Bupati Muna Barat Resmikan Bangunan Baru Pasar Tongkoea

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pada hari Senin, 16 Juni 2025, Pemerintah Kabupaten Muna Barat meresmikan bangunan baru pasar Tongkoea yang terletak di Desa Lailangga, Kecamatan Wadaga. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan fasilitas perdagangan di wilayah tersebut, sekaligus mendukung perekonomian lokal.

Dalam laporan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Muna Barat, LM. Khairul Ashar, ST, M.Sc, dikatakan bahwa sebanyak 20 kios baru telah dibangun sebagai bagian dari pengembangan pasar, menjadikan total kios di pasar ini kini mencapai 86 kios yang dikelola oleh 113 pelaku usaha. Saat ini, terdapat 199 pedagang yang beroperasi di pasar, terdiri dari 173 pedagang tetap dan 26 pedagang tidak tetap.

Meski demikian, terdapat beberapa permasalahan yang masih menjadi perhatian, seperti pengelolaan sampah, penataan halaman pasar, dan jalur masuk kendaraan yang perlu perbaikan agar dapat memberikan kenyamanan lebih bagi para pedagang dan pengunjung.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, dalam sambutannya mengungkapkan, “Dengan adanya tambahan bangunan gedung pasar, kita memiliki tempat berbelanja yang lebih representatif yang pada gilirannya dapat menambah pendapatan bagi para pedagang kecil. Keberadaan pasar yang lebih baik ini diharapkan dapat mendorong minat masyarakat untuk berbelanja di pasar rakyat, sehingga kita dapat memperkuat perekonomian lokal.”

Lebih lanjut, Bupati La Ode Darwin juga memberikan himbauan kepada pengelola dan para pedagang pasar untuk menjaga dan memelihara sarana dan prasarana yang ada di lingkungan pasar. Ia berharap pasar ini dapat menjadi tempat yang aman, nyaman, bersih, dan asri bagi seluruh pengunjung.

Acara peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Muna Barat dan penyerahan kunci secara simbolis yang kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke kios-kios pedagang. Selama kunjungan tersebut, Bupati menyapa langsung seluruh pedagang, memberikan dukungan, dan mendengarkan keluhan serta harapan mereka terkait pengembangan pasar yang lebih baik di masa depan.

Dengan adanya pasar Tongkoea yang lebih representatif, diharapkan dapat menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih tertata, meningkatkan perekonomian masyarakat, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi daerah Kabupaten Muna Barat.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Sambut Kunjungan Anggota DPR RI dan Dirjen Kawasan Permukiman, Dorong Pengembangan Permukiman Pesisir

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menerima kunjungan kerja Anggota DPR RI Komisi V, Ridwan Bae, bersama Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Fitrah Nur, di Desa Bangko, Kecamatan Maginti, Minggu (9/6). Kunjungan ini menjadi langkah awal penting dalam program delineasi kawasan pesisir dan pulau-pulau di wilayah Muna Barat.

Desa Bangko dipilih sebagai lokasi percontohan dalam delineasi kawasan pesisir yang menjadi bagian dari strategi nasional mendukung program pembangunan tiga juta rumah. Muna Barat menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus karena karakteristik wilayahnya sebagai daerah kepulauan dengan garis pantai yang panjang serta potensi pengembangan permukiman pesisir.

Dalam sambutannya, Ridwan Bae menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Muna Barat di tingkat pusat, khususnya dalam perbaikan dan pengembangan permukiman layak huni di kawasan pesisir dan pulau-pulau. “Saya sengaja datang membawa langsung pihak Kementerian dan beberapa kepala balai agar mereka melihat sendiri kondisi nyata di lapangan. Ini penting agar program yang digulirkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Ridwan.

