Pj Bupati Muna Barat Lantik Aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM)

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Aksi kekerasan terhadap anak  kian mengkhawatirkan. Pada tahun 2022, berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak terdapat 21.241 korban kekerasan anak. Atas kondisi tersebut, pemerintah pusat menggagas sebuah gerakan masyarakat guna memberikan perlindungan terhadap korban. Gerakan tersebut berupa Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM).

Dilansir dari Pedoman PATBM yang dikeluarkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak Republik Indonesia, PATBM adalah sebuah gerakan dari jaringan atau kelompok warga pada tingkat masyarakat yang bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak.

Menindaklanjuti gerakan nasional tersebut, PJ Bupati Muna Barat, Dr.Bahri, S.STP, M.Si melantik aktivis PATBM lingkup Kecamatan Barangka.  Acara pelantikan berlangsung di Balai Desa Wuna pada Kamis (27/07/2023). Kegiatan ini dihadiri oleh PJ Bupati Muna Barat, Ketua Tim PKK, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlidungan Anak dan sejumlah stakeholder terkait.

Dalam sambutannya, PJ Bupati mengharapkan agar langkah ini bisa mensejajarkan Kabupaten Muna Barat dengan kabupaten lainnya dalam upaya perlindungan anak. Juga sebagai upaya unTuk memastikan bahwa Muna Barat merupakan kabupaten layak anak.

“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi langkah awal untuk kita melindungi anak. Saya sudah perintahkan Kadis Perlindungan Anak agar Kabupaten Muna Barat sejajar dengan kabupaten lain ataupun sejajar nasional.” ungkapnya

Para aktivis diharapkan akan menjadi garda terdepan yang memastikan tidak adanya kasus kekerasan terhadap anak. Jika terjadi tindak kekerasan, pelaku harus dilaporkan pada pihak berwajib. Pemerintah akan menempuh jalur advokasi dan melakukan pendampingan terhadap korban.

“Kita sangat mengharapkan, hari ini sudah dilantik volunteer. Garda terdepan yang ada di tiap desa yang memastikan bahwa tidak terjadi kekerasan terhadap anak. Kalau ada kekerasan, silahkan dilaporkan. Kita advokasi, kita dampingi dia.” ujar Alumni STPDN 07 ini.

Dr. Bahri juga mengungkapkan bahwa di setiap desa terdapat 8-10 orang aktivis. Saat ini para aktivis merupakan tenaga sukarelawan. Namun, kedepannya pemerintah akan memikirkan cara untuk memberikan dukungan bagi para aktivis.

“Hari ini kita sudah tetapkan PATBM. Yang kita tetapkan ada 8-10 orang perdesa. Tenaga-tenaga sukarela. Tenaga-tenaga yang bekerja ini sebagai aktivis akan kita pikirkan  bagaimana kedepannya ada dukungan Pemda.” pungkasnya

Sumber : Tim liputan Diskominfo
Penulis : Staf Kominfo (Wd. Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik (Wd.Rahmatia, SP)
Penanggung Jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd., M.Si)

PJ Bupati dan Ketua DPRD Serah Terima Dokumen KUA-PPAS Kabupaten Muna Barat

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pj Bupati Muna Barat hadiri rapat paripurna yang digelar oleh DPRD Muna Barat. Rapat yang digelar di Kantor DPRD Kabupaten Muna Barat pada Rabu (26/07/2023) membahas tentang Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Muna Barat, Waode Siti Sariani Ilaihi. Dalam rapat berlangsung dengar pendapat terhadap empat fraksi yang hadir yakni Fraksi Golkar, Fraksi Nasdem, Fraksi Amanat Demokrasi Pembangunan Indonesia Raya, dan Fraksi Perjuangan Bangsa

Secara simbolis, Pj Bupati menyerahkan Dokumen Rancangan KUA-PPAS APBD Kabupaten Muna Barat Tahun Anggaran 2024 kepada Ketua DPRD Kabupaten Muna Barat. KUA-PPAS yang telah disusun oleh Pj Bupati akan menjadi acuan dalam proses penyusunan  Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024.

