Lomba Seni dan Budaya Warnai Rangkaian HUT Muna Barat ke-9

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Euforia peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Muna Barat yang ke-9 masih terus berlanjut. Setelah sukses menggelar Lomba Balap Perahu Nelayan di awal bulan Agustus, kini pemerintah daerah menggelar Lomba Seni dan Budaya. Jenis lomba yang dipertandingkan terdiri dari Salawat, Mars dan Himne Muna Barat, Tari Kreasi, Tari Modero, Rambi Wuna, dan Gambus.

Lomba Seni dan Budaya dijadwalkan berlangsung selama delapan hari sejak  tanggal 08 sampai 15 Agustus 2023. Lomba ini juga dalam rangka menyambut HUT Republik Indonesia ke-78. Peserta lomba berasal seluruh OPD, kecamatan dan desa se-Muna Barat.

Acara pembukaan diselenggarakan di Lapangan Wamelai, Kecamatan Lawa pada Senin (07/08/2023). Pj Bupati Muna Barat, Dr. Bahri, S.STP, M.Si hadir memberikan sambutan sekaligus membuka rangkaian kegiatan Lomba Seni dan Budaya.

Dalam sambutannya, Dr. Bahri menyampaikan bahwa lomba ini sebagai partisipasi dalam konteks peringatan HUT Muna Barat ke-9 dan HUT RI ke-78. Rangkaian acara yang diselenggarakan ini menjadi bagian menterjemahkan visi misi ataupun tujuan pemekaran. Dimana visi besar yang diemban adalah agar Laworoku menjadi Wite Barakati.

“Setiap tanggal 23 Juli ada rangkaian acara yang kita selenggarakan. Ini menjadi bagian dari kita menterjemahkan visi misi ataupun tujuan pemekara. Juga sebagai wujud penghargaan terhadap tokoh-tokoh pemekaran kita.” ujarnya

Lebih lanjut Dr. Bahri memaparkan akronim dari Barakati yakni berakhlak, beragama, beradat, kekeluargaan, dan inovatif. Semua itu tercermin dalam agenda kegiatan yang dilaksanakan. Beragama ditunjukkan dengan pelaksanaan Muna Barat bershalawat yang dirangkaikan dengan Tabligh Akbar. Beradat tampak pada upaya melestarikan adat istiadat yang telah dibangun oleh para leluhur.

“Visi misi kita yang terdepan adalah menciptakan Muna Barat beragama. Kita menghormati adat istiadat yang dibangun leluhur. Kita pertahankan. Seperti Tari Modero ini, kewajiban kita untuk mencari apa filosofinya. Adat istiadat ini harus terus ada di masyarakat kita sebagai bukti bahwa kita memiliki kearifan lokal yang tidak ada di daerah lain.” lanjutnya

Sosok nomor satu di Muna Barat ini juga menghimbau agar juri dalam setiap perlombaan bersikap adil dan berintegritas. Sebab lomba ini juga menjadi ajang untuk mencetak kader-kader terbaik yang akan jadi referensi ketika dibutuhkan untuk tampil dalam acara-acara besar di Muna Barat.

Sumber : Tim liputan Diskominfo
Penulis : Staf Kominfo (Wd. Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik (Wd.Rahmatia, SP)
Penanggung Jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd., M.Si)

 

Sambut HUT RI ke-78, Kecamatan Barangka Gelar Aneka Perlombaan

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Jelang Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-78, Kecamatan Barangka menggelar aneka perlombaan. Lomba akan diikuti oleh desa dan kelurahan yang berada dalam wilayah administrasi Kecamatan Barangka. Desa/Kelurahan yang berada di wilayah administrasi kecamatan Barangka yaitu Barangka, Sawerigadi, Bungkolo, Lapolea, Walelei, Waulai, Lafinde dan Wuna

Terdapat 5 cabang lomba yang akan dipertandingkan yakni Sepak Bola, Bola Gotong, Tarik Tambang,  Gerak Jalan, dan Bulu Tangkisi khusus untuk siswa SD. Sepak Bola akan diikuti oleh 14 klub dimana Desa Lapolea dan Sawerigadi akan menurunkan 2 tim untuk berlaga. Tarik Tambang diikuti oleh 8 tim. Sedangkan  Bola Gotong 12 tim.