Sementara itu, Dirjen Kawasan Permukiman, Fitrah Nur, menjelaskan bahwa delineasi kawasan di Kementerian PKP dibagi menjadi tiga kategori: kota, desa, dan pesisir. Kunjungan ke Muna Barat difokuskan pada kawasan pesisir sebagai bentuk identifikasi langsung terhadap kondisi permukiman nelayan yang akan dijadikan dasar dalam merancang program-program seperti penanganan kawasan kumuh, bantuan rumah, serta program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

“Salah satu tantangan yang kami hadapi adalah legalitas rumah-rumah masyarakat. Karena itu, kami minta Bupati agar segera menyiapkan dokumen legalitas pemukiman di wilayah pesisir,” ujar Fitrah. Ia menambahkan bahwa untuk tahun 2025, kuota BSPS secara nasional sebanyak 38.504 unit, namun belum dibagi ke daerah. “Kami belum bisa pastikan apakah Muna Barat dapat di tahun ini, tapi kami berjanji akan memperjuangkan agar tahun 2026 bisa mendapat bantuan lebih besar.”

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyebutnya sebagai berkah bagi daerahnya. Ia menilai bahwa momentum ini penting dalam mendorong pembangunan permukiman pesisir yang layak dan berkelanjutan. “Kami sangat bersyukur Muna Barat telah ditetapkan sebagai kawasan delineasi pesisir berdasarkan SK Menteri PKP Nomor 23 Tahun 2025. Ini adalah peluang besar yang akan kami tindaklanjuti dengan kesiapan lahan, masterplan, dan DED,” kata Darwin.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Dirjen Kawasan Permukiman dan Ridwan Bae atas perhatian dan dukungan nyata terhadap Muna Barat. Ia berharap, dengan kolaborasi bersama pemerintah pusat dan DPR RI, program pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya nelayan di wilayah pulau dan pesisir, dapat segera direalisasikan.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

TP PKK dan IGI Muna Barat Tandatangani MoU Perkuat Sinergi di Bidang Pendidikan

KOMINFO. MUNA BARAT. GO.ID – Dalam upaya memperkuat sinergi lintas sektor untuk peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Kabupaten Muna Barat, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Muna Barat secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muna Barat pada Rabu (4/6/2025).

Penandatanganan MoU tersebut dilaksanakan oleh Ketua TP PKK Muna Barat, Ibu Rhika Purwaningsih Darwin, SH, bersama Ketua IGI Muna Barat, Muhammad Azan, S.Pd, M.Pd, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kapasitas guru, pembelajaran inovatif, dan pengembangan kreativitas peserta didik di Kabupaten Muna Barat.

Dalam pernyataannya usai penandatanganan MoU, Ketua TP PKK Muna Barat, Ibu Rhika Purwaningsih Darwin, SH, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen TP PKK dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui program-program Pokja II yang membidangi pendidikan dan keterampilan. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan ruang belajar yang inklusif dan memberdayakan.

“TP PKK Muna Barat menyambut baik inisiatif kolaborasi ini. Kami percaya bahwa peran guru sangat strategis dalam mencetak generasi yang berkualitas. Melalui kemitraan ini, kami berharap dapat memberi ruang yang lebih luas bagi guru dan siswa untuk berkembang, serta memperkuat kontribusi pendidikan dalam membangun Muna Barat yang unggul,” ujar Ibu Rhika.

Sementara itu, Ketua IGI Muna Barat, Muhammad Azan, mengungkapkan apresiasi atas dukungan TP PKK dalam memajukan dunia pendidikan di daerah. Ia menjelaskan bahwa MoU ini akan menjadi dasar pelaksanaan empat program utama IGI yang meliputi peningkatan kompetensi guru, pembentukan komunitas berbagi praktik baik, penyelenggaraan pembelajaran adaptif, serta penguatan ruang ekspresi dan kreativitas siswa melalui berbagai lomba dan kegiatan edukatif.

“Kami sangat mengapresiasi kemitraan ini. Dengan dukungan TP PKK, khususnya melalui Pokja II, kami optimis akan mampu menjangkau lebih banyak guru dan siswa, serta menciptakan ekosistem pembelajaran yang inspiratif dan partisipatif di Muna Barat,” terang Azan.

