Hasil Evaluasi Reformasi Birokrasi Muna Barat Capai Kategori B dengan Peningkatan Signifikan

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) resmi merilis hasil Evaluasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (RB) Tahun 2024. Berdasarkan Surat Nomor B/259/RB.06/2025, Pemerintah Kabupaten Muna Barat meraih nilai 65,20 dengan kategori “B”, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2023 yang meraih nilai 44,65, juga dengan kategori B.

Evaluasi Reformasi Birokrasi ini dilaksanakan mengacu pada Peraturan Menteri PANRB Nomor 9 Tahun 2023 tentang Evaluasi Reformasi Birokrasi dan Keputusan Menteri PANRB Nomor 182 Tahun 2024 tentang Petunjuk Teknis Evaluasi RB Tahun 2024. Tujuan utama dari evaluasi ini adalah untuk mengukur kemajuan pelaksanaan RB dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan digital yang efektif, lincah, dan kolaboratif, serta menciptakan budaya kerja ASN yang profesional dan berAKHLAK.

Di tingkat daerah, hasil evaluasi ini menjadi dasar untuk melakukan perbaikan berkelanjutan. Kementerian PANRB mendorong seluruh pemerintah daerah, termasuk Muna Barat, untuk menindaklanjuti rekomendasi hasil evaluasi sebagai upaya konsisten dalam peningkatan kualitas reformasi birokrasi.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyambut baik hasil capaian ini dan menegaskan bahwa reformasi birokrasi adalah salah satu agenda prioritas dalam periode kepemimpinannya 2024–2029.

“Peningkatan indeks RB ini adalah hasil dari kerja keras seluruh perangkat daerah. Tapi ini baru awal. Komitmen kami adalah menjadikan birokrasi Muna Barat lebih responsif, sederhana, dan digital. Reformasi birokrasi bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi kunci untuk menciptakan pelayanan publik yang bermutu dan cepat,” ujar Bupati La Ode Darwin.

Sementara itu, Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana (Ortala) Setda Muna Barat, Mukhtar,S.Pd, M.Sc., menjelaskan bahwa capaian ini diperoleh melalui sinergi lintas Perngkat Derah dalam membenahi area-area pengungkit reformasi birokrasi, mulai dari tata laksana, tematik, manajemen SDM ASN, hingga penguatan akuntabilitas dan pelayanan publik serta peningkatan nilai SAKIP.

“Nilai 65,20 ini bukan angka semata, melainkan gambaran dari arah kemajuan kita. Ke depan, kita akan menindaklanjuti rekomendasi evaluasi dan memperkuat sistem pemantauan internal agar semua perangkat daerah berperan aktif dalam peningkatan pengelolaan pemerintahan yang berimplikasi pada peningkatan perbaikan pelayanan publik di Kabupaten Muna Barat ,” kata Mukhtar.

Pemerintah Kabupaten Muna Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan melalui pendekatan yang lebih digital, kolaboratif, dan berorientasi hasil.

Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

 

Bupati Muna Barat Ajukan Bantuan Pengembangan UMKM ke Kementerian UMKM

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Sektor UMKM memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia, sebagai penyumbang  terhadap PDB dan lapangan kerja di seluruh daerah. Dalam upaya meningkatkan aksesibilitas dan pemberdayaan pelaku usaha, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, melakukan pertemuan dengan Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, di Kantor Kementerian UMKM pada hari ini, Kamis (8/5/2025). Dalam pertemuan tersebut, Bupati Muna Barat mengajukan permohonan bantuan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Non-Fisik untuk sektor UMKM di Kabupaten Muna Barat, dengan harapan dapat mendukung pengembangan ekonomi lokal dan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Saat ini, pelaku UMKM di Muna Barat tercatat berjumlah 6.174 UMKM yang terdiri dari 6.116 pelaku usaha mikro, 49 pelaku usaha kecil, dan 9 pelaku usaha menengah, yang tersebar di 11 kecamatan. Potensi sektor UMKM ini diharapkan dapat lebih berkembang dengan adanya bantuan dari Kementerian UMKM.

Bupati La Ode Darwin menyampaikan bahwa sektor UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian Muna Barat, terutama untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa dan daerah yang masih tertinggal dalam hal infrastruktur dan akses pasar. Dalam pertemuan tersebut, Bupati berharap agar pemerintah pusat melalui Kementerian UMKM dapat memberikan bantuan yang dapat meningkatkan daya saing pelaku UMKM di Muna Barat.