Pembukaan kegiatan berlangsung pada Minggu (06/08/2023) di Lapangan Lapolea Kecamatan Barangka. Ketua Panitia HUT Muna Barat melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang selalu ditunggu oleh masyarakat tetapi 3 tahun ini tidak terlaksana karena wabah Covid-19. Biaya kegiatan bersumber dari swadaya ASN Kecamatan Barangka, pemerintah desa, dan para pecinta olahraga. Namun, biaya tersebut masih belum mencukupi sehingga membutuhkan bantuan dari pihak pemerintah.

Hadir dalam kegiatan tersebut, PJ Bupati Muna Barat bersama Sekretaris Daerah. Dalam sambutannya, PJ Bupati Muna Barat mengungkapkan bahwa partisipasi penuh dalam memeriahkan HUT merupakan wujud syukur atas kemerdekaan. Hal ini juga sebagai upaya mengenang para pahlawan yang telah berjuang.

“Sebagai bangsa besar sudah jadi kewajiban kita untuk memeriahkan dan berpartisipasi penuh. Ini juga jadi wujud syukur kita atas kemerdekaan Republik Indonesia. Kalau mau besar kita harus mengenang para pahlawan yang telah berjuang. Tugas kita sebagai generasi pelanjut adalah bagaimana berpartisipasi. Salah satu partisipasinya adalah memeriahkan HUT.” paparnya

Pj Bupati juga memberikan apresiasi kepada pemerintah kecamatan dan seluruh pihak yang terlibat dalam agenda HUT ini. Ia juga meminta dukungan dari aparat keamanan untuk menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Selain itu masyarakat juga dihimbau untuk tertib, aman, dan terkendali. Terkait persoalan hadiah yang dikemukakan oleh panitia, Dr. Bahri secara pribadi menyumbang 10 juta rupiah untuk tambahan hadiah. 

 

Sumber : Tim liputan Diskominfo
Penulis : Staf Kominfo (Wd. Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik (Wd.Rahmatia, SP)
Penanggung Jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd., M.Si)

 

Semarak HUT Muna Barat ke-9, Pemda Gelar Kompetisi Balap Perahu Nelayan Berhadiah Puluhan Juta

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Masih dalam rangkaian semarak HUT Kabupaten Muna Barat ke-9, pemerintah daerah menggelar kompetisi Balap Perahu Nelayan. Kegiatan berlangsung di Desa Tondasi, Kecamatan Tiworo Utara pada Sabtu (05/08/2023).

Lomba ini terbagi atas tiga kategori yakni perahu bermesin 16 PK, 24 PK, dan 30 + PK. Pada kategori Balap Perahu 16 PK, peserta yang akan berlaga sejumlah 8 orang. Sedangkan pada kategori 24 PK, peserta berjumlah 48 orang yang terbagi dalam 10 grup. Selanjutnya, kategori perahu 30+ PK, diikuti oleh 36 peserta yang terbagi dalam 9 grup.

Untuk mengikuti lomba ini, peserta tidak dibebankan biaya pendaftaran alias gratis. Meski gratis tetapi pemerintah daerah telah menyediakan hadiah fantastis bagi para pemenang. Total hadiah yang diperebutkan senilai 45 juta rupiah.

Berdasarkan pantauan Tim Media Kominfo, mayoritas partisipan berasal dari wilayah Muna Barat kepulauan. Peserta berasal dari Pulau Maginti, Pulau Bangko, Pulau Santigi, Pulau Santiri, Pulau Tondasi, Pulau Tiga, Pulau Bero, dan Pulau Balu.