Rancangan KUA-PPAS disusun berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dengan mengacu pada pedoman penyusunan APBD yang telah ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri. Hal ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019.

 

Sumber : Tim liputan Diskominfo
Penulis : Staf Kominfo (Wd. Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik (Wd.Rahmatia, SP)
Penanggung Jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd., M.Si)

Menatap Arah Bumi Laworoku Jelang Satu Dasawarsa

KOMINFO MUNA BARAT. GO. ID Laworoku merupakan akronim dari Lawa, Tiworo, Kusambi. Nama baru bagi ibukota kabupaten yang sebelumnya berjuluk Laworo. Laworoku menggambarkan keadilan pada tiga wilayah besar yang merajut sebuah daerah otonomi bernama Muna Barat. Satu diantara 17 kabupaten dalam wilayah administrasi Sulawesi Tenggara.

Nama ini merupakan buah pikir Dr. Bahri, S.STP, M.Si dimasa-masa awal mengemban amanah sebagai pemegang kemudi jalannya pemerintahan Kabupaten Muna Barat. Dr. Bahri merupakan kepala daerah kelima di Muna Barat pasca otorita ini mekar dari induknya di tahun 2014.

Alumni STPDN 07 ini juga menetapkan tanggal baru memperingati hari kelahiran Muna Barat yakni 23 Juli setiap tahunnya. Momen yang menjadi titik kulminasi dari perjalanan panjang lahirnya Muna Barat melalui pengesahan undang-undang nomor 14 tahun 2014 tentang pembentukan daerah otonomi baru yang disahkan pada 23 Juli 2014.

Hari ini tepat 9 tahun Muna Barat dideklarasikan atau 1 tahun jelang satu dasawarsa. Estafet kepemimpinan terus dipergilirkan. Diawali oleh Drs. Laode Muhammad Rajiun Tumada. Kemudian digantikan oleh, Dr. Rony Yakub Laute. Kembali dipimpin oleh Drs. Laode Muhammad Rajiun Tumada ketika menang dalam pemilihan bupati definitif pertama kalinya.

Dalam perjalanannya, Laode Muhammad Rajiun Tumada digantikan oleh wakilnya Drs Achmad Lamani, M.Pd. Masa bakti Achmad Lamani berakhir pada 22 Mei 2022. Pada saat bersamaan Gubernur Sulawesi Tenggara belum melantik Penjabat Bupati sehingga terjadi kekosongan kursi pimpinan.

Sebagai langkah sigap, diangkat Drs. La Ode Muhammad Husein Tali, M.Pd sebagai Pelaksana Harian (Plh). 5 x 24 jam setelahnya, tepatnya pada tanggal 27 Mei 2023, Gubernur Sulawesi Tenggara melantik Dr. Bahri, S.STP, M.Si sebagai Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat.

Dr. Bahri hadir dua tahun sebelum Muna Barat mencapai usia satu dasawarsa. Momen genting sebab semua pemerintah di dunia tengah bertempur dengan gempuran inflasi dan sederet masalah warisan pandemi Covid 19. Semua pemegang tampuk kekuasaan perlu mengeluarkan jurus-jurus terbaik agar tidak limbung.

Namun, hambatan yang ada tak menjadi penghalang untuk memformulasikan kebijakan-kebijakan terbaik demi kemajuan Kabupaten Muna Barat. Berbekal ilmu yang didapatkan selama menempuh pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri dan sederet pengalaman kepemimpinan, Dr. Bahri mampu memberdayakan seluruh jajaran pemerintah Muna Barat agar tetap bisa bekerja.

Bahkan dengan kondisi finansial terbatas, pada beberapa aspek Muna Barat berhasil melakukan manuver yang melampaui capaian kabupaten-kabupaten senior.  Sebut saja dalam bidang Kesehatan, pemerintah Muna Barat nekat menggelontorkan dana besar demi bisa mengcover seluruh lapisan masyarakat untuk memiliki jaminan kesehatan.