“Sektor UMKM adalah salah satu tulang punggung ekonomi daerah kami. Kami sangat berharap agar bantuan ini bisa menguatkan pelaku UMKM kami, baik dalam aspek modal usaha maupun pengembangan kapasitas produksi. Dengan bantuan ini, kami yakin ekonomi lokal akan semakin tumbuh dan berkembang,” ujar Bupati La Ode Darwin.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, berkomitmen untuk memberikan dukungan lebih lanjut, termasuk penambahan porsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk Muna Barat. Ia juga menyampaikan bahwa saat ini terdapat program KUR Padat Karya yang dialokasikan sebesar Rp 20 Triliun secara nasional, dan Muna Barat juga akan menjadi salah satu daerah yang menerima manfaat dari program tersebut.

“Kami memahami pentingnya dukungan untuk pelaku UMKM di daerah-daerah seperti Muna Barat. Oleh karena itu, kami akan mengalokasikan tambahan porsi KUR untuk daerah ini, dan Muna Barat juga akan mendapatkan bagian dari program KUR Padat Karya ini. Meski anggaran saat ini terbatas karena kebijakan efisiensi, kami akan terus berupaya agar Muna Barat menjadi prioritas dalam program-program selanjutnya,” jelas Menteri Maman Abdurrahman.

Selain itu, Plt. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Muna Barat, Djamudin, S.Pd, MM, yang turut mendampingi Bupati dalam pertemuan tersebut, menambahkan bahwa pihaknya terus mendorong agar para pelaku UMKM di Muna Barat memanfaatkan berbagai peluang yang ada untuk mengembangkan usaha mereka.

“Kami berharap agar bantuan ini dapat memperkuat daya saing para pelaku UMKM di Muna Barat, terutama dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan kualitas produk. Kami juga berterima kasih atas perhatian dan komitmen Kementerian UMKM dalam mendukung pengembangan sektor ini,” ungkap La Ode Djamudin.

Dengan adanya dukungan dari Kementerian UMKM, diharapkan UMKM di Muna Barat akan semakin berkembang dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat.

Penulis: Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Eitor/Penanggungjawab : Kadis Kominfo-SP (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Usulkan Pembangunan BTS dan Internet Sekolah Gratis dalam Audiensi dengan Kementerian Komdigi

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Dalam upaya meningkatkan aksesibilitas teknologi dan informasi di wilayah Muna Barat, Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, melakukan audiensi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komdigi) pada hari ini, Rabu (7/5/2025). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Staf Khusus Menteri Komdigi, Arnanto Nurprabowo, turut hadir dalam audiensi tersebut Bupati Muna, Bupati Wakatobi, Wakil Bupati Konawe Kepulaun, Wakil Ketua DPRD Buton Utara, Kadis Kominfo Muna Barat, Kadis Kominfo Wakatobi dan Kadis Kominfo Muna, para Dirjen dan Direktur Bakti Kominfo.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Muna Barat menyerahkan proposal usulan pembangunan BTS (Base Transceiver Station) dan penyediaan internet sekolah gratis di Muna Barat sebagai upaya untuk mendukung pemerataan akses informasi dan pendidikan digital bagi masyarakat, khususnya di daerah-daerah terpencil.

Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, dalam pernyataannya mengungkapkan bahwa keterbatasan akses internet di beberapa wilayah Muna Barat, terutama di pulau-pulau dan daerah pedalaman, sangat menghambat perkembangan pendidikan, ekonomi, dan sektor lainnya.

“Peningkatan infrastruktur komunikasi, terutama pembangunan BTS dan penyediaan internet gratis di sekolah-sekolah, adalah langkah penting dalam mewujudkan pemerataan akses informasi dan layanan pendidikan yang lebih baik. Ini adalah bagian dari upaya Pemkab Muna Barat untuk mewujudkan Liwu Mokesa – kampung yang keren, di mana teknologi menjadi bagian integral dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Bupati La Ode Darwin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Muna Barat, Al Rahman, S.Pd, M.Si, juga menyampaikan bahwa usulan ini akan memberikan dampak yang besar terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Muna Barat, terutama untuk sekolah-sekolah yang terletak di wilayah yang sulit dijangkau oleh jaringan internet.