PJ Bupati Muna Barat, Dr. Bahri, S.STP, M.Si bersama jajarannya hadir menyaksikan jalannya pertandingan secara langsung. Masyarakat pun tampak berbondong-bondong memadati lokasi pertandingan baik di area pelelangan ikan sebagai titik start maupun di Pelabuhan Tondasi sebagai titik finish.

Dalam sambutannya, Pj Bupati Muna Barat menyampaikan bahwa lomba Balap Perahu Nelayan mencerminkan mata pencaharian utama masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan. Lomba ini diadakan agar penduduk pesisir dan kepulauan turut merasakan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah Muna Barat.

“Lomba hari ini kita buat untuk saudara-saudara kita di wilayah kepulauan yaitu Lomba Balap Perahu Nelayan. Lomba ini mencerminkan bahwa lomba yang kita buat merupakan bagian dari mata pencaharian kita. Mata pencarian di wilayah pesisir dan kepulauan utamanya adalah nelayan. Hari ini kita buat lomba. Kita harapkan dapat memeriahkan masyarakat kita di pesisir dan daerah-daerah kepulauan. Ini kita lakukan agar mereka turut serta merasakan bagaimana pembangunan yang telah kita lakukan.” ujarnya

Dr. Bahri juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan jalannya pertandingan. Alumni STPDN 07 ini juga mengungkapkan terimakasih atas kehadiran masyarakat yang datang menyaksikan Lomba Balap Perahu Nelayan.

Pada kategori 16 PK masuk dalam tahap semifinal sebanyak 6 kapal yakni Don, ID88, Dis Manja, Nurjani, Master, dan Biru Laut. Dari enam peserta tampil sebagai pemenang lomba pada posis pertama ditempati oleh perahu ID88 asal Desa Santiri, Master dari Pulau Gala, Nurjani dari Desa Santiri Santiri, dan Don dari Desa Santiri.

Sedangkan Kategori 24 PK, juara pertama diraih oleh Citer dari Pulau Bangko, juara kedua diraih oleh Jusnajaya dari Desa Santiri, juara 3 oleh Tiger dari Pasipadangan, dan juara ke empat adalah Amfibi dari Pulau Bangko.

Pada kelas 30 PK, juara 1 ditempati oleh Kris asal Desa Tasipi. Menempati urutan kedua, Yamaha dari Pulau Bangko. Sedangkan posisi ketiga ditempati oleh dua kapal yakni Cyber dari Tondasi dan Pasar Jaya dari Maginyi.

Hadiah yang berhak didapatakn oleh para pemenang pada kategori 16 PK dan 24 PK  yakni juara 1 mendapatkan 10 juta, juara 2 berhak atas uang 4,5 juta, juara 3 uang sebesar 2,5 juta, dan juara 4 mendapatkan 1,5 juta.

Sedangkan kategori 30 PK, hadiah yang diterima oleh juara 1 sebesar 10 juta. Juara kedua mendapat uang 5 juta, dan juara 3 bersama masing-masing 3,5 juta.

Tidak hanya hadiah berupa uang tunai, pemerintah juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta berupa 10 liter solar untuk setiap perahhu yang bertanding.

Sumber : Tim liputan Diskominfo
Penulis : Staf Kominfo (Wd. Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik (Wd.Rahmatia, SP)
Penanggung Jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd., M.Si)

Menatap Arah Bumi Laworoku Jelang Satu Dasawarsa

KOMINFO MUNA BARAT. GO. ID Laworoku merupakan akronim dari Lawa, Tiworo, Kusambi. Nama baru bagi ibukota kabupaten yang sebelumnya berjuluk Laworo. Laworoku menggambarkan keadilan pada tiga wilayah besar yang merajut sebuah daerah otonomi bernama Muna Barat. Satu diantara 17 kabupaten dalam wilayah administrasi Sulawesi Tenggara.

Nama ini merupakan buah pikir Dr. Bahri, S.STP, M.Si dimasa-masa awal mengemban amanah sebagai pemegang kemudi jalannya pemerintahan Kabupaten Muna Barat. Dr. Bahri merupakan kepala daerah kelima di Muna Barat pasca otorita ini mekar dari induknya di tahun 2014.

