Bupati Muna Barat Serahkan Santunan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan kepada 10 Keluarga Pekerja Rentan

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat melalui BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan santunan jaminan kematian kepada 10 keluarga pekerja rentan usai pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-11 Kabupaten Muna Barat di Lapangan Sepakbola Desa Mekar Jaya, Rabu (23/7/2025).

Penyerahan santunan dilakukan langsung oleh Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, disaksikan oleh jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, serta tamu undangan yang hadir pada upacara tersebut. Bantuan ini merupakan bagian dari program jaminan sosial ketenagakerjaan yang diinisiasi untuk memberikan perlindungan kepada pekerja rentan di wilayah Muna Barat.

Dalam sambutannya, Bupati La Ode Darwin menyampaikan bahwa program ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Pemerintah daerah senantiasa hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam masa-masa duka seperti ini. Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga almarhum. Semoga santunan ini dapat meringankan beban keluarga dan menjadi bentuk kepedulian bersama untuk membangun rasa aman bagi para pekerja rentan,” ujar Bupati.

Bupati juga mengapresiasi sinergi yang terbangun antara Pemkab Muna Barat dan BPJS Ketenagakerjaan yang telah menyalurkan manfaat jaminan sosial secara cepat dan tepat sasaran. Ia berharap lebih banyak pekerja rentan di Muna Barat dapat dilindungi melalui program ini.

Salah satu penerima santunan, istri dari almarhum La Faani, menyampaikan rasa syukur dan haru atas perhatian yang diberikan pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bupati dan semua pihak yang telah membantu. Bantuan ini sangat berarti untuk kami yang ditinggalkan,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Kepala Dinas Transnaker Kabupaten Muna Barat, La Ode Sagala, yang turut mendampingi penyerahan santunan, menjelaskan bahwa santunan yang disalurkan ini merupakan bagian dari Program Kerja Pemerintah Daerah untuk mendorong perlindungan pekerja rentan secara menyeluruh.

“Selama ini kami terus mendorong agar pekerja informal, petani, nelayan, dan pekerja mandiri bisa terlindungi lewat skema BPJS Ketenagakerjaan. Santunan ini menunjukkan manfaat nyata dari perlindungan sosial bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujar La Ode Sagala.

Penyerahan santunan ini menjadi pengingat pentingnya kehadiran negara dan pemerintah daerah dalam menjamin kesejahteraan dan rasa aman bagi setiap warga, serta menjadi bagian dari upaya membangun Muna Barat yang lebih inklusif, adil, dan sejahtera.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Kabupaten Muna Barat Gelar Upacara HUT ke-11: Momentum Refleksi dan Optimisme Pembangunan Daerah

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-11 yang dipusatkan di Lapangan Sepakbola Desa Mekar Jaya. Upacara berlangsung khidmat dan menjadi ajang refleksi capaian pembangunan serta momentum meneguhkan komitmen bersama menuju Muna Barat yang lebih sejahtera, berdaya saing, dan berkarakter.

Hadir dalam upacara tersebut Asisten I Setda Provinsi Sulawesi Tenggara selaku perwakilan Gubernur, para Bupati se-Sultra, pimpinan dan anggota DPRD Muna Barat, sejumlah tokoh pemekaran, unsur Forkopimda Muna dan Muna Barat, jajaran OPD lingkup Pemkab Muna Barat, Ketua TP-PKK Muna Barat, perwakilan perbankan (BRI dan BPD), tokoh adat, tokoh agama, serta organisasi kemasyarakatan.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perjalanan sebelas tahun Kabupaten Muna Barat penuh dengan tantangan. Namun berkat kolaborasi semua pihak, kini Muna Barat telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam berbagai sektor.

“Sebagai daerah baru, tentu banyak tantangan yang kita hadapi. Tapi berkat kerja keras, kesabaran, dan kolaborasi, kita berhasil membuktikan bahwa pemekaran ini berdampak positif bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Bupati.

Ia memaparkan berbagai capaian pembangunan berdasarkan indikator makro, sebagai berikut:

  1. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Muna Barat pada akhir 2024 mencapai 68,37, meningkat signifikan dibanding 61,92 saat awal pemekaran (2014). Ditargetkan pada 2025, IPM meningkat menjadi 69,00.

  2. Laju Pertumbuhan Ekonomi tahun 2024 sebesar 3,07%, sedikit menurun dari tahun 2023 (5,46%) akibat faktor internal dan eksternal. Namun PDRB per kapita meningkat dari Rp37,93 juta (2023) menjadi Rp38,93 juta (2024).

  3. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) tahun 2024 mencapai 73,83%, mencerminkan terbukanya lapangan kerja dan berkembangnya UMKM, pertanian, perikanan, dan peternakan.

  4. Persentase Penduduk Miskin menurun dari 14,03% (2023) menjadi 13,38% (2024), menunjukkan efektivitas kebijakan penanggulangan kemiskinan daerah.