“Usulan ini kami ajukan dengan harapan agar sekolah-sekolah di daerah terpencil di Muna Barat dapat memperoleh akses internet gratis yang stabil dan cepat. Ini akan membuka peluang bagi anak-anak di desa-desa untuk mengakses berbagai materi pembelajaran dan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah kami,” ungkap Al Rahman.

Dalam audiensi tersebut, Staf Khusus Menteri Komdigi, Arnanto Nurprabowo, memberikan apresiasi terhadap usulan yang diajukan oleh Pemkab Muna Barat dan menyatakan akan menindaklanjuti dengan pembahasan lebih lanjut bersama pihak terkait untuk mempercepat realisasi pembangunan BTS dan penyediaan akses internet untuk sekolah-sekolah di Muna Barat.

“Kami menyambut baik usulan dari Pemerintah Kabupaten Muna Barat. Kami akan melihat lebih lanjut potensi dan kebutuhan daerah, dan pastinya akan mendukung upaya untuk mempercepat akses komunikasi dan informasi di wilayah-wilayah yang membutuhkan,” jelas Arnanto Nurprabowo.

Dengan usulan ini, diharapkan Muna Barat dapat memperkuat konektivitas dan mempercepat proses digitalisasi yang akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan dan ekonomi masyarakat setempat.

Penulis : Wa Ode Rahmatia, SP (Kabid Peng. opini & Aspirasi Publik)

Penanggungjawab : Al Rahman, S,Pd, M.Si (Kadis Kominfo-SP)

Menteri PUPR Terima Kunjungan Bupati Muna Barat

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Bupati Muna Barat Laode Darwin melaksanakan kunjungan kerja di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Jakarta pada Selasa (6/5/2025). Kedatangan pimpinan Muna Barat ini diterima secara langsung oleh Menteri PU Dody Hanggodo. Pertemuan tersebut membahas dukungan infrastruktur dalam pembangunan Kabupaten Muna Barat.

Dilansir dari Biro Komunikasi Publik Kementerian PU, Dody Hanggodo menyatakan dukungannya dalam upaya meningkatkan infrastruktur di Kabupaten Muna Barat. Pembangunan irigasi menjadi pekerjaan awal yang dapat dilaksanakan sebab telah mengantongi Instruksi Presiden (inpres). Sedangkan pembangunan jalan akan dimasukkan kedalam skema Inpres Infrastruktur Daerah.

“Insya Allah kita support untuk infrastruktur di Muna Barat, yang paling cepat bisa kita kerjakan irigasi karena sudah ada Inpresnya. Sementara untuk jalan direncanakan masuk dalam skema Inpres Infrastruktur Daerah, tetapi ini masih dalam tahap awal,” ungkap Menteri Dody.

Selain irigasi, pembangunan Sekolah Rakyat (SR) juga menjadi program Kementerian PU dalam rangka pembangunan pendidikan berbasis pemerataan. Menteri Dody meminta agar Bupati Muna Barat menyiapkan lahan untuk Sekolah Rakyat.

“Saya minta ke Pak Bupati siapkan lahan untuk SR yang masuk ke pembangunan Tahap 2A.  Sekolah ini akan memberikan pendidikan gratis dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Kita akan sekolah kan anak-anak Muna Barat,” tambahnya

Bupati Muna Barat Laode Darwin menyanggupi apa yang menjadi permintaan Menteri Dody. Lahan seluas 8 hektar telah disiapkan beserta sejumlah dokumen pendukung pembangunan Sekolah Rakyat.

“Kami sudah siapkan lahan seluas 8 hektar dan seluruh dokumen pendukung pembangunan Sekolah Rakyat sudah lengkap. Semoga ini segera terealisasi,” ungkap Laode Darwin.

Dalam kesempatan tersebut, Laode Darwin juga menjabarkan potensi Muna Barat di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan. Ironisnya, potensi ini belum didukung dengan infrastruktur yang memadai. Oleh sebab itu, Bupati Muna Barat meminta dukungan Kementerian PU dalam pengadaan irigasi.

“Potensi sawah kami mencapai 5.000 ha, tapi belum ada irigasi teknis. Beberapa desa bahkan terputus saluran airnya, sehingga terpaksa dialihkan ke tanaman nilam. Tapi kalau ini dibiarkan, tanah akan rusak dalam 2–3 tahun ke depan. Untuk itu saya mohon dukungan Pak Menteri untuk membangun irigasi.” pungkasnya.

Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode hasrana, A.Md)
 Editor: Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Penampilan Musik Dua Warna Asal Muna Barat Raih Juara Di Ajang Harmoni Sultra

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Usai menerima penghargaan Indeks Pengelolaan Keuangan Daerah Terbaik se-Sulawesi Tenggara, nama Kabupaten Muna Barat kembali menggema saat pengumuman pemenang Lomba Musik Dua Warna dalam Festival Harmoni Sultra. Penampilan dua musisi asal Muna Barat, Rut Medin Hutajalu dan Uce Sasrianti dinobatkan sebagai juara ke-3 dari 8 kabupaten/kota yang berlaga.

Keduanya tampil memukau dengan membawakan lagu berbahasa Indonesia dan Bahasa Daerah Muna. Lagu berbahasa Indonesia merupakan karya dari Ketua Tim Penggerak PKK Muna Barat Rika Purwaningsih Darwin berjudul Jayalah Muna Barat. Sedangkan lagu berbahasa Muna berjudul Benteno Tiworo karya Marwan SE.

Pengumuman dan penyerahan piagam penghargaan dilaksanakan saat penutupan Harmoni Sultra 2025 di Lapangan Gelora Kolaka pada Minggu (27/4/2025). Piagam diserahkan oleh Wakil Gubernur Ir. Hugua dan diterima oleh Ibu Wakil Bupati Muna Barat Kadiani Runa Ali Basa.

Juara 1 diraih Kota Kendari yang disusul oleh Kota Bau-Bau pada posisi ke-2. Pada kategori harapan, Kabupaten Konawe menempati posisi Harapan 1. Selanjutnya, Harapan 2 diraih oleh Kabupaten Buton Selatan dan menyusul Kabupaten Wakatobi sebagai juara Harapan 3.

Adapun delapan kabupaten/kota yang mengikuti Lomba Musik Dua Warna yakni Kota Kendari, Kota Bau-Bau, Kabupaten Muna Barat, Kabupaten Konawe, Kabupaten Buton Selatan, Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Konawe Kepulauan, serta Kabupaten Buton Tengah. Musik Dua Warna merupakan pergelaran seni yang memadukan antara musik tradisional dan musik modern.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar
Penulis: Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor: Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

 

Peringati HUT Sultra Ke-61, Gubernur Ajak Bersinergi Dalam Harmoni

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID 27 April menjadi momentum bersejarah bagi Provinsi Sulawesi Tenggara. Almanak tersebut menjadi pengingat akan eksistensi Bumi Anoa sejak 27 April 1964. Tahun 2025, provinsi beribu kota Kendari ini genap berusia 61 tahun. Pertambahan usia yang diperingati secara khidmat di Lapangan 19 November Kolaka.

Bumi Mekongga menjadi saksi lantunan rasa syukur atas nikmat pertambahan usia. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka dalam sambutannya.

“Kita bersyukur hari ini Provinsi Sulawesi Tenggara genap berusia 61 tahun. Kita bersyukur eksistensi Sultra mulai terbentuk hingga usia sekarang. Senantiasa terjaga dan terus bergerak maju dengan berbagai pencapaian pembangunan di segala bidang meskipun dihadapkan pada tantangan lokal, nasional, dan global.” ujarnya

Atas berbagai capaian pembangunan yang berimplikasi pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sultra, Gubernur mengajak segenap hadirin menghaturkan hormat dan terima kasih kepada para pejuang terbentuknya Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Sudah sepatutnya dengan penuh rasa hormat kita menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada tokoh pejuang dan mantan pimpinan daerah serta tokoh-tokoh pendahulu. Semoga segala jasa pengabdian tercatat sebagai amal ibadah dan diridhoi oleh Tuhan.” lanjutnya

Selanjutnya, sosok yang akrab disapa ASR ini menyampaikan tentang Sumber Daya Alam berlimpah serta keberagaman masyarakat yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara. Dua hal yang menjadi potensi besar dalam pembangunan daerah maupun nasional. Oleh sebab itu ASR mengajak seluruh masyarakat Sultra untuk tidak mempertentangkan perbedaan tetapi mengelolanya sebagai harmoni agar tercapai kemajuan dalam segala bidang.