Alumni STPDN 07 ini juga menetapkan tanggal baru memperingati hari kelahiran Muna Barat yakni 23 Juli setiap tahunnya. Momen yang menjadi titik kulminasi dari perjalanan panjang lahirnya Muna Barat melalui pengesahan undang-undang nomor 14 tahun 2014 tentang pembentukan daerah otonomi baru yang disahkan pada 23 Juli 2014.

Hari ini tepat 9 tahun Muna Barat dideklarasikan atau 1 tahun jelang satu dasawarsa. Estafet kepemimpinan terus dipergilirkan. Diawali oleh Drs. Laode Muhammad Rajiun Tumada. Kemudian digantikan oleh, Dr. Rony Yakub Laute. Kembali dipimpin oleh Drs. Laode Muhammad Rajiun Tumada ketika menang dalam pemilihan bupati definitif pertama kalinya.

Dalam perjalanannya, Laode Muhammad Rajiun Tumada digantikan oleh wakilnya Drs Achmad Lamani, M.Pd. Masa bakti Achmad Lamani berakhir pada 22 Mei 2022. Pada saat bersamaan Gubernur Sulawesi Tenggara belum melantik Penjabat Bupati sehingga terjadi kekosongan kursi pimpinan.

Sebagai langkah sigap, diangkat Drs. La Ode Muhammad Husein Tali, M.Pd sebagai Pelaksana Harian (Plh). 5 x 24 jam setelahnya, tepatnya pada tanggal 27 Mei 2023, Gubernur Sulawesi Tenggara melantik Dr. Bahri, S.STP, M.Si sebagai Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat.

Dr. Bahri hadir dua tahun sebelum Muna Barat mencapai usia satu dasawarsa. Momen genting sebab semua pemerintah di dunia tengah bertempur dengan gempuran inflasi dan sederet masalah warisan pandemi Covid 19. Semua pemegang tampuk kekuasaan perlu mengeluarkan jurus-jurus terbaik agar tidak limbung.

Namun, hambatan yang ada tak menjadi penghalang untuk memformulasikan kebijakan-kebijakan terbaik demi kemajuan Kabupaten Muna Barat. Berbekal ilmu yang didapatkan selama menempuh pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri dan sederet pengalaman kepemimpinan, Dr. Bahri mampu memberdayakan seluruh jajaran pemerintah Muna Barat agar tetap bisa bekerja.

Bahkan dengan kondisi finansial terbatas, pada beberapa aspek Muna Barat berhasil melakukan manuver yang melampaui capaian kabupaten-kabupaten senior.  Sebut saja dalam bidang Kesehatan, pemerintah Muna Barat nekat menggelontorkan dana besar demi bisa mengcover seluruh lapisan masyarakat untuk memiliki jaminan kesehatan.

Sebanyak 87.575 warga Muna Barat didaftarkan sebagai peserta BPJS dengan seluruh iuran dibayarkan dari APBD. Pemkab Mubar juga berkomitmen melindungi pekerja rentan melalui BPJS Ketenagakerjaan. 10.424 jiwa ditambah 2.270 orang pegawai non ASN didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Bahkan, pemerintah juga menganggarkan dana kesehatan bagi mereka yang tidak mendapat pelayanan BPJS seperti ODGJ, bayi baru lahir, dan disabilitas.

Langkah ini diganjar oleh pemerintah pusat dengan penganugerahan UHC Awards dan Patriana Awards. Keduanya merupakan penghargaan yang diberikan oleh Presiden kepada Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota yang memiliki komitmen tinggi terhadap kualitas kesehatan masyarakatnya. Muna Barat mengungguli 16 kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.

Di bidang pendidikan, pemerintah daerah menggelontorkan dana APBD untuk pendidikan dasar bebas biaya. Muna Barat juga menjadi yang pertama mengeksekusi arahan Presiden terkait Peningkatan Literasi Numerasi. Pemerintah juga memberikan beasiswa kepada putra-putri daerah berprestasi.

