Utusan Intansi Pemerintah Muna dan Muna Barat Hadiri Workshop Penggiat P4GN

KOMINFO MUNA BARAT. GO. ID Sebanyak 25 instansi pemerintah di Muna dan Muna Barat mengutus perwakilan guna mengikuti workshop Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Workshop berlangsung di Ballroom Hotel Nes Inn, Raha pada Senin (31/07/2023). Rangkaian kegiatan berlangsung pada pukul 08.00-16.00 WITA.

Mengusung tema Peningkatan Kapasitas P4GN Menuju Daerah Tanggap dan Bersih Narkoba, kegiatan ini dihadiri secara langsung oleh stakeholder terkait diantaranya Kepala BNNK Muna, Kapolres Muna, Kepala Kesbangpol Muna, serta Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kabupaten Muna.  Hal ini menjadi langkah strategis ditengah maraknya kasus penyalahgunaan narkoba yang kian mengkhawatirkan.

Dalam sambutannya, Kepala BNNK Muna, Muhammad Ridwan Zain, S.KM, M.Kes memaparkan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional P4GN tahun 2022-2024. Instruksi tersebut mewajibkan setiap instansi pemerintah untuk mengikutsertakan masyarakat dan pelaku usaha untuk melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui kebijakan, strategi, dan program kegiatan.

Lebih lanjut Muhammad Ridwan mengharapakn kepada segenap peserta untuk dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan apa yang didaptkan dalam workshop menjadi rujukan dalam melakukan kebijakan P4GN di lingkungan kerja masing-masing. Sebagai langkah konkrit atas harapan tersebut, BNNK Muna menyiapkan empat pemateri selama workshop berlangsung.

Para peserta mendapatkan materi terkait tugas dan tanggung jawabnya sebagai penggiat P4GN. Pada sesi 1, materi dibawakan oleh Kepala BNN Kabupaten Muna. Muhammad Ridwan menjabarkan Pola Strategi Pencegahan dalam Implementasi Kebijakan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika.

Selanjutnya dari  Polres Muna yang diwakili oleh Kasat Narkoba Iptu Arman, SH  memaparkan materi ke-2.  Materi ini membahas seputar Aspek Hukum dalam Implementasi Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika.

Pada Materi ke-3, para peserta mendapatkan rincian terkait Strategi Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Upaya Pengembangan Potensi Diri Penggiat P4GN. Materi dibawakan oleh pakar dibidangnya yakni Kepala Badang Kesbangpol Kabupaten Muna, Hamse, S.Pd. MM.

Pada sesi ke 4 para peserta mendapatkan curahan ilmu dari Praktisi Kesehatan Jiwa dan Psikologi Keluarga, dr. Wa Ode Harniana, M.Kes., Sp.KJ. Materi yang dibawakan terkait Pengetahuan Dasar Adiksi, Konseling, dan Rehabilitasi.

Setiap akhir sesi berlangsung tanya jawab sebagai sarana memeprkuat pemahaman para peserta terkait materi yang telah diterima. Sebelum kegiatan berakhir, para peserta diminta untuk menuangkan rencana aksi P4GN yang akan dilaksanakan di lingkungan kerja masing-masing dalam format yang telah disediakan oleh panitia.

 

Sumber : Tim liputan Diskominfo
Penulis : Staf Kominfo (Wd. Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik (Wd.Rahmatia, SP)
Penanggung Jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd., M.Si)

Pemkab Muna Barat Sasar Lawada dan Lakabu Sebagai Area Cetak Sawah Baru

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Upaya pemanfaatan sumber daya alam di Kabupaten Muna Barat terus dioptimalkan. Terbaru, pemerintah daerah akan melakukan pencetakan sawah di Desa Lawada dan Desa Lakabu. Hal ini sebagai upaya menjadikan Muna Barat sebagai sentra pertanian khususnya padi dan juga dalam rangka program pengendalian inflasi serta ketahanan pangan nasional.

Pemilihan Desa Lawada dan Desa Lakabu berdasarkan pertimbangan ketersediaan air dan saluran irigasi yang memadai. Kedua lokasi ini telah menjadi sentra produksi tanaman padi di Muna Barat.

