Uji Kompetensi dan Evaluasi Kinerja Pejabat Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Muna Barat

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat menggelar Uji Kompetensi (Job Fit) dan Evaluasi Kinerja Pejabat Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Muna Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 18 Agustus 2025, bertempat di Hotel Ness Inn Raha dan diikuti oleh seluruh Pejabat Tinggi Pratama se-Kabupaten Muna Barat.

Acara ini dimaksudkan untuk mengukur kemampuan dan kesesuaian para pejabat tinggi pratama dengan jabatan yang mereka emban, serta sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan akselerasi pembangunan di Kabupaten Muna Barat.

Wakil Bupati Muna Barat, Ali Basa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Uji Kompetensi ini merupakan langkah penting dalam rangka meningkatkan efektivitas dan efisiensi birokrasi pemerintah daerah.

“Pelaksanaan Uji Kompetensi/ Job Fit hari ini merupakan salah satu rangkaian dari ikhtiar kami untuk memantapkan pelayanan publik. Pelaksanaan Job Fit ini seyogyanya tidak hanya dimaknai sebagai bentuk evaluasi terhadap kinerja saudara-saudara selaku pimpinan OPD, namun lebih dari itu, bahwa Job Fit merupakan upaya akselerasi terhadap jalannya pemerintahan di Muna Barat,” ujar Wakil Bupati Ali Basa.

Ali Basa juga menekankan bahwa ada tiga dasar hukum yang mendasari pelaksanaan kegiatan ini, yaitu Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, dan Permenpan RB Nomor 15 Tahun 2019 tentang Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi. Ia menegaskan bahwa uji kompetensi ini adalah salah satu langkah dalam mempercepat tercapainya tujuan pembangunan di Muna Barat.

“Tantangan pembangunan Muna Barat tidaklah mudah. Muna Barat saat ini mengalami kontraksi pembiayaan pembangunan yang sangat berat di tengah situasi transfer keuangan daerah dari pemerintah pusat yang terbatas serta minimnya pendapatan asli daerah (PAD). Di sisi lain, kebutuhan prioritas pembangunan sangat tinggi. Oleh karena itu, para pimpinan OPD yang memikul tanggung jawab nantinya perlu mengambil langkah kreatif dan terobosan guna menyelaraskan program nasional dengan program daerah, serta merumuskan program-program yang dapat menggenjot PAD dengan tetap mengedepankan prinsip keadilan dan kemampuan masyarakat,” jelas Wakil Bupati.

Wakil Bupati juga memberikan pesan kepada Tim Assesor yang melaksanakan kegiatan ini agar melaksanakan uji kompetensi dengan sebaik-baiknya, berdasarkan kaidah ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga hasilnya benar-benar mencerminkan kinerja, kemampuan, dan kesesuaian peserta dengan jabatan yang akan mereka tempati.

“Kepada para peserta Uji Kompetensi/ Job Fit, selamat mengikuti kegiatan ini hingga selesai. Semoga kegiatan ini dapat memberikan hasil yang terbaik dan Anda semua dapat terus bekerja sama untuk mengantarkan Muna Barat Tumbuh, Sehat, dan Keren menjadi daerah Liwu Mokesa seutuhnya,” tambah Wakil Bupati Ali Basa.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Serahkan Bantuan Sektor Pertanian Usai Upacara 17 Agustus 2025 di Lapangan Wamelai

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Setelah upacara pengibaran bendera dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Lapangan Wamelai, Kecamatan Lawa, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyerahkan sejumlah bantuan di sektor pertanian sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan peternak di daerah.

Bantuan yang diberikan berupa peralatan pertanian dan bibit ternak yang diharapkan dapat meningkatkan produksi dan kesejahteraan masyarakat Muna Barat, terutama di sektor pertanian dan peternakan. Bantuan tersebut meliputi:

  • 14 unit traktor roda 4

  • 12 unit traktor roda 2

  • Bibit sapi sebanyak 338 ekor

  • Ayam petelur sebanyak 20.000 ekor beserta pakannya selama 2 bulan

  • Ayam potong sebanyak 5.000 ekor beserta pakannya selama 2 bulan

  • Bibit padi label ungu sebanyak 39 ton

  • Bibit jagung Bisi-2 sebanyak 22,5 ton

“Pemberian bantuan ini adalah langkah konkret dalam meningkatkan sektor pertanian dan peternakan di Muna Barat. Kami berharap bantuan ini bisa memberikan manfaat langsung kepada petani dan peternak, memperkuat perekonomian daerah, dan mengurangi ketergantungan pada impor. Dengan bantuan peralatan dan bibit yang berkualitas, saya yakin kita bisa meningkatkan hasil pertanian dan peternakan di Kabupaten Muna Barat,” ujar Bupati La Ode Darwin.

Bupati juga menambahkan bahwa program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menciptakan ketahanan pangan yang lebih baik di wilayah Muna Barat, serta meningkatkan pendapatan masyarakat yang sebagian besar bergantung pada sektor pertanian.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Muna Barat, Nestor Jono, mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mendukung sektor pertanian dan peternakan yang diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas pertanian di daerah.

“Melalui bantuan traktor, bibit ternak, dan bibit tanaman, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan peternakan kita. Program ini juga bertujuan untuk memodernisasi pertanian dan mempermudah proses produksi bagi petani dan peternak di Muna Barat. Dengan hadirnya bantuan alsintan berupa traktor roda 2 dan roda 4, kami berharap bisa menambah luas tanam, terutama pada lahan yang tidak produktif atau tidur. Penggunaan traktor ini akan mempercepat pengolahan lahan, sehingga petani dapat memanfaatkan waktu lebih efektif dan meningkatkan produksi tanaman” ungkap Nestor Jono.