Penandatanganan MoU ini juga menjadi penegasan bahwa kolaborasi antara masyarakat sipil dan pemerintah sangat diperlukan dalam mendukung pencapaian kualitas sumber daya manusia yang unggul. TP PKK Muna Barat berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dalam setiap inisiatif yang menyasar peningkatan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui jalur pendidikan.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal dari serangkaian program yang akan melibatkan para guru, siswa, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menciptakan pendidikan yang inklusif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman, sekaligus mendorong terwujudnya Muna Barat yang lebih maju dan berdaya saing.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo-SP Mubar
Penulis : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor / Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Launching Penanaman Padi Serentak 866 Hektar dan Serahkan Bantuan Benih dan Alsintan

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dan kemandirian petani daerah. Pada Selasa, 3 Juni 2025, Bupati Muna Barat La Ode Darwin secara resmi meluncurkan program penanaman padi serentak seluas 866 hektar, yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan benih padi sebanyak 39 ton dari Pemda Muna Barat, serta bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang merupakan aspirasi dari Anggota DPR RI Dapil Sulawesi Tenggara, Jaelani.

Acara yang digelar di salah satu sentra pertanian Muna Barat ini turut dihadiri oleh para petani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta jajaran pemerintah daerah dan unsur Forkopimda. Kehadiran Jaelani sebagai mitra strategis Pemda turut menandai sinergi pusat dan daerah dalam pembangunan sektor pertanian.

Dalam sambutannya, Bupati Muna Barat La Ode Darwin menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan target swasembada beras Muna Barat pada tahun 2026.

“Bantuan benih padi hari ini adalah bentuk keberpihakan pemerintah kepada petani. Jika kebutuhan benih masih kurang, Pemda siap menambah. Benih yang dibagikan hari ini adalah benih label ungu yang bisa ditanam kembali hingga tiga kali panen,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa Pemda Muna Barat akan memberikan perhatian penuh terhadap sektor pertanian, termasuk melalui penyediaan 10 unit traktor roda empat (jonder), alat pengering padi dan jagung, perbaikan irigasi, dan pembangunan infrastruktur pendukung seperti jalan usaha tani.

“Harapan kita, dalam lima tahun ke depan, Muna Barat bisa menjadi Liwu Mokesa – kampung yang keren  dengan petani-petani berdasi, ungkap La Ode Darwin penuh semangat.

Selain itu, Pemda juga telah menganggarkan bantuan untuk sektor peternakan berupa ternak sapi, ayam petelur dan ayam potong, serta sektor perikanan sebagai penopang ekonomi masyarakat desa.

Dalam sambutannya, Jaelani, anggota DPR RI yang turut hadir, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap langkah yang diambil Bupati Muna Barat.

“Saya sangat mengapresiasi kebijakan Bupati La Ode Darwin. Ini bukti nyata komitmen untuk memberi dampak positif bagi masyarakat Muna Barat. Ke depan kami akan terus memaksimalkan bantuan-bantuan lainnya,” ujar Jaelani.

Pada kesempatan itu, Jaelani juga menyerahkan sejumlah bantuan alsintan, meliputi: 1 unit konser, 1 unit traktor roda empat, 5 unit hand traktor, 18 unit pompa air, dan 60 unit hand sprayer. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian di Muna Barat.

Acara juga dirangkaikan dengan diskusi terbuka antara Bupati, petani, dan para PPL, untuk mendengarkan langsung aspirasi dan kendala yang dihadapi di lapangan. Salah satu petani dari Desa Lawada, Maryoko, mengaku sangat mengapresiasi langkah Bupati karena selama ini bantuan benih padi selalu berasal dari pemerintah pusat, dan baru kali ini diberikan langsung oleh Pemda Muna Barat.

“Ini pertama kalinya kami menerima bantuan benih dari Pemda, biasanya hanya dari APBN. Tentu kami sangat bersyukur,” tuturnya.