Luas lahan yang akan digarap yakni 23 hektar di Desa Lawada dan 22 hektar di Desa Lakabu. Dua desa yang akan dijadikan areal persawahan tersebut telah melalui proses Survei Investigasi dan Desain (SID).

Sebanyak 1,2 miliar Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dialokasikan untuk biaya pencetakan sawah  baru seluas 45 hektar. Anggaran tersebut dipergunakan untuk pengolahan tanah dan pengadaan saprodi.  Guna mendukung terlaksananya agenda tersebut, pemerintah menganggarkan dana khusus untuk pengadaan alat-alat pertanian.

Hal ini menjadi pembuktian keseriusan pemerintah daerah dalam memajukan Muna Barat. Sebelumnya, pencetakan sawah dianggarkan melalui APBN Dana Tugas Pembantuan Provinsi. Namun, dibawah kepemimpian Dr. Bahri, pencetakan sawah juga dianggarkan melalui APBD.

Sumber : Tim liputan Diskominfo
Penulis : Staf Kominfo (Wd. Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik (Wd.Rahmatia, SP)
Penanggung Jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd., M.Si)

Menatap Arah Bumi Laworoku Jelang Satu Dasawarsa

KOMINFO MUNA BARAT. GO. ID Laworoku merupakan akronim dari Lawa, Tiworo, Kusambi. Nama baru bagi ibukota kabupaten yang sebelumnya berjuluk Laworo. Laworoku menggambarkan keadilan pada tiga wilayah besar yang merajut sebuah daerah otonomi bernama Muna Barat. Satu diantara 17 kabupaten dalam wilayah administrasi Sulawesi Tenggara.

Nama ini merupakan buah pikir Dr. Bahri, S.STP, M.Si dimasa-masa awal mengemban amanah sebagai pemegang kemudi jalannya pemerintahan Kabupaten Muna Barat. Dr. Bahri merupakan kepala daerah kelima di Muna Barat pasca otorita ini mekar dari induknya di tahun 2014.

Alumni STPDN 07 ini juga menetapkan tanggal baru memperingati hari kelahiran Muna Barat yakni 23 Juli setiap tahunnya. Momen yang menjadi titik kulminasi dari perjalanan panjang lahirnya Muna Barat melalui pengesahan undang-undang nomor 14 tahun 2014 tentang pembentukan daerah otonomi baru yang disahkan pada 23 Juli 2014.

Hari ini tepat 9 tahun Muna Barat dideklarasikan atau 1 tahun jelang satu dasawarsa. Estafet kepemimpinan terus dipergilirkan. Diawali oleh Drs. Laode Muhammad Rajiun Tumada. Kemudian digantikan oleh, Dr. Rony Yakub Laute. Kembali dipimpin oleh Drs. Laode Muhammad Rajiun Tumada ketika menang dalam pemilihan bupati definitif pertama kalinya.

Dalam perjalanannya, Laode Muhammad Rajiun Tumada digantikan oleh wakilnya Drs Achmad Lamani, M.Pd. Masa bakti Achmad Lamani berakhir pada 22 Mei 2022. Pada saat bersamaan Gubernur Sulawesi Tenggara belum melantik Penjabat Bupati sehingga terjadi kekosongan kursi pimpinan.

Sebagai langkah sigap, diangkat Drs. La Ode Muhammad Husein Tali, M.Pd sebagai Pelaksana Harian (Plh). 5 x 24 jam setelahnya, tepatnya pada tanggal 27 Mei 2023, Gubernur Sulawesi Tenggara melantik Dr. Bahri, S.STP, M.Si sebagai Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat.

Dr. Bahri hadir dua tahun sebelum Muna Barat mencapai usia satu dasawarsa. Momen genting sebab semua pemerintah di dunia tengah bertempur dengan gempuran inflasi dan sederet masalah warisan pandemi Covid 19. Semua pemegang tampuk kekuasaan perlu mengeluarkan jurus-jurus terbaik agar tidak limbung.

Namun, hambatan yang ada tak menjadi penghalang untuk memformulasikan kebijakan-kebijakan terbaik demi kemajuan Kabupaten Muna Barat. Berbekal ilmu yang didapatkan selama menempuh pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri dan sederet pengalaman kepemimpinan, Dr. Bahri mampu memberdayakan seluruh jajaran pemerintah Muna Barat agar tetap bisa bekerja.

