Harga Beras Naik, Pemkab Muna Barat Segera Lakukan Operasi Pasar

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Komoditas beras terpantau mengalami kenaikan harga secara nasional. Menurut data yang dilansir oleh Badan Pusat Statistik, inflasi beras kembali mengalami kenaikan menjadi 1,43 persen pada Agustus 2023. Hal ini berimbas secara nasional hingga ke daerah-daerah.

Dilansir dari website resmi pemerintah, Presiden menginstruksikan kepada para pemangku kepentingan seperti Perum Bulog dan pemerintah daerah agar dapat menggunakan anggarannya untuk mengintervensi pasar jika harga beras masih belum stabil. Hal tersebut dimaksudkan agar angka inflasi daerah dapat terkendali, bahkan menurun secara bertahap.

Menanggapi hal tersebut, pemerintah Muna Barat dalam waktu dekat akan melakukan operasi pasar dan pasar murah di seluruh wilayah Muna Barat. Pemerintah menjalin kerjasama dengan pihak Bulog dalam hal penyediaan stok beras. Hal ini diungkapkan oleh PJ Bupati Muna Barat dalam rapat rutin bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah pada Senin (11/09/2023).

“Kita akan melakukan operasi pasar di seluruh wilayah Muna Barat bekerjasama dengan Bulog.” tuturnya

Bulog menyediakan 22 ton beras yang akan disalurkan merata ke 11 pasar di wilayah Muna Barat. Masing-masing pasar akan mendaptkan 2 ton beras.  Demi ketertiban penyelenggaraan operasi pasar dan pasar murah, pemerintah menggandeng pihak TNI dan Kepolisian.

 

Sumber : Tim liputan Diskominfo

Penulis : Staf Kominfo (Wd. Hasrana, A.Md)

Editor : Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik (Wa Ode Rahmatia, SP)

Penanggung Jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd., M.Si)

Masuk Nominasi TPID Awards, Pemkab Mubar Diundang ke Jakarta

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Dinilai memiliki inovasi dalam pengendalian Inflasi, Kementerian Dalam Negeri mengundang Pemerintah Kabupaten Muna Barat untuk mengikuti Rakornas Pengendalian Inflasi  dalam rangka memperkuat sinergi dan meningkatkan inovasi untuk mengendalikan inflasi daerah menuju ketahanan Pangan Nasional yang berkelanjutan di Istana Negara Jakarta, Kamis, (31/8/2023).

Kegiatan Rakornas akan dirangkaikan dengan penganugerahan Tim Pengendalian Inflasi daerah (TPID) Awards. Muna Barat menjadi salah satu dari 30 daerah yang masuk nominasi TPID Awards. TPID Awards adalah ajang Kemenko Perekonomian untuk memberikan apresiasi/ penghargaan kepada daerah yang berhasil mengendalikan inflasi dengan beberapa parameter.

TPID adalah tim yang dibentuk oleh Pemerintah daerah untuk mengendalikan inflasi didaerahnya. TPID berfungsi untuk memonitor dan menganalisis pergerakan harga dipasar, serta melakukan tindkan-tindakan preventif dan korektif untuk mengendalikan inflasi.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Muna Barat diketuai oleh Sekda Muna Barat Dr. LM. Husein Tali, M.Si beranggotakan Asisten II, Inspektorat Daerah, Bagian Ekonomi Setda Mubar, Bappeda, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Perhubungan, Dinas Kominfo, Dinas Perindag, Bulog, BUMD serta pihak terkait lainnya.

Sekda Muna Barat menyatakan bahwa TPID Muna Barat telah melaksanakan seluruh intruksi dari Presiden 6 upaya konkrit dalam rangka pengendalian inflasi.

“ kami telah melaksanakan operasi pasar murah dibeberapa titik, melaksanakan sidak pasar dan distributor, kerjasama antar daerah dalam hal ini Kab. Enrekang dan Bima, Gerakan menanam tanaman panen cepat seperti  cabai dan bawang, merealisasikan BTT dan dukungan subsidi transportasi dari APBD yaitu subsidi angkutan umum darat dan laut, tuturnya.