“Dengan adanya traktor dan bibit yang berkualitas, petani kita dapat bekerja lebih efisien dan hasilnya lebih optimal. Kami juga berharap bantuan bibit sapi, ayam petelur, dan ayam potong ini dapat memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” tutup Nestor Jono.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Penilaian Lomba Kebersihan Lingkungan Muna Barat:  Evaluasi Mendalam untuk Wujudkan Lingkungan Bersih menuju Muna Barat Liwu Mokesa

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Penilaian Lomba Kebersihan Lingkungan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Kabupaten Muna Barat telah dimulai sejak tanggal 12 Agustus 2025. Kegiatan ini melibatkan TP-PKK Muna Barat, Dharma Wanita Persatuan Muna Barat, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Drs. Edi, sebagai koordinator tim juri.

Penilaian lomba kebersihan ini bertujuan untuk menilai sejauh mana instansi pemerintah serta masyarakat Muna Barat telah berperan aktif dalam menjaga kebersihan dan lingkungan sekitar. Tim juri terdiri dari berbagai elemen penting, dengan TP-PKK Muna Barat dan Dharma Wanita Persatuan yang menjadi pengawas utama dalam menilai setiap kategori lomba.

Drs. Edi, selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup, dalam kapasitasnya sebagai Koordinator Tim Juri, menjelaskan lima kriteria penilaian yang menjadi dasar penilaian lomba kebersihan ini. “Ada lima kriteria utama yang akan dinilai dalam lomba kebersihan ini, yaitu:

  1. Kebersihan Lingkungan, yang meliputi kebersihan jalan, trotoar, area publik, ketersediaan dan kebersihan tempat sampah, serta pengelolaan sampah yang efektif.

  2. Kerapian dan Estetika, yang mencakup penataan lingkungan yang rapi dan indah, kreativitas dalam dekorasi dan penataan, serta keindahan taman dan tanaman.

  3. Partisipasi Staf Kantor, yang mencakup tingkat partisipasi staf dalam menjaga kebersihan, adanya program atau kegiatan komunitas kebersihan, serta edukasi kepada staf dan masyarakat tentang pentingnya kebersihan.

  4. Inovasi dan Kreativitas, yang meliputi penggunaan teknologi/metode inovatif dalam menjaga kebersihan serta solusi kreatif untuk masalah kebersihan.

  5. Dokumentasi dan Laporan, yang meliputi dokumentasi semua kegiatan kebersihan serta laporan kegiatan dan hasil kebersihan.”

“Melalui penilaian ini, kami ingin memastikan bahwa kebersihan bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga kegiatan yang berkelanjutan. Kami ingin menjadikan kebersihan sebagai bagian dari budaya hidup masyarakat Muna Barat, dan mewujudkan Liwu Mokesa — daerah yang bersih adalah daerah yang keren,” tambah Drs. Edi.

Rhika Purwaningsih Darwin, Ketua TP-PKK Muna Barat, memberikan pernyataan terkait penilaian lomba kebersihan ini, “Kami sangat mendukung upaya ini, dan kami berharap lomba kebersihan ini bisa menjadi pemicu untuk terus menjaga kebersihan di rumah, kantor, dan lingkungan sekitar. Kebersihan adalah cerminan karakter dan budaya suatu daerah. Oleh karena itu, TP-PKK Muna Barat juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan sebagai kewajiban bersama.”

Sementara itu, Wa Ode Muliati Husein Tali, Ketua Dharma Wanita Persatuan Muna Barat, menyampaikan hal senada, “Kami sangat mendukung dan berterima kasih atas upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam menjaga kebersihan dan menanamkan kesadaran ini kepada masyarakat. Di Dharma Wanita Persatuan, kami juga terus memberikan edukasi kepada anggotanya tentang pentingnya kebersihan dan peran serta dalam menjaga lingkungan. Semoga, kegiatan ini tidak hanya berhenti pada lomba, tapi menjadi bagian dari rutinitas harian yang memberi dampak positif pada masyarakat.”

Dengan adanya lomba kebersihan ini, diharapkan dapat mendorong masyarakat dan instansi terkait untuk bekerja lebih keras dalam menjaga kebersihan lingkungan. Melalui penilaian ini, semua pihak diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya sebagai acara lomba, tetapi sebagai kewajiban bersama yang akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

Kebersihan yang terjaga dengan baik dapat menciptakan lingkungan yang nyaman, sehat, dan aman bagi semua orang, serta membentuk budaya masyarakat yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat  

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat yang bertempat di Desa Nihi, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat. Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Muna Barat, Ali Basa, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muna Barat, seluruh jajaran OPD, Forkopimda, serta elemen masyarakat yang mendukung pembangunan tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muna Barat, La Ode Mahajaya, mengungkapkan bahwa pembangunan laboratorium ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan total anggaran sebesar Rp13.131.626.250. Pembangunan ini direncanakan selesai pada Desember 2025, dan diharapkan dapat mulai digunakan pada tahun 2026.

“Laboratorium ini nantinya akan menjadi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang berperan penting dalam upaya-upaya pencegahan penyakit. Selama ini, masyarakat Muna Barat harus pergi ke Kendari untuk memeriksakan kesehatan mereka ke laboratorium. Dengan hadirnya laboratorium ini, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan pemeriksaan kesehatan,” kata La Ode Mahajaya

Lebih lanjut, La Ode Mahajaya menambahkan bahwa saat ini proses pengadaan peralatan laboratorium masih dalam tahap pengadaan oleh pihak pusat. Begitu pembangunan gedung selesai, peralatan akan segera dipasang dan siap digunakan.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, juga dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan laboratorium kesehatan masyarakat ini adalah jawaban atas kebutuhan nyata masyarakat sekaligus langkah maju dalam meningkatkan kualitas kesehatan di daerah.