Bahkan dengan kondisi finansial terbatas, pada beberapa aspek Muna Barat berhasil melakukan manuver yang melampaui capaian kabupaten-kabupaten senior.  Sebut saja dalam bidang Kesehatan, pemerintah Muna Barat nekat menggelontorkan dana besar demi bisa mengcover seluruh lapisan masyarakat untuk memiliki jaminan kesehatan.

Sebanyak 87.575 warga Muna Barat didaftarkan sebagai peserta BPJS dengan seluruh iuran dibayarkan dari APBD. Pemkab Mubar juga berkomitmen melindungi pekerja rentan melalui BPJS Ketenagakerjaan. 10.424 jiwa ditambah 2.270 orang pegawai non ASN didaftarkan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Bahkan, pemerintah juga menganggarkan dana kesehatan bagi mereka yang tidak mendapat pelayanan BPJS seperti ODGJ, bayi baru lahir, dan disabilitas.

Langkah ini diganjar oleh pemerintah pusat dengan penganugerahan UHC Awards dan Patriana Awards. Keduanya merupakan penghargaan yang diberikan oleh Presiden kepada Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota yang memiliki komitmen tinggi terhadap kualitas kesehatan masyarakatnya. Muna Barat mengungguli 16 kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.

Di bidang pendidikan, pemerintah daerah menggelontorkan dana APBD untuk pendidikan dasar bebas biaya. Muna Barat juga menjadi yang pertama mengeksekusi arahan Presiden terkait Peningkatan Literasi Numerasi. Pemerintah juga memberikan beasiswa kepada putra-putri daerah berprestasi.

Direktur Keuangan Kementerian Dalam Negeri ini diawal kehadirannya ‘mengacak-acak’ APBD Muna Barat untuk kemudian dialihkan pada pos-pos krusial. Salah satunya adalah peningkatan kesejahteraan pegawai melalui pemberian Tambahan Perbaikan Penghasilan (TPP).

Yang tidak kalah pentingnya, Dr. Bahri menganggarkan pembangunan Masjid Agung Muna Barat sebagai ikon daerah. Guna terlaksananya manajemen pemerintahan yang lebih baik, anggaran daerah juga diporsikan untuk membangun Kompleks Perkantoran Bumi Praja Laworoku, Kantor Bupati, Kantor DPRD.

Dibawah kepemimpinan Bahri, situs bersejarah Benteng Tiworo mendapatkan perhatian berupa revitalisasi Masjid Sangia Bharakati yang sebelumnya nampak terbengkalai. Di tahun yang sama terselenggara Kajian Naskah Sejarah guna menjernihkan asal-usul Kabupaten Muna Barat.

Pada aspek penanganan inflasi, pemerintah Muna Barat melaksanakan seluruhnya dari 6 langkah pengendalian inflasi yang diinstruksikan oleh Presiden. Enam langkah tersebut adalah operasi pasar murah, sidak pasar dan distributor, kerjasama antar daerah terkait suplai komoditas pangan, gerakan menanam cepat panen, merealisasikan BTT dan dukungan transportasi dari APBD.

Secara umum dalam aspek tata kelola pemerintahan, Dr. Bahri mencanangkan inovasi dan beberapa kebijakan strategis dalam enam bulan pertama masa pemerintahannya. Inovasi tersebut diantaranya percepatan implementasi system merit pada masajemen Sumber Daya Manusia ASN. Mendongkrak penilaian Indeks Reformasi Birokrasi dari 41,8 % menjadi 51,13 %. Juga peningkatan penilaian MCP KPK dari 29,11 % menjadi 48 %.

Masih dalam aspek tata kelola pemerintahan, Dr Bahri melakukan penertiban asset-aset daerah agar bisa berfungsi maksimal dalam penyelenggaran pemerintahan. Dalam upaya pemberantasa korupsi, mewajibkan pelaporan harta kekayaan kepada seluruh pimpinana Organisasi Perangkat Daerah. Juga meluncurkan 8 aplikasi dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan public.