  5. Gini Rasio berhasil ditekan dari 0,318 menjadi 0,308, mencerminkan peningkatan pemerataan distribusi pendapatan.

Selain capaian tersebut, Pemkab Muna Barat juga meraih sejumlah penghargaan tingkat provinsi di tahun 2025:

  • Peringkat 1 Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah se-Sultra

  • Predikat WTP dari BPK RI

  • Peringkat 1 Tindak Lanjut Rekomendasi BPK

  • Peringkat 3 Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) se-Sultra

Untuk mendukung RKPD 2025, beberapa strategi prioritas diarahkan pada:

  • Penataan layanan dasar di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan ketertiban umum

  • MoU dengan PT ASDP untuk membuka rute ferry Tondasi–Torobulu guna meningkatkan konektivitas dan pemerataan wilayah

  • Peningkatan produksi padi, jagung, dan penguatan ketahanan pangan

  • Pengembangan perikanan tangkap dan industri olahan unggulan daerah

  • Promosi tenun dan kriya melalui ajang nasional

  • Pembangunan jalan daerah melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD)

  • Pembangunan Sekolah Rakyat dan akses pendidikan merata

  • Pembangunan Rumah Sakit melalui program PHTC dari Presiden RI

Bupati juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan harus diiringi dengan semangat kolektif dan kontribusi nyata dari seluruh pemangku kepentingan.

“Mari kita bangun kebersamaan dengan semangat kekeluargaan dan gotong royong dalam menghadapi tantangan ke depan. Keberhasilan pembangunan tidak lepas dari kontribusi aktif seluruh pemangku kepentingan,” tuturnya.

Sebagai penutup, Bupati La Ode Darwin mengajak masyarakat untuk terus bersinergi dalam mewujudkan visi besar Kabupaten Muna Barat: tumbuh, sehat, dan keren menuju Liwu Mokesa. Dengan tekad dan kolaborasi semua pihak, Muna Barat diyakini mampu menjawab tantangan masa depan dengan prestasi dan pelayanan yang semakin berkualitas.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Pemda Muna Barat Gelar Dzikir dan Doa Bersama di Mekar Jaya: Perkuat Spiritualitas dan Kolaborasi Pendidikan

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Dalam rangka menyambut HUT ke-11 Kabupaten Muna Barat, Pemerintah Daerah menggelar kegiatan Dzikir dan Doa Bersama di Lapangan Sepakbola Desa Mekar Jaya, Kecamatan Tiworo Tengah, pada Selasa malam (22/7/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan daerah, mulai dari Forkopimda, para kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, seluruh kepala desa, serta ribuan masyarakat dari berbagai kecamatan.

Acara dibuka dengan pembacaan shalawat dan lagu-lagu religi oleh Katthan Siraj, dilanjutkan dengan tasbih bersama yang dipimpin oleh Ustadz Hafidz As Saifi. Suasana syahdu penuh kekhusyukan menyelimuti lapangan yang menjadi pusat kegiatan masyarakat, dengan Bang Yadi Sembako bertindak sebagai pemandu acara yang membawa suasana menjadi lebih hangat dan akrab.

Dalam kesempatan tersebut, kegiatan dzikir juga dirangkaikan dengan pelaksanaan Program Spiritual Muna Barat, yaitu Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah, sebagai bagian dari ikhtiar membangun kehidupan masyarakat yang religius, berakhlak, dan berkarakter.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dzikir dan doa bersama ini adalah bentuk kesyukuran sekaligus ikhtiar spiritual dalam menata kehidupan daerah agar senantiasa diberi keberkahan.

“Acara ini bukan hanya seremoni keagamaan, tapi juga momentum kebangkitan spiritual masyarakat Muna Barat. Semoga dengan dzikir dan doa yang kita panjatkan bersama ini, seluruh ikhtiar pembangunan kita diridhoi Allah SWT. Spirit keimanan inilah yang harus menjadi fondasi dalam membangun daerah, termasuk birokrasi yang berintegritas dan masyarakat yang berdaya,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa nilai-nilai spiritual ini juga menjadi bagian dari visi besar Pemda dalam membentuk SDM yang unggul, cerdas, sehat, beriman dan berbudaya menuju Liwu Mokesa.

Pada acara ini juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemda Muna Barat dengan dua perguruan tinggi lokal, yaitu Institut Teknologi, Bisnis, dan Kesehatan Muhammadiyah (ITBKM) serta Universitas Karya Persada Muna (UKPM). MoU ini mencakup komitmen bersama dalam penguatan SDM melalui pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat.

Rektor ITBKM, Dr. Rasid, S.Pd., M.Pd., menyambut baik kolaborasi ini dan menyatakan kesiapan institusinya untuk mendukung arah pembangunan daerah.

“Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari langkah besar Pemda dalam mewujudkan masyarakat Muna Barat yang lebih berkualitas. Kerja sama ini menjadi awal dari program nyata, seperti beasiswa, pelatihan vokasional, dan program pengabdian masyarakat yang berdampak langsung,” ungkap Dr. Rasid.