Lebih lanjut Husein Tali menyatakan bahwa keberhasilan TPID Kabupaten Muna Barat tidak terlepas dari arahan dan dukungan dari Penjabat Bupati Muna Barat Dr. Bahri, S.STP, M.Si “Dengan pengalaman beliau sehingga walaupun kemampuan finansial daerah yang terbatas beliau bisa melahirkan  kebijakan-kebijakan untuk mengoptimalkan kinerja seluruh jajaran Pemerintah Muna Barat termasuk kinerja TPID” sambungnya.

Kabag Ekonomi Setda Nurtin, SP  menjelaskan bahwa pengukuran kinerja TPID didasarkan atas pembobotan dari beberapa aspek penilaian.  Pemenang TPID nantinya ditetapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sebagai Ketua Tim pengendalian Inflasi Pusat (TPIP).

“Mengenai Muna Barat masuk dalam kategori apa nanti diumumkan saat Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2023 besok” ungkapnya.

 

Sumber : Tim liputan Diskominfo

Penulis  : Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik (Wd.Rahmatia, SP)

Editor &Penanggung Jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd., M.Si)

Pemkab Mubar adakan Forum Group Discussion I Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Rencana Zonasi (ZS) Kecamatan Tiworo Tengah

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Selasa (29/8/2023), dalam rangka Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kecamatan Tiworo Tengah, Dinas PUPR Kabupaten Muna Barat mengadakan Forum Group Discussion (FGD) I Penyusunan RDTR dan Rencana Zonasi (RZ)  Kecamatan Tiworo Tengah dan sekitarnya untuk menjaring aspirasi dan masukan dari tokoh masyarakat, instansi dan berbagai pihak dalam tahapan pengumpulan data penyusunan RDTR. Acara ini dihadiri oleh beberapa instansi terkait seperti Bappeda, Dinas Pariwisata, DPMPTSP,  Kecamatan Tiworo Tengah serta perwakilan dari seluruh desa yang berada di lingkup Kecamatan Tiworo Tengah dan dibuka langsung oleh Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat (Mubar) Dr. Bahri, S.STP, M.Si.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun konsep pengembangan wilayah melalui Dokumen Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Wapae dan sekitarnya yang memuat pola pengaturan tata guna lahan, tata ruang dan tata kelola lingkungan pada wilayah Kawasan wapae dan sekitarnya sehingga dapat mendukung dalam tercapainya visi pengembangan daerah Kabupaten Muna Barat secara terpadu dan berkelanjutan.

Dalam sambutan nya Dr. Bahri menyatakan bahwa RDTR merupakan amanat Perpu Cipta kerja Pasal 14 ayat (2) dimana pemerintah daerah wajib menyusun dan menyediakan Rencana Detail Tata Ruang yang sesuai standar yang nantinya akan diintegrasikan oleh Pemerintah Pusat kaitannya dengan Sistem Perizinan Berusaha Secara Online yang dikenal dengan Online Single Submission (OSS).

“Dengan adanya RDTR yang terintegrasi dengan OSS dapat mendorong kemudahan berinvestasi karena mempercepat pengurusan perizinan dasar bagi perusahaan yang hanya membutuhkan 1 hari kerja masyarakat sudah bisa mengurus perizinan. Investor bisa dari mana saja dan kapan saja tidak perlu datang ke Muna Barat untuk mengurus perizinan. Disamping itu pengurusan bisa lebih singkat, efisien,  transparan dalam hal ini mencegah terjadi nya korup  ” tuturnya.

Lebih lanjut beliau menjelaskan  bahwa RDTR memegang peran penting untuk memastikan suatu izin usaha sejalan dengan prinsip tata ruang,  keberlanjutan lingkungan dan sosial di daerah. Ketika suatu daerah tidak punya RDTR, konfirmasi atas izin lokasinya harus diurus terpisah ke pemerintah pusat, yang akan memberi persetujuan berdasarkan Rencana tata Ruang Wilayah (RTRW) dan membutuhkan waktu sekitar 2 bulan.