Sebanyak 87.575 warga Muna Barat didaftarkan sebagai peserta BPJS dengan seluruh iuran dibayarkan dari APBD. Pemkab Mubar juga berkomitmen melindungi pekerja rentan melalui BPJS Ketenagakerjaan. 10.424 jiwa ditambah 2.270 orang pegawai non ASN didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Bahkan, pemerintah juga menganggarkan dana kesehatan bagi mereka yang tidak mendapat pelayanan BPJS seperti ODGJ, bayi baru lahir, dan disabilitas.

Langkah ini diganjar oleh pemerintah pusat dengan penganugerahan UHC Awards dan Patriana Awards. Keduanya merupakan penghargaan yang diberikan oleh Presiden kepada Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota yang memiliki komitmen tinggi terhadap kualitas kesehatan masyarakatnya. Muna Barat mengungguli 16 kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.

Di bidang pendidikan, pemerintah daerah menggelontorkan dana APBD untuk pendidikan dasar bebas biaya. Muna Barat juga menjadi yang pertama mengeksekusi arahan Presiden terkait Peningkatan Literasi Numerasi. Pemerintah juga memberikan beasiswa kepada putra-putri daerah berprestasi.

Direktur Keuangan Kementerian Dalam Negeri ini diawal kehadirannya ‘mengacak-acak’ APBD Muna Barat untuk kemudian dialihkan pada pos-pos krusial. Salah satunya adalah peningkatan kesejahteraan pegawai melalui pemberian Tambahan Perbaikan Penghasilan (TPP).

Yang tidak kalah pentingnya, Dr. Bahri menganggarkan pembangunan Masjid Agung Muna Barat sebagai ikon daerah. Guna terlaksananya manajemen pemerintahan yang lebih baik, anggaran daerah juga diporsikan untuk membangun Kompleks Perkantoran Bumi Praja Laworoku, Kantor Bupati, Kantor DPRD.

Dibawah kepemimpinan Bahri, situs bersejarah Benteng Tiworo mendapatkan perhatian berupa revitalisasi Masjid Sangia Bharakati yang sebelumnya nampak terbengkalai. Di tahun yang sama terselenggara Kajian Naskah Sejarah guna menjernihkan asal-usul Kabupaten Muna Barat.

Pada aspek penanganan inflasi, pemerintah Muna Barat melaksanakan seluruhnya dari 6 langkah pengendalian inflasi yang diinstruksikan oleh Presiden. Enam langkah tersebut adalah operasi pasar murah, sidak pasar dan distributor, kerjasama antar daerah terkait suplai komoditas pangan, gerakan menanam cepat panen, merealisasikan BTT dan dukungan transportasi dari APBD.

Secara umum dalam aspek tata kelola pemerintahan, Dr. Bahri mencanangkan inovasi dan beberapa kebijakan strategis dalam enam bulan pertama masa pemerintahannya. Inovasi tersebut diantaranya percepatan implementasi system merit pada masajemen Sumber Daya Manusia ASN. Mendongkrak penilaian Indeks Reformasi Birokrasi dari 41,8 % menjadi 51,13 %. Juga peningkatan penilaian MCP KPK dari 29,11 % menjadi 48 %.

Masih dalam aspek tata kelola pemerintahan, Dr Bahri melakukan penertiban asset-aset daerah agar bisa berfungsi maksimal dalam penyelenggaran pemerintahan. Dalam upaya pemberantasa korupsi, mewajibkan pelaporan harta kekayaan kepada seluruh pimpinana Organisasi Perangkat Daerah. Juga meluncurkan 8 aplikasi dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan public.

Hal tersebut berimbas pada penilaian kepada Pemerintah Muna Barat dimana dari 22 item Indikator Kinerja Utama hampir seluruhnya mencapai target. Pada beberapa aspek, realisasinya bahkan melampaui target yang telah ditetapkan. Salah satunya pada indikator desa berkembang/ mandiri ditargetkan 71,6 %. Pada realisasi menjadi 74,07 %.

