Pemda Muna Barat dan BPJS Ketenagakerjaan Sultra Gelar Rakor Monev Pelaksanaan Inpres No. 2 Tahun 2021 dan UC Jamsostek

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat bersama BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Tenggara menggelar Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2021 serta Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UC Jamsostek) di wilayah Kabupaten Muna Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Horison Kendari pada Rabu (30/7/2025) dan dihadiri langsung oleh Bupati Muna Barat, Sekretaris Daerah, sejumlah kepala OPD terkait, serta jajaran BPJS Ketenagakerjaan.

Rapat ini menjadi forum penting dalam mengkaji progres implementasi Inpres No. 2 Tahun 2021 tentang optimalisasi pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja rentan di daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menegaskan komitmen Pemda dalam melanjutkan pembayaran iuran bagi tenaga kerja non-ASN yang sebelumnya telah dimulai. Namun demikian, ia menyampaikan bahwa saat ini Pemda masih melakukan proses perhitungan anggaran dan validasi data calon peserta, dengan mempertimbangkan kondisi riil kemampuan keuangan daerah.

“Tidak semua langsung bisa dicover tahun ini, namun kita targetkan di tahun 2026 akan kita anggarkan untuk 10.000 jiwa pekerja rentan,” ujar Bupati.

Bupati juga menekankan bahwa perlindungan ketenagakerjaan melalui BPJS Ketenagakerjaan sangat penting dan memiliki asas manfaat besar, terutama bagi masyarakat pekerja informal dan kelompok rentan di Muna Barat.

“Kita menyadari bahwa jaminan sosial tenaga kerja adalah kebutuhan dasar yang harus kita dorong bersama. Perlindungan ini adalah wujud kehadiran negara bagi masyarakat kecil. Namun tetap, langkah kita harus seiring dengan kemampuan anggaran daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Transnaker Kabupaten Muna Barat, La Ode Sagala, menjelaskan bahwa program UC Jamsostek di Muna Barat telah berjalan sejak November 2022 dan telah menunjukkan dampak langsung bagi para peserta.

“Sejak berjalan pada November 2024 hingga saat ini, sudah ada 120 peserta yang mengajukan klaim dengan total nilai klaim mencapai Rp4.960.000.000. Karena Perjanjian Kerja Sama (PKS) berakhir Desember 2024, maka di tahun 2025 ini akan dibuat Perjanjian Kerja Sama (PKST) yang baru,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pada tahun 2025 sebanyak 390 peserta tenaga non-ASN di Muna Barat telah menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp600.000 per bulan selama dua bulan. Program ini merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap tenaga kerja non-formal yang terdampak secara ekonomi namun belum memiliki perlindungan penuh.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa rencana pada tahun 2026 adalah melanjutkan program dengan cakupan awal sebanyak 10.000 jiwa yang datanya telah diperbarui dan divalidasi.

Pihak BPJS Ketenagakerjaan Sultra turut mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Muna Barat yang terus menunjukkan langkah progresif dalam mendukung implementasi Universal Coverage Jamsostek. BPJS menyatakan kesiapan untuk terus bersinergi dalam penyusunan skema, validasi data, dan pemetaan kelompok penerima manfaat secara lebih tepat sasaran.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bunda PAUD dan Bunda Literasi Muna Barat Resmi Dikukuhkan Bersama Seluruh Bunda PAUD se-Sulawesi Tenggara

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Istri Bupati Muna Barat, Rhika Purwaningsih Darwin, S.H., resmi dikukuhkan sebagai Bunda PAUD sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Muna Barat dalam rangkaian acara Pengukuhan Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tenggara, yang berlangsung pada Jumat, 25 Juli 2025 di Aula Merah Putih Rujab Gubernur Sulawesi Tenggara.

Acara ini dihadiri oleh seluruh kepala daerah se-Sulawesi Tenggara beserta istri masing-masing yang menjabat sebagai Bunda PAUD dan Bunda Literasi di wilayahnya. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bunda PAUD dan Bunda Literasi Sulawesi Tenggara, Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka, istri Gubernur Sulawesi Tenggara, serta turut disaksikan oleh Gubernur Sultra Andi Sumangerukka.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, dalam arahannya menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah dalam mendampingi eksistensi PAUD dan penguatan literasi. Saat ini tercatat terdapat 2.285 PAUD di seluruh Sultra yang harus terus difasilitasi dengan baik.

“Kalau anak-anak kita tidak ditangani dengan baik sejak dini, saya khawatir akan mendapatkan pendidikan yang keliru. Pendidikan adalah fondasi utama. Pemerintah harus hadir di semua lini agar Sultra menjadi daerah yang maju dan sejahtera,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Arinta Nila Hapsari menekankan bahwa Bunda PAUD adalah jabatan strategis yang melekat pada istri kepala daerah atau dapat disandang langsung oleh kepala daerah perempuan. Ia mengajak seluruh Bunda PAUD yang dikukuhkan untuk bersama-sama mengawal tumbuh kembang anak menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Mari kita bergerak bersama dalam tugas mulia ini. Saya berharap masing-masing Bunda PAUD dapat menyampaikan laporan perkembangan secara berjenjang. Kita ingin anak-anak Sultra tumbuh dengan layanan PAUD yang optimal dan budaya literasi yang kuat,” ujarnya.