Direktur Keuangan Kementerian Dalam Negeri ini diawal kehadirannya ‘mengacak-acak’ APBD Muna Barat untuk kemudian dialihkan pada pos-pos krusial. Salah satunya adalah peningkatan kesejahteraan pegawai melalui pemberian Tambahan Perbaikan Penghasilan (TPP).

Yang tidak kalah pentingnya, Dr. Bahri menganggarkan pembangunan Masjid Agung Muna Barat sebagai ikon daerah. Guna terlaksananya manajemen pemerintahan yang lebih baik, anggaran daerah juga diporsikan untuk membangun Kompleks Perkantoran Bumi Praja Laworoku, Kantor Bupati, Kantor DPRD.

Dibawah kepemimpinan Bahri, situs bersejarah Benteng Tiworo mendapatkan perhatian berupa revitalisasi Masjid Sangia Bharakati yang sebelumnya nampak terbengkalai. Di tahun yang sama terselenggara Kajian Naskah Sejarah guna menjernihkan asal-usul Kabupaten Muna Barat.

Pada aspek penanganan inflasi, pemerintah Muna Barat melaksanakan seluruhnya dari 6 langkah pengendalian inflasi yang diinstruksikan oleh Presiden. Enam langkah tersebut adalah operasi pasar murah, sidak pasar dan distributor, kerjasama antar daerah terkait suplai komoditas pangan, gerakan menanam cepat panen, merealisasikan BTT dan dukungan transportasi dari APBD.

Secara umum dalam aspek tata kelola pemerintahan, Dr. Bahri mencanangkan inovasi dan beberapa kebijakan strategis dalam enam bulan pertama masa pemerintahannya. Inovasi tersebut diantaranya percepatan implementasi system merit pada masajemen Sumber Daya Manusia ASN. Mendongkrak penilaian Indeks Reformasi Birokrasi dari 41,8 % menjadi 51,13 %. Juga peningkatan penilaian MCP KPK dari 29,11 % menjadi 48 %.

Masih dalam aspek tata kelola pemerintahan, Dr Bahri melakukan penertiban asset-aset daerah agar bisa berfungsi maksimal dalam penyelenggaran pemerintahan. Dalam upaya pemberantasa korupsi, mewajibkan pelaporan harta kekayaan kepada seluruh pimpinana Organisasi Perangkat Daerah. Juga meluncurkan 8 aplikasi dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan public.

Hal tersebut berimbas pada penilaian kepada Pemerintah Muna Barat dimana dari 22 item Indikator Kinerja Utama hampir seluruhnya mencapai target. Pada beberapa aspek, realisasinya bahkan melampaui target yang telah ditetapkan. Salah satunya pada indikator desa berkembang/ mandiri ditargetkan 71,6 %. Pada realisasi menjadi 74,07 %.

Jelang satu dasawarsa, Muna Barat telah bermetamorfosis sebagai daerah otonom yang layak diperhitungkan dalam kancah regional Sulawesi Tenggara. Angin perubahan akan datang seiring momen pemilihan bupati defenitif tahun 2024 nanti. Sungguh sebuah harapan besar bahwa diusia satu dasawarsa Muna Barat mendaptakn pemimpin yang akan meneruskan cita-cita leluhur menjadikan Muna Barat sebagai Wite Barakati.

Salah seorang guru manajemen Peter Ferdinand Druker mengungkapkan pentingnya seorang pemimpin dalam kalimatnya ‘leader is who that make things happen’. Pemimpin adalah seseorang yang menjadikan sesuatu mewujud nyata. Maka, Muna Barat sebagai Wite Barakati hanya akan menjadi sebuah angan kosong jika tampuk kepemimpinan berada pada tangan yang salah.