” Dengan adanya RDTL hanya butuh 1 hari untuk menyelesaikan semua perysaratan dasar perizinan” tambahnya.

Dikesempatan yang sama Kepala Dinas PUPR Unding menyatakan bahwa kegiatan Forum Group Discussion (FGD) ini  merupakan tindak lanjut dari Perda Kab. Muna Barat No. 10 Tahun 2020 tentang Perencanaan Pengembangan Wilayah Kabupaten.

 

Sumber: Tim Liputan Diskomimfo Mubar

Penulis : Wa Ode Rahmatia, SP (Kabid Peng. Opini dan Aspirasi Publik)

Editor/ Penanggungjawab : Al Rahman, S.Pd, M.Si (Kadis Kominfo)

Penyerahan SPPT-PBB Perkotaan dan Perdesaan

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Bertempat di Aula Kantor Bupati Muna Barat, Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat (Mubar) Dr. bahri, S.STP, M.Si menyerahkan SPPT Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Perdesaan (PBB-P2) Tahun 2023, Senin (28/8/2023).

Dengan didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Muna Barat Dr. LM. Husein Tali, M.Si dan Kepala Badan Pendapatan daerah (bapenda) La Samahu, S.Pd, M.Pd SPPT PBB-P2 diserahkan kepada 86 desa/ kelurahan.

SPPT PBB-P2 adalah surat yang digunakan untuk memberitahukan besarnya Pajak Bumi dan Bangunan yang terutang dan bukan merupakan bukti kepemilikan hak atas tanah dan atau bangunan.

Dr. Bahri dalam sambutanya menyatakan bahwa saat ini beban pemerintah sangatlah berat salah satu harapan pemerintah untuk membiayai pembangunan adalah penerimaan dari sector pajak.

“Pajak mempunyai peranan penting dalam kehidupan bernegara khususnya dalam pelaksanaan pembangunan karena pajak merupakan sumber pendapatan negara untuk membiayai pengeluaran negara. Pajak Bumi dan Bangunan atau yang lebih dikenal PBB juga berperan besar sebagai salah satu sumber pendapatan negara” ungkapnya.

Lebih lanjut beliau mengatakan saat ini diketahui jumlah SPPT tahun 2023 sejumlah 35.487 lembar dengan nilai nominal Rp. 1.476.255.695,-. Luas bumi yang terdata di Kabupaten Muna Barat sebesar 19.243 ha atau sebesar 21 % dari total luas bumi 90.630 Ha. Masih ada 71.387 ha yang belum terdata.

“Untuk itu kepada Camat, Lurah dan Kepala Desa untuk selalu melakukan pemantauan terhadap petugas PBB, serta koordinasi dengan perangkat desa dan Kelurahan dalam penyampaian SPPT PBB-P2 kepada wajib pajak agar SPPT tersebut benar-benar sampai kewajib pajak serta mengintensifkan pemungutan sehingga penerimaan yang telah ditetapkan pada setiap desa dan kelurahan dapat terus meningkat dari tahun sebelum nya,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Bapenda, La Samahu, S.Pd, M.Pd mengatakan bahwa keterlambatan penyerahan ini disebabkan karena pihaknya harus memferifikasi terlebih dahulu obyek-obyek pajak seluruh desa dan kelurahan.

“Saat ini seperti diketahui masih ada 71.387 ha luas bumi yang belum terdata. Apabila semua sudah terdata maka dimungkinkan kenaikan penerimaan dari sector pajak hingga 80%” ucapnya.

Setelah penyerahan SPPT PBB P-2 hari ini dalam kurun 1 bulan kedepan akan diadakan evaluasi Kembali untuk mengidentifikasi permasalahan-permasalahan dilapangan agar pendapatan PBB-P2 ini dapat lebih dioptimalkan melebihi pencapaian pada tahun sebelumnya.