Hal tersebut berimbas pada penilaian kepada Pemerintah Muna Barat dimana dari 22 item Indikator Kinerja Utama hampir seluruhnya mencapai target. Pada beberapa aspek, realisasinya bahkan melampaui target yang telah ditetapkan. Salah satunya pada indikator desa berkembang/ mandiri ditargetkan 71,6 %. Pada realisasi menjadi 74,07 %.

Jelang satu dasawarsa, Muna Barat telah bermetamorfosis sebagai daerah otonom yang layak diperhitungkan dalam kancah regional Sulawesi Tenggara. Angin perubahan akan datang seiring momen pemilihan bupati defenitif tahun 2024 nanti. Sungguh sebuah harapan besar bahwa diusia satu dasawarsa Muna Barat mendaptakn pemimpin yang akan meneruskan cita-cita leluhur menjadikan Muna Barat sebagai Wite Barakati.

Salah seorang guru manajemen Peter Ferdinand Druker mengungkapkan pentingnya seorang pemimpin dalam kalimatnya ‘leader is who that make things happen’. Pemimpin adalah seseorang yang menjadikan sesuatu mewujud nyata. Maka, Muna Barat sebagai Wite Barakati hanya akan menjadi sebuah angan kosong jika tampuk kepemimpinan berada pada tangan yang salah.

 

Sumber : Tim liputan Diskominfo
Penulis : Staf Kominfo (Wd. Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik (Wd.Rahmatia, SP)
Penanggung Jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd., M.Si)

Bintek Penyusunan Proses Bisnis, Standar Pelayanan dan Standar Operasional Prosedur Lingkup Kabupaten Muna Barat

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Salah satu indikator keberhasilan pemerintah adalah tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan public yang diberikan. Oleh sebab itu, secara berkala dilaksanakan penilaian terhadap Indeks Pelayanan Publik. Tahun 2023 Kabupaten Muna Barat menghadapi dua ranah penilaian terkait implementasi Pelayanan Publik yakni penilaian oleh Menpan-RB dan Ombudsman Perwakilan Sulawesi Tenggara.

Menpan-RB akan mengevaluasi tiga unit lokus yaitu Dinas Sosial, RSUD Muna Barat, dan Kecamatan Lawa. Sedangkan Ombudsman perwakilan Sulawesi Tenggara akan  melakukan penilaian pada Dinas PM-PTSP, Dinas DUKCAPIL, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Puskesmas Wuna, dan Puskesmas Guali.

Guna mendongkrak indek pelayanan publik di Kabupaten Muna Barat, pemerintah melaksanakan Bimbingan Teknis Penyusunan Proses Bisnis, Standar Pelayanan, dan Standar Operasional Prosedur Lingkup Kabupaten Muna Barat. Kegiatan direncanakan berlangsung selama tiga hari di Aula Kantor Bupati Muna Barat.

Pemkab Muna Barat menghadirkan dua narasumber dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. Narasumber tersebut yakni Muhammad Asphin Arwin, SH. MH selaku Analis Kebijakan di LAN-RI dan Guido Armando, S. IP selaku Analis Kelembagaan LAN-RI.

Acara dibuka secara resmi oleh PJ Bupati Muna Barat didampingi Sekretaris Daerah, Laode Muhammad Husein Tali pada Senin (03/07/2022). Dalam sambutannya Dr Bahri meminta kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar senantiasa membenahi tata kelola administrasi. Hal ini akan menjadi kekuatan dalam proses evaluasi atau pengawasan oleh Auditor.

“Saya tekankan kepada semua aparatur di setiap OPD, bahwa mari sennatiasa melakukan pembenahan di lingkungan organisasi kita. Terutama masalah administrasi pemerintahan yang selalu harus didokumentasikan dengan rapi.” Tuturnya

Imbauan tersebut juga sebagai implementasi atas amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik. Dalam undang-undang tersebut tertuang bahwa setiap penyelenggara pelayanan public, baik yang memberikan pelayanan kepada masyarakat secara langsung maupun tidak langsung wajib menyusun, menetapkan. dan menerapkan standar pelayanan sebagai tolak ukur dalam penyelenggaran pelayanan di setiap organisasi.