Melalui dzikir, doa, dan komitmen pendidikan yang ditunjukkan malam itu, Pemkab Muna Barat ingin menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga membangun jiwa dan karakter masyarakatnya.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Pengajian Perdana Mubar, Kolaborasi Pemda Muna Barat dan Ikatan Mubaligh Dalam Mewujudkan Liwu Mokesa

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Bupati Muna Barat bersama Ketua Ikatan Mubaligh Muna Barat  menggelar pengajian perdana  di Rumah Jabatan Bupati Muna Barat pada Kamis malam, 17 Juli 2025. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua TP-PKK Muna Barat, Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muna Barat,  serta pengurus Ikatan Mubaligh Muna Barat. Pengajian perdana ini menjadi bagian dari upaya kolaborasi antara Pemda Muna Barat dan Ikatan Mubaligh Muna Barat untuk mendukung dan mensukseskan program-program Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah.

Ikatan Mubaligh Muna Barat, sebagai organisasi kemasyarakatan yang aktif dalam kegiatan dakwah dan pemberdayaan umat, telah bekerja sama dengan Pemda Muna Barat dalam mewujudkan SDM yang unggul, cerdas, sehat, beriman, dan berbudaya, sesuai dengan visi misi Pemda Muna Barat. Program-program seperti Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki kehidupan spiritual masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam mendukung pembangunan pemerintahan yang lebih baik dengan membangun karakter birokrat yang jujur, amanah, dan penuh dedikasi terhadap tugas-tugas negara.

Mubar Bertasbih merupakan program yang mengajak masyarakat untuk terus memperdalam ilmu agama dan berzikir secara rutin, sementara Mubar Mengaji bertujuan untuk memfasilitasi kegiatan pengajian yang dapat memperkuat pemahaman agama masyarakat. Sementara itu, Mubar Berjamaah bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan antar elemen masyarakat, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial yang tinggi dalam menjalankan tugas di masyarakat. Semua program ini sejalan dengan upaya Pemda Muna Barat untuk tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat pondasi karakter bangsa melalui pendekatan spiritual.

Ketua Ikatan Mubaligh Muna Barat, La Muhibi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengajian perdana ini adalah simbol awal dari kerja sama yang semakin erat antara Ikatan Mubaligh dan Pemda Muna Barat. “Kami sangat mendukung visi Bupati Muna Barat untuk menciptakan masyarakat yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki ketakwaan yang tinggi. Program-program seperti Mubar Bertasbih dan Mubar Mengaji adalah bagian penting dalam membangun karakter masyarakat Muna Barat,” ujar La Muhibi.

La Ode Muhibi juga menyerahkan hasil Rapat Kerja Ikatan Mubaligh Muna Barat, yang telah merumuskan langkah-langkah strategis untuk mendukung pelaksanaan program-program Pemda Muna Barat. “Kami berharap hasil rapat kerja ini dapat menjadi acuan dalam mendukung program Pemda. Semoga kerja sama yang terjalin dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama di Muna Barat,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Muna Barat La Ode Darwin mengungkapkan kebanggaannya atas terlaksananya pengajian perdana ini dan mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara Pemda Muna Barat dengan Ikatan Mubaligh. “Program Mubar Bertasbih, Mubar Mengaji, dan Mubar Berjamaah adalah penjabaran misi kami untuk menciptakan SDM yang unggul, cerdas, sehat, beriman, dan berbudaya. Kami sangat mendukung inisiatif ini karena kami percaya bahwa pembangunan yang sesungguhnya tidak hanya melibatkan aspek fisik, tetapi juga spiritual masyarakat,” ujar Bupati La Ode Darwin.

Bupati juga menekankan bahwa program-program ini bukan hanya untuk meningkatkan kualitas keimanan, tetapi juga untuk mendukung terciptanya pemerintahan yang lebih baik melalui pembangunan karakter birokrat yang lebih berkualitas dan berintegritas. “Mari kita gunakan kesempatan ini untuk meningkatkan keimanan kita dan memperkuat kebersamaan dalam membangun Muna Barat yang lebih baik. Dengan kolaborasi ini, kita akan menciptakan birokrasi yang amanah, penuh dedikasi, dan memiliki karakter yang kuat, sebagai bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan Liwu Mokesa,” tutupnya.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Gelar Pertemuan dengan Rektor ITBKM Bahas Kerja Sama dalam Pengembangan SDM Unggul

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menerima kunjungan Rektor Institut Teknologi Bisnis dan Kesehatan Muhammadiyah (ITBKM) Muna Barat di ruang kerjanya pada Jumat, 5 Juli 2025. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas potensi kerja sama antara Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat (Pemda Muna Barat) dan ITBKM, terutama dalam upaya mendukung pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di daerah.

Kerja sama yang dimaksud meliputi pemberian beasiswa kepada mahasiswa ITBKM,  hibah tanah dan bantuan pembangunan gedung untuk pengembangan kampus dan fasilitas pendidikan yang direncanakan akan dibangun diwilayah Lawa. Rencana kerja sama ini akan dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) yang akan ditandatangani pada  tanggal 22 Juli 2025 mendatang.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Muna Barat La Ode Darwin menyampaikan bahwa visi misi yang diusung oleh Pemda Muna Barat, yaitu mewujudkan SDM yang unggul, cerdas, sehat, beriman, dan berbudaya, sangat sejalan dengan tujuan ITBKM dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan potensi pemuda di Muna Barat. “Kami sangat mendukung segala upaya yang dilakukan ITBKM dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah ini.