Sumber : Tim liputan Diskominfo

Penulis  : Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik (Wd.Rahmatia, SP)

Editor &Penanggung Jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd., M.Si)

Pemkab Mubar dan Polda Sultra teken MoU Pelaksanaan Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Bagi masyarakat Pencari kerja Berdasarkan Klaster Kompetisi

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Dalam rangka  mempererat sinergitas hubungan antara Pemerintah Daerah dan Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara dalam penataan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya peningkatan sumber daya manusia masyarakat Kabupaten Muna Barat maka Pemerintah Kabupaten Muna Barat  dan Polda Sultra  melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman bersama antara Pj.Bupati Muna Barat Dr. Bahri, SSTP.,MSi. dan Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Sultra, Kombes Danang Beny K,S.I.K, MH,  Kamis(24/8/2023).

Kerja sama ini tentang pelaksanaan kegiatan Pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat pencari kerja berdasarkan klaster kompetisi di Kabupaten Muna barat Tahun 2023 yang nantinya akan ditindaklanjuti dengan perjanjian Kerjasama ataupun kertas kerja dengan OPD teknis dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Kerjasama ini merupakan amanat Peraturan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2018 tentang Kerjasama daerah serta Peraturan Menteri Dalam negeri Nomor 22 Tahun 2020 tentang tata Cara Kerjasama Daerah dengan daerah Lain dan Kerjasama Daerah dengan Pihak Ketiga.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Dr. Bahri  menyatakan  bahwa kondisi daerah dan masyarakat Muna Barat selain daratan juga tersebar pada daerah-daerah pesisir dan kepulauan seperti halnya didaerah lain masyarakat Muna Barat memiliki animo yang tinggi untuk mengikuti penjaringan sebagai calon anggota POLRI, namun keterjangkauan informasi dan kesempatan yang terbatas sehingga peluang itu sangat kecil.

“ini adalah wujud nyata kehadiran pemerintah daerah untuk menjembatani apa yang menjadi kebutuhan masyarakat kami” ungkapnya.

Sehubungan dengan itu, Pj. Bupati Dr. Bahri  menegaskan  bahwa kesepakatan Bersama akan ditekankan pada program bimbingan dan pelatihan yang terdiri atas bimbingan dan pelatihan kemampuan jasmani, kemampuan akademik, kemampuan psikologi dan Kesehatan yang nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat Muna Barat bukan hanya untuk mendaftarkan diri sebagai salon anggota POLRI namun pada sekolah-sekolah kedinasan lainnya yang memiliki metode penerimaan yang mirip dengan seleksi masuk anggota POLRI.

Sementara itu, Karo SDM Polda Sultra, Kombes Danang Beny K. mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pemkab Mubar yang menjado mitra Kerjasama. “Kami (Polda Sultra) siap mendukung pemerintah daerah Muna Barat dalam mewujudkan masyarakat Mubar yang memiliki kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing sesuai dengan amanat UUD yakni mencerdaskan kehidupan bangsa,” ungkapnya.

 

Sumber : Tim liputan Diskominfo

Penulis  : Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik (Wd.Rahmatia, SP)

Editor &Penanggung Jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd., M.Si)

 

Lokakarya Rencana Aksi Daerah Pencegahan Perkawinan Anak

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Pemerintah Kabupaten Muna Barat kembali menggandeng multi stakeholder dalam rencana aksinya. Melalui kerjasama antara Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Muna Barat dan ‘Aisyiyah Kabupaten Muna Barat terselenggara kegiatan Lokakarya Rencana Aksi Daerah Pencegahan Perkawinan Anak.

Hal ini merupakan implementasi kewajiban pemerintah terhadap Perlindungan Anak sebagai amanat Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan Undang-undang nomor 16 tahun 2019 tentang perkawinan anak.

Kegiatan berlangsung di Gedung Koni Kabupaten Muna Barat pada Jumat (11/08/2023).  Kegiatan ini menghadirkan 52 orang undangan yang terdiri dari  Kepala Bidang beberapa OPD, Ketua Pengadilan Agama Raha, Ketua Pengadilan Negeri Raha, Kepala Seksi Binmas dan PHHU Kemenag Kab. Muna Barat, Kabag Hukum Setda Mubar, Camat, Kades, Pengurus Muhammadiyah, Kepala desa, KUA Kecamatan, Tokoh Adat, Tokoh Agama, LSM Lambu Ina Raha, ITBKM, Kepala Puskesmas, Forum PUSPA, Forum Anak,  dan Pengurus ‘Aisyiyah.