Rhika Purwaningsih Darwin, S.H., menyatakan kesiapan dan komitmennya untuk mengemban dua amanah sekaligus: Bunda PAUD dan Bunda Literasi. Ia menegaskan bahwa kedua peran ini saling terkait dan harus dilaksanakan secara sinergis.

“Pengukuhan ini bukan sekadar formalitas, tapi tanggung jawab besar dalam membangun generasi emas Muna Barat. Saya mengajak semua elemen pengelola PAUD, guru, kader, dan orang tua untuk bersama-sama menciptakan layanan pendidikan anak usia dini yang menyeluruh dan budaya literasi yang hidup,” ungkapnya.

Sebagai Bunda Literasi, Rhika juga bertekad memperkuat gerakan membaca di tengah masyarakat Muna Barat dan mendorong keterlibatan keluarga dalam pendidikan anak.

Dengan pengukuhan ini, Pemerintah Kabupaten Muna Barat menegaskan langkah serius dalam menciptakan ekosistem pendidikan usia dini yang berkualitas dan masyarakat yang gemar membaca—menuju Muna Barat yang unggul, sejahtera, dan berdaya saing.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Pemda Muna Barat Gelar Dzikir dan Doa Bersama di Mekar Jaya: Perkuat Spiritualitas dan Kolaborasi Pendidikan

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Dalam rangka menyambut HUT ke-11 Kabupaten Muna Barat, Pemerintah Daerah menggelar kegiatan Dzikir dan Doa Bersama di Lapangan Sepakbola Desa Mekar Jaya, Kecamatan Tiworo Tengah, pada Selasa malam (22/7/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan daerah, mulai dari Forkopimda, para kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, seluruh kepala desa, serta ribuan masyarakat dari berbagai kecamatan.

Acara dibuka dengan pembacaan shalawat dan lagu-lagu religi oleh Katthan Siraj, dilanjutkan dengan tasbih bersama yang dipimpin oleh Ustadz Hafidz As Saifi. Suasana syahdu penuh kekhusyukan menyelimuti lapangan yang menjadi pusat kegiatan masyarakat, dengan Bang Yadi Sembako bertindak sebagai pemandu acara yang membawa suasana menjadi lebih hangat dan akrab.

Dalam kesempatan tersebut, kegiatan dzikir juga dirangkaikan dengan pelaksanaan Program Spiritual Muna Barat, yaitu Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah, sebagai bagian dari ikhtiar membangun kehidupan masyarakat yang religius, berakhlak, dan berkarakter.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dzikir dan doa bersama ini adalah bentuk kesyukuran sekaligus ikhtiar spiritual dalam menata kehidupan daerah agar senantiasa diberi keberkahan.

“Acara ini bukan hanya seremoni keagamaan, tapi juga momentum kebangkitan spiritual masyarakat Muna Barat. Semoga dengan dzikir dan doa yang kita panjatkan bersama ini, seluruh ikhtiar pembangunan kita diridhoi Allah SWT. Spirit keimanan inilah yang harus menjadi fondasi dalam membangun daerah, termasuk birokrasi yang berintegritas dan masyarakat yang berdaya,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa nilai-nilai spiritual ini juga menjadi bagian dari visi besar Pemda dalam membentuk SDM yang unggul, cerdas, sehat, beriman dan berbudaya menuju Liwu Mokesa.

Pada acara ini juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemda Muna Barat dengan dua perguruan tinggi lokal, yaitu Institut Teknologi, Bisnis, dan Kesehatan Muhammadiyah (ITBKM) serta Universitas Karya Persada Muna (UKPM). MoU ini mencakup komitmen bersama dalam penguatan SDM melalui pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat.

Rektor ITBKM, Dr. Rasid, S.Pd., M.Pd., menyambut baik kolaborasi ini dan menyatakan kesiapan institusinya untuk mendukung arah pembangunan daerah.

“Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari langkah besar Pemda dalam mewujudkan masyarakat Muna Barat yang lebih berkualitas. Kerja sama ini menjadi awal dari program nyata, seperti beasiswa, pelatihan vokasional, dan program pengabdian masyarakat yang berdampak langsung,” ungkap Dr. Rasid.

Melalui dzikir, doa, dan komitmen pendidikan yang ditunjukkan malam itu, Pemkab Muna Barat ingin menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga membangun jiwa dan karakter masyarakatnya.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Pengajian Perdana Mubar, Kolaborasi Pemda Muna Barat dan Ikatan Mubaligh Dalam Mewujudkan Liwu Mokesa

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Bupati Muna Barat bersama Ketua Ikatan Mubaligh Muna Barat  menggelar pengajian perdana  di Rumah Jabatan Bupati Muna Barat pada Kamis malam, 17 Juli 2025. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua TP-PKK Muna Barat, Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muna Barat,  serta pengurus Ikatan Mubaligh Muna Barat. Pengajian perdana ini menjadi bagian dari upaya kolaborasi antara Pemda Muna Barat dan Ikatan Mubaligh Muna Barat untuk mendukung dan mensukseskan program-program Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah.