Kerja sama ini juga mendorong suksesnya program 1 Rumah 1 Sarjana, yang bertujuan untuk memastikan setiap keluarga di Muna Barat memiliki setidaknya satu anggota yang meraih gelar sarjana. Program ini tidak hanya akan memberikan peluang pendidikan yang lebih baik bagi mahasiswa, tetapi juga mendukung pembangunan ekonomi dan sosial di Muna Barat. “Kami berharap, melalui kolaborasi ini, lebih banyak pemuda dari Muna Barat yang dapat menempuh pendidikan tinggi, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada kemajuan daerah kita,” ujar Bupati La Ode Darwin.

Bupati juga menegaskan pentingnya pendidikan tinggi dalam mencetak generasi yang siap bersaing di dunia global. “Kami berharap dengan adanya beasiswa dan dukungan lainnya, lebih banyak mahasiswa Muna Barat yang dapat menempuh pendidikan tinggi, dan kelak mereka dapat menjadi pemimpin dan penggerak pembangunan daerah ini,” lanjutnya.

Sementara itu, Rektor ITBKM Dr. Rasid, S.Pd., M.Pd. menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemda Muna Barat atas dukungan yang diberikan. “Kami sangat berterima kasih kepada Pemda Muna Barat, khususnya kepada Bapak Bupati La Ode Darwin, yang telah memberikan perhatian besar terhadap perkembangan pendidikan di Muna Barat. Beasiswa dan hibah yang akan diberikan ini sangat berarti bagi pengembangan kampus dan peningkatan kualitas pendidikan di ITBKM,” ungkap Dr. Rasid.

Rektor ITBKM juga menambahkan bahwa kerja sama ini akan semakin mempererat hubungan antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah dalam menciptakan SDM yang berkualitas dan siap untuk berkontribusi terhadap pembangunan daerah. “Kami berharap kerja sama ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Muna Barat dalam jangka panjang,” tutupnya.

MoU antara Pemda Muna Barat dan ITBKM yang akan ditandatangani pada  ini diharapkan dapat menjadi tonggak awal dari kemitraan yang lebih luas dan berkelanjutan dalam rangka mewujudkan pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Muna Barat.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Rakernas X PKK Tahun 2025 Rumuskan Arah Gerakan PKK Lima Tahun ke Depan, TP-PKK Muna Barat Apresiasi Penekanan Kolaborasi

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Rangkaian Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 yang berlangsung di Plenary Hall Convention Center Sempaja, Gelora Kadrie Oening, Samarinda, Kalimantan Timur, juga dirangkaikan dengan penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X PKK Tahun 2025. Kegiatan strategis ini menjadi forum tertinggi untuk menyelaraskan arah kebijakan dan program Gerakan PKK dengan dinamika pembangunan nasional.

Rakernas X dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Pelindung TP-PKK Pusat, Selvi Ananda Gibran, Ketua Umum TP-PKK, Tri Tito Karnavian, Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, serta Ketua dan Pengurus TP-PKK dari seluruh Indonesia, termasuk Ketua TP-PKK Kabupaten Muna Barat, Ny. Rhika Purwaningsih Darwin bersama jajaran.

Dalam sesi penutupan, Staf Ahli Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga TP-PKK Pusat, Yane Bima Arya, membacakan hasil rumusan akhir Rakernas yang telah disusun secara kolektif oleh TP-PKK Pusat dan perwakilan dari seluruh provinsi. Dokumen tersebut akan menjadi panduan pelaksanaan Gerakan PKK periode 2025–2029, yang disusun dengan mengacu pada kebutuhan aktual masyarakat serta selaras dengan arah pembangunan nasional.

TP-PKK menegaskan komitmennya dalam mendukung visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden RI, melalui penguatan program yang berfokus pada pemberdayaan keluarga dan pencapaian kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Gerakan PKK selama lima tahun ke depan akan berfokus pada pencapaian visi besar:
“Terwujudnya keluarga berdaya dan sejahtera untuk mendukung cita-cita Indonesia Emas 2045.”

Visi tersebut akan dijabarkan ke dalam misi strategis dan program unggulan yang bersifat lintas sektor dan menjangkau seluruh jenjang kelembagaan PKK, mulai dari pusat hingga desa. Sebagai pijakan pelaksanaan, Rakernas X menetapkan tiga dokumen utama:

  1. Rencana Induk Gerakan PKK Tahun 2025–2029

  2. Strategi Gerakan PKK

  3. Petunjuk Teknis Tata Kelola Kelembagaan PKK

Ketiga dokumen ini diusulkan untuk disahkan oleh Ketua Umum TP-PKK dan ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri selaku Ketua Pembina TP-PKK Pusat. Selain menjadi pedoman kelembagaan, dokumen ini juga akan dijadikan rujukan resmi dalam integrasi program PKK ke dalam perencanaan pembangunan daerah dan desa.