“Sebagaimana diketahui bersama, Sultra dikaruniai Sumber Daya Alam melimpah dan beragam. Baik yang ada di permukaan maupun di perut bumi. Kita juga menyadari bahwa Sultra adalah daerah yang masyarakatnya hidup dalam keberagaman agama, suku, bahasa, budaya adat istiadat, status sosial, dan pandangan politik. Hal tersebut merupakan potensi besar bagi pembangunan daerah dan nasional.” sambungnya

Sang Jenderal Purnawirawan mengingatkan agar upacara HUT Sulawesi Tenggara ke-61 tidak sekadar seremonial belaka tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjalankan pemerintahan yang bertanggung jawab. ASR juga mengajak segenap unsur pembangunan untuk meningkatkan integritas dan melaksanakan tugas yang telah diamanahkan.

“Upacara HUT Sultra ke-61 ini jangan hanya seremonial tetapi jadi momentum meningkatkan kesadaran kolektif kita semua bahwa membangun Sultra sebagai daerah otonomi adalah tanggung jawab pemerintah dan segenap komponen pembangunan. Dari Bumi Mekongga, saya mengajak kita semua mari konsisten jaga kerukunan dan persatuan dalam keberagaman.” pungkasnya

Sebelum mengakhiri sambutannya, Gubernur Sultra ke-13 ini menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, Anggota DPR, Anggota DPD, DPRD, pemerintah kabupaten, TNI, POLRI, Organisasi Kemasyarakatan, Pihak Swasta, akademisi, media, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan seluruh masyarakat Sultra serta semua pihak yang telah berperan dan berkontribusi dalam pembangunan Bumi Anoa.

Andi Sumangerukka mengakhiri sambutannya dengan menyitir falsafah hidup suku-suku yang mendiami Provinsi Sulawesi Tenggara. Warisan leluhur yang mengandung nilai-nilai tentang menjaga adat, saling menghargai,  dan bijak dalam bertindak. Falsafah Suku Tolaki ”Inae kosara ie pinesara. Inae lia sara ie pinekasara”  memiliki makna Siapa yang menghargai adat ia akan dihormati. Siapa yang melanggar adat ia akan diberi sanksi. Falsafah Buton “Po-binci-binciki kuli” berarti “saling mencubit kilit (kulit) sendiri”. Falsafah Suku Muna”Pomoa-moasigho, Popia-piara, Poangka-angkatau dan Poadha-adhati “, yang artinya saling menyayangi, saling menyantuni, saling kerjasama, dan saling menghargai”. Serta falsafah Suku Moronene “Koniantou” bermakna berjalan di jalan yang baik.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar
Penulis: Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor: Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Pembukaan Harmoni Sultra Awali Rangkaian Perayaan HUT Sultra Ke-61

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Stadion Gelora Kabupaten Kolaka menjadi saksi kemeriahan rangkaian peringatan HUT Sulawesi Tenggara ke-61 pada Kamis (24/4/2025). Sebelum acara puncak pada tanggal 27 April 2025, Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka didampingi Wakil Gubernur Ir. Hugua dan Bupati/Walikota se-Sulawesi Tenggara membuka Festival Harmoni Sultra yang secara simbolis ditandai dengan pembunyian sirine. Festival Harmoni Sultra menjadi ajang berbagai kegiatan hiburan, pameran OPD, dan pemberdayaan UMKM.

Harmoni Sultra 2025 mengusung tema Maju, Aman, Sejahtera, dan Religius. Dalam sambutannya, Gubernur Sultra Andi Sumangeruka mengungkapkan bahwa pemilihan Harmoni dilandaskan pada keinginan untuk bersinergi dengan semua unsur dalam membangun Sulawesi Tenggara. Sedangkan kata Maju menggambarkan harapan untuk maju dengan dukungan sumber daya memadai hingga mampu sejajar dengan provinsi-provinsi yang lain.

Selanjutnya, aman dan sejahtera mewakili keinginan untuk menciptakan rasa aman agar investor bersedia datang ke Bumi Anoa. Adapun penggunaan kata religi dipilih agar semua unsur menggerakkan hati yang dilandasi dengan religi hingga mampu berkarya maksimal.