 

Sumber : Tim liputan Diskominfo

Penulis : Staf Kominfo (Wd. Hasrana, A.Md)

Editor : Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik (Wd.Rahmatia, SP)

Penanggung Jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd., M.Si)

Muna Barat Peringati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2023

DISKOMINFO MUBAR GO. ID Tanggal 26 Juni setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Anti Narkotika Internasional atau International Day against Drug Abuse and Illicit Trafficking. Peringatan ini menjadi ajang memperkuat aksi dan kerja sama antar negara-negara di dunia guna mencapai dunia yang bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Penyalahgunaan narkotika membawa dampak bukan hanya pada pribadi pengguna tetapi juga secara general. Jika tidak dicegah dan diperangi akan menimbulkan efek loss generation. Dunia rawan kehilangan generasi-generasi terbaik yang akan melanjutkan roda peradaban.

Tema yang diusung secara internasional yakni “People first: stop stigma and discrimination, strengthen prevention”. Tema ini menyerukan agar melihat individu yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba sebagai manusia yang membutuhkan empati, pemahaman, dan pendekatan. Menghentikan sikap menghakimi yang seringkali membuat penggguna mengisolasi diri, dikucilkan, dan sulit mengakses layanan Kesehatan yang dibutuhkan.

Adapun secara nasional, tema yang diusung adalah “Akselerasi War On Drugs Menuju Indonesia Bersinar”. Tema in menggaungkan semangat untuk bergerak cepat dalam upaya memerangi penyalahgunaan narkotika.

Pemerintah Muna Barat mendukung penuh agenda tersebut sebagiamana yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah dalam peringatan HANI 2023 pada Senin (26/06/2023). Bertempat di Gedung Koni Muna Barat, Laode Muhammad Husein Tali menyatakan bahwa pemerintah daerah Kabupaten Muna Barat siap mendukung implementasi program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

“Bertepatan dengan momentum Hari Anti Narkotika Internasional, Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat menyatakan siap mendukung implementasi program pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.di wilayah Kabupaten Muna Barat” ujarnya

Lebih lanjut, Laode Muhammad Husein Tali mengungkapkan upaya kolaborasi antara pemerintah Muna Barat dengan BNN Kabupaten Muna yang telah terjalin sejak tahun 2022. Secara bersama-sama melakukan program yang sejalan dengan upaya perang terhadap penyalahgunaan narkotika.

“Pada tahun 2022, Pemerintah Daerah Kabupaten Muna Barat bekerja sama dengan BNN Kabupaten Muna telah melaksanakan kegiatan P4GN antara lain sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba, tes urin, pembentukan Satgas Anti Narkoba dan pembuatan regulasi P4GN.” lanjutnya

 

Sumber : Tim liputan Diskominfo

Penulis : Staf Kominfo (Wd. Hasrana, A.Md)

Editor : Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik (Wd.Rahmatia, SP)

Penanggung Jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd., M.Si)

Jelang Idul Adha, Pemkab Mubar Gelar Gerakan Pangan Murah

DISKOMINFO MUBAR GO. ID Upaya penanganan inflasi terus masih terus menjadi agenda prioritas nasional. Salah satu langkah strategis yang dicanangkan oleh pemerintah adalah pergelaran Gerakan Pangan Murah. Hal ini sebagai upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan.

Menjelang Idul Adha 2023, pemerintah menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional pada Senin (26/6/2023). Pemerintah Muna Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan juga turut berpartisipasi dalam agenda nasional tersebut. Muhammad Naazirun selaku asisten II mewakili PJ Bupati Muna Barat membuka pelaksanaan Gerakan Pangan Murah.

Bertempat di Lapangan Sepak Bola Desa Wamelai, Kecamatan Lawa, pemerintah Muna Barat menyediakan beberapa jenis bahan pangan yang dapat dibeli oleh masyarakat dengan harga ekonomis. Masyarakat tampak antusias menyambut gelaran tersebut.

Komoditas yang tersedia antara lain beras, minyak goreng, bawang putih, bawang merah, telur, dan gula pasir. Beras 5 kg bisa ditebus dengan harga Rp45.000. Telur dibanderol dengan harga Rp56.000/rak. Untuk gula pasir harga per kilogram Rp14.000. Adapun komoditas bawang masing-masing Rp38.000/1 kg bawang putih dan Rp38.000/1 kg bawang merah. Sedangkan minyak goreng dijual dengan harga Rp14.000/liter.