Rakernas X PKK 2025 juga menghasilkan sejumlah rekomendasi penguatan struktur organisasi, termasuk usulan revisi terhadap Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 36 Tahun 2020. Beberapa poin utama dalam usulan revisi tersebut mencakup:

  • Penyesuaian masa jabatan Ketua TP-PKK Desa agar selaras dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa

  • Penambahan unsur Wakil Ketua dan Sekretaris dalam struktur TP-PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota

  • Integrasi Kelompok Dasawisma ke dalam struktur kelembagaan resmi sebagai upaya memperkuat peran masyarakat di tingkat paling bawah

Rakernas juga menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam pelaksanaan program, baik dengan pemerintah pusat dan daerah, sektor swasta, lembaga pendidikan, media, hingga organisasi kemasyarakatan. Strategi tahunan akan terus dikembangkan untuk mendukung pencapaian visi dan misi jangka panjang.

Dalam tanggapannya, Ketua TP-PKK Kabupaten Muna Barat, Rhika Purwaningsih Darwin, menyampaikan bahwa semangat kolaborasi multipihak sebagaimana ditekankan dalam Rakernas X telah terlebih dahulu diinisiasi oleh pihaknya.

“Sebelum penekanan ini muncul di Rakernas, kami di TP-PKK Muna Barat sudah lebih dahulu membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak. Di antaranya dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan keluarga, serta dengan Ikatan Mubaligh Muna Barat untuk penguatan nilai spiritual dan ketahanan keluarga,” ungkap Rhika.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi tersebut menjadi pendekatan penting untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas dan menyentuh kebutuhan yang spesifik di tingkat lokal.

“Kami percaya bahwa kemajuan PKK tidak bisa berjalan sendiri. Melibatkan banyak pihak adalah kunci agar program-program kami tidak hanya hadir di atas kertas, tapi benar-benar memberi dampak positif di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Dengan ditetapkannya hasil Rakernas X ini, TP-PKK di semua tingkatan diharapkan dapat segera melakukan penyesuaian program, memperkuat sinergi lintas sektor, dan memastikan bahwa seluruh kegiatan PKK menjawab tantangan nyata dan mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

HKG PKK ke-53 Digelar Meriah di Kalimantan Timur, Ketua TP-PKK Muna Barat Hadiri Langsung

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 digelar meriah pada Selasa, 8 Juli 2025 di Plenary Hall Convention Center Sempaja,  Samarinda, Kalimantan Timur. Kegiatan nasional tahunan ini menjadi momen penting dalam menguatkan peran keluarga sebagai pilar utama pembangunan bangsa.

Acara secara resmi dibuka oleh Pelindung TP-PKK Pusat, Selvi Ananda Gibran, yang hadir didampingi oleh Ketua Umum TP-PKK Tri Tito Karnavian, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, serta Ketua dan Pengurus TP-PKK dari seluruh daerah di Indonesia, termasuk Ketua TP-PKK Kabupaten Muna Barat, Rhika Purwaningsih Darwin, bersama jajaran pengurusnya.

Kehadiran Selvi Ananda Gibran menjadi magnet utama dalam perhelatan ini. Dalam sambutannya, Selvi menegaskan bahwa HKG PKK bukan hanya ajang seremonial, namun wujud nyata dari kekuatan perempuan dalam membangun negeri.

“HKG bukan hanya seremonial, tapi bukti nyata kekuatan perempuan dalam membangun negeri,” ujar Selvi.
Ia juga menyoroti kiprah para kader PKK yang telah bekerja keras mendampingi masyarakat, mulai dari isu kesehatan, pemberdayaan ekonomi keluarga, hingga penurunan angka stunting yang berhasil ditekan hingga 19,8 persen pada tahun 2024.

Selvi juga memberikan apresiasi khusus kepada para kader yang datang dari berbagai pelosok tanah air, termasuk daerah-daerah terpencil.

“Mereka menempuh perjalanan darat dan laut berjam-jam, namun semangatnya tidak pernah surut. Kader PKK adalah pahlawan tanpa pamrih,” katanya dengan penuh penghargaan.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, menegaskan bahwa PKK adalah mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan nasional.

“PKK bukan sekadar organisasi kemasyarakatan, tetapi mitra penting pemerintah dalam mengatasi isu-isu utama masyarakat seperti stunting, kemiskinan, hingga transformasi digital,” ujar Ribka.
Ia menekankan perlunya penguatan program-program seperti literasi keluarga, edukasi kesehatan, keterampilan teknologi, serta inklusi sosial dan kesetaraan gender.

Ketua Umum TP-PKK, Tri Tito Karnavian, turut menyampaikan bahwa kader PKK harus menjadi garda terdepan dalam membina usaha rumah tangga. Menurutnya, pelaku usaha skala rumah tangga memiliki potensi besar yang perlu terus didampingi agar mampu naik kelas dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Kami terus mendorong TP-PKK di seluruh daerah untuk fokus pada pembinaan UMKM dan usaha rumah tangga. Ini adalah fondasi ekonomi keluarga sekaligus bangsa,” tegas Tri Tito.

Kegiatan HKG ke-53 ini juga diramaikan oleh pameran UMKM dari seluruh daerah, yang menampilkan beragam produk unggulan lokal. Stand dari berbagai provinsi menyajikan makanan khas, kerajinan tangan, produk herbal, dan busana etnik yang menggambarkan kekayaan budaya nusantara.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP-PKK Kabupaten Muna Barat, Ny. Rhika Purwaningsih Darwin, menyatakan dukungannya terhadap gerakan pemberdayaan ekonomi keluarga yang diusung dalam peringatan HKG ini.