Pembicara yang hadir dalam lokakarya tersebut merupakan sosok-sosok kompeten dalam bidang pemberdayaan dan perlindungan anak.  Tampil memberikan sambutan Nina Hendrawati, S.P, M.Sos selaku PC Program Inklusi’Aisyiyah dan Dr. Tri Hastuti Nur Rochimma, M.Si selaku Sekretaris Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah dan Koordinator Program Inklusi ‘Aisyiyah.

Materi pertama disampaikan oleh Rohika Kurniadi Sari, S.H. M.Si, selaku Deputi Pemenuhan Hak Anak Kementrian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (KPPA). Sedangkan materi kedua dibawakan oleh Ir. Takari Abdullah, MMA selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Muna Barat.

Kegiatan lokakarya dibuka secara langsung oleh Sekretaris Daerah Muna Barat, Laode Muhammad Husain Tali. Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan sebuah harapan bahwa di usai emas Indonesia, angka perkawinan anak dapat diturunkan. Kabupaten Muna Barat berkomitmen untuk mewujudkan hal tersebut.

“Lokakarya ini sebagai suatu upaya  agar perkawinan anak itu bisa kita minimalisir. Kita berharap tahun 2045, menyongsong 100 tahun negara kita, perkawinan anak bisa kita turunkan.”ujarnya

Sekda juga menyampaikan dukungan penuh dari Pj Bupati Muna Barat atas lokakarya yang dilaksanakan. Untuk itu para peserta diminta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik dan sampai tuntas. Hal ini sebagai langkah awal untuk menyusun rencana aksi daerah.

“Kita harapkan semua OPD, semua camat , desa, dan para kader supaya mari sama-sama kita ikuti ini dengan baik sampai tuntas.  Ini baru awal. Selanjutnya kita akan menyusun rencana aksi daerah untuk kita laksanakan.” pungkasnya

 

Sumber : Tim liputan Diskominfo
Penulis : Staf Kominfo (Wd. Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik (Wd.Rahmatia, SP)
Penanggung Jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd., M.Si)

Lomba Seni dan Budaya Warnai Rangkaian HUT Muna Barat ke-9

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Euforia peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Muna Barat yang ke-9 masih terus berlanjut. Setelah sukses menggelar Lomba Balap Perahu Nelayan di awal bulan Agustus, kini pemerintah daerah menggelar Lomba Seni dan Budaya. Jenis lomba yang dipertandingkan terdiri dari Salawat, Mars dan Himne Muna Barat, Tari Kreasi, Tari Modero, Rambi Wuna, dan Gambus.

Lomba Seni dan Budaya dijadwalkan berlangsung selama delapan hari sejak  tanggal 08 sampai 15 Agustus 2023. Lomba ini juga dalam rangka menyambut HUT Republik Indonesia ke-78. Peserta lomba berasal seluruh OPD, kecamatan dan desa se-Muna Barat.

Acara pembukaan diselenggarakan di Lapangan Wamelai, Kecamatan Lawa pada Senin (07/08/2023). Pj Bupati Muna Barat, Dr. Bahri, S.STP, M.Si hadir memberikan sambutan sekaligus membuka rangkaian kegiatan Lomba Seni dan Budaya.

Dalam sambutannya, Dr. Bahri menyampaikan bahwa lomba ini sebagai partisipasi dalam konteks peringatan HUT Muna Barat ke-9 dan HUT RI ke-78. Rangkaian acara yang diselenggarakan ini menjadi bagian menterjemahkan visi misi ataupun tujuan pemekaran. Dimana visi besar yang diemban adalah agar Laworoku menjadi Wite Barakati.