Ikatan Mubaligh Muna Barat, sebagai organisasi kemasyarakatan yang aktif dalam kegiatan dakwah dan pemberdayaan umat, telah bekerja sama dengan Pemda Muna Barat dalam mewujudkan SDM yang unggul, cerdas, sehat, beriman, dan berbudaya, sesuai dengan visi misi Pemda Muna Barat. Program-program seperti Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki kehidupan spiritual masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung pembangunan pemerintahan yang lebih baik dengan membangun karakter birokrat yang jujur, amanah, dan penuh dedikasi terhadap tugas-tugas negara.

Mubar Bertasbih merupakan program yang mengajak masyarakat untuk terus memperdalam ilmu agama dan berzikir secara rutin, sementara Mubar Mengaji bertujuan untuk memfasilitasi kegiatan pengajian yang dapat memperkuat pemahaman agama masyarakat. Sementara itu, Mubar Berjamaah bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan antar elemen masyarakat, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial yang tinggi dalam menjalankan tugas di masyarakat. Semua program ini sejalan dengan upaya Pemda Muna Barat untuk tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat pondasi karakter bangsa melalui pendekatan spiritual.

Ketua Ikatan Mubaligh Muna Barat, La Muhibi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengajian perdana ini adalah simbol awal dari kerja sama yang semakin erat antara Ikatan Mubaligh dan Pemda Muna Barat. “Kami sangat mendukung visi Bupati Muna Barat untuk menciptakan masyarakat yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki ketakwaan yang tinggi. Program-program seperti Mubar Bertasbih dan Mubar Mengaji adalah bagian penting dalam membangun karakter masyarakat Muna Barat,” ujar La Muhibi.

La Ode Muhibi juga menyerahkan hasil Rapat Kerja Ikatan Mubaligh Muna Barat, yang telah merumuskan langkah-langkah strategis untuk mendukung pelaksanaan program-program Pemda Muna Barat. “Kami berharap hasil rapat kerja ini dapat menjadi acuan dalam mendukung program Pemda. Semoga kerja sama yang terjalin dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama di Muna Barat,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Muna Barat La Ode Darwin mengungkapkan kebanggaannya atas terlaksananya pengajian perdana ini dan mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara Pemda Muna Barat dengan Ikatan Mubaligh. “Program Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah adalah penjabaran misi kami untuk menciptakan SDM yang unggul, cerdas, sehat, beriman, dan berbudaya. Kami sangat mendukung inisiatif ini karena kami percaya bahwa pembangunan yang sesungguhnya tidak hanya melibatkan aspek fisik, tetapi juga spiritual masyarakat,” ujar Bupati La Ode Darwin.

Bupati juga menekankan bahwa program-program ini bukan hanya untuk meningkatkan kualitas keimanan, tetapi juga untuk mendukung terciptanya pemerintahan yang lebih baik melalui pembangunan karakter birokrat yang lebih berkualitas dan berintegritas. “Mari kita gunakan kesempatan ini untuk meningkatkan keimanan kita dan memperkuat kebersamaan dalam membangun Muna Barat yang lebih baik. Dengan kolaborasi ini, kita akan menciptakan birokrasi yang amanah, penuh dedikasi, dan memiliki karakter yang kuat, sebagai bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan Liwu Mokesa,” tutupnya.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Ketua KONI Sultra Lantik Pengurus KONI Muna Barat Masa Bakti 2025-2030

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Tenggara Alvian Taufan Putra melanti personil KONI Kabupaten Muna Barat pada Senin (14/7/2025). Pelantikan yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Muna Barat ini dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Muna Barat, Ketua dan Wakil Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua TP PKK Muna Barat, Forkopimda, serta Kepala OPD se-Muna Barat.

Tema yang diusung dalam pelantikan pengurus KONI Muna Barat periode 2025-2030 adalah ‘Sehat Jiwanya Sehat Raganya Wujudkan Prestasi Menuju Liwu Mokesa’. Pelantikan ditandai dengan pembacaan SK Nomor 61 Tahun 2025 oleh Elvis Basri Uno selaku Sekretaris KONI Sultra dan penandatanganan berita acara oleh Ketua KONI Muna Barat Laode Darwin. Selanjutnya, dilaksanakan penyerahan bendera dari Ketua Umum KONI Provinsi kepada Ketua Umum KONI Mubar.

Dalam sambutannya, Alvian Taufan Putra menyampaikan bahwa pada tahun 2026 KONI Sulawesi Tenggara akan menyelenggarakan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Dua kabupaten telah mengusulkan sebagai tuan rumah yakni Kabupaten Konawe dan Kabupaten Bombana. Alvian mengungkapkan bahwa meskipun belum ada edaran resmi, kemungkinan besar Porprov akan dilaksanakan di Kabupaten Bombana.