 

Sumber : Tim liputan Diskominfo
Penulis : Staf Kominfo (Wd. Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik (Wd.Rahmatia, SP)
Penanggung Jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd., M.Si)

Kwartir Ranting Kusambi Gelar Gelanggang Penggalang Tangguh 5

DISKOMINFO MUBAR. GO. ID Ratusan anggota Pramuka se Kecamatan Kusambi berpartisipasi dalam ajang Gelanggang Pramuka Penggalang Tangguh 5. Ajang ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan oleh Kwartir Ranting (Kwarran) Kusambi. Lokasi kegiatan terletak di SMPN 2 Kusambi.

Momen pembukaan yang berlangsung pada Senin (19/06/2023) dihadiri oleh PJ Bupati Muna Barat, Dr Bahri. Selain itu hadir pula Ketua Tim Penggerak PKK, Camat Kusambi, Kepala Desa dan Lurah se kecamatan Kusambi, serta guru-guru tingkat SD dan SMP.

Sebanyak 137 peserta akan mengikuti perkemahan yang diadakan oleh Kwartir Ranting (Kwarran) Kusambi. Komposisi peserta terdiri dari 6 regu putra dan 11 regu putri. Regu putra terbagi atas 2 regu SMP/MTS dan 4 regu SD/MI. Sedangkan regu putri terbagi atas 7 regu SMP/MTS dan 4 regu  SD/MI.

Dalam rangkaian kegiatan perkemahan, peserta juga akan mengikuti  20 jenis perlombaan. Lomba tersebut diantaranya  LKBB, muadzin, hafalan surat pendek, menembak, pionering, tata rias, layang-layang, reportase, yel-yel, forum penggalang dan lain-lain.

Dalam sambutannya, Dr. Bahri mengingatkan tentang tujuan gerakan Pramuka yakni membentuk insan-insan berkualitas. Gugus depan dan kwartir ranting diharapkan mampu membentuk karakter peserta dari serangkaian pendidikan kepramukaan.

“Kita ketahui bersama bahwa gerakan pramuka mempunyai tujuan membentuk manusia untuk memiliki kepribadian yang beirman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, jiwa patriotik, taat hukum, disiplin, dan menjunjung tinggi peraturan.”  ujarnya

Alumni STPDN 07 ini juga menyampaikan dukungan pemerintah daerah pada kegiatan-kegiatan kepramukaan di Kabupaten Muna Barat. Dukungan yang diberikan dalam bentuk teknik, finansial, serta anggaran.

“Pemda Muna Barat tidak henti memberi dukungan baik bantuan teknik, finansial, maupun anggaran dalam setiap penyelenggaraan kegiatan kepramukaan di Kabupaten Muna Barat.” lanjutnya

Dr. Bahri selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang Pramuka di Muna Barat juga menitip harapan kepada peserta kegiatan ini. Ia berharap agar peserta mengikuti kegiatan dengan tertib serta senantiasa mengedepankan sikap yang dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan.

“Saya selaku Ketua Mabicab mengharapkan agar adik-adik mengikuti kegiatan dengan baik. Melaksanakan apa yang telah disusun oleh panitia serta senantiasa memupuk kekeluargaan, toleransi, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan.” pungkasnya

Sumber : Tim liputan Diskominfo

Penulis : Staf Kominfo (Wd. Hasrana, A.Md)

Editor : Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik (Wd.Rahmatia, SP)

Penanggung Jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd., M.Si)

Pemda Muna Barat Distribusi Bantuan Ketahanan Pangan Nasional

DISKOMINFO MUBAR GO. ID Proses distribusi Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) terlaksana secara merata hingga daerah-daerah yang jauh dari pusat ibu kota.  Kabupaten Muna Barat termasuk dalam penerima manfaat program tersebut.

Secara simbolis, PJ Bupati Muna Barat menyerahkan bantuan kepada Camat dan Kepala Desa yang hadir dalam apel gabungan pada Senin (19/06/2023). Selanjutnya sebanyak 126 ton beras akan disalurkan ke  seluruh kecamatan dalam wilayah administrasi Kabupaten Muna Barat.