Dengan peluncuran program ini, Muna Barat kembali menegaskan langkah strategisnya dalam membangun desa melalui pertanian sebagai pilar utama, menuju Muna Barat yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing.

Sumber : Tim liputan Diskominfo-SP
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

KMP Pulau Rubiah Kembali Beroperasi Setelah Jalani Masa DOK, Siap Layani Masyarakat di Lintasan Perintis Tondasi – Torobulu PP

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Kapal Ferry KMP. Pulau Rubiah resmi kembali beroperasi mulai tanggal 16 Mei 2025 setelah menyelesaikan masa docking (DOK) untuk perawatan dan pemeriksaan rutin. Kapal kini siap kembali melayani masyarakat pada lintasan Tondasi – Torobulu, sesuai dengan jadwal operasional yang telah ditetapkan.

Proses DOK dilakukan sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Muna Barat bersama pihak ASDP Cabang Bau Bau dalam menjaga keselamatan pelayaran serta memastikan kapal beroperasi dalam kondisi prima. Perawatan mencakup pengecekan menyeluruh pada sistem mesin, lambung kapal, serta fasilitas pendukung lainnya.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memberikan apresiasi kepada pihak ASDP dan semua yang terlibat dalam proses perawatan kapal ini. Ia menyampaikan bahwa kembalinya kapal feri KMP. Pulau Rubiah ke lintasan Tondasi – Torobulu adalah langkah penting untuk memperkuat konektivitas antar wilayah. Bupati menegaskan bahwa transportasi laut yang aman dan nyaman adalah salah satu kunci untuk memperlancar perputaran ekonomi di wilayah pesisir dan kepulauan.

“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak ASDP dan seluruh yang terlibat dalam pengoperasian kembali KMP. Pulau Rubiah. Kembalinya kapal ini beroperasi setelah masa DOK adalah komitmen kami dalam memperkuat infrastruktur transportasi laut, yang penting untuk mendukung kelancaran kegiatan ekonomi masyarakat. Kami berharap perputaran ekonomi di Muna Barat dapat semakin lancar, serta mempermudah mobilitas masyarakat, terutama pada masa liburan dan peningkatan aktivitas,” ujar Bupati La Ode Darwin.

Selain itu, Bupati juga menambahkan bahwa mengingat potensi penumpang yang terus meningkat di lintasan Tondasi – Torobulu, pihaknya akan melakukan komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk membahas kemungkinan penambahan trayek kapal. Saat ini, kapal KMP. Pulau Rubiah beroperasi satu kali sehari, dan Bupati berharap agar ke depan, kapal dapat melayani dua kali sehari untuk mengakomodasi jumlah penumpang yang semakin banyak.

“Kami melihat bahwa jumlah penumpang yang menggunakan jalur Tondasi – Torobulu semakin bertambah. Oleh karena itu, kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk mengusulkan penambahan trayek, dari satu kali per hari menjadi dua kali per hari. Hal ini akan semakin memperlancar arus transportasi, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada jalur ini untuk kegiatan ekonomi dan sosial,” kata Bupati La Ode Darwin.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Muna Barat, Bakhrun L. Siharis, S.STP, menjelaskan bahwa kapal yang kembali beroperasi telah melalui pemeriksaan menyeluruh sesuai dengan standar keselamatan pelayaran.

“Kapal yang beroperasi kembali sudah melalui proses perawatan dan pemeriksaan sesuai dengan standar keselamatan yang ditetapkan. Dengan kapal yang siap beroperasi, kami berharap dapat meningkatkan layanan kepada masyarakat dan mendukung kelancaran transportasi di lintasan ini,” kata Bakhrun.

Lebih lanjut, Bakhrun menambahkan bahwa kapal feri sangat penting dalam menunjang aktivitas ekonomi masyarakat, terutama dalam mendukung konektivitas antar wilayah.

“Dengan kapal feri yang kembali beroperasi, kami berharap kualitas pelayanan yang diberikan dapat terus meningkat, dan masyarakat dapat merasa aman dan nyaman saat menggunakan transportasi laut,” tambahnya.