“Setiap tanggal 23 Juli ada rangkaian acara yang kita selenggarakan. Ini menjadi bagian dari kita menterjemahkan visi misi ataupun tujuan pemekara. Juga sebagai wujud penghargaan terhadap tokoh-tokoh pemekaran kita.” ujarnya

Lebih lanjut Dr. Bahri memaparkan akronim dari Barakati yakni berakhlak, beragama, beradat, kekeluargaan, dan inovatif. Semua itu tercermin dalam agenda kegiatan yang dilaksanakan. Beragama ditunjukkan dengan pelaksanaan Muna Barat bershalawat yang dirangkaikan dengan Tabligh Akbar. Beradat tampak pada upaya melestarikan adat istiadat yang telah dibangun oleh para leluhur.

“Visi misi kita yang terdepan adalah menciptakan Muna Barat beragama. Kita menghormati adat istiadat yang dibangun leluhur. Kita pertahankan. Seperti Tari Modero ini, kewajiban kita untuk mencari apa filosofinya. Adat istiadat ini harus terus ada di masyarakat kita sebagai bukti bahwa kita memiliki kearifan lokal yang tidak ada di daerah lain.” lanjutnya

Sosok nomor satu di Muna Barat ini juga menghimbau agar juri dalam setiap perlombaan bersikap adil dan berintegritas. Sebab lomba ini juga menjadi ajang untuk mencetak kader-kader terbaik yang akan jadi referensi ketika dibutuhkan untuk tampil dalam acara-acara besar di Muna Barat.

Sumber : Tim liputan Diskominfo
Penulis : Staf Kominfo (Wd. Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik (Wd.Rahmatia, SP)
Penanggung Jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd., M.Si)

 

PJ Bupati Muna Barat Resmikan Masjid Munawir Al-Munajat

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Masjid Munawir Al-Munajat merupakan salah satu rumah ibadah yang terletak di Desa Nihi, Kecamatan Barangka. Masjid ini diresmikan oleh Pj Bupati Muna Barat pada Sabtu (05/08/20230. Hadir dalam kegiatan tersebut tokoh adat, tokoh agama, tokoh Perempuan dan masyarakat Desa Nihi.

Rangkaian kegiatan peresmian diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Pj Bupati Muna Barat, Dr. Bahri, S.STP, M. Si. Dalam sambutannya, Dr. Bahri menyampaikan bahwa bidang keagamaan menjadi salah sasaran pembangunan pemerintah Kabupaten Muna Barat. Hal ini tercermin dari kucuran dana hibah untuk rumah-rumah ibadah yang sedang dalam proses pembangunan maupun renovasi.

“Kami pemerintah Kabupaten Muna Barat bersyukur dengan dibangun dan diresmikannya masjid karena masjid adalah fasilitas prasarana umum yang harus ada di setiap kompleks perumahan atau lingkungan. Dalam konteks ini, setiap tahun saya menganggarkan kurang lebih 2,5 Milyar untuk bantuan masjid.” ujarnya

Lebih lanjut, Bahri menghimbau kepada segenap masyarakat agar berupaya untuk memakmurkan masjid. Kemakmuran masjid menjadi satu persoalan yang harus dipikirkan secara bersama-sama sebab selama ini gencar dilakukan pembangunan masjid tetapi jumlah jamaah masih sangat minim.

“Sekarang masjid kita resmikan. Tapi yakinkah ada jamaahnya? Dari shalat subuh hingga maghrib dan isya. Ini yang patut jadi perhatian kita. Bagaimana masjid ini bisa makmur yang ditandai dengan banyaknya jamaah dan banyaknya kegiatan keisalaman.”

Sebelum mengakhir sambutannya Direktur Bina Keuangan Daerah Kemendagri ini memberikan apresiasi kepada pemerintah Desa Nihi dan panitia pelaksanaan pembangunan Masjid Munawir Al-Munajat. Juga kepada segenap masyarakat yang telah memberikan sumbangsih baik dalam bentuk materi maupun non materi. Ia mengungkapkan bahwa pembangunan masjid sejalan dengan slogan Wite Barakati yang diusungnya.