Dalam sambutannya, Dr. Bahri menyampaikan bahwa berdasarkan data yang dilansir oleh Badan Ketahanan Pangan Nasional, terdapat 9.105 penerima bantuan di Kabupaten Muna Barat. Masing-masing akan mendapatkan 10 kg beras.

“Ini ada surat dari Kantor Pos berisi pemberitahuan penyaluran bantuan sosial sembako tahap 2. Penerima bantuan sesuai data dari Badan Ketahan Pangan Nasional sebanyak 9.105 KPM. Ini masuk dalam program prioritas nasional terkait penyaluran cadangan pangan nasional.” ujarnya

Pelaksaan distribusi ini berpedoman pada Peraturan Presiden (PERPRES) tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah No. 125 Tahun 2022.

Sumber : Tim liputan Diskominfo

Penulis : Staf Kominfo (Wd. Hasrana, A.Md)

Editor : Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik (Wd.Rahmatia, SP)

Penanggung Jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd., M.Si)

 

Muna Barat Jadi Role Model Percepatan Pendidikan Numerasi di Sulawesi Tenggara

DISKOMINFO MUBAR GO. ID Profesor Yohanes Surya yang merupakan pendiri Yayasan Indonesia Maju menyambangi Muna Barat pada Senin (12/06/2023). Hal ini sebagai tindak lanjut atas penandatanganan kerjasama pelatihan pendidikan numerasi antara pemerintah Muna Barat dan Yayasan Indonesia Maju. Prof. Yohanes adalah pencetus Metode Gasing yang berimplikasi positif terhadap perkembangan literasi numerasi pada peserta didik.

Staf Ahli Menter Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia (Menko Marves) ini datang bersama tim dari Surya Center for Learning Excellence. Hadir pula beberapa guru dari berbagai daerah di Indonesia yang telah lebih dulu mengikuti pelatihan Metode Gasing.

Kedatangan rombongan ini sebagai ajang audiensi lanjutan terkait Metode Gasing. Mengusung tagline “Muna Barat Pande Melentu Melalui Metode Gasing”, kegiatan berlangsung di Aula Barugano Lawa. Metode Gasing adalah akronim dari gampang, asyik, dan menyenagkan. Sebuah metode yang diharapkan mampu menyulap pelajaran numerasi yang kerap dianggap sebagai momok menjadi hal yang disukai.

Prof. Yohanes dalam sambutannya memberikan komplimen atas upaya pemerintah Muna Barat dalam melaksanakan pelatihan numerasi. Gerak cepat pemerintah Muna Barat menjalin kerjasama dengan Yayasan Indonesia Maju menjadi role model bagi kabupaten lain di Sualwesi Tenggara.

“Muna barat pertama di Sulawesi Tenggara. Sekarang jadi contoh karena Muna Barat sudah mulai. Kemarin Buton baru mulai lalu minggu depan Kendari kemudian Buton Selatan. Semua kabupaten di Sulawesi Tenggara mengikuti kabupaten Muna Barat. Ini luar biasa sekali.” ujarnya

Staf Ahli Menko Marves ini juga menjabarkan peluang guru-guru asal Muna Barat bisa menjadi trainer di daerah lain. Terlebih dengan adanya instruksi presiden agar semua kabupaten di Indonesia mengadopsi Metode Gasing sebagai salah satu metode pembelajaran.

“Sekarang sudah 38 kabuapten dan presiden minta supaya seluruh kabupaten. Trainer yang hadir di sini dari Banyuwangi, Sumedang, Kepulauan Aru,  Kabupaten Dairi, Kabupaten Subang, dan Makassar. Nanti bapak ibu kita harapakn dari 32 guru ini nanti kita akan ambil 5-10 orang duta-duta Muna Barat untuk mengajar di daerah lain.”lanjutnya

Menyambung apa yang dijabarkan oleh Prof Yohanes, PJ Bupati Muna Barat mengungkapkan keinginannya agar dari Muna Barat lahir generasi yang siap bertarung di ajang-ajang nasional maupun internasional. Bukan hanya siswa tetapi juga para guru yang telah mengikuti pelatihan.