“Hadirnya laboratorium kesehatan ini bukan hanya untuk sarana pemeriksaan kesehatan masyarakat, baik untuk penyakit menular maupun tidak menular, tetapi juga untuk pemeriksaan kesehatan lingkungan, kualitas air, dan tempat pengembangan sumber daya manusia (SDM). Laboratorium ini akan menjadi tempat bagi tenaga medis, tenaga laboratorium, dan mahasiswa untuk meningkatkan kapasitas mereka melalui penelitian dan pelatihan,” ungkap Bupati.

Lebih jauh, Bupati Muna Barat menyatakan bahwa laboratorium ini juga akan berperan sebagai sumber data kesehatan yang penting serta garda terdepan dalam deteksi dini dan pengendalian penyakit.

“Saya mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, DPRD, tenaga kesehatan, akademisi, tokoh masyarakat, hingga masyarakat luas untuk bersama-sama mendukung dan mengawal pembangunan laboratorium ini. Kita jaga kebersamaan, kita perkuat kolaborasi, agar pembangunan ini berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan tepat manfaat,” tambah Bupati.

Bupati juga menegaskan keyakinannya bahwa dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, pembangunan laboratorium ini akan selesai dengan baik dan segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan kualitas kesehatan mereka.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Dinas Komunikasi dan Informatika Muna Barat Komitmen Tingkatkan Kebersihan Lingkungan Jelang Lomba Kebersihan HUT Kemerdekaan RI ke-80

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Jajaran staf di lingkup Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Muna Barat terus menunjukkan komitmen dan partisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama menjelang penilaian Lomba Kebersihan Lingkungan yang digelar dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Kegiatan ini juga mencerminkan keseriusan Dinas Kominfo dalam meningkatkan kualitas lingkungan kerja yang bersih, nyaman, dan sehat bagi seluruh staf dan pengunjung yang berurusan dengan kantor kami.

Sejak awal tahun 2025, kebersihan lingkungan telah menjadi prioritas utama Dinas Kominfo, apalagi setelah Instruksi Bupati Muna Barat yang tertuang dalam Surat Nomor 100.3.4.2/3/2025 tentang pelaksanaan pembersihan lingkungan dan kantor pada Maret lalu. Instruksi tersebut menggarisbawahi pentingnya peran setiap instansi pemerintah dalam menjaga kebersihan sebagai bagian dari pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.

Sebagai tindak lanjut dari instruksi tersebut, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian, Al Rahman, mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 08 Tahun 2025 tentang pembagian piket tugas pembersihan lingkungan kantor setiap hari kerja serta pemberlakuan Jumat Bersih untuk seluruh staf. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong seluruh staf untuk lebih peduli terhadap kebersihan kantor dan lingkungan sekitar.

“Kebersihan adalah bagian dari tanggung jawab bersama. Menjaga kebersihan lingkungan kerja tidak hanya bertujuan untuk menciptakan suasana yang nyaman, tetapi juga untuk menumbuhkan semangat kerja yang lebih baik. Dengan instruksi Bupati dan keputusan yang kami terbitkan, diharapkan seluruh staf di Dinas Kominfo dapat menjaga kebersihan secara rutin dan menjadikannya sebagai bagian dari budaya kerja sehari-hari,” ujar Al Rahman, Kepala Dinas Kominfo-SP.

Beliau juga menambahkan, “Dalam mengelola sampah, kami selalu memisahkan sampah organik dan anorganik dengan cermat. Sampah organik kami olah menjadi kompos yang bermanfaat, sementara sampah anorganik kami buang ke tempat pembuangan sampah yang disediakan oleh Dinas Lingkungan Hidup. Kami juga memberikan edukasi tidak hanya di lingkungan staf kantor, tetapi juga kepada masyarakat luas mengenai pentingnya kebersihan dan cara mengolah sampah organik menjadi kompos. Selain itu, kami mengajarkan bagaimana memanfaatkan kotoran sapi yang berserakan di lingkungan sekitar tempat tinggal untuk dijadikan kompos, sehingga mengurangi sampah dan mendukung keberlanjutan lingkungan.”

“Namun, perlu digarisbawahi bahwa kebersihan ini bukan hanya untuk lomba. Sejak awal, Dinas Kominfo telah berkomitmen untuk menjaga kebersihan sebagai bagian dari budaya kerja yang berkelanjutan. Lomba ini hanya menjadi pemacu semangat kami untuk terus menjaga kebersihan dan memperindah lingkungan kerja yang sudah menjadi bagian dari rutinitas kami sehari-hari,” tambah Al Rahman.

Selain itu sejumlah kegiatan telah dilakukan untuk mendukung tercapainya lingkungan yang bersih dan rapi. Di antaranya adalah pembersihan area kantor, penataan taman dan ruang terbuka hijau, pengecekan tempat sampah, serta penyuluhan kepada staf mengenai pentingnya menjaga kebersihan. Semua staf di Dinas Kominfo juga berperan aktif dalam menjaga kebersihan ruang kerja masing-masing, dengan adanya sistem piket harian yang telah ditetapkan.

Hayril Samandi, Sekretaris Dinas Kominfo, menambahkan, “Sebagai sekretaris, saya melihat ini sebagai langkah yang sangat positif. Kebersihan kantor bukan hanya soal fisik, tetapi juga menciptakan iklim kerja yang sehat dan produktif. Dengan adanya kebijakan ini, saya berharap seluruh staf dapat menjadikannya sebagai kebiasaan yang tak terpisahkan dari kegiatan sehari-hari. Ini juga sejalan dengan misi kami untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, mulai dari menjaga lingkungan kerja yang bersih hingga memperbaiki kualitas layanan publik.”