Sumber : Tim liputan Diskominfo
Penulis : Staf Kominfo (Wd. Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik (Wd.Rahmatia, SP)
Penanggung Jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd., M.Si)

IPKDN Muna Barat Gelar Festival Budaya Muna III

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Ikatan Pemuda Kreatif Desa Nihi (IPKDN) kembali menggelar Festival Budaya Muna. Pergelaran ini merupakan agenda tahunan yang telah dilaksanakan sejak tahun 2021. Tema yang diusung dalam ajang Festival Budaya Muna 2023 adalah Bangkitkan Semangat Berkarya Dalam Pelestarian Seni Budaya Muna.

Acara pembukaan berlangsung di Lapangan Desa Nihi, Kecamatan Sawerigadi pada Sabtu (05/08/2023). Pj Buapti Muna Barat, Dr. Bahri, S. STP, M.Si hadir menyampaikan sambutan sekaligus membuka Festival Budaya Muna ke-III. Seremoni pembukaan ditandai dengan pemukulan gong.

Dalam sambutannya, PJ Bupati Muna Barat memberikan apresiasi kepada IPKDN atas terselenggaranya kegiatan ini. Dr. Bahri menyitir kalimat fenomenal dari founding fathers Indonesia yang berbunyi ‘Beri aku 1000 orang tua niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, maka aku akan mengguncang dunia.’ Kalimat ini menginterpretasikan besarnya perubahan yang dapat dilakukan oleh pemuda.

“Kita harus mendukung kegiatan pengembangan kreatifitas pemuda. Saking pentingnya pemuda, ia melaksanakan tiga peran penting yaitu sebagai agen perubahan, agen pembangunan, dan agen pembaharuan. Kita harus menyiapkan pemuda sebagai generasi penerus kita.” ujarnya

Alumni STPDN 07 ini juga mengungkapkan bahwa budaya menjadi bagian dari visi Wite Barakati. Hal ini tercermin dalam rangkaian kegiatan HUT Kabupaten Muna Barat. Dimana dalam konteks budaya digelar perlombaan Tari Modero. Tarian khas suku Muna yang hampir punah. Selain itu ada pula lomba Rambi Wuna dan Kalego.

“Bicara budaya, budaya juga menjadi bagian dari visi kita kedepan. Bagaimana membangun Muna Barat tidak saja beragama tapi juga beradat. Maka dalam konteks HUT Muna Barat saya tidak meninggalkan beragama dan berdadat. Dalam konteks budaya, kita gelar lomba tari Modero, pertandingan Rambi Wuna dan Kalego.” paparnya

Usai acara pembukaan, tamu undangan dijamu dengan hidangan tradisional yang telah disediakan oleh panitia. Selanjutnya, berlangsung pertunjukan Posawu Adhara. Tradisi perkelahian kuda yang merupakan tradisi dari leluhur suku Muna.

Rangkaian acara berlangsung hingga malam hari. Kegiatan malam dirangkaikan dengan penutupan Festival Budaya Muna ke III. Dalam kegiatan tersebut masyarakat disajikan penampilan pidato Bahasa Daerah Muna, Tari Kreasi, Tari Modero serta hiburan lainnya.

 

Sumber : Tim liputan Diskominfo
Penulis : Staf Kominfo (Wd. Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik (Wd.Rahmatia, SP)
Penanggung Jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd., M.Si)

 

Semarak HUT Muna Barat ke-9, Pemda Gelar Kompetisi Balap Perahu Nelayan Berhadiah Puluhan Juta

KOMINFO. MUNA BARAT. GO. ID Masih dalam rangkaian semarak HUT Kabupaten Muna Barat ke-9, pemerintah daerah menggelar kompetisi Balap Perahu Nelayan. Kegiatan berlangsung di Desa Tondasi, Kecamatan Tiworo Utara pada Sabtu (05/08/2023).

Lomba ini terbagi atas tiga kategori yakni perahu bermesin 16 PK, 24 PK, dan 30 + PK. Pada kategori Balap Perahu 16 PK, peserta yang akan berlaga sejumlah 8 orang. Sedangkan pada kategori 24 PK, peserta berjumlah 48 orang yang terbagi dalam 10 grup. Selanjutnya, kategori perahu 30+ PK, diikuti oleh 36 peserta yang terbagi dalam 9 grup.