“Mengapa aman dan sejahtera? Karena kita ingin menciptakan rasa aman agar investasi datang. Ini harus dikelola dengan menggerakkan hati yang dilandasi dengan religi. Saya Ingi mengajak semua terutama OPD, mari bekerja menggunakan hati. Masyarakat menanti karya-karya kita kedepan.” ungkapnya

Sebelum menutup sambutannya, Andi Sumangerukka menyitir sebuah pantuan yang disambut riuh oleh hadirin, “Pohon Bidara di kebun tetangga. Terlihat indah dipagi yang cerah. Kegiatan HUT Sultra di Bumi Mekongga. Berkah bagi masyarakat dan bumi yang indah.”

Diawal berlangsungnya pembukaan Harmoni Sultra, penampilan Tari Kolosal Legenda Bumi Mekongga menghipnotis masyarakat yang tumpah ruah memadati Stadion Gelora. Tarian yang dibawakan oleh 61 siswa-siswi dari beberapa SMP di Kolaka ini menceritakan tentang Negeri Sorume (Kolaka saat ini) yang mendapatkan ancaman dari Burung Konggaha. Burung Elang Raksasa yang memangsa hewan ternak hingga manusia. Keganaasan Burung Konggaha berhasil diakhiri oleh ide dari Larumbalangi yang kemudian dilantik sebagai raja pertama Kerjaan Mekongga.

Penampilan seni musik bambu tradisional yang dibawakan oleh siswa-siswi SDN 2 Lalombaa dan SDN 1 Ulu Wolo turut menyemarakkan pembukaan Harmoni Sultra. Para pemain musik bambu mengalunkan melodi dari lagu-lagu daerah di Sulawesi Tenggara. Masyarakat juga dihibur oleh penampilan artis ibu kota Nassar dan sederet musisi asal Sultra.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar
Penulis : Staf Kominfo (Wa Ode Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

 

Ketua Dekranasda Muna Barat tampilkan Tenun Motif Otumpe Dalam fashion Show Harmoni Sultra

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Muna Barat, Rhika Purwaningsih Darwin, S.H., tampil memukau dalam ajang fashion show budaya Sultra yang digelar di Panggung Utama Harmoni Sultra  Lapangan Gelora Kolaka (Kamis, 24 April 2025) . Acara ini menjadi ajang bergengsi yang menampilkan kekayaan busana daerah dari seluruh Kabupaten/Kota se-Sulawesi Tenggara.

Kabupaten Muna Barat mendapat kehormatan sebagai penampil pembuka dalam parade peragaan busana, dengan nomor urut 1. Rhika Purwaningsih tampil anggun dalam balutan busana tenun bermotif Otumpe,  yang merupakan hasil karya penenun lokal dan sarat makna budaya serta filosofi kehidupan masyarakat Muna Barat.

“Pemilihan Motif Otumpe dalam peragaan busana ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal Muna Barat yang kaya makna. Motif ini saya pilih karena mencerminkan semangat syukur, harmoni, dan keberagaman masyarakat yang sederhana, berani, dan teguh menjaga nilai adat. Lebih dari itu, Otumpe adalah simbol filosofi hidup kami yang selaras dengan visi Liwu Mokesa – kampung yang keren,” ujar Rhika Purwaningsih.

Motif Otumpe, berasal dari kata Tumpeng dalam bahasa Muna, merupakan representasi visual dari doa, syukur, dan kekuatan kolektif masyarakat Muna Barat. Dalam budaya lokal, Otumpe menggambarkan keharmonisan hidup, keterhubungan dengan alam, dan semangat menjaga warisan leluhur.

Warna-warna dalam busana tenun Otumpe—coklat, merah, dan hitam—mewakili unsur filosofi yang kuat : Coklat melambangkan kedekatan dengan alam dan ketulusan, merah melambangkan keberanian dan semangat dan hitam melambangkan kewibawaan dan keteguhan menjaga adat

Motif ini juga disusun berdasarkan falsafah hidup masyarakat Muna Barat:
“Hansuru hansuru badha sumano kono hansuru liwu, hansuru hansuru ana liwu sumano kono hansuru adhati, hansuru hansuru ana adhati, sumano tangka agama.”