“Saya ingin dari sini anak-anak saya ada yang mengikuti  olimpiade  matematikan dan kimia. Bukan saja nasional tapi juga dunia. Termasuk guru-guru kita yang mengajar tadi semoga bisa mengikuti jejak senior-seniornya. Guru-guru SD malang melintang dikirim Prof. Yohanes mewakili kemana-mana.” tutur Dr. Bahri

Dr Bahri juga menuturkan tentang peluang 32 orang guru asal Muna Barat yang telah mengikuti pelatihan pendidikan numerasi untuk mentransfer ilmunya ke luar negeri.  Untuk itu, Dirketur Perencana Anggaran Daerah Kemendagri ini meminta para guru untuk meningkatkan kompetensi berbahasa asing.

“Prof menawarkan ini tidak saja di Indoensia tapi juga bisa ke luar negeri. Jadi saya minta guru-guru yang ikut pelatihan ini untuk belajar Bahasa Inggris. Nanti ibu dan bapak bisa mengajar di Arab, Kongo, itukan luar biasa. Ini peluang yang harus kita tangkap.” pungkasnya

 

Sumber : Tim liputan Diskominfo

Penulis : Staf Kominfo (Wd. Hasrana, A.Md)

Editor : Kabid Opini (Wd.Rahmatia, SP)

Penanggung Jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd., M.Si)

 

PJ Bupati Muna Barat Defenitifkan Plt. Kepala Dinas Perumahan

KOMINFO.MUNABARAT.GO.ID Proses pemenuhan struktur Jabatan Tinggi Pratama (JPT) di tubuh pemerintah Kabupaten Muna Barat kembali terjadi. Bertempat di Aula Kantor Bupati Muna Barat, Dr Bahri melantik Laode Muhammad Amrin sebagai Kepala Dinas Perumahan.

Laode Muhammad Amrin yang sebelumnya menjadi Sekretaris Dinas Perumahan mengemban amanah baru melalui pembacaan Surat Keputusan Bupati Muna Barat No. 172 Tahun 2023. Acara pelantikan yang berlangsung pada Senin (12/06/2023) dihadiri jajaran pemerintah Kabupaten Muna Barat.

Mengawali sambutan dalam acara pelantikan tersebut, Bahri meluruskan hal yang berpotensi menjadi kesalahpahaman yakni tidak dilantiknya Laode Muhammad Amrin pada pelantikan JPT Pratama sebelumnya. Alumni STPDN 07 ini menyitir Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil. Dimana pada pasal 107 huruf c tertuang tentang salah satu syarat diangkat dalam JPT Pratama yakni berusia maksimal 56 tahun.

“Saya ingin meluruskan kesimpangsiuran berita mengapa Pak Muuri (sapaan akrab Laode Muhammad Amrin) tidak dilantik waktu pelantikan eselon II. Saya bekerja pasti sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan. Hari ini tidak ada pejabat yang menabrak ketentuan perundangan. Persoalannya Pak Muuri, beliau ini kelahiran Maret 1967. Kalau kita merujuk Pasal 107 PP 11 Tahun 2017, pengangkatan dalam JPT Pratama usia paling tinggi 56 tahun. Waktu saya menerima persetujuan Mendagri itu kan sudah lewat.” jelasnya

Namun, keluarnya surat Mendagri belum dapat dijadikan rujukan akhir sebab Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) telah mengeluarkan hasil seleksi terbuka JPT Pratama yang memuat nama Laode Muhammad Amrin. Surat bertanggal 20 Februari 2023 merupakan legalisasi yang mengizinkan dilantiknya Laode Muhammad Amrin  untuk menduduki kursi JPT Pratama.

Menanggapi dua kondisi bersebrangan tersebut, PJ Bupati Muna Barat melayangkan surat kepada KASN guna mempertanyakan boleh atau tidaknya melantik Laode Muhammad Amrin. KASN melalui surat Nomor B1770 memberikan kewenangan kepada PJ Bupati Muna Barat untuk melantik yang bersangkutan.

 

 

Sumber : Tim liputan Diskominfo

Penulis : Staf Kominfo (Wd. Hasrana, A.Md)

Editor : Kabid Opini (Wd.Rahmatia, SP)

Penanggung Jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd., M.Si)