Kegiatan kebersihan ini telah melibatkan seluruh jajaran staf Dinas Kominfo, yang bekerja sama dalam menjaga lingkungan kantor. Dari pembersihan ruang kerja hingga penataan taman, seluruh staf telah menunjukkan partisipasi aktif dalam menciptakan kantor yang lebih bersih dan lebih nyaman.

Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Dinas Kominfo untuk berkontribusi dalam lomba kebersihan lingkungan yang dilaksanakan dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-80. Dengan semangat kebersihan yang semakin tumbuh di kalangan staf, diharapkan Dinas Kominfo dapat meraih hasil terbaik dalam lomba kebersihan ini, sekaligus menjadi contoh bagi instansi lainnya di Kabupaten Muna Barat.

Kebersihan yang terjaga dengan baik tidak hanya mendukung kenyamanan kerja tetapi juga memperkuat citra Dinas Kominfo sebagai instansi yang peduli terhadap lingkungan dan kesehatan. Semoga semangat ini terus berlanjut dan memberi inspirasi bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing.

“Ini adalah bagian dari upaya kita mewujudkan Liwu Mokesa — Muna Barat sebagai daerah yang bersih,  daerah yang keren. Kebersihan adalah simbol kemajuan dan keberadaban sebuah daerah. Mari bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk masa depan yang lebih cerah.” — Al Rahman, Kepala Dinas Kominfo-SP Muna Barat.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Hadiri Rakor Pencegahan Korupsi Terintegrasi Bersama KPK di Kendari

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menghadiri Rapat Koordinasi Program Pencegahan Korupsi Terintegrasi Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia di Aula Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara, Kamis (31/7/2025).

Rapat ini dihadiri oleh seluruh kepala daerah se-Sulawesi Tenggara, didampingi Sekretaris Daerah, Inspektur Daerah, Kepala BPKAD, Kepala Bappeda, dan admin Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) masing-masing kabupaten/kota. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen nasional dalam mendorong praktik pemerintahan yang bersih dan transparan di seluruh daerah.

Rakor dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, yang menekankan bahwa korupsi merupakan penghianatan terhadap amanat rakyat, penghancur masa depan generasi, serta hambatan utama pembangunan baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Kita semua menyadari bahwa korupsi merampas hak-hak dasar masyarakat sehingga merusak tata kelola pemerintahan. Pencegahan korupsi lebih utama. Kita harus bisa membangun pemerintahan yang bersih dari korupsi dan memperkuat transparansi, akuntabilitas, serta integritas institusi birokrasi,” tegas Gubernur.

Dalam sambutannya, Gubernur memaparkan empat langkah konkret yang telah dan akan dilakukan Pemprov Sultra, yaitu:

  1. Penguatan sistem pengawasan internal melalui peran aktif Inspektorat serta penerapan sistem pelaporan penyimpangan;

  2. Digitalisasi pelayanan publik, termasuk pengelolaan keuangan daerah dan pengadaan barang/jasa untuk memastikan transparansi;

  3. Peningkatan transparansi pengelolaan aset strategis seperti pertambangan, kehutanan, dan perikanan;

  4. Pembinaan berkala kepada ASN dan kepala daerah terkait etika pemerintahan dan penguatan integritas.

Pemateri utama sekaligus pemimpin sesi diskusi dalam rakor ini adalah Plt. Deputi Koordinasi dan Supervisi KPK, Agung Yudha Wibowo. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa integritas bukan hanya dimulai dari regulasi, tetapi dari komitmen para pemimpin daerah untuk tidak sekadar patuh aturan, melainkan memberi keteladanan.

Setelah sesi pemaparan dan diskusi, acara dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh kepala daerah dan DPRD, yang diwakili oleh Wakil Ketua DPRD Sultra, La Ode Amin. Komitmen ini berisi delapan poin utama:

  1. Menolak gratifikasi, suap, pemerasan, dan seluruh bentuk tindak pidana korupsi;

  2. Mendukung proses penegakan hukum terhadap dugaan tindak pidana korupsi;

  3. Melaksanakan upaya pencegahan korupsi dengan berpedoman pada MCSP;

  4. Menyusun dan melaksanakan APBD tepat waktu sesuai regulasi;

  5. Melibatkan masukan masyarakat dalam perencanaan APBD secara transparan;

  6. Mengutamakan skala prioritas dalam APBD berdasarkan RPJMD dan kemampuan anggaran;

  7. Tidak melakukan intervensi terhadap proses pengadaan barang dan jasa serta hibah dan bansos;

  8. Memperkuat fungsi pengawasan oleh DPRD dan APIP.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, dalam pernyataannya menyambut baik kegiatan ini sebagai wujud kolaborasi pusat dan daerah untuk membangun pemerintahan yang bersih. Ia menegaskan bahwa komitmen Muna Barat sejalan dengan visi misi daerah, yaitu memantapkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang bersih, akuntabel, profesional, dengan tetap mengedepankan prinsip good governance dan clean government.

“Kami percaya bahwa tata kelola yang baik akan melahirkan pelayanan publik yang berkualitas. Oleh karena itu, kami terus mendorong digitalisasi layanan, penguatan sistem pengawasan internal, dan pembinaan integritas bagi seluruh jajaran ASN kami. Pencegahan korupsi bukan sekadar kewajiban, tapi komitmen moral bagi seluruh penyelenggara negara,” tegas Bupati.