Lewat penampilan ini, Dekranasda Muna Barat berhasil menunjukkan bahwa pembangunan bukan hanya infrastruktur, tetapi juga tentang membangun jati diri, karakter, dan keberlanjutan budaya lokal. Otumpe bukan sekadar motif estetika, tetapi narasi visual dari nilai, harapan, dan identitas masyarakat Muna Barat.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar
Penulis :  Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Temui Pihak PLN di Baubau : Pastikan Listrik Pulau-Pulau Terpencil Terlayani Mulai 2025

 KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan layanan publik yang merata hingga ke wilayah paling terpencil. Hal ini dibuktikan dengan pertemuan antara Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, bersama Manager PLN UP2K Sulawesi Tenggara, Joni Sitorus, yang turut didampingi oleh Manager PLN UP3 Baubau, Bagus Cahyadi, Senin (14/4/2025) di Kota Baubau.

Pertemuan ini membahas secara khusus percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah kepulauan Muna Barat, sebagai bentuk realisasi janji politik kepemimpinan Bupati La Ode Darwin dan Wakil Bupati Drs. Ali Basa, M.Si dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

“Kesimpulan dari hasil pertemuan kami, pihak PLN akan mulai melakukan pembangunan jaringan listrik pada tahun 2025 ini, dan akan berlanjut secara bertahap hingga tahun 2027. Dengan begitu, Insya Allah dalam waktu dekat masyarakat desa di wilayah kepulauan akan segera menikmati akses listrik yang layak,” ujar Bupati La Ode Darwin, Sabtu (19/4/2025), saat mengonfirmasi hasil pembahasan tersebut.

Bupati Muna Barat menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses infrastruktur dasar.

“Listrik bukan sekadar penerangan, melainkan kunci membuka akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi. Tidak boleh ada kesenjangan pelayanan hanya karena faktor geografis. Masyarakat di pulau-pulau berhak mendapatkan hak yang sama seperti masyarakat di daratan,” tegasnya.

Adapun cakupan wilayah yang akan menjadi prioritas pembangunan jaringan listrik meliputi 11 desa yang tersebar di tiga kecamatan, yakni: Kecamatan Maginti: Desa Pasidangan, Desa Gala, Desa Maginti, dan Desa Kangkunawe, Kecamatan Tiworo Utara: Desa Santiri, Desa Mandike, Desa Tasipi, Desa Bero, Desa Tiga, dan Desa Santi dan Kecamatan Tiworo Kepulauan: Desa Katela

Lebih lanjut, La Ode Darwin juga menyampaikan bahwa dua kebutuhan utama masyarakat kepulauan yang selama ini menjadi perhatian pemerintah daerah adalah listrik dan air bersih. Untuk itu, selain percepatan ketersediaan listrik, Pemkab Muna Barat juga tengah menyusun strategi untuk memenuhi akses air bersih yang memadai.

“Untuk air bersih, kami sedang mencari formulasi terbaik agar masyarakat kita di pulau-pulau bisa mendapatkan layanan air yang layak. Ini bagian dari tanggung jawab pemerintah yang tidak boleh tertunda,” pungkas Bupati.

Pertemuan strategis ini menandai langkah konkret sinergi antara Pemkab Muna Barat dan PLN untuk memastikan bahwa tidak ada warga yang tertinggal dalam pembangunan. Dengan hadirnya listrik, diharapkan akan terbuka lebih banyak peluang produktif yang berdampak pada peningkatan kualitas hidup dan ekonomi masyarakat kepulauan.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar
Penulis :  Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)

Bupati Muna Barat Pimpin Rapat Koordinasi Dana Desa: Maksimalkan Dana Desa untuk Ketahanan Pangan 

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memimpin Rapat Koordinasi dengan tema “Dana Desa Mendukung Program Ketahanan Pangan untuk Mewujudkan Muna Barat Liwu Mokesa” yang digelar pada Kamis (17/4/2025) di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Muna Barat. Rapat ini dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Muna Barat, Aswin, S.STP, M.Si, dan dihadiri oleh Wakil Bupati Muna Barat, Sekretaris Daerah Kabupaten Muna Barat, Inspektur Kabupaten Muna Barat, beberapa Kepala OPD Instansi teknis terkait, serta seluruh Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Muna Barat.