Dengan beroperasinya kembali kapal feri KMP. Pulau Rubiah, masyarakat kini memiliki akses transportasi laut yang lebih baik, khususnya dalam menghadapi masa liburan dan peningkatan mobilitas penumpang. Keberadaan kapal ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi penguatan sektor ekonomi lokal dan penciptaan lapangan kerja di wilayah tersebut.

Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Audiensi dengan Wakil Menteri Perdagangan: Bahas Revitalisasi Pasar dan Peluang Komoditas Unggulan

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, melakukan audiensi dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia pada Jumat (9/5/2025) di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Bupati didampingi oleh Kepala Bappeda dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Muna Barat.

Audiensi diterima langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, yang akrab disapa Roro Esti. Dalam kesempatan itu, Bupati Muna Barat menyampaikan berbagai hal strategis terkait penguatan infrastruktur ekonomi masyarakat, khususnya melalui revitalisasi pasar rakyat di setiap kecamatan, serta pengembangan potensi komoditas unggulan daerah.

Wakil Menteri Perdagangan menyampaikan dukungan penuh atas rencana revitalisasi pasar rakyat yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Muna Barat. Menurutnya, keberadaan pasar yang bersih, nyaman, teratur, dan dikelola dengan baik akan meningkatkan minat kunjungan dan mempercepat perputaran ekonomi lokal.

Selain dukungan untuk revitalisasi pasar, Roro Esti juga menekankan pentingnya pelatihan dan pembinaan kepada pedagang agar dapat beradaptasi dengan sistem perdagangan berbasis digital. Ia menyampaikan komitmen Kementerian Perdagangan untuk memfasilitasi pelatihan penggunaan platform pasar daring, pembayaran nontunai seperti QRIS, promosi digital, serta manajemen dagang berbasis teknologi.

Lebih jauh, Wamen Perdagangan juga memberikan dukungan atas rencana pembangunan pasar induk atau pasar modern di Kabupaten Muna Barat. Pemerintah daerah diminta untuk segera menyiapkan dokumen dan persyaratan teknis agar usulan pembangunan tersebut dapat ditindaklanjuti dalam program nasional.

Dalam audiensi tersebut, Bupati La Ode Darwin juga memaparkan potensi komoditas unggulan Muna Barat di sektor perikanan, seperti kepiting, rajungan, lobster, dan teripang. Ia menyampaikan bahwa fluktuasi harga dan belum adanya akses pasar yang luas masih menjadi kendala utama bagi pelaku usaha di sektor ini.

Selain itu, Bupati juga menyoroti potensi besar yang dimiliki Kabupaten Muna Barat di sektor pertanian, peternakan, dan produk-produk UMKM lokal. Namun demikian, produk-produk unggulan tersebut hingga kini masih belum terekspose ke pasar luar daerah secara optimal.

“Kami ingin memastikan bahwa pasar rakyat di Muna Barat bisa menjadi penggerak ekonomi desa. Revitalisasi pasar ini bukan hanya soal fisik bangunan, tetapi juga bagaimana memperkuat kapasitas pedagang dan membuka akses pemasaran yang lebih luas, termasuk secara digital. Visi kami mewujudkan Liwu Mokesa, kampung yang keren, yaitu daerah yang tumbuh sehat, bersih, dan berdaya saing,” ujar Bupati La Ode Darwin.

Ia menambahkan, kondisi keterbatasan ekspos pasar terhadap produk pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM saat ini menjadi tantangan yang sangat membutuhkan pembinaan dan dukungan dari Kementerian Perdagangan agar dapat masuk dalam rantai pasok yang lebih luas dan bernilai.

Senada dengan Bupati, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Muna Barat, La Ode Khairul Ashar, ST, M.Sc, menambahkan bahwa pihaknya telah memetakan pasar-pasar yang akan direvitalisasi dan siap bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan dalam menyiapkan data dan kelengkapan usulan.