Jelang satu dasawarsa, Muna Barat telah bermetamorfosis sebagai daerah otonom yang layak diperhitungkan dalam kancah regional Sulawesi Tenggara. Angin perubahan akan datang seiring momen pemilihan bupati defenitif tahun 2024 nanti. Sungguh sebuah harapan besar bahwa diusia satu dasawarsa Muna Barat mendaptakn pemimpin yang akan meneruskan cita-cita leluhur menjadikan Muna Barat sebagai Wite Barakati.

Salah seorang guru manajemen Peter Ferdinand Druker mengungkapkan pentingnya seorang pemimpin dalam kalimatnya ‘leader is who that make things happen’. Pemimpin adalah seseorang yang menjadikan sesuatu mewujud nyata. Maka, Muna Barat sebagai Wite Barakati hanya akan menjadi sebuah angan kosong jika tampuk kepemimpinan berada pada tangan yang salah.

 

Sumber : Tim liputan Diskominfo
Penulis : Staf Kominfo (Wd. Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik (Wd.Rahmatia, SP)
Penanggung Jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd., M.Si)

UPACARA HUT MUNA BARAT KE 9

KOMINFO MUNA BARAT GO. ID 23 Juli menjadi hari bersejarah bagi Kabupaten Muna Barat. Kabupaten beribukota Laworoku ini merayakan hari jadi yang ke 9. Upacara peringatan berlangsung di Lapangan Sepak Bola Kelurahan Wamelai, Kecamatan Lawa.

Upacara dihadiri oleh PJ Bupati, Sekertaris Daerah, Forkopimda, jajaran eselon 2,3, dan 4, serta staf dan tenaga honorer. Jajaran tamu undangan hadir pula beberapa kepala daerah di wilayah Sulawesi Tenggara, Staf Ahli Gubernur, Agggota DPRD, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.

Upacara diawali dengan pembacaan sejarah Muna Barat sejak masa perintisan hingga sekarang. Selanjutnya dilakukan pengarakan bendera Lambang Daerah Muna Barat oleh 9 orang anggota Satuan Polisi Pamong Praja Muna Barat.

Dalam rangkaian acara, untuk pertama kalinya dikumandangkan Himne dan Mars Kabupaten Muna Barat. Dua lagu yang keberadaannya diinisiasi oleh PJ Bupati Muna Barat, Dr. Bahri, S.STP, M.Si. Keduanya merupakan pemenang dalam sayembara cipta himne dan mars Muna Barat yang menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT .

PJ Bupati Muna Barat dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas berbagai kemajuan yang dicapai oleh Bumi Laworoku di usianya yang ke 9. Potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia telah bisa termanfaatkan secara positif dalam upaya memajukan Kabupaten Muna Barat.

“Kami menyadari bahwa dalam perjalanan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Muna Barat yang telah memasuki usia 9 tahun ini masih terdapat kekurangan yang harus dibenahi. Namun demikian, sudah sepatutnya kita harus mensyukuri kemajuan pembnagunan yang sudah dicapai” ujarnya

Pada kesempatan tersebut alumni STPDN 07 ini memaparkan berbagai langkah strategis yang telah ditempuhnya selama mengemban amanah sebagai pemimpin Muna Barat. Langkah-langkah yang membawa Muna Barat mampu menyejajarkan diri dengan kabupaten lainnya di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dr. Bahri mengungkapkan abhwa fokus pembangunan Muna Barat saat ini yakni peningkatan kualitas pelayana public, peningkatan ketersediaan saran dan prasarana perkantoran, peningkatan daya saing infrastruktur, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kualitas sumberdaya manusia. Upaya ini telah membawa hasil signifikan yang dapat dilihat pada Capaian Indikator Makro Pembangunan Kabupaten Muna Barat Tahun 2022.