Rapat ini bertujuan untuk menyelaraskan kebijakan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam memanfaatkan Dana Desa untuk mendukung program ketahanan pangan. Dasar pelaksanaan program ini mengacu pada Permendes PDTT Nomor 2 Tahun 2024 dan Keputusan Menteri Desa PDT Nomor 3 Tahun 2025 yang memberikan panduan lebih lanjut mengenai penggunaan Dana Desa untuk ketahanan pangan.

Bupati Muna Barat La Ode Darwin dalam sambutannya menyoroti beberapa hal penting terkait pengelolaan Dana Desa. Pertama, ia mengingatkan tentang jalur koordinasi yang tepat antara Kepala Desa, Camat, dan Bupati. Menurutnya, apabila ada permasalahan di desa yang tidak bisa diselesaikan di tingkat desa, maka masalah tersebut harus diselesaikan terlebih dahulu di tingkat kecamatan sebelum diteruskan ke tingkat kabupaten.

“Jangan langsung dari kepala desa ke Bupati. Semua harus sesuai dengan hierarki yang ada. Kami siap membantu, tapi permasalahan harus diselesaikan terlebih dahulu di tingkat yang lebih rendah,” jelas Bupati.

Selanjutnya, Bupati menyampaikan bahwa Dana Desa yang 20 persen akan dialokasikan untuk program ketahanan pangan, dengan mengacu pada peraturan yang ada. Ia menegaskan bahwa meskipun APBDes 2025 telah disepakati, penyesuaian untuk penggunaan Dana Desa ini tetap bisa dilakukan untuk mendukung program ketahanan pangan yang lebih luas.

“Bantuan dari Dana Desa akan digunakan untuk mendukung program unggulan kami di sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Misalnya, jika ada desa yang menerima bantuan sapi, maka Dana Desa bisa digunakan untuk pembuatan kandang. Begitu juga dengan bantuan ayam petelur dan sektor lainnya. Hasil dari usaha ini, kita akan suplai ke program Makanan Bergizi Gratis dari pemerintah pusat yang saat ini sudah dinikmati oleh sekitar 2060 siswa melalui 7 dapur umum yang dikelola secara mandiri,” tambah Bupati.

Bupati juga menekankan bahwa penggunaan Dana Desa akan ditransfer langsung ke rekening yang terdaftar, dan diharapkan dapat menghasilkan perkembangan ekonomi baru yang positif, meningkatkan Penerimaan Asli Daerah (PAD) dan menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat desa.

Terkait dengan BUMDes, Bupati meminta agar BUMDes yang tidak aktif atau pailit segera diambil langkah tegas untuk dicut-off dan diganti dengan BUMDes yang baru yang dikelola secara profesional. Semua ini bertujuan agar sumber daya manusia unggul di desa dapat diberdayakan dengan maksimal.

Untuk memastikan pengelolaan Dana Desa sesuai dengan peraturan yang berlaku, Bupati juga memerintahkan Inspektur Kabupaten Muna Barat untuk melakukan pendampingan yang intensif. Inspektur akan memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil oleh desa dalam penggunaan Dana Desa tidak melanggar hukum dan peraturan yang ada, serta agar pelaksanaannya lebih efektif dan transparan.

Wakil Bupati Muna Barat, Drs. Ali Basa, M.Si, dalam kesempatan yang sama, mengingatkan para Kepala Desa untuk menghilangkan mindset pribadi terkait program ini. “Jangan ada lagi pemikiran ‘apa yang akan saya dapatkan?’ Semua harus fokus pada keberlanjutan program ketahanan pangan. Semua kebijakan dan implementasi harus terukur dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Wakil Bupati.

Sebelum rapat ditutup, Bupati Muna Barat kembali menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengintervensi penggunaan Dana Desa secara langsung, namun akan mengawal proses dan mekanismenya agar sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik. “Saya tidak intervensi penggunaannya, saya hanya intervensi prosesnya. Bantu kami mensukseskan program ini, agar manfaatnya sampai ke masyarakat,” tegas Bupati di hadapan seluruh peserta rapat. Ia juga memerintahkan Kepala Dinas DPMD untuk segera melakukan verifikasi pembentukan kelembagaan pengelola Dana Desa 20 persen, baik melalui BUMDes maupun lembaga lainnya, agar pelaksanaan program ketahanan pangan dapat berjalan efektif, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Sumber : Tim Liputan Diskominfo Mubar
Penulis :  Kabid Opini dan Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)
Editor/ Penanggungjawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd, M.Si)