“Kami di Muna Barat terus berupaya agar para pelaku usaha perempuan, khususnya yang berasal dari rumah tangga, mendapat pendampingan dan akses pemasaran yang lebih luas. Semangat dari HKG ke-53 ini akan kami bawa pulang untuk memperkuat gerakan di daerah,” ujar Rhika.

Acara puncak ditandai dengan pemotongan tumpeng, penyerahan penghargaan Adhi Bakti Utama kepada kader berprestasi, serta suguhan budaya berupa tari kolosal khas Kalimantan Timur dan fashion show wastra daerah bertema “Kerlap Puja Semesta” yang memukau para tamu undangan.

Penulis  : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Kunjungi RSUD  Bahas Isu Layanan dan Perkuat Komitmen Pelayanan Kesehatan

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Usai memimpin apel gabungan lingkup Pemerintah Kabupaten Muna Barat pada Senin pagi 30 Juni 2025, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, langsung melakukan kunjungan lapangan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat. Kunjungan ini dilaksanakan sebagai respons cepat atas insiden yang sempat viral beberapa hari terakhir terkait pelayanan RSUD dan bertujuan menyerap langsung masukan dari tenaga kesehatan serta mencari solusi terbaik terhadap permasalahan yang ada.

Pertemuan yang berlangsung di salah satu ruang terbuka di lingkungan RSUD tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Muna Barat, Alibasa,  Sekretaris Daerah LM Husein Tali, Kepala Dinas Kesehatan La Ode Mahajaya, Direktur RSUD Dr. Syahril Fitrah, Inspektur Daerah Agustamin Sudjono, serta jajaran dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya dan beberapa pejabat terkait.

Direktur RSUD Muna Barat, Dr. Syahril Fitrah dalam laporannya menyampaikan bahwa insiden yang terjadi telah ditindaklanjuti dengan investigasi internal oleh Inspektorat Kabupaten Muna Barat. Ia menegaskan tidak ada niat sedikit pun dari pihak tenaga kesehatan untuk menelantarkan pasien. “Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami terus berupaya memperbaiki pelayanan. Kejadian ini menjadi pelajaran besar bagi kami agar tidak terulang lagi,” ujarnya.

Ia juga memaparkan sejumlah kendala yang dihadapi RSUD saat ini, seperti minimnya personel keamanan dan keterbatasan infrastruktur. Namun demikian, proses pembangunan gedung RSUD baru tetap berjalan. “Insya Allah pada Agustus mendatang proses lelang dimulai. Tim dari Kementerian Kesehatan sudah meninjau lahan untuk menentukan apakah akan menggunakan fondasi biasa atau tiang pancang. Pembangunan dilakukan secara multiyears selama dua tahun,” jelas Dr. Syahril.

Dalam sambutannya, Bupati La Ode Darwin mengawali dengan menjelaskan bahwa ia memperoleh informasi langsung dari keluarga pasien dan turut melihat video kejadian yang beredar luas. “Selama empat bulan terakhir, nama Muna Barat banyak mendapat perhatian positif bahkan sampai ke tingkat nasional. Tapi hanya dengan satu kejadian, semuanya bisa terganggu. sumsi publik kemudian terbentuk seolah-olah RSUD kita lebih berorientasi pada aspek administratif  daripada kebutuhan pelayanan masyarakat. Saya sebagai Bupati sangat terpukul,” ungkapnya dengan nada tegas namun reflektif.

Bupati menegaskan bahwa dirinya tidak menyalahkan tenaga kesehatan, namun ia prihatin atas dampak psikologis yang dialami nakes akibat insiden kekerasan yang terjadi. Ia menekankan perlunya komunikasi dan kepekaan dalam kondisi darurat. “Saya mengakui terjadi miskomunikasi, baik soal informasi ke keluarga pasien maupun kondisi di lapangan. Maka ke depan, jika pasien mendesak ingin dirujuk sementara sistem belum menyetujui, rumah sakit bisa membuat surat pernyataan dari keluarga bahwa mereka paham dan tidak akan menuntut. Format ini harus segera disiapkan,” jelasnya.

Terkait perlindungan terhadap tenaga medis, Bupati menyampaikan bahwa tindakan kekerasan tidak bisa ditoleransi. Untuk itu, pihaknya akan menempatkan personel Satpol PP di RSUD sebagai upaya antisipasi. “Kita tidak ingin pelayanan publik terkesan otoriter, tapi kekerasan terhadap petugas adalah hal serius. Kita harus punya langkah taktis,” imbuhnya.