“Dalam kurun waktu 2025-2026 kami dari KONI Provinsi akan menggelar Porprov pada 2026. Lokasinya kemungkinan besar akan dilaksanakan di Bombana. Tiga tahun lalu di Buton dan Bau-Bau. Belum ada edaran resmi. Untuk calon tuan rumah ada 2 yakni Konawe dan Bombana tapi kemungkinan besar di Bombana,” ujarnya.

Alvian berharap agar bupati selaku Ketua KONI Muna Barat segera menggelar rapat bersama pengurus yang telah dilantik guna mempersiapkan Porprov. Putra mantan Gubernur Ali Mazi ini mengingatkan tentang potensi besar Muna Barat dalam cabang olahraga dayung.

“Besar harapan saya Pak Bupati bisa segera rapat bersama pengurus untuk persiapan Porprov. Di Kabupaten Muna Barat ada satu cabor yang bisa menghasilkan sebanyak mungkin emas yaitu dayung. Dari Mubar ada Pak Sovyan selaku pelatih yang dapat medali di PON Aceh tahun lalu,” tambahnya.

Ketua Umum KONI Sultra ini juga menyinggung soal anggaran yang harus diporsikan untuk menunjang prestasi. Alvian mengungkapkan bahwa perolehan prestasi harus ditunjang dengan keberadaan sarana latihan memdai serta asupan bergizi. KONI Mubar juga diharapkan memiliki target dan bisa fokus pada cabang olahraga unggulan untuk mendapatkan medali emas.

“Soal Porprov ini kembali lagi ke anggaran. Kita realistis saja, prestasi ditunjang dengan anggaran. Kalau anggaran misalnya 500 juta sebagaimana rata-rata anggaran dari kabupaten lain, Muna Barat bisa berprestasi. Fokuskan di satu cabor yang bisa dapat emas. Kalau saya lihat, Muna Barat ada potensi masuk dalam 5 besar,” pungkasnya.

Ketua KONI Muna Barat Laode Darwin mengucapkan terima kasih kepada Ketua KONI Sultra yang telah hadir secara langsung di Muna Barat. Hal ini diharapkan menjadi tonggak awal dalam memaksimalkan prestasi Kabupaten Muna Barat. Sosok yang akrab disapa DW ini  akan mengupayakan agar Muna Barat mampu masuk 3 besar pada pergelaran Porprov mendatang.

“Saya ucapkan terima kasih pada Ketua KONI yang hadir langusung melantik. Semoga jadi awal untuk memaksimalkan prestasi Kabupaten Muna Barat. Insya Allah di Porprov nanti, kalau Ketua KONI Sultra berharap di 5 besar, insya allah saya usahakan masuk 3 besar. Masih ada waktu 1 tahun mencari bibit atlet berkoordinasi dengan para Ketua Cabor dan memaksimalkan anggaran yang ada,” paparnya.

Laode Darwin mengakui bahwa fasilitas masih sangat terbatas. Oleh sebab itu, orang nomor satu di Muna Barat ini memerintahkan kepada pengurus agar mencari tempat yang lebih bagus untuk KONI Muna Barat. Sebagai bupati, Laode Darwin berkomitmen untuk memaksimalkan fasilitas olahraga sebagai sarana latihan para atlet.

Diakhir sambutannya, Laode Darwin menyampaikan rencana penyelenggaraan kejuaran olahraga yang akan dimulai pada 20 Juli mendatang, “Tanggal 20 ada kejuaraan Bola Voli antar kecamatan. Pembukaan akan dilaksanakn setelah jalan santai. Berikutnya juga ada kejuaraan Bola Kaki. Ini untuk mencari bibit sebagai persiapan Porprov 2026.”

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

 

Menteri Pekerjaan Umum Tinjau Lokasi Usulan IJD Dan Sekolah Rakyat Di Muna Barat

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Muna Barat pada Minggu (13/7/2025). Dody Hanggodo didampingi Anggota Komisi V DPR RI Ridwan Bae serta Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka tiba di Bandara Sugimanuru sekitar pukul 14.00 WITA. Kedatangan rombongan Menteri PU disambut oleh tiga bupati yakni Bupati Muna Barat Laode Darwin, Bupati Muna Bachrun Labuta, serta Bupati Buton Tengah Dr. Azhari.

Kunjungan Menteri PU di Muna Barat berfokus pada peninjauan usulan Inpres Jalan Daerah (IJD) dan Sekolah Rakyat. Sebanyak enam ruas jalan diusulkan oleh pemerintah Kabupaten Muna Barat pada tahun 2025 diantaranya Jalan Matarawa-Kusambi, Jalan Guali-Kusambi, Jalan Abadi Jaya-Pajala, Jalan Lasosodo-Marobea, Jalan Kusambi-Masara, serta  Jalan Kombikuno-Latawe. Total output yang diusulkan sepanjang 27 km dengan kebutuhan dana Rp84, 483 miliar.

