidak memberikan kontribusi yang signifikan bagi daerah, beberapa OPD dapat digabungkan untuk mengurangi biaya operasional. “Kami akan mengontrol dan memaksimalkan penggunaan anggaran di masing-masing OPD, dan jika OPD bisa memberikan dampak yang positif untuk pembangunan Kabupaten Muna Barat, kami akan tetap pertahankan,” lanjutnya.

Terkait dengan Raperda tentang Transformasi Digital, Bupati berharap bahwa regulasi ini akan mendukung kemajuan teknologi di Kabupaten Muna Barat, sesuai dengan kebutuhan daerah kedepan. “Kami akan maksimalkan Raperda tentang transformasi digital ini agar dapat memberikan manfaat besar untuk kemajuan daerah kita,” ujarnya.

Mengenai Raperda tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Bupati La Ode Darwin menyatakan bahwa perubahan ini akan dimanfaatkan untuk memaksimalkan PAD Kabupaten Muna Barat. “Semoga, dengan adanya perubahan ini, kita dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah kita. Dengan dukungan dari semua anggota DPRD, saya yakin kita bisa lebih maksimal lagi dalam 5 tahun kedepan,” tambahnya.

Bupati juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari anggota DPRD, “Saya atas nama Pemerintah Daerah menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan dari anggota DPRD, karena kita sudah berjalan bersama selama 4 bulan ini, alhamdulillah tidak ada kendala dan tidak ada hal yang diperdebatkan.”

Dengan disahkannya ketiga Raperda tersebut, diharapkan dapat memberikan dasar hukum yang lebih baik dalam mendukung perkembangan dan pembangunan di Kabupaten Muna Barat, serta memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih efisien dan akuntabel.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Resmikan Bangunan Baru Pasar Tongkoea

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pada hari Senin, 16 Juni 2025, Pemerintah Kabupaten Muna Barat meresmikan bangunan baru pasar Tongkoea yang terletak di Desa Lailangga, Kecamatan Wadaga. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan fasilitas perdagangan di wilayah tersebut, sekaligus mendukung perekonomian lokal.

Dalam laporan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Muna Barat, LM. Khairul Ashar, ST, M.Sc, dikatakan bahwa sebanyak 20 kios baru telah dibangun sebagai bagian dari pengembangan pasar, menjadikan total kios di pasar ini kini mencapai 86 kios yang dikelola oleh 113 pelaku usaha. Saat ini, terdapat 199 pedagang yang beroperasi di pasar, terdiri dari 173 pedagang tetap dan 26 pedagang tidak tetap.

Meski demikian, terdapat beberapa permasalahan yang masih menjadi perhatian, seperti pengelolaan sampah, penataan halaman pasar, dan jalur masuk kendaraan yang perlu perbaikan agar dapat memberikan kenyamanan lebih bagi para pedagang dan pengunjung.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, dalam sambutannya mengungkapkan, “Dengan adanya tambahan bangunan gedung pasar, kita memiliki tempat berbelanja yang lebih representatif yang pada gilirannya dapat menambah pendapatan bagi para pedagang kecil. Keberadaan pasar yang lebih baik ini diharapkan dapat mendorong minat masyarakat untuk berbelanja di pasar rakyat, sehingga kita dapat memperkuat perekonomian lokal.”

Lebih lanjut, Bupati La Ode Darwin juga memberikan himbauan kepada pengelola dan para pedagang pasar untuk menjaga dan memelihara sarana dan prasarana yang ada di lingkungan pasar. Ia berharap pasar ini dapat menjadi tempat yang aman, nyaman, bersih, dan asri bagi seluruh pengunjung.

Acara peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Muna Barat dan penyerahan kunci secara simbolis yang kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke kios-kios pedagang. Selama kunjungan tersebut, Bupati menyapa langsung seluruh pedagang, memberikan dukungan, dan mendengarkan keluhan serta harapan mereka terkait pengembangan pasar yang lebih baik di masa depan.

Dengan adanya pasar Tongkoea yang lebih representatif, diharapkan dapat menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih tertata, meningkatkan perekonomian masyarakat, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi daerah Kabupaten Muna Barat.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Sambut Kunjungan Anggota DPR RI dan Dirjen Kawasan Permukiman, Dorong Pengembangan Permukiman Pesisir

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menerima kunjungan kerja Anggota DPR RI Komisi V, Ridwan Bae, bersama Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Fitrah Nur, di Desa Bangko, Kecamatan Maginti, Minggu (9/6). Kunjungan ini menjadi langkah awal penting dalam program delineasi kawasan pesisir dan pulau-pulau di wilayah Muna Barat.

Desa Bangko dipilih sebagai lokasi percontohan dalam delineasi kawasan pesisir yang menjadi bagian dari strategi nasional mendukung program pembangunan tiga juta rumah. Muna Barat menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus karena karakteristik wilayahnya sebagai daerah kepulauan dengan garis pantai yang panjang serta potensi pengembangan permukiman pesisir.

Dalam sambutannya, Ridwan Bae menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Muna Barat di tingkat pusat, khususnya dalam perbaikan dan pengembangan permukiman layak huni di kawasan pesisir dan pulau-pulau. “Saya sengaja datang membawa langsung pihak Kementerian dan beberapa kepala balai agar mereka melihat sendiri kondisi nyata di lapangan. Ini penting agar program yang digulirkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Ridwan.

Sementara itu, Dirjen Kawasan Permukiman, Fitrah Nur, menjelaskan bahwa delineasi kawasan di Kementerian PKP dibagi menjadi tiga kategori: kota, desa, dan pesisir. Kunjungan ke Muna Barat difokuskan pada kawasan pesisir sebagai bentuk identifikasi langsung terhadap kondisi permukiman nelayan yang akan dijadikan dasar dalam merancang program-program seperti penanganan kawasan kumuh, bantuan rumah, serta program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

“Salah satu tantangan yang kami hadapi adalah legalitas rumah-rumah masyarakat. Karena itu, kami minta Bupati agar segera menyiapkan dokumen legalitas pemukiman di wilayah pesisir,” ujar Fitrah. Ia menambahkan bahwa untuk tahun 2025, kuota BSPS secara nasional sebanyak 38.504 unit, namun belum dibagi ke daerah. “Kami belum bisa pastikan apakah Muna Barat dapat di tahun ini, tapi kami berjanji akan memperjuangkan agar tahun 2026 bisa mendapat bantuan lebih besar.”

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyebutnya sebagai berkah bagi daerahnya. Ia menilai bahwa momentum ini penting dalam mendorong pembangunan permukiman pesisir yang layak dan berkelanjutan. “Kami sangat bersyukur Muna Barat telah ditetapkan sebagai kawasan delineasi pesisir berdasarkan SK Menteri PKP Nomor 23 Tahun 2025. Ini adalah peluang besar yang akan kami tindaklanjuti dengan kesiapan lahan, masterplan, dan DED,” kata Darwin.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Dirjen Kawasan Permukiman dan Ridwan Bae atas perhatian dan dukungan nyata terhadap Muna Barat. Ia berharap, dengan kolaborasi bersama pemerintah pusat dan DPR RI, program pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya nelayan di wilayah pulau dan pesisir, dapat segera direalisasikan.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)