 

Sumber : Tim liputan Diskominfo
Penulis : Staf Kominfo (Wd. Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik (Wd.Rahmatia, SP)
Penanggung Jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd., M.Si)

UPACARA HUT MUNA BARAT KE 9

KOMINFO MUNA BARAT GO. ID 23 Juli menjadi hari bersejarah bagi Kabupaten Muna Barat. Kabupaten beribukota Laworoku ini merayakan hari jadi yang ke 9. Upacara peringatan berlangsung di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Wamelai, Kecamatan Lawa.

Upacara dihadiri oleh PJ Bupati, Sekertaris Daerah, Forkopimda, jajaran eselon 2,3, dan 4, serta staf dan tenaga honorer. Jajaran tamu undangan hadir pula beberapa kepala daerah di wilayah Sulawesi Tenggara, Staf Ahli Gubernur, Agggota DPRD, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.

Upacara diawali dengan pembacaan sejarah Muna Barat sejak masa perintisan hingga sekarang. Selanjutnya dilakukan pengarakan bendera Lambang Daerah Muna Barat oleh 9 orang anggota Satuan Polisi Pamong Praja Muna Barat.

Dalam rangkaian acara, untuk pertama kalinya dikumandangkan Himne dan Mars Kabupaten Muna Barat. Dua lagu yang keberadaannya diinisiasi oleh PJ Bupati Muna Barat, Dr. Bahri, S.STP, M.Si. Keduanya merupakan pemenang dalam sayembara cipta himne dan mars Muna Barat yang menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT .

PJ Bupati Muna Barat dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas berbagai kemajuan yang dicapai oleh Bumi Laworoku di usianya yang ke 9. Potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia telah bisa termanfaatkan secara positif dalam upaya memajukan Kabupaten Muna Barat.

“Kami menyadari bahwa dalam perjalanan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Muna Barat yang telah memasuki usia 9 tahun ini masih terdapat kekurangan yang harus dibenahi. Namun demikian, sudah sepatutnya kita harus mensyukuri kemajuan pembnagunan yang sudah dicapai” ujarnya

Pada kesempatan tersebut alumni STPDN 07 ini memaparkan berbagai langkah strategis yang telah ditempuhnya selama mengemban amanah sebagai pemimpin Muna Barat. Langkah-langkah yang membawa Muna Barat mampu menyejajarkan diri dengan kabupaten lainnya di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dr. Bahri mengungkapkan abhwa fokus pembangunan Muna Barat saat ini yakni peningkatan kualitas pelayana public, peningkatan ketersediaan saran dan prasarana perkantoran, peningkatan daya saing infrastruktur, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kualitas sumberdaya manusia. Upaya ini telah membawa hasil signifikan yang dapat dilihat pada Capaian Indikator Makro Pembangunan Kabupaten Muna Barat Tahun 2022.

“Capaian Indikator Makro Pembangunan Kabupaten Muna Barat Tahun 2022 terus mengalami peningkatan dan sejajar dengan kabupaten lainnya di provinsi Sulawesi Tenggara. Kami berharap seluruh stakeholder pembangunan di Kabupaten Muna Barat terus berusaha keras dan bekerja sama serta bersinergi dengan amsyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Muna Barat.” paparnya

Rangkaian upacara dilanjutkan dengan pergelaran tradisi khas masyarakat Muna Barat yakni Ppogira Andhara dan Ewa Wuna. Pogira Adahara meruapakan ajang perkelahian kuda yang menjadi tradisi dari Pulau Muna. Tradisi ini unik sebab satu-satunya di Indonesia berada di Pulau Muna. Sedangkan Ewa Wuna merupakan penak silat yang diwariskan secara turun temurun dari leluhur masyarakat Muna.

Pada akhir acara berlangusng Haroa atau doa bersama. Haroa dilaksanakan di tenda khusus yang berisi dulang dari masing-masing OPD dan kecamatan di Muna Barat. Haroa juga merupakan tradisi khas masyarakat Muna.

 

Sumber : Tim liputan Diskominfo
Penulis : Staf Kominfo (Wd. Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik (Wd.Rahmatia, SP)
Penanggung Jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd., M.Si)