Di hadapan Menteri PU, Bupati Muna Barat Laode Darwin juga menjabarkan usulan rehabilitasi Daerah Irigasi Katangana di Kecamatan Tiworo Selatan. Daerah irigasi dengan luas total 300 Ha ini menjadi sumber pengairan bagi 3 desa yakni Desa Katangana, Desa Parura Jaya, dan Desa Abadi Jaya. Kerusakan beberapa bagian bendungan mengakibatkan banyaknya lahan persawahan yang tidak aktif disebabkan kurangnya distribusi air.

Selanjutnya, Menteri Dody Hanggodo meninjau lahan yang diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Muna Barat sebagai calon lokasi Sekolah Rakyat di Muna Barat. Lokasi usulan terletak di Desa Maperaha  Kecamatan Sawerigadi dengan total luas lahan sekitar 6,6 Ha. Dalam kesempatan tersebut, Menteri PU menanyakan beberapa hal seperti perizinan, kesiapan pemerintah setempat seperti RT/RW, juga ketersediaan jaringan internet.

Bupati Muna Barat Laode Darwin menyampaikan bahwa kunjungan Menteri PUPR menjadi momentum penting dalam mempercepat transformasi infrastruktur di Muna Barat. “Kami bersyukur atas perhatian langsung pemerintah pusat. Semua usulan ini merupakan prioritas strategis yang sangat berdampak terhadap konektivitas wilayah, pengembangan ekonomi masyarakat, dan peningkatan kualitas pendidikan. Kami berharap dukungan Kementerian PUPR bisa segera terealisasi,” ujar Bupati.

Ia juga menambahkan bahwa Pemkab Muna Barat telah menyiapkan seluruh dokumen teknis dan komitmen anggaran pendamping daerah sesuai kebutuhan. “Insya Allah semua aspek pendukung termasuk lahan, legalitas, dan teknis lapangan telah kami siapkan secara serius,” tutupnya.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Menteri PUPR Dijadwalkan Kunjungi Muna Barat, Pemda Lakukan Sejumlah Persiapan

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggodo, dijadwalkan melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Muna Barat pada Minggu, 13 Juli 2025. Dalam rangka menyambut kedatangan menteri bersama rombongan, Pemerintah Kabupaten Muna Barat telah melakukan berbagai persiapan intensif.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, telah menerbitkan Surat Keputusan Panitia Pelaksana Kunjungan Kerja Menteri PUPR yang mengatur pembagian tugas dan tanggung jawab kepada seluruh OPD terkait. Penjemputan akan dilakukan di Bandar Udara Sugimanuru, Kecamatan Kusambi, dengan koordinator Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan. Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ditunjuk sebagai ketua Penanggungjawab penjemputan, sedangkan Kepala Dinas Perhubungan sebagai wakil ketua.

Setelah penjemputan, Menteri PUPR bersama rombongan dijadwalkan mengunjungi Sekolah Rakyat yang berlokasi di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Desa Lemoambo, Kecamatan Kusambi. Selanjutnya, rombongan akan meninjau langsung lokasi pembangunan bendungan dan saluran irigasi Katangana di Desa Parura Jaya, Kecamatan Tiworo Selatan dan rigasi katangana dan Rencana Jalan proyek Impres jalan Daerah (IJD) ruas jalan Abadi Jaya-pajala sepanjang 4,8 Km. Peninjauan kedua lokasi ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Bupati Laode Darwin ke Kantor Kementerian PU di Jakarta pada bulan Mei silam. Kegiatan dilanjutkan dengan jamuan makan siang di Rumah Jabatan Bupati Muna Barat. Kemudian ke SOR Bypass Raha yang dilanjutkan ke Tampo meninjau lokasi pekerjaan tangguk abrassi dan kemudian kembali ke bandara Sugimanuru untuk bertolak kembali ke Kendari.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Muna Barat, Al Rahman, menjelaskan bahwa seluruh perangkat daerah telah diberikan tugas yang spesifik dan terstruktur. “Persiapan kunjungan ini sudah dimulai sejak beberapa hari lalu. Pembagian tugas telah tertuang dalam SK Kepanitiaan. Rangkaian kegiatan meliputi penjemputan di bandara, kunjungan ke Desa Maperaha, dan peninjauan lokasi strategis di Tiworo Selatan. Semua disiapkan dengan matang untuk memastikan kunjungan berjalan lancar dan memberi kesan positif,” ujar Al Rahman.