Wakil Bupati Muna Barat, Alibasa, dalam sambutannya mengajak seluruh elemen RSUD agar menjadikan peristiwa ini sebagai evaluasi bersama. Ia mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan menyangkut nyawa dan emosi masyarakat, sehingga kepekaan dan kecepatan respons menjadi sangat penting. “Kita semua harus introspeksi. Yang kurang kita perbaiki, yang sudah baik kita tingkatkan. Tetap semangat dan jaga kekompakan,” tuturnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi terbuka. Tiga perwakilan tenaga kesehatan menyampaikan keluhannya, yakni Taslim (perawat poli) yang mengeluhkan kurangnya pemahaman masyarakat soal prosedur BPJS, seorang perawat rujukan yang selama ini biaya operasionalnya ditanggung keluarga pasien, dan Dr. Juan, dokter spesialis bedah yang menyampaikan bahwa ia bersama rekan-rekannya tetap melayani pasien meski di luar jam piket demi keselamatan bahkan apa yang mereka berikan bersama tim seluruh RSUD sudah overload untuk Rumah Sakit Tipe D.

Menanggapi hal tersebut, Bupati menginstruksikan beberapa langkah strategis. Pertama, akan diupayakan kehadiran petugas BPJS yang standby di RSUD guna memberikan informasi dan layanan kepada pasien. Kedua, akan disusun mekanisme pemberian SPPD khusus bagi perawat yang menangani rujukan, terpisah dari pejabat. Ketiga, Bupati mengapresiasi tinggi dedikasi para dokter spesialis yang tetap melayani pasien di luar jam kerja. “Apa yang dilakukan dokter di sini, saya tahu, bahkan mungkin tidak dilakukan di tempat lain. Saya sangat menghargai itu. Maka kejadian kemarin sangat tidak wajar, mengingat pengabdian yang selama ini diberikan,” ujarnya.

Pertemuan ditutup oleh Direktur RSUD Muna Barat yang menyampaikan bahwa insiden beberapa hari lalu tidak menyurutkan kepercayaan publik. “Buktinya pada tanggal 25 kemarin, RSUD tetap melayani rujukan dari Kabupaten Muna dan Buton Tengah. Kami bahkan melakukan operasi hingga pukul tiga dini hari. Kami akan terus berbenah dan menjaga amanah pelayanan kepada masyarakat,” tutup Dr. Syahril.

Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Pemkab Muna Barat Gelar Apel Gabungan, Bupati Bahas Tantangan dan Harapan Daerah dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

 KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat menggelar apel gabungan yang dipimpin langsung oleh Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, didampingi oleh Wakil Bupati, Drs. Alibasa, M.Si., pada Senin pagi 30 Juni 2025 di halaman kantor bupati. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menyampaikan sejumlah arahan strategis sekaligus memperkuat sinergi antarpimpinan daerah dan aparatur sipil negara menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Muna Barat yang ke-11. Apel gabungan diikuti oleh OPD beserta jajaran serta Kades dan perangkat Desa.

Dalam amanatnya, Bupati menyampaikan bahwa kebersamaan dirinya bersama Wakil Bupati dalam berbagai momen apel menunjukkan kekompakan dan keharmonisan unsur pimpinan di Muna Barat. Ia menyebut bahwa kekompakan pimpinan menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat dan menyatukan arah kebijakan. “Kami ingin menunjukkan bahwa tidak ada sekat antara pimpinan. Kami solid, dan kami ingin birokrasi juga bekerja dalam satu semangat yang sama,” ujarnya.

Terkait HUT Muna Barat yang jatuh pada 23 Juli mendatang, Bupati mengungkapkan bahwa peringatan tahun ini akan dipusatkan di salah satu desa, antara Desa Mekar Jaya atau Sukadamai, yang penentuannya masih menunggu finalisasi. Menurutnya, usia ke-11 merupakan fase pertumbuhan yang penting bagi kabupaten muda seperti Muna Barat. “Kita ingin Muna Barat di usia sebelas tahun ini tumbuh sehat, bukan tumbuh stunting. Semoga memasuki usia dua belas, daerah kita makin maju dan berkembang,” ungkapnya.

Untuk memeriahkan perayaan HUT, akan digelar sejumlah kegiatan seperti lomba kebersihan antar-desa dan antar-OPD, serta lomba jalan santai. Menariknya, hadiah untuk lomba kebersihan kantor berasal langsung dari dana pribadi Bupati. “Ini bentuk dukungan saya pribadi untuk mendorong semangat bersih dan tertib sebagai bagian dari budaya kerja kita,” tambahnya.

Bupati juga menanggapi situasi yang sempat menjadi perhatian publik beberapa hari lalu, terkait insiden pelayanan kesehatan yang viral secara nasional. Ia menegaskan pentingnya keseimbangan antara prosedur administrasi dan kepekaan dalam menghadapi kondisi darurat pasien. “Saya tidak menyalahkan rumah sakit, juga tidak menyalahkan keluarga pasien. Tapi saya tersinggung dengan tindakan kekerasan. Jika ada kasus serupa, kita harus lebih peka. Buatkan rujukan darurat apabila ada keluarga pasien yang terburu-buru meminta rujukan disertai surat pernyataan tidak menuntut apabila nantinya ditolak oleh Rumah Sakit tujuan.  Ia menegaskan bahwa kebijakan ini berlaku bagi seluruh layanan publik, tidak hanya di rumah sakit.