Rakor ini diakhiri dengan foto bersama dan harapan besar bahwa Sulawesi Tenggara, termasuk Muna Barat, mampu menjadi contoh dalam penerapan prinsip pemerintahan bersih yang berbasis data, transparansi, dan integritas.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Pemda Muna Barat dan BPJS Ketenagakerjaan Sultra Gelar Rakor Monev Pelaksanaan Inpres No. 2 Tahun 2021 dan UC Jamsostek

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat bersama BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Tenggara menggelar Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2021 serta Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UC Jamsostek) di wilayah Kabupaten Muna Barat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Hotel Horison Kendari pada Rabu (30/7/2025) dan dihadiri langsung oleh Bupati Muna Barat, Sekretaris Daerah, sejumlah kepala OPD terkait, serta jajaran BPJS Ketenagakerjaan.

Rapat ini menjadi forum penting dalam mengkaji progres implementasi Inpres No. 2 Tahun 2021 tentang optimalisasi pelaksanaan program jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja rentan di daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menegaskan komitmen Pemda dalam melanjutkan pembayaran iuran bagi tenaga kerja non-ASN yang sebelumnya telah dimulai. Namun demikian, ia menyampaikan bahwa saat ini Pemda masih melakukan proses perhitungan anggaran dan validasi data calon peserta, dengan mempertimbangkan kondisi riil kemampuan keuangan daerah.

“Tidak semua langsung bisa dicover tahun ini, namun kita targetkan di tahun 2026 akan kita anggarkan untuk 10.000 jiwa pekerja rentan,” ujar Bupati.

Bupati juga menekankan bahwa perlindungan ketenagakerjaan melalui BPJS Ketenagakerjaan sangat penting dan memiliki asas manfaat besar, terutama bagi masyarakat pekerja informal dan kelompok rentan di Muna Barat.

“Kita menyadari bahwa jaminan sosial tenaga kerja adalah kebutuhan dasar yang harus kita dorong bersama. Perlindungan ini adalah wujud kehadiran negara bagi masyarakat kecil. Namun tetap, langkah kita harus seiring dengan kemampuan anggaran daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Transnaker Kabupaten Muna Barat, La Ode Sagala, menjelaskan bahwa program UC Jamsostek di Muna Barat telah berjalan sejak November 2022 dan telah menunjukkan dampak langsung bagi para peserta.

“Sejak berjalan pada November 2024 hingga saat ini, sudah ada 120 peserta yang mengajukan klaim dengan total nilai klaim mencapai Rp4.960.000.000. Karena Perjanjian Kerja Sama (PKS) berakhir Desember 2024, maka di tahun 2025 ini akan dibuat Perjanjian Kerja Sama (PKST) yang baru,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pada tahun 2025 sebanyak 390 peserta tenaga non-ASN di Muna Barat telah menerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp600.000 per bulan selama dua bulan. Program ini merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap tenaga kerja non-formal yang terdampak secara ekonomi namun belum memiliki perlindungan penuh.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa rencana pada tahun 2026 adalah melanjutkan program dengan cakupan awal sebanyak 10.000 jiwa yang datanya telah diperbarui dan divalidasi.

Pihak BPJS Ketenagakerjaan Sultra turut mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Muna Barat yang terus menunjukkan langkah progresif dalam mendukung implementasi Universal Coverage Jamsostek. BPJS menyatakan kesiapan untuk terus bersinergi dalam penyusunan skema, validasi data, dan pemetaan kelompok penerima manfaat secara lebih tepat sasaran.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Ketua dan Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Muna Barat Resmi Dikukuhkan

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Ketua dan pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Muna Barat resmi dikukuhkan dalam sebuah upacara yang berlangsung pada Senin, 28 Juli 2025, di Aula Kantor Bupati Muna Barat. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua DWP Provinsi Sulawesi Tenggara, Ny. Dra. Hj. Waode Munanah Asrun Lio, yang juga merupakan istri Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Turut hadir dalam acara tersebut jajaran pengurus DWP Provinsi Sulawesi Tenggara, para pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemda Muna Barat, serta seluruh pengurus DWP Kabupaten Muna Barat yang dikukuhkan berdasarkan Surat Keputusan Ketua DWP Provinsi Sulawesi Tenggara Nomor 47 Tahun 2025.

Dalam sambutannya, Ny. Dra. Hj. Waode Munanah Asrun Lio menekankan peran strategis DWP dalam mendukung kinerja suami di pemerintahan serta dalam mendidik generasi penerus bangsa.

“Dharma Wanita Persatuan adalah organisasi istri pegawai negeri sipil yang memiliki peran penting, tidak hanya dalam mendampingi dan mendukung tugas suami di kantor, tetapi juga dalam mencetak generasi emas 2045. Program utama kami saat ini adalah ‘Cerdas Literasi untuk Ibu dan Anak’, karena kecerdasan anak sangat ditentukan oleh kecerdasan sang ibu. Ibu adalah madrasah pertama bagi anak, bahkan sejak dalam kandungan pendidikan itu sudah dimulai,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya budaya membaca sebagai upaya membentuk karakter anak yang tangguh di era digital. “Kami membawa bantuan buku bacaan untuk dibagikan, agar budaya membaca bisa terus tumbuh di lingkungan sekitar kita. Anak-anak harus dibiasakan membaca, agar tidak terus bergantung pada gawai,” imbuhnya.

Dalam sambutannya, Sekda Husein Tali menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada pengurus DWP yang baru dikukuhkan. Ia menilai DWP merupakan mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam penguatan peran keluarga dan pendidikan anak usia dini.

“Pemerintah Kabupaten Muna Barat memberikan apresiasi atas peran aktif Dharma Wanita Persatuan. Pengukuhan ini menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi organisasi dalam pemberdayaan perempuan, pendidikan karakter, dan penguatan peran keluarga. Kami juga berharap lomba cipta alat permainan edukatif hari ini dapat mendorong kreativitas guru PAUD dalam membentuk suasana belajar yang menyenangkan dan efektif,” ujarnya.

Usai acara pengukuhan, Sekretaris Daerah Kabupaten Muna Barat, Drs. LM Husein Tali, M.Si, secara resmi membuka kegiatan Lomba Cipta Kreativitas Alat Permainan Edukatif (APE) yang diikuti oleh para guru PAUD se-Kabupaten Muna Barat.

Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi nyata antara pemerintah dan organisasi masyarakat perempuan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul, cerdas, dan berdaya saing menuju Muna Barat yang berkarakter dan sejahtera.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bunda PAUD dan Bunda Literasi Muna Barat Resmi Dikukuhkan Bersama Seluruh Bunda PAUD se-Sulawesi Tenggara

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Istri Bupati Muna Barat, Rhika Purwaningsih Darwin, S.H., resmi dikukuhkan sebagai Bunda PAUD sekaligus Bunda Literasi Kabupaten Muna Barat dalam rangkaian acara Pengukuhan Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tenggara, yang berlangsung pada Jumat, 25 Juli 2025 di Aula Merah Putih Rujab Gubernur Sulawesi Tenggara.

Acara ini dihadiri oleh seluruh kepala daerah se-Sulawesi Tenggara beserta istri masing-masing yang menjabat sebagai Bunda PAUD dan Bunda Literasi di wilayahnya. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bunda PAUD dan Bunda Literasi Sulawesi Tenggara, Arinta Nila Hapsari Andi Sumangerukka, istri Gubernur Sulawesi Tenggara, serta turut disaksikan oleh Gubernur Sultra Andi Sumangerukka.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, dalam arahannya menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah dalam mendampingi eksistensi PAUD dan penguatan literasi. Saat ini tercatat terdapat 2.285 PAUD di seluruh Sultra yang harus terus difasilitasi dengan baik.

“Kalau anak-anak kita tidak ditangani dengan baik sejak dini, saya khawatir akan mendapatkan pendidikan yang keliru. Pendidikan adalah fondasi utama. Pemerintah harus hadir di semua lini agar Sultra menjadi daerah yang maju dan sejahtera,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Arinta Nila Hapsari menekankan bahwa Bunda PAUD adalah jabatan strategis yang melekat pada istri kepala daerah atau dapat disandang langsung oleh kepala daerah perempuan. Ia mengajak seluruh Bunda PAUD yang dikukuhkan untuk bersama-sama mengawal tumbuh kembang anak menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Mari kita bergerak bersama dalam tugas mulia ini. Saya berharap masing-masing Bunda PAUD dapat menyampaikan laporan perkembangan secara berjenjang. Kita ingin anak-anak Sultra tumbuh dengan layanan PAUD yang optimal dan budaya literasi yang kuat,” ujarnya.

Rhika Purwaningsih Darwin, S.H., menyatakan kesiapan dan komitmennya untuk mengemban dua amanah sekaligus: Bunda PAUD dan Bunda Literasi. Ia menegaskan bahwa kedua peran ini saling terkait dan harus dilaksanakan secara sinergis.

“Pengukuhan ini bukan sekadar formalitas, tapi tanggung jawab besar dalam membangun generasi emas Muna Barat. Saya mengajak semua elemen pengelola PAUD, guru, kader, dan orang tua untuk bersama-sama menciptakan layanan pendidikan anak usia dini yang menyeluruh dan budaya literasi yang hidup,” ungkapnya.

Sebagai Bunda Literasi, Rhika juga bertekad memperkuat gerakan membaca di tengah masyarakat Muna Barat dan mendorong keterlibatan keluarga dalam pendidikan anak.

Dengan pengukuhan ini, Pemerintah Kabupaten Muna Barat menegaskan langkah serius dalam menciptakan ekosistem pendidikan usia dini yang berkualitas dan masyarakat yang gemar membaca—menuju Muna Barat yang unggul, sejahtera, dan berdaya saing.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Kiprah Darwin-Ali Basa Warnai Muna Barat Dalam 100 Hari

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pada usia Satu Dasawarsa, Muna Barat dianugerahi pemimpin visioner dengan kecepatan gerak yang patut diacungi jempol. Darwin-Ali Basa merupakan pemimpin kedelapan pasca otorita ini mekar dari induknya di tahun 2014. Dua sosok yang hadir memberi warna baru di Bumi Laworo periode 2025-2030.

Darwin-Ali Basa menapak Muna Barat dengan visi dan misi strategis. Visi: Tumbuh, Sehat, dan Keren bukanlah rangkaian kalimat tanpa makna. Setiap kata merupakan akronim yang menggambarkan sebuah harapan untuk Muna Barat yang lebih baik. Tumbuh dijabarkan menjadi (Tulus, Bersama, Unggul, Harmonis), Sehat (Sejahtera, Tangguh), Dan (Damai, Aman), serta Keren (Kompetitif, Toleran, Elok, Nyaman).

Rangkaian visi ini dijabarkan dalam 4 misi strategis:
1. Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berbasis pada sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan pariwisata.
2. Mewujudkan SDM Unggul Cerdas, Sehat, Beriman dan Berbudaya.
3. Memantapkan penataan infrastuktur kota, perdesaan dan pulau-pulau kecil dengan memperhatikan daya dukung lingkungan dan tata ruang.
4. Memantapkan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik yang bersih, akuntabel, professional dengan tetap mengedepankan prinsip good governence and clean government.