Ia juga menambahkan bahwa kunjungan ini merupakan buah dari kerja keras dan pendekatan langsung Pemerintah Daerah ke pemerintah pusat. “Pak Bupati telah melakukan berbagai upaya untuk memperjuangkan pembangunan strategis di Muna Barat. Kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret menuju percepatan pembangunan infrastruktur dasar, termasuk di bidang pendidikan dan pertanian,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Unding, mengungkapkan bahwa pembangunan irigasi Katangana merupakan prioritas yang telah lama diperjuangkan. “Infrastruktur irigasi ini menjadi bagian penting dari peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan masyarakat Muna Barat. Kami sangat mengapresiasi dukungan dari pemerintah pusat. Rencana teknis sudah kami siapkan, dan kami harap proyek ini segera terealisasi melalui pendanaan Inpres,” ujar Unding.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

HKG PKK ke-53 Digelar Meriah di Kalimantan Timur, Ketua TP-PKK Muna Barat Hadiri Langsung

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 digelar meriah pada Selasa, 8 Juli 2025 di Plenary Hall Convention Center Sempaja,  Samarinda, Kalimantan Timur. Kegiatan nasional tahunan ini menjadi momen penting dalam menguatkan peran keluarga sebagai pilar utama pembangunan bangsa.

Acara secara resmi dibuka oleh Pelindung TP-PKK Pusat, Selvi Ananda Gibran, yang hadir didampingi oleh Ketua Umum TP-PKK Tri Tito Karnavian, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, serta Ketua dan Pengurus TP-PKK dari seluruh daerah di Indonesia, termasuk Ketua TP-PKK Kabupaten Muna Barat, Rhika Purwaningsih Darwin, bersama jajaran pengurusnya.

Kehadiran Selvi Ananda Gibran menjadi magnet utama dalam perhelatan ini. Dalam sambutannya, Selvi menegaskan bahwa HKG PKK bukan hanya ajang seremonial, namun wujud nyata dari kekuatan perempuan dalam membangun negeri.

“HKG bukan hanya seremonial, tapi bukti nyata kekuatan perempuan dalam membangun negeri,” ujar Selvi.
Ia juga menyoroti kiprah para kader PKK yang telah bekerja keras mendampingi masyarakat, mulai dari isu kesehatan, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga penurunan angka stunting yang berhasil ditekan hingga 19,8 persen pada tahun 2024.

Selvi juga memberikan apresiasi khusus kepada para kader yang datang dari berbagai pelosok tanah air, termasuk daerah-daerah terpencil.

“Mereka menempuh perjalanan darat dan laut berjam-jam, namun semangatnya tidak pernah surut. Kader PKK adalah pahlawan tanpa pamrih,” katanya dengan penuh penghargaan.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, menegaskan bahwa PKK adalah mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan nasional.

“PKK bukan sekadar organisasi kemasyarakatan, tetapi mitra penting pemerintah dalam mengatasi isu-isu utama masyarakat seperti stunting, kemiskinan, hingga transformasi digital,” ujar Ribka.
Ia menekankan perlunya penguatan program-program seperti literasi keluarga, edukasi kesehatan, keterampilan teknologi, serta inklusi sosial dan kesetaraan gender.

Ketua Umum TP-PKK, Tri Tito Karnavian, turut menyampaikan bahwa kader PKK harus menjadi garda terdepan dalam membina usaha rumah tangga. Menurutnya, pelaku usaha skala rumah tangga memiliki potensi besar yang perlu terus didampingi agar mampu naik kelas dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Kami terus mendorong TP-PKK di seluruh daerah untuk fokus pada pembinaan UMKM dan usaha rumah tangga. Ini adalah fondasi ekonomi keluarga sekaligus bangsa,” tegas Tri Tito.

Kegiatan HKG ke-53 ini juga diramaikan oleh pameran UMKM dari seluruh daerah, yang menampilkan beragam produk unggulan lokal. Stand dari berbagai provinsi menyajikan makanan khas, kerajinan tangan, produk herbal, dan busana etnik yang menggambarkan kekayaan budaya nusantara.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP-PKK Kabupaten Muna Barat, Ny. Rhika Purwaningsih Darwin, menyatakan dukungannya terhadap gerakan pemberdayaan ekonomi keluarga yang diusung dalam peringatan HKG ini.

“Kami di Muna Barat terus berupaya agar para pelaku usaha perempuan, khususnya yang berasal dari rumah tangga, mendapat pendampingan dan akses pemasaran yang lebih luas. Semangat dari HKG ke-53 ini akan kami bawa pulang untuk memperkuat gerakan di daerah,” ujar Rhika.

Acara puncak ditandai dengan pemotongan tumpeng, penyerahan penghargaan Adhi Bakti Utama kepada kader berprestasi, serta suguhan budaya berupa tari kolosal khas Kalimantan Timur dan fashion show wastra daerah bertema “Kerlap Puja Semesta” yang memukau para tamu undangan.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Kunjungi RSUD  Bahas Isu Layanan dan Perkuat Komitmen Pelayanan Kesehatan

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Usai memimpin apel gabungan lingkup Pemerintah Kabupaten Muna Barat pada Senin pagi 30 Juni 2025, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, langsung melakukan kunjungan lapangan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat. Kunjungan ini dilaksanakan sebagai respons cepat atas insiden yang sempat viral beberapa hari terakhir terkait pelayanan RSUD dan bertujuan menyerap langsung masukan dari tenaga kesehatan serta mencari solusi terbaik terhadap permasalahan yang ada.