Di bidang pembangunan, Bupati menjelaskan bahwa pinjaman daerah yang awalnya direncanakan sebesar Rp180 miliar, kemudian turun menjadi Rp150 miliar dan terakhir hanya disetujui Rp50 miliar, akhirnya diputuskan untuk ditunda karena ketidakmampuan daerah dalam melakukan cicilan tahun depan. “Situasi fiskal belum memungkinkan. Maka, pembangunan kantor bupati dan beberapa OPD harus ditunda sambil kita perbaiki kondisi keuangan daerah,” jelasnya.

Ia juga menanggapi pertanyaan publik mengenai intensitas kunjungannya ke Jakarta dalam beberapa waktu terakhir. Bupati menyatakan bahwa kunjungan tersebut adalah bagian dari upaya serius untuk memperjuangkan stabilitas fiskal Muna Barat melalui jalur pemerintah pusat. “Saya ke Jakarta bukan untuk jalan-jalan. Saya sedang memperjuangkan keuangan daerah agar kita tidak perlu memotong TPP. Mohon doa dan dukungan agar ikhtiar ini membuahkan hasil terbaik,” katanya.

Menutup amanatnya, Bupati meminta kepada seluruh pemerintah desa untuk mulai mengidentifikasi lahan tidur di wilayah masing-masing agar ke depan dapat diolah secara produktif demi mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Lahan-lahan yang tidak terpakai harus mulai kita manfaatkan. Jangan biarkan aset kita tidur. Ini tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Muna Barat Raih Penghargaan dari BPK RI sebagai Daerah dengan Penyelesaian Tindak Lanjut Tertinggi di Sulawesi Tenggara

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat provinsi. Dalam acara resmi yang diselenggarakan di Aula Kantor Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Sulawesi Tenggara pada Kamis, 26 Juni 2025, Muna Barat menerima penghargaan sebagai daerah dengan capaian tertinggi dalam tindak lanjut atas rekomendasi hasil pemeriksaan BPK dan penyelesaian kerugian daerah Semester I Tahun 2025.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Sulawesi Tenggara, Dadek Nandemar, kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Muna Barat, Drs. LM Husein Tali, M.Si., yang mewakili Bupati Muna Barat. Berdasarkan data resmi BPK, Muna Barat mencatat persentase tindak lanjut rekomendasi sebesar 91,47%, tertinggi di antara seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dalam sambutannya, Kepala BPK RI Perwakilan Sultra menyampaikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Muna Barat dalam menindaklanjuti hasil pemeriksaan secara cepat, tepat, dan akuntabel. “Muna Barat telah menunjukkan kesungguhan luar biasa dalam menindaklanjuti setiap rekomendasi pemeriksaan kami. Ini menunjukkan integritas tata kelola keuangan daerah yang patut menjadi contoh bagi daerah lain,” ujar Dadek.

Sekretaris Daerah Muna Barat, LM. Husein Tali, dalam keterangannya usai menerima penghargaan, menyampaikan bahwa prestasi ini adalah hasil kerja kolektif seluruh jajaran pemerintah daerah, khususnya Inspektorat, OPD teknis, serta dukungan penuh Bupati Muna Barat. “Alhamdulillah, ini adalah buah dari konsistensi kami dalam memperkuat sistem pengawasan internal, membangun budaya kerja yang responsif terhadap hasil audit, dan menjunjung prinsip transparansi dan akuntabilitas,” ucap Sekda Husein Tali.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa Pemkab Muna Barat akan terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas tindak lanjut tersebut, demi menjaga kepercayaan publik dan menjamin keberlangsungan tata kelola keuangan yang bersih dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Inspektur Kabupaten Muna Barat, Agustamin Sudjono, yang turut hadir dalam acara tersebut, menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi Inspektorat untuk terus melakukan pembinaan dan pengawasan secara intensif terhadap seluruh perangkat daerah. “Kami bekerja tidak hanya sebagai pengawas, tapi juga sebagai mitra pembina yang membantu perangkat daerah menutup celah kelemahan sistem, mempercepat penyelesaian rekomendasi, dan menyelesaikan temuan kerugian daerah sesuai mekanisme,” ujar Agustamin.

Ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Muna Barat. “Saya secara pribadi, sebagai Ketua Tim PTL-TGR, mengucapkan terima kasih kepada seluruh OPD yang telah bersinergi dan membantu kami dalam menyelesaikan setiap rekomendasi yang ada. Sinergi ini menjadi kunci keberhasilan kita bersama dalam membangun sistem pemerintahan yang akuntabel,” pungkasnya.

Capaian 91,47% merupakan hasil dari sistem monitoring tindak lanjut  yang diterapkan secara berkala serta komunikasi aktif antara Inspektorat dan OPD, termasuk evaluasi rutin yang dilakukan setiap triwulan.

Acara ini dihadiri oleh para kepala daerah, sekretaris daerah, dan inspektur dari seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. Keberhasilan Muna Barat menjadi sorotan positif dan dijadikan sebagai salah satu best practice dalam forum diskusi teknis tindak lanjut pemeriksaan BPK.

Dengan capaian ini, Muna Barat menegaskan komitmennya sebagai daerah yang terus bertransformasi menuju pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan profesional, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan penguatan pengawasan internal di seluruh level pemerintahan daerah.

Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)