Usai melafadz sumpah jabatan dihadapan Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 20 Februari 2023, Darwin-Ali Basa melangkah cepat mengeksekusi apa yang menjadi Visi dan Misi pemerintahannya.

Tidak mudah untuk melangkah ditengah himpitan efisiensi berbagai sektor, Terlebih dengan kondisi Muna Barat yang masih memilki banyak keterbatasan. Namun, hambatan-hambatan tersebut tak menjadi penghalang untuk memformulasikan kebijakan-kebijakan terbaik demi kemajuan Kabupaten Muna Barat.

Belum satu bulan memegang tampuk pemerintahan, Laode Darwin melakukan manuver dalam bidang perhubungan. Sosok yang akrab disapa DW menyambangi kantor pusat ASDP Ferry di Jakarta dan bertemu stakeholder terkait pembukaan trayek baru Tondasi-Torobulu. Sebuah loncatan menjelang arus mudik Idul Fitri 2025. Efeknya, Masyarakat Muna Barat dapat menikmati KMP Rubiah dari Torobulu ke Tondasi maupun sebaliknya sejak 28 Maret 2025.

Tidak hanya jalur laut, jalur udara yang sempat mengalami mati suri mampu dihidupkan kembali. Bandar Udara Sugimanuru yang semula sepi, tampak bergeliat pasca terbang kembalinya Wings Air ATR 72-600 pertanggal 21 Maret 2025.
Pada hari yang sama, La Ode Darwin melaunching Program 100 Hari Kerja Bidang Kesehatan di Puskesmas Tiworo Tengah. Fokus utama yang menjadi perhatian adalah program Dokter Keliling, Pelayanan UGD 24 Jam, serta penempatan dua tenaga kesehatan di setiap Pustu dan Polindes.

Dengan adanya program dokter keliling, dapat dipastikan tidak akan ada lagi keluhan masyarakat terkait tidak adanya pelayanan kesehatan di wilayah terpencil. Program ini akan diawali dengan pendataan lapangan oleh bidan dan perawat tentang status kesehatan masyarakat. Data inilah yang kemudian menjadi pijakan pemerintah daerah dalam menetapkan kebijakan kesehatan yang tepat sasaran.

Langkah awal ini tidak berhenti sebagai agenda teknis semata. Darwin–Ali Basa melangkah lebih jauh dengan memperkuat gerakan kesehatan dalam skala lebih luas. Tak hanya soal fasilitas dan tenaga, sektor kesehatan juga ditangani sebagai gerakan budaya hidup sehat. Maka diluncurkanlah program “Mubar Sehat” sebuah integrasi dari:
• Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS),
• Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan
• Pelayanan Dokter Keliling.
Semua ini dirancang demi menjangkau hingga ke pelosok desa dan pulau, memastikan tak ada satu pun warga yang tertinggal dalam akses terhadap hak dasar: sehat dan hidup layak.

Bupati La Ode Darwin dan Wakil Bupati Ali Basa juga berkomitmen dalam menciptakan lingkungan bersih. Komitmen ini secara tegas tertuang dalam surat edaran resmi Nomor 100.3.4.2/3/2025. Seluruh ASN dan non ASN Bersama masyarakat dikerahkan demi terwujudnya Bumi Laworo yang tertata dan lebih bersih.

Di sektor ketahanan pangan, Dinas Pertanian terus dimaksimalkan perannya pada dua sektor strategis: pertanian dan peternakan. Tak tanggung-tanggung, di tengah efisiensi anggaran pada berbagai bidang, Dinas Pertanian Muna Barat memperoleh kucuran dana sebesar 23 miliar rupiah untuk mendukung program swasembada pangan daerah.
Bupati Muna Barat pun turun langsung ke lapangan, melakukan sosialisasi dan komunikasi bersama para petani di sentra pangan utama seperti Lakanaha dan Lawada, guna memastikan bahwa kebijakan yang dirancang memang menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Dorongan besar ini kemudian difokuskan melalui program unggulan. Salah satunya adalah Program “Petani Keren”, yang resmi diluncurkan dengan tajuk besar: penanaman jagung kuning seluas 1.500 hektare. Program ini menjadi tonggak awal transformasi pertanian yang tak lagi sekadar bercocok tanam, tetapi menuju sistem pertanian produktif dan berkelanjutan. Kini, petani bukan hanya menjadi penopang ekonomi, tetapi didorong menjadi pusat peradaban ekonomi baru di Muna Barat.

Dan bukan hanya di lahan kering semangat yang sama menyala di area persawahan. Penanaman serentak seluas 866 hektare di sawah digerakkan bersama masyarakat, disertai dengan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan). Sebuah bukti bahwa negara hadir, menyokong petani dari hulu hingga hilir.

Keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan tidak hanya terhenti di bidang pertanian.
Sektor peternakan juga mendapat perhatian yang sama kuatnya. Berbagai bantuan disalurkan, mulai dari bibit sapi, ayam potong, hingga ayam petelur, ditujukan kepada kelompok-kelompok peternak di berbagai wilayah.
Tak hanya itu, sarana produksi peternakan berupa pakan ternak juga turut diberikan agar kesinambungan usaha ternak masyarakat terjaga.Upaya ini adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk menjadikan peternakan sebagai sumber pendapatan keluarga, sekaligus penyangga utama dalam membangun ekonomi desa berbasis komoditas lokal.

Tidak hanya daratan yang diperhatikan, lautan pun mendapat ruang dalam arah kebijakan Darwin–Ali Basa. Sebagai daerah kepulauan yang kaya akan sumber daya laut, Muna Barat menyimpan potensi besar di sektor kelautan dan perikanan.Untuk itu, Bupati Muna Barat secara resmi meluncurkan program “Nelayan Keren, Tangguh dan Berdaya”, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat pesisir dalam mengelola laut secara bijak dan produktif.

Selain bergerak pada tataran regional, Laode Darwin juga aktif menjalin komunikasi skala nasional dengan sejumlah kementerian strategis. Sebut saja Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Kementerian UMKM, serta Kementerian PUPR. Berbagai rencana pembangunan dijabarkan secara konkret dan mendapatkan tanggapan positif dari pemerintah pusat.

Komunikasi ini tidak berhenti pada meja pertemuan, tetapi langsung ditindaklanjuti dalam bentuk nyata.
Hal ini terbukti dari kunjungan langsung Menteri PUPR ke Muna Barat, yang meninjau langsung lokasi usulan Inpres Jalan Daerah serta lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Sebuah langkah percepatan untuk memastikan bahwa usulan tidak hanya tercatat, tetapi juga dilihat, dipahami, dan diwujudkan secara langsung.

Kepemimpinan Darwin–Ali Basa juga menguatkan peran kelembagaan sosial. Dalam suasana penuh kebersamaan, pengurus Tim Penggerak PKK dan Ikatan Mubaligh Muna Barat resmi dilantik. PKK langsung tancap gas: berkolaborasi mendukung program strategis Bupati dan Wakil Bupati, mulai dari gerakan hidup sehat, literasi keluarga, hingga pendidikan karakter.

Tak hanya itu, PKK dan Ikatan Guru Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Muna Barat. MoU juga diteken bersama Ikatan Mubaligh, memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan tokoh agama melalui program spiritual unggulan:
“Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah.”

Di tengah geliat pembangunan fisik dan ekonomi, Darwin–Ali Basa tak melupakan pondasi masa depan yakni kualitas sumber daya manusia. Sadar bahwa pendidikan adalah tangga mobilitas sosial paling efektif, Darwin-Ali Basa meluncurkan program visioner “Satu Rumah Satu Sarjana” — sebuah langkah nyata untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi setiap keluarga.

Sebagai bentuk komitmen terhadap program ini, pemerintah daerah menjalin kemitraan strategis dengan Institut Teknologi, Bisnis, dan Kesehatan Muhammadiyah Muna Barat. Kerja sama ini diwujudkan melalui pemberian beasiswa kepada mahasiswa lokal, serta dukungan hibah tanah dan bangunan kampus sebagai ruang tumbuhnya generasi unggul di tanah sendiri. Pendidikan bukan hanya tentang kelas dan kurikulum, tetapi tentang keadilan kesempatan, martabat keluarga, dan harapan yang tumbuh di pelosok desa.

Dengan hadirnya kampus ini, anak-anak Muna Barat tak lagi harus pergi jauh untuk mengejar gelar dan ilmu. Mereka bisa belajar, tumbuh, dan mengabdi di tanah kelahirannya  mewujudkan cita-cita besar yang kini tak lagi terasa jauh.

Terbaru, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin menjalin komunikasi strategis dengan Manager PLN UP2K Sulawesi Tenggara, Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerataan pembangunan, serta upaya nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap infrastruktur dasar seperti listrik.

Sebanyak 11 desa yang tersebar di tiga kecamatan ditetapkan sebagai prioritas pembangunan jaringan listrik.
Kesebelas desa tersebut yakni: Desa Pasidangan, Gala, Maginti, dan Kangkunawe. Desa Santiri, Mandike, Tasipi, Bero, Tiga, dan Santigi. dan Desa Katela.

Melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, PT PLN akan mulai melakukan pembangunan jaringan listrik secara bertahap dari tahun 2025 hingga 2027.
Pada tahun pertama, 2025, akan dibangun terlebih dahulu di 4 desa prioritas, yaitu: Desa Katela, Desa Mandike, Desa Pasidangan, dan Desa Tiga. Tahap ini dipilih berdasarkan kriteria aksesibilitas teknis, kesiapan lahan, serta kebutuhan mendesak masyarakat terhadap penerangan dan daya listrik.

Program ini menjadi harapan baru bagi warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan penerangan,
dan menjadi bagian dari tekad Darwin–Ali Basa untuk tidak membiarkan satu pun wilayah tertinggal dalam akses cahaya dan kemajuan.

Dari cahaya yang kini mulai menerangi desa-desa, mengalirlah semangat baru yang menembus batas ruang dan waktu menyatu dalam satu tekad kolektif membangun Muna Barat dari hati, dengan cinta, dan bersama rakyat.

Inilah wujud kepemimpinan yang bukan hanya membangun jalan dan jembatan, tetapi juga merajut harmoni, membangun harapan, dan memperkuat akhlak.

Seratus hari kepemimpinan Darwin–Ali Basa bukan hanya tentang angka dan program.
Ini adalah narasi awal tentang kebangkitan Muna Barat dari kepulauan hingga daratan, dari anak sekolah hingga petani, dari tokoh adat hingga tokoh agama — semuanya disatukan dalam irama perubahan.

Muna Barat tak sekadar tumbuh Muna Barat bergerak dengan tulus, sehat dalam jiwa dan raganya,
serta tampil keren dalam karya dan budayanya. Karena ini bukan sekadar pemerintahan.
Ini adalah gerakan bersama. Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk kejayaan Bumi Laworo tercinta.
Menuju cita besar:
Menjadikan Muna Barat sebagai Liwu Mokesa

Wa Ode Rahmatia, SP
Wa Ode Hasrana, A.Md