Pertemuan yang berlangsung di salah satu ruang terbuka di lingkungan RSUD tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Muna Barat, Alibasa,  Sekretaris Daerah LM Husein Tali, Kepala Dinas Kesehatan La Ode Mahajaya, Direktur RSUD Dr. Syahril Fitrah, Inspektur Daerah Agustamin Sudjono, serta jajaran dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya dan beberapa pejabat terkait.

Direktur RSUD Muna Barat, Dr. Syahril Fitrah dalam laporannya menyampaikan bahwa insiden yang terjadi telah ditindaklanjuti dengan investigasi internal oleh Inspektorat Kabupaten Muna Barat. Ia menegaskan tidak ada niat sedikit pun dari pihak tenaga kesehatan untuk menelantarkan pasien. “Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami terus berupaya memperbaiki pelayanan. Kejadian ini menjadi pelajaran besar bagi kami agar tidak terulang lagi,” ujarnya.

Ia juga memaparkan sejumlah kendala yang dihadapi RSUD saat ini, seperti minimnya personel keamanan dan keterbatasan infrastruktur. Namun demikian, proses pembangunan gedung RSUD baru tetap berjalan. “Insya Allah pada Agustus mendatang proses lelang dimulai. Tim dari Kementerian Kesehatan sudah meninjau lahan untuk menentukan apakah akan menggunakan fondasi biasa atau tiang pancang. Pembangunan dilakukan secara multiyears selama dua tahun,” jelas Dr. Syahril.

Dalam sambutannya, Bupati La Ode Darwin mengawali dengan menjelaskan bahwa ia memperoleh informasi langsung dari keluarga pasien dan turut melihat video kejadian yang beredar luas. “Selama empat bulan terakhir, nama Muna Barat banyak mendapat perhatian positif bahkan sampai ke tingkat nasional. Tapi hanya dengan satu kejadian, semuanya bisa terganggu. sumsi publik kemudian terbentuk seolah-olah RSUD kita lebih berorientasi pada aspek administratif  daripada kebutuhan pelayanan masyarakat. Saya sebagai Bupati sangat terpukul,” ungkapnya dengan nada tegas namun reflektif.

Bupati menegaskan bahwa dirinya tidak menyalahkan tenaga kesehatan, namun ia prihatin atas dampak psikologis yang dialami nakes akibat insiden kekerasan yang terjadi. Ia menekankan perlunya komunikasi dan kepekaan dalam kondisi darurat. “Saya mengakui terjadi miskomunikasi, baik soal informasi ke keluarga pasien maupun kondisi di lapangan. Maka ke depan, jika pasien mendesak ingin dirujuk sementara sistem belum menyetujui, rumah sakit bisa membuat surat pernyataan dari keluarga bahwa mereka paham dan tidak akan menuntut. Format ini harus segera disiapkan,” jelasnya.

Terkait perlindungan terhadap tenaga medis, Bupati menyampaikan bahwa tindakan kekerasan tidak bisa ditoleransi. Untuk itu, pihaknya akan menempatkan personel Satpol PP di RSUD sebagai upaya antisipasi. “Kita tidak ingin pelayanan publik terkesan otoriter, tapi kekerasan terhadap petugas adalah hal serius. Kita harus punya langkah taktis,” imbuhnya.

Wakil Bupati Muna Barat, Alibasa, dalam sambutannya mengajak seluruh elemen RSUD agar menjadikan peristiwa ini sebagai evaluasi bersama. Ia mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan menyangkut nyawa dan emosi masyarakat, sehingga kepekaan dan kecepatan respons menjadi sangat penting. “Kita semua harus introspeksi. Yang kurang kita perbaiki, yang sudah baik kita tingkatkan. Tetap semangat dan jaga kekompakan,” tuturnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi terbuka. Tiga perwakilan tenaga kesehatan menyampaikan keluhannya, yakni Taslim (perawat poli) yang mengeluhkan kurangnya pemahaman masyarakat soal prosedur BPJS, seorang perawat rujukan yang selama ini biaya operasionalnya ditanggung keluarga pasien, dan Dr. Juan, dokter spesialis bedah yang menyampaikan bahwa ia bersama rekan-rekannya tetap melayani pasien meski di luar jam piket demi keselamatan bahkan apa yang mereka berikan bersama tim seluruh RSUD sudah overload untuk Rumah Sakit Tipe D.

Menanggapi hal tersebut, Bupati menginstruksikan beberapa langkah strategis. Pertama, akan diupayakan kehadiran petugas BPJS yang standby di RSUD guna memberikan informasi dan layanan kepada pasien. Kedua, akan disusun mekanisme pemberian SPPD khusus bagi perawat yang menangani rujukan, terpisah dari pejabat. Ketiga, Bupati mengapresiasi tinggi dedikasi para dokter spesialis yang tetap melayani pasien di luar jam kerja. “Apa yang dilakukan dokter di sini, saya tahu, bahkan mungkin tidak dilakukan di tempat lain. Saya sangat menghargai itu. Maka kejadian kemarin sangat tidak wajar, mengingat pengabdian yang selama ini diberikan,” ujarnya.