“Capaian Indikator Makro Pembangunan Kabupaten Muna Barat Tahun 2022 terus mengalami peningkatan dan sejajar dengan kabupaten lainnya di provinsi Sulawesi Tenggara. Kami berharap seluruh stakeholder pembangunan di Kabupaten Muna Barat terus berusaha keras dan bekerja sama serta bersinergi dengan amsyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Muna Barat.” paparnya

Rangkaian upacara dilanjutkan dengan pergelaran tradisi khas masyarakat Muna Barat yakni Ppogira Andhara dan Ewa Wuna. Pogira Adahara meruapakan ajang perkelahian kuda yang menjadi tradisi dari Pulau Muna. Tradisi ini unik sebab satu-satunya di Indonesia berada di Pulau Muna. Sedangkan Ewa Wuna merupakan penak silat yang diwariskan secara turun temurun dari leluhur masyarakat Muna.

Pada akhir acara berlangusng Haroa atau doa bersama. Haroa dilaksanakan di tenda khusus yang berisi dulang dari masing-masing OPD dan kecamatan di Muna Barat. Haroa juga merupakan tradisi khas masyarakat Muna.

 

Sumber : Tim liputan Diskominfo
Penulis : Staf Kominfo (Wd. Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik (Wd.Rahmatia, SP)
Penanggung Jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd., M.Si)

Upayakan Pemerataan Jaringan Internet di Muna Barat, Pemkab Lakukan Audiensi Dengan Kemenkominfo

KOMINFO MUNA BARAT. GO. ID Upaya pemerataan jaringan internet di wilayah Muna Barat terus dilakukan. Salah satu upayanya yakni dengan melakukan audiensi langsung kepada stakeholder yang membidangi masalah tersebut. Pada Senin (17/07/2023), PJ Bupati Muna Barat didampingi Kepala Dinas  Kominfo dan Kepala Bidang Layanan Data Center Kominfo Muna Barat bertemu Direktur Telekomunikasi Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika, Aju Widyasari.  Aju Widyasari pada kesempatan tersebut didampingi oleh Koordinator Jaringan / Analis Kebijakan Ahli Madya, Aditya Iskandar serta Analis Kebijakan Ahli Muda, Muhammad Ridwan Rauf.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Direktur Telekomunikasi Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika ini, Pj Bupati Muna Barat mempresentasikan Proposal Pembangunan BTS di Muna Barat. Poin penting dalam presentasi tersebut diantaranya masih terdapat 12 desa yang mengalami blank spot atau lemah sinyal.

Oleh sebab itu pemerintah Muna Barat berharap agar dalam waktu dekat dapat difasilitasi untuk membincang hal tersebut pada pihak operator seperti Telkomsel, XL, dan Indosat. Pemkab siap menggelontorkan anggaran agar operator dapat memaksimalkan layanan jaringan di  Muna Barat terutama pada wilayah-wilayah blank spot.

Aju Widyasari memberikan apresiasi atas audiesni yang dilakukan oleh pemerintah Muna Barat. Hal ini mengindikasikan keseriusan Pemda dalam menangani masalah tersebut. Direktur Telekomunikasi Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika ini mengungkapkan siap memfasilitasi pertemuan antara Pemda Muna Barat dan pihak provider.

“Berdasarkan analisis tim Direktorat Komunikasi, Muna Barat termasuk dalam kategori P3 (klasifikasi penanganan jangka panjang). Untuk langkah selanjutnya agar Daerah Muna Barat lebih cepat dlm penyelesaian masalah blank spot dan sinyal lemah maka pertemuan dengan pihak provider/operator sangat penting. Apalagi ada keinginan dan kesanggupan dari Pemda Muna Barat untuk menyiapkan dana sharing dalam mengejar percepatan perbaikan layanan jaringan bagi masyarakat yang saat ini telah menjadi kebutuhan di daerah.” ungkapnya

 

Sumber : Tim liputan Diskominfo
Penulis : Staf Kominfo (Wd. Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik (Wd.Rahmatia, SP)
Penanggung Jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd., M.Si)