“Dengan pembinaan serta dukungan dari kementerian, kami yakin para pedagang bisa naik kelas dan ikut bersaing dalam ekosistem perdagangan digital. Ini juga akan membantu menciptakan iklim perdagangan yang sehat dan modern di daerah,” jelas Ashar.

Menanggapi paparan komoditas unggulan perikanan dan potensi sektor lainnya, Wakil Menteri Perdagangan menyambut baik dan menyatakan kesediaan Kementerian untuk membantu mencarikan peluang pasar yang lebih stabil dan menguntungkan, baik untuk pasar domestik maupun ekspor.

Audiensi ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih konkret antara Pemerintah Kabupaten Muna Barat dan Kementerian Perdagangan dalam memperkuat sistem perdagangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha lokal.

Penulis: Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Eitor/Penanggungjawab : Kadis Kominfo-SP (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Audiensi ke Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Pusat Siap Dukung Penanganan Sampah di Daerah

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Dalam rangka memperkuat pengelolaan lingkungan hidup di daerah, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, melakukan audiensi ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Jumat (9/5/2025). Audiensi tersebut diterima langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif, di kantor KLHK Jakarta.

Pertemuan tersebut membahas secara khusus upaya Pemerintah Kabupaten Muna Barat dalam penanganan dan pengelolaan sampah di wilayahnya. Menteri Lingkungan Hidup menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Pemkab Muna Barat, dan menyatakan kesiapan pemerintah pusat untuk memberikan dukungan konkrit.

Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Lingkungan Hidup berkomitmen akan membantu Kabupaten Muna Barat melalui sejumlah fasilitas dan sarana penunjang, yaitu:
– pengadaan dump truck sampah
– pengadaan kontainer (bak) sampah
– kendaraan viar untuk pengangkutan sampah
– fasilitasi pembangunan TPS 3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle)
– pembangunan TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) sampah

Dalam pernyataannya, Bupati Muna Barat La Ode Darwin menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan hidup, khususnya penanganan sampah, merupakan bagian penting dari visi pembangunan daerah yang mengacu pada konsep Liwu Mokesa – kampung yang keren.

“Penanganan sampah bukan hanya soal kebersihan, tapi bagian dari cara kita membangun Muna Barat yang sehat, tertib, dan berkelanjutan. Dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup akan sangat membantu kami dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, dan berbasis partisipasi masyarakat,” ujar La Ode Darwin.

Ia juga menekankan bahwa visi Liwu Mokesa bukan sekadar slogan, melainkan arah pembangunan yang ingin menjadikan desa-desa di Muna Barat bersih, ramah lingkungan, dan berdaya saing tinggi.

Diharapkan, melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, pengelolaan lingkungan di Muna Barat akan semakin baik dan berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat serta pelestarian sumber daya alam.

Penulis: Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Eitor/Penanggungjawab : Kadis Kominfo-SP (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Ajukan Bantuan Pengembangan UMKM ke Kementerian UMKM

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Sektor UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia, sebagai penyumbang  terhadap PDB dan lapangan kerja di seluruh daerah. Dalam upaya meningkatkan aksesibilitas dan pemberdayaan pelaku usaha, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, melakukan pertemuan dengan Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, di Kantor Kementerian UMKM pada hari ini, Kamis (8/5/2025). Dalam pertemuan tersebut, Bupati Muna Barat mengajukan permohonan bantuan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Non-Fisik untuk sektor UMKM di Kabupaten Muna Barat, dengan harapan dapat mendukung pengembangan ekonomi lokal dan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Saat ini, pelaku UMKM di Muna Barat tercatat berjumlah 6.174 UMKM yang terdiri dari 6.116 pelaku usaha mikro, 49 pelaku usaha kecil, dan 9 pelaku usaha menengah, yang tersebar di 11 kecamatan. Potensi sektor UMKM ini diharapkan dapat lebih berkembang dengan adanya bantuan dari Kementerian UMKM.