Pertemuan ditutup oleh Direktur RSUD Muna Barat yang menyampaikan bahwa insiden beberapa hari lalu tidak menyurutkan kepercayaan publik. “Buktinya pada tanggal 25 kemarin, RSUD tetap melayani rujukan dari Kabupaten Muna dan Buton Tengah. Kami bahkan melakukan operasi hingga pukul tiga dini hari. Kami akan terus berbenah dan menjaga amanah pelayanan kepada masyarakat,” tutup Dr. Syahril.

Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Pemkab Muna Barat Gelar Apel Gabungan, Bupati Bahas Tantangan dan Harapan Daerah dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

 KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat menggelar apel gabungan yang dipimpin langsung oleh Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, didampingi oleh Wakil Bupati, Drs. Alibasa, M.Si., pada Senin pagi 30 Juni 2025 di halaman kantor bupati. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menyampaikan sejumlah arahan strategis sekaligus memperkuat sinergi antarpimpinan daerah dan aparatur sipil negara menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Muna Barat yang ke-11. Apel gabungan diikuti oleh OPD beserta jajaran serta Kades dan perangkat Desa.

Dalam amanatnya, Bupati menyampaikan bahwa kebersamaan dirinya bersama Wakil Bupati dalam berbagai momen apel menunjukkan kekompakan dan keharmonisan unsur pimpinan di Muna Barat. Ia menyebut bahwa kekompakan pimpinan menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat dan menyatukan arah kebijakan. “Kami ingin menunjukkan bahwa tidak ada sekat antara pimpinan. Kami solid, dan kami ingin birokrasi juga bekerja dalam satu semangat yang sama,” ujarnya.

Terkait HUT Muna Barat yang jatuh pada 23 Juli mendatang, Bupati mengungkapkan bahwa peringatan tahun ini akan dipusatkan di salah satu desa, antara Desa Mekar Jaya atau Sukadamai, yang penentuannya masih menunggu finalisasi. Menurutnya, usia ke-11 merupakan fase pertumbuhan yang penting bagi kabupaten muda seperti Muna Barat. “Kita ingin Muna Barat di usia sebelas tahun ini tumbuh sehat, bukan tumbuh stunting. Semoga memasuki usia dua belas, daerah kita makin maju dan berkembang,” ungkapnya.

Untuk memeriahkan perayaan HUT, akan digelar sejumlah kegiatan seperti lomba kebersihan antar-desa dan antar-OPD, serta lomba jalan santai. Menariknya, hadiah untuk lomba kebersihan kantor berasal langsung dari dana pribadi Bupati. “Ini bentuk dukungan saya pribadi untuk mendorong semangat bersih dan tertib sebagai bagian dari budaya kerja kita,” tambahnya.

Bupati juga menanggapi situasi yang sempat menjadi perhatian publik beberapa hari lalu, terkait insiden pelayanan kesehatan yang viral secara nasional. Ia menegaskan pentingnya keseimbangan antara prosedur administrasi dan kepekaan dalam menghadapi kondisi darurat pasien. “Saya tidak menyalahkan rumah sakit, juga tidak menyalahkan keluarga pasien. Tapi saya tersinggung dengan tindakan kekerasan. Jika ada kasus serupa, kita harus lebih peka. Buatkan rujukan darurat apabila ada keluarga pasien yang terburu-buru meminta rujukan disertai surat pernyataan tidak menuntut apabila nantinya ditolak oleh Rumah Sakit tujuan.  Ia menegaskan bahwa kebijakan ini berlaku bagi seluruh layanan publik, tidak hanya di rumah sakit.

Di bidang pembangunan, Bupati menjelaskan bahwa pinjaman daerah yang awalnya direncanakan sebesar Rp180 miliar, kemudian turun menjadi Rp150 miliar dan terakhir hanya disetujui Rp50 miliar, akhirnya diputuskan untuk ditunda karena ketidakmampuan daerah dalam melakukan cicilan tahun depan. “Situasi fiskal belum memungkinkan. Maka, pembangunan kantor bupati dan beberapa OPD harus ditunda sambil kita perbaiki kondisi keuangan daerah,” jelasnya.

Ia juga menanggapi pertanyaan publik mengenai intensitas kunjungannya ke Jakarta dalam beberapa waktu terakhir. Bupati menyatakan bahwa kunjungan tersebut adalah bagian dari upaya serius untuk memperjuangkan stabilitas fiskal Muna Barat melalui jalur pemerintah pusat. “Saya ke Jakarta bukan untuk jalan-jalan. Saya sedang memperjuangkan keuangan daerah agar kita tidak perlu memotong TPP. Mohon doa dan dukungan agar ikhtiar ini membuahkan hasil terbaik,” katanya.

Menutup amanatnya, Bupati meminta kepada seluruh pemerintah desa untuk mulai mengidentifikasi lahan tidur di wilayah masing-masing agar ke depan dapat diolah secara produktif demi mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Lahan-lahan yang tidak terpakai harus mulai kita manfaatkan. Jangan biarkan aset kita tidur. Ini tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)