Untuk mengikuti lomba ini, peserta tidak dibebankan biaya pendaftaran alias gratis. Meski gratis tetapi pemerintah daerah telah menyediakan hadiah fantastis bagi para pemenang. Total hadiah yang diperebutkan senilai 45 juta rupiah.

Berdasarkan pantauan Tim Media Kominfo, mayoritas partisipan berasal dari wilayah Muna Barat kepulauan. Peserta berasal dari Pulau Maginti, Pulau Bangko, Pulau Santigi, Pulau Santiri, Pulau Tondasi, Pulau Tiga, Pulau Bero, dan Pulau Balu.

PJ Bupati Muna Barat, Dr. Bahri, S.STP, M.Si bersama jajarannya hadir menyaksikan jalannya pertandingan secara langsung. Masyarakat pun tampak berbondong-bondong memadati lokasi pertandingan baik di area pelelangan ikan sebagai titik start maupun di Pelabuhan Tondasi sebagai titik finish.

Dalam sambutannya, Pj Bupati Muna Barat menyampaikan bahwa lomba Balap Perahu Nelayan mencerminkan mata pencaharian utama masyarakat di wilayah pesisir dan kepulauan. Lomba ini diadakan agar penduduk pesisir dan kepulauan turut merasakan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah Muna Barat.

“Lomba hari ini kita buat untuk saudara-saudara kita di wilayah kepulauan yaitu Lomba Balap Perahu Nelayan. Lomba ini mencerminkan bahwa lomba yang kita buat merupakan bagian dari mata pencaharian kita. Mata pencarian di wilayah pesisir dan kepulauan utamanya adalah nelayan. Hari ini kita buat lomba. Kita harapkan dapat memeriahkan masyarakat kita di pesisir dan daerah-daerah kepulauan. Ini kita lakukan agar mereka turut serta merasakan bagaimana pembangunan yang telah kita lakukan.” ujarnya

Dr. Bahri juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan jalannya pertandingan. Alumni STPDN 07 ini juga mengungkapkan terimakasih atas kehadiran masyarakat yang datang menyaksikan Lomba Balap Perahu Nelayan.

Pada kategori 16 PK masuk dalam tahap semifinal sebanyak 6 kapal yakni Don, ID88, Dis Manja, Nurjani, Master, dan Biru Laut. Dari enam peserta tampil sebagai pemenang lomba pada posis pertama ditempati oleh perahu ID88 asal Desa Santiri, Master dari Pulau Gala, Nurjani dari Desa Santiri Santiri, dan Don dari Desa Santiri.

Sedangkan Kategori 24 PK, juara pertama diraih oleh Citer dari Pulau Bangko, juara kedua diraih oleh Jusnajaya dari Desa Santiri, juara 3 oleh Tiger dari Pasipadangan, dan juara ke empat adalah Amfibi dari Pulau Bangko.

Pada kelas 30 PK, juara 1 ditempati oleh Kris asal Desa Tasipi. Menempati urutan kedua, Yamaha dari Pulau Bangko. Sedangkan posisi ketiga ditempati oleh dua kapal yakni Cyber dari Tondasi dan Pasar Jaya dari Maginyi.

Hadiah yang berhak didapatakn oleh para pemenang pada kategori 16 PK dan 24 PK  yakni juara 1 mendapatkan 10 juta, juara 2 berhak atas uang 4,5 juta, juara 3 uang sebesar 2,5 juta, dan juara 4 mendapatkan 1,5 juta.

Sedangkan kategori 30 PK, hadiah yang diterima oleh juara 1 sebesar 10 juta. Juara kedua mendapat uang 5 juta, dan juara 3 bersama masing-masing 3,5 juta.

Tidak hanya hadiah berupa uang tunai, pemerintah juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta berupa 10 liter solar untuk setiap perahhu yang bertanding.

Sumber : Tim liputan Diskominfo
Penulis : Staf Kominfo (Wd. Hasrana, A.Md)
Editor : Kabid Peng. Opini & Aspirasi Publik (Wd.Rahmatia, SP)
Penanggung Jawab : Kadis Kominfo (Al Rahman, S.Pd., M.Si)