Bupati La Ode Darwin menyampaikan bahwa sektor UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian Muna Barat, terutama untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa dan daerah yang masih tertinggal dalam hal infrastruktur dan akses pasar. Dalam pertemuan tersebut, Bupati berharap agar pemerintah pusat melalui Kementerian UMKM dapat memberikan bantuan yang dapat meningkatkan daya saing pelaku UMKM di Muna Barat.

“Sektor UMKM adalah salah satu tulang punggung ekonomi daerah kami. Kami sangat berharap agar bantuan ini bisa menguatkan pelaku UMKM kami, baik dalam aspek modal usaha maupun pengembangan kapasitas produksi. Dengan bantuan ini, kami yakin ekonomi lokal akan semakin tumbuh dan berkembang,” ujar Bupati La Ode Darwin.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, berkomitmen untuk memberikan dukungan lebih lanjut, termasuk penambahan porsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk Muna Barat. Ia juga menyampaikan bahwa saat ini terdapat program KUR Padat Karya yang dialokasikan sebesar Rp 20 Triliun secara nasional, dan Muna Barat juga akan menjadi salah satu daerah yang menerima manfaat dari program tersebut.

“Kami memahami pentingnya dukungan untuk pelaku UMKM di daerah-daerah seperti Muna Barat. Oleh karena itu, kami akan mengalokasikan tambahan porsi KUR untuk daerah ini, dan Muna Barat juga akan mendapatkan bagian dari program KUR Padat Karya ini. Meski anggaran saat ini terbatas karena kebijakan efisiensi, kami akan terus berupaya agar Muna Barat menjadi prioritas dalam program-program selanjutnya,” jelas Menteri Maman Abdurrahman.

Selain itu, Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Muna Barat, Djamudin, S.Pd, MM, yang turut mendampingi Bupati dalam pertemuan tersebut, menambahkan bahwa pihaknya terus mendorong agar para pelaku UMKM di Muna Barat memanfaatkan berbagai peluang yang ada untuk mengembangkan usaha mereka.

“Kami berharap agar bantuan ini dapat memperkuat daya saing para pelaku UMKM di Muna Barat, terutama dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan kualitas produk. Kami juga berterima kasih atas perhatian dan komitmen Kementerian UMKM dalam mendukung pengembangan sektor ini,” ungkap La Ode Djamudin.

Dengan adanya dukungan dari Kementerian UMKM, diharapkan UMKM di Muna Barat akan semakin berkembang dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat.

Penulis: Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Eitor/Penanggungjawab : Kadis Kominfo-SP (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Usulkan Pembangunan BTS dan Internet Sekolah Gratis dalam Audiensi dengan Kementerian Komdigi

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Dalam upaya meningkatkan aksesibilitas teknologi dan informasi di wilayah Muna Barat, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, melakukan audiensi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komdigi) pada hari ini, Rabu (7/5/2025). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Staf Khusus Menteri Komdigi, Arnanto Nurprabowo, turut hadir dalam audiensi tersebut Bupati Muna, Bupati Wakatobi, Wakil Bupati Konawe Kepulaun, Wakil Ketua DPRD Buton Utara, Kadis Kominfo Muna Barat, Kadis Kominfo Wakatobi dan Kadis Kominfo Muna, para Dirjen dan Direktur Bakti Kominfo.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Muna Barat menyerahkan proposal usulan pembangunan BTS (Base Transceiver Station) dan penyediaan internet sekolah gratis di Muna Barat sebagai upaya untuk mendukung pemerataan akses informasi dan pendidikan digital bagi masyarakat, khususnya di daerah-daerah terpencil.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, dalam pernyataannya mengungkapkan bahwa keterbatasan akses internet di beberapa wilayah Muna Barat, terutama di pulau-pulau dan daerah pedalaman, sangat menghambat perkembangan pendidikan, ekonomi, dan sektor lainnya.

“Peningkatan infrastruktur komunikasi, terutama pembangunan BTS dan penyediaan internet gratis di sekolah-sekolah, adalah langkah penting dalam mewujudkan pemerataan akses informasi dan layanan pendidikan yang lebih baik. Ini adalah bagian dari upaya Pemkab Muna Barat untuk mewujudkan Liwu Mokesa – kampung yang keren, di mana teknologi menjadi bagian integral dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Bupati La Ode Darwin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Muna Barat, Al Rahman, S.Pd, M.Si, juga menyampaikan bahwa usulan ini akan memberikan dampak yang besar terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Muna Barat, terutama untuk sekolah-sekolah yang terletak di wilayah yang sulit dijangkau oleh jaringan internet.

“Usulan ini kami ajukan dengan harapan agar sekolah-sekolah di daerah terpencil di Muna Barat dapat memperoleh akses internet gratis yang stabil dan cepat. Ini akan membuka peluang bagi anak-anak di desa-desa untuk mengakses berbagai materi pembelajaran dan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah kami,” ungkap Al Rahman.

Dalam audiensi tersebut, Staf Khusus Menteri Komdigi, Arnanto Nurprabowo, memberikan apresiasi terhadap usulan yang diajukan oleh Pemkab Muna Barat dan menyatakan akan menindaklanjuti dengan pembahasan lebih lanjut bersama pihak terkait untuk mempercepat realisasi pembangunan BTS dan penyediaan akses internet untuk sekolah-sekolah di Muna Barat.

“Kami menyambut baik usulan dari Pemerintah Kabupaten Muna Barat. Kami akan melihat lebih lanjut potensi dan kebutuhan daerah, dan pastinya akan mendukung upaya untuk mempercepat akses komunikasi dan informasi di wilayah-wilayah yang membutuhkan,” jelas Arnanto Nurprabowo.

Dengan usulan ini, diharapkan Muna Barat dapat memperkuat konektivitas dan mempercepat proses digitalisasi yang akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan dan ekonomi masyarakat setempat.

Penulis : Wa Ode Rahmatia, SP (Kabid Peng. opini & Aspirasi Publik)

Penanggungjawab : Al Rahman, S,Pd, M.Si (Kadis Kominfo-SP)

Muna Barat Raih Penghargaan Daerah dengan Indeks Pengelolaan Keuangan Terbaik di Sulawesi Tenggara

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Prestasi membanggakan kembali diraih Kabupaten Muna Barat. Pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara, yang berlangsung di Alun-alun 19 November Kolaka pada Minggu (27/4/2025), Kabupaten Muna Barat dianugerahi penghargaan sebagai daerah dengan Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah terbaik se-Provinsi Sulawesi Tenggara.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, didampingi Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara dan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, kepada tiga kabupaten/kota terbaik berdasarkan hasil penilaian Gubernur, yaitu: Kabupaten Muna Barat dengan nilai A (indeks 84,1017), Kabupaten Konawe dengan nilai B (indeks 80,4105) dan Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) dengan nilai B (indeks 75,2529).

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Muna Barat, Drs. Ali Basa, M.Si, hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Muna Barat untuk menerima langsung penghargaan bergengsi ini.

Sebagai bentuk apresiasi dari Pemerintah Provinsi, Muna Barat sebagai peraih Terbaik 1 mendapatkan penghargaan dan hadiah berupa satu unit laptop, sedangkan Terbaik 2 menerima penghargaan dan printer, serta Terbaik 3 mendapatkan penghargaan dan LCD proyektor.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Tenggara menegaskan bahwa pemberian penghargaan ini adalah bentuk penghormatan dan motivasi kepada pemerintah daerah yang telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mengelola keuangan daerah secara akuntabel, efektif, dan transparan.

“Penghargaan Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras daerah dalam memperkuat tata kelola keuangan  yang baik, sebagai landasan utama pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ujar Gubernur.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Kabupaten Muna Barat  terus bergerak maju dalam membangun sistem pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Prestasi ini sekaligus memperkuat posisi Muna Barat sebagai daerah yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat pondasi tata kelola pemerintahan yang profesional dan akuntabel.

Sumber : Staf Kominfo (Wa Ode hasrana, A.Md)
